Sinopsis & Review Poong: The Joseon Psychiatrist (2022)

Ditulis oleh Desi Puji Lestari
Poong: The Joseon Psychiatrist
3
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Yoo Se Yeob merupakan ahli akupunktur kepercayaan raja yang hidupnya hancur karena keserakahan seorang pejabat istana. Dia dijebak sebagai pembunuh raja dan sang ayah yang menemukan bukti kejahatan juga tewas dibunuh.

Se Yeob seperti kehilangan semangat hidup. Dia tak mau dan tak sanggup memegang jarum akupunktur. Se Yeob lalu putus asa dan hampir bunuh diri. Beruntung seorang gadis bernama Seo Eun Woo menyelamatkannya.

Namun, siapa sangka Seo Won justru menjadi pasien pertama Se Yeob sebagai ahli kejiwaan. Seperti apa kisah Se Yeob yang mulai menekuni karir sebagai psikiater di zaman Joseon? Simak ulasan dan sinopsis singkat Poong: The Joseon Psychiatrist (2022) berikut ini!

Baca juga: 15 Drama dan Film Korea Terbaik Tentang Kerajaan

Sinopsis

Sinopsis

Kepala Ahli Akupuntur, Yoo Se Yeob, lahir di Hanyang. Masuk Seonggyungwan di usia ke 15, mendapat nilai terbaik di Ujian Khusus Pengetahuan Budaya saat berusia 17 tahun.

Satu tahun kemudian dia lulus ketiga ujian negara bagian besar dalam kategori pengetahuan budaya. Namun, Yoo Se Yeob berhenti belajar seni saat ibunya sakit lalu meninggal.

Dia lantas beralih ke pengobatan. Bukan main-main, nilainya di bidang itu pun tidak mengecewakan karena Yoo meraih peringkat pertama di Ujian Medis sebanyak dua kali.

Yoo Se Yeob berhasil masuk ke Kantor Medis dalam satu kali percobaan. Berkat kecerdasannya dia dianugerahi gelar Kepala Ahli Akupunktur oleh raja.

Raja Hyun terkagum-kagum dengan kemampuan Se Yeob menyembuhkan Putra Mahkota yang terserang malaria. Namun, tampaknya hal itu tidak membuat senang para pejabat di Kantor Medis Istana.

Raja sendiri sebenarnya sedang sakit bisul. Wajahnya memerah dan penuh benjolan bernanah. Meski dalam keadaan sakit dia berencana melakukan penyerangan ke Utara.

Lagi-lagi keputusan raja tidak membuat pejabatnya senang, terutama Penasihat Negara Kedua, Jo Tae Hak. Tae Hak dibantu pejabat lain, termasuk tabib istana, bersekongkol membunuh raja.

Kondisi raja seketika memburuk dengan banyaknya bisul yang muncul. Se Yeob dipanggil untuk memberikan akupunktur. Dia menolak tetapi raja memaksanya.

Se Yeob memberanikan diri memulai teknik pengobatan. Sayang, ketika dia sedang memecahkan bisul-bisul itu dengan menyayatnya, pendarahan hebat tak bisa dihentikan. Raja dinyatakan meninggal dunia. Atas kejadian itu Se Yeob dipenjara. Semua fasilitas yang diberikan istana padanya dicabut.

Ayah Yoo Se Yeob bernama Yoo Hoo Myung, yang merupakan Komisaris Kantor Medis sekaligus Menteri Kepegawaian tidak tinggal diam. Dari kecurigaannya dia menemukan fakta bahwa pisau yang dipakai Se Yeob telah dilumuri racun. Hoo Myung lantas mengadukan temuannya itu pada Putra Mahkota.

Penyelidikan diam-diam terhadap hal itu malah membuat Hoo Myung kehilangan nyawa. Dia dibunuh oleh orang suruhan Tae Hak. Berada dalam penjara dan mengetahui sang ayah telah tiada benar-benar mengguncang Se Yeob.

Untungnya, Putra Mahkota yang naik tahta menjadi raja punya rencana sendiri mengungkap kejadian ini. Dia tidak menghukum Se Yeob dengan hukuman mati, melainkan hanya mengusirnya keluar dari Hanyang.

Raja berharap Se Yeob dapat mengungkap kejadian tragis ini di masa depan. Se Yeob yang ditemani pengawal setianya, Man Bok, berkelana ke desa-desa. Mentalnya belum stabil hingga dia mencoba bunuh diri.

Saat percobaan itulah dia diselamatkan oleh Seo Eun Woo; seorang gadis pintar yang ceria dan sebentar lagi akan menikah. Eun Woo meminta Se Yeob agar terus hidup untuk menolong orang-orang yang membutuhkan. Sayangnya, beberapa waktu kemudian Eun Woo justru terlihat berupaya bunuh diri.

Beruntung Se Yeob bisa menyelamatkannya. Dia membawa Eun Woo ke Klinik Gyesu milik tabib Gye Ji Han yang sempat bertemu dengannya.

Setelah mendapat perawatan, esok harinya Eun Woo diketahui meninggalkan klinik tanpa berpamitan. Se Yeob harus bertanggungjawab atas biaya pengobatan gadis itu. Gye Ji Han lantas menawarinya sebuah kontrak kerjasama.

Mulai dari sana, Se Yeob menjadi pegawai Klinik Gyesu. Tugas pertamanya adalah mengobati salah satu wanita bangsawan. Tanpa diduga Se Yeob kembali bertemu Eun Woo di rumah itu.

Lagi-lagi dia menemukan Eun Woo dalam percobaan bunuh diri. Tanpa pikir panjang bersama tabib Gye Ji Han dia kembali membawanya ke klinik.

Selama di klinik, Eun Woo tampak depresi. Dia tak ingin mendapat pengobatan apa pun karena tidak merasa sakit, tapi dirinya terus berusaha mengakhiri hidup.

Tatapannya kosong dan tidak bergairah. Rupanya Eun Woo memang tertekan karena terus disalahkan ibu mertuanya atas kematian sang suami yang belum pernah dia temui.

Sang ibu mertua yang berasal dari keluarga bangsawan berusaha mendorong Eun Woo untuk melakukan bunuh diri karena dianggap membawa sial.

Dia ingin Eun Woo mati agar keluarganya kembali mendapat kehormatan. Se Yeob yang mengetahui hal itu membuat kesepakatan dengan ibu mertua Eun Woo.

Gadis itu terlihat lebih segar, terutama setelah diajak melihat kebahagiaan nenek baik hati yang merawatnya di Klinik Gyesu. Dengan bantuan Se Yeob, nenek yang mengalami demensia itu kembali berbaikan dengan sang putra yang membencinya.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram