bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Sinopsis & Review Pocong the Origin, Teror Mengantar Jenazah

Sinopsis & Review Pocong the Origin, Teror Mengantar Jenazah

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 1 Juni 2021

Indonesia tidak kekurangan stock film horor yang berkualitas dan menegangkan. Meski sempat diramaikan trend horor yang dikemas dengan tambahan adegan-adegan dewasa yang sensual, belakangan produksi film horor sudah lebih kuat secara premis dan plot. Sebut saja Pengabdi Setan yang mendapat sambutan luar biasa dari dalam dan luar negeri.

Setelah Pengabdi Setan, ada satu lagi film horor Indonesia yang dijamin akan membuat Anda merinding. Kali ini  karya dari sutradara Monty Tiwa berjudul Pocong the Origin. Sebelumnya Monty Tiwa sudah lebih dulu sukses dengan film Keramat (2009). Seperti apa jalan cerita film horor yang resmi tayang di bioskop pada 18 April 2019 ini? Mari simak sinopsis serta review-nya terlebih dahulu berikut ini!

Sinopsis

Sinopsis Pocong the Origin
  • Tanggal/Tahun Rilis: 18 April 2019
  • Genre: Horor
  • Produksi: Starvision
  • Sutradara: Monty Tiwa
  • Pemain: Nadya Arina, Samuel Rizal, Della Dartyan, Surya Saputra

Sebuah lagu keroncong Di Bawah Sinar Bulan Purnama mengalun syahdu, sementara seorang tahanan kasus pembunuhan bernama Ananta (Surya Saputra) siap dieksekusi mati oleh regu tembak. Sipir penjara, Adhi (Yama Carlos) sudah menyiapkan rantai yang akan mengikat Ananta menuju tempat eksekusi. Ananta bukan penjahat sembarangan. Dia adalah seorang pembunuh berdarah dingin.

Sambil berjalan terseok-seok sebab rantai yang cukup berat mengikat dirinya, Ananta bersenandung lirih. Kini, tiba waktu bagi para regu tembak memuntahkan peluru kepada tubuh Ananta yang sudah diikat di sebuah tiang. Sementara Sasthi (Nadya Arina), putri semata wayang Ananta sedang menyanyi di sebuah café sebelum tiba-tiba pingsan karena melihat sesosok anak perempuan.

Sasthi yang berjalan pulang, secara mengejutkan didatangi oleh Adhi. Sipir ini mengajak sang gadis untuk pergi ke penjara. Tak lama, seorang kepala lapas bernama Rudi (Tegar Satrya) menyampaikan kabar padanya bahwa Ananta sudah dieksekusi mati, tapi dia belum mati. Anehnya ini adalah eksekusi ke dua, dan dua-duanya gagal.

Sasthi lantas diajak masuk ke kamar jenazah dan melihat tubuh ayahnya yang sudah terbujur dengan beberapa bekas tembakan. Ketika hendak mengusap wajah sang ayah, tangan Sasthi secara mengejutkan dipegang dengan kuat oleh Ananta. Semua sipir terkejut dan segera bantu melepaskan.

Melihat kejadian tersebut, Rudi kemudian menyampaikan sesuatu pada Sasthi, bahwa setelah ditembak, Ananta yang masih dalam keadaan setengah sadar mengatakan jika orang yang bisa membuatnya mati hanya Sasthi, darah dagingnya sendiri. Alasan itu yang membuat kepala sipir meminta bantuan gadis tersebut.

Pocong the Origin

Tiba-tiba seluruh lampu di penjara mati. Ananta secara mengejutkan kembali bangun dari kematiannya dan secara brutal menyerang Sasthi serta menghajar semua sipir yang ada di sana. Dalam keadaan terdesak, Sasthi menembak sang ayah. Sesaat terputar kembali kenangan masa kecil Sasthi dengan ayahnya.

Rudi kemudian kembali berbicara dengan Sasthi. Kepala sipir itu menyampaikan pesan dari Ananta bahwa dirinya ingin dimakamkan di kampung halamannya di Cimacan. Mendengar itu, Sasthi langsung menolak, tapi sedetik kemudian, dia berubah pikiran dan bersedia mengikuti permintaan ayahnya untuk dibawa ke sana.

Pada siang keesokan harinya, jenazah Ananta siap dibawa ke Cimacan oleh Sasthi dan seorang sipir yang bertugas jadi sopir ambulans bernama Yama (Samuel Rizal). Jika perjalanan mereka lancar, seharusnya bisa sampai pada jam 9 malam. Sementara itu seorang wartawan bernama Jayanthi (Della Dartyan) terus mengorek informasi mengenai kematian Ananta. Dia pun diam-diam mengikuti ambulans tersebut.

Keanehan-keanehan dialami Sasthi, Yama dan Jayanthi selama di perjalanan mengantarkan jenazah Ananta ke Cimacan. Keanehan tersebut juga terjadi di Cimacan. Ki Endang (Tyo Pakusadewo) sebagai orang yang dianggap pintar (dukun) mendapat tanda dan firasat di rumahnya. Begitu halnya dengan Pak Lurah. Lalu apa yang sebenarnya terjadi pada masa lalu Ananta hingga keanehan mengiringi kematian hingga pemakamannya?

Setting Tempat yang Menakutkan

Setting Tempat yang Menakutkan

Pihak produksi Pocong the Origin terlihat mengerjakan film ini dengan sangat detail. Mereka berusaha membangun suasana menyeramkan sejak menit-menit pertama. Setting tempat berupa penjara, sengaja dipilih yang bisa memunculkan kesan-kesan menyeramkan. Anda akan melihat sebuah bangunan penjara yang berlorong-lorong dengan jendela besar dan tinggi.

Selama di perjalanan, ketika Yama dan Sasthi mengantar jenazah Ananta ke Cimacan juga benar-benar dibuat mencekam. Penonton diajak melalui sebuah jalan provinsi yang bagian pinggir kanan dan kirinya penuh dengan pohon-pohon tinggi. Tidak ada bangunan atau keramaian kota, semuanya sepi dan hening.

Pemilihan Color Grading Menambah Ketegangan

Pemilihan Color Grading Menambah Ketegangan

Pemilihan warna atau color grading menjadi salah satu elemen penting dalam pembuatan film. Ia bisa menjadi penegas genre dan ide sebuah film itu sendiri. Lebih lanjut ia juga bisa menunjang narasi dan menimbulkan efek yang lebih dramatis.

Berdasarkan mood, pemilihan warna dibedakan menjadi dua, yaitu mood yang ceria dan hangat diwakilkan oleh warna-warna kuning, jingga dan magenta. Sementara mood yang lebih dingin biasanya akan menggunakan palet warna biru, hijau, ungu atau cyan. Dua mood ini menjadi yang dominan dalam pembuatan film.

Bicara mengenai hal tersebut, pemilihan warna dalam film Pocong the Origin ini sangat pas sehingga berhasil membangun mood atau suasana yang mencekam dan menakutkan. Anda akan melihat film ini berjalan dengan warna hijau kekuningan dan biru sejak awal. Hal ters

Baca juga: Daftar Film Horor Indonesia Terbaik dan Paling Menyeramkan

Menyinggung Soal Banaspati

Menyinggung Soal Banaspati

Premis utama dari film Pocong the Origin adalah kematian seseorang yang dikenal jahat dan berilmu hitam. Ananta diceritakan sulit meninggal, sekalipun keadaannya sudah tertembak berkali-kali. Kematian seolah tidak bisa mengalahkannya. Dia sosok yang misterius. Hal ini tentu saja menimbulkan gosip-gosip di masyarakat. Menurut mereka, Ananta memiliki ilmu Banaspati.

Bagi beberapa yang mengerti, mendengar nama Banaspati bisa langsung melayangkan pikiran ke hal-hal ghaib yang berkekuatan jahat. Pasalnya ia memang dikenal sebagai roh jahat dengan ilmu hitam yang cukup tinggi dan biasanya berbentuk bola api. Ia dipercaya kerap digunakan dalam praktik ilmu santet.

Berdasarkan cerita-cerita mistis dari daerah Jawa bangkitnya kekuatan jahat dapat memancing petaka. Hal ini pula yang ikut diselipkan dalam cerita Pocong the Origin. Kekuatan jahat tersebut seolah mengiringi kepulangan Ananta ke kampung halamannya.

Terlihat dalam salah satu scene ketika seorang ibu warung meminta Yama untuk segera membawa jenazah Ananta pergi dari kampungnya. Pak Lurah dalam film ini juga diceritakan mendapat pengaruh dari jin jahat hingga akhirnya bunuh diri.

Selipan Komedi Tidak Merusak Ketegangan

Selipan Komedi Tidak Merusak Ketegangan

Sudah sebuah kekhasan sendiri bagi film-film horor Indonesia untuk memasukkan unsur komedi di dalamnya. Demikian halnya yang berlaku pada film ini. Logat Jawa yang tanggung dari Yama dan Adhi terdengar lucu. Begitu pun dengan logat Sunda yang digunakan para penduduk Cimacan. Penggunaan logat daerah tersebut adalah satu dari beberapa hal lucu yang membuat film horor ini berjalan tidak membosankan.

Jangan khawatir adegan lucu atau scene lucu tersebut dapat merusakan ketegangan yang sudah dibangun sejak awal. Anda akan tetap merasa deg-degan sambil sesekali menertawakan tinggah lucu dari para karakternya. Segar!

Tidak seperti kebanyakan film horor Indonesia yang menampilkan unsur-unsur dewasa dan sensual, Pocong the Origin hadir dengan kekuatan jalan cerita yang menyeramkan sejak awal. Di tangah sutradara andal Monty Tiwa, cerita dalam film horor ini dijamin membuat Anda merinding dari pertama hingga akhir. Penasaran dengan jalan ceritanya? Anda bisa menonton film ini di Netflix mulai 22 Desember 2020.

Pocong the Origin
8 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram