bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Review dan Sinopsis Film Drama Pieces of a Woman (2020)

Review dan Sinopsis Film Drama Pieces of a Woman (2020)

Ditulis oleh Yanyan Andryan - Diperbaharui 18 Mei 2021

Film Pieces of a Woman melakukan pemutaran perdananya di tanggal 4 September 2020 pada Festival Film Internasional Venice ke-77. Di festival itu juga, Vanessa Kirby yang berperan sebagai Martha Weiss di film Pieces of a Woman ini, memenangkan Piala Volpi untuk kategori Aktris Terbaik. Film ini juga secara keseluruhan menerima ulasan yang umumnya positif, dengan memuji penampilan Kirby, dan Shia LaBeouf sebagai Sean Carson.

Sebelum diputar pada layanan streaming Netflix di tanggal 7 Januari 2021, Pieces of a Woman terlebih dulu dirilis di bioskop tertentu pada akhir tahun 2020 kemarin. Selain itu, film ini sendiri melakukan proses syutingnya dari mulai tanggal 3 Desember 2019 di Montreal, Kanada, dan berlangsung hingga akhir Januari 2020.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun rilis: 2020
  • Genre: Drama
  • Rumah produksi: Bron Studios
  • Sutradara: Kornél Mundruczó
  • Pemeran Utama: Vanessa Kirby, Shia LaBeouf, dan Ellen Burstyn

Martha dan Sean adalah sepasang kekasih yang saat ini sedang menantikan anak pertama mereka. Martha memutuskan untuk melahirkan di rumahnya, dan tidak berniat untuk ke rumah sakit. Sean lalu menelepon bidan kepercayaan mereka, Barbara. Namun, ia tidak bisa datang, dan sebagai gantinya, bidan lain yang bernama Eva menggantikan tugasnya.

Saat Eva sudah tiba, ia langsung bergegas membantu proses kelahiran Martha, yang sedang berjuang menahan rasa nyeri selama kontraksi. Proses kelahiran berjalan cukup dramatis, dan Martha pun akhirnya melahirkan seorang bayi perempuan. Akan tetapi, Eva memperhatikan bahwa bayinya membiru dan berusaha menyelamatkannya, namun dia mengalami serangan jantung dan meninggal.

Beberapa bulan kemudian, Martha dan Sean menemui salah seorang petugas coroner (Pemeriksa Medis Kematian) untuk mencari tahu apa yang salah dengan kematian anaknya. Karena tidak mendapatkan jawaban yang pasti, Sean pergi diliputi rasa emosi, sementara Martha tetap tinggal, dan memutuskan bahwa dia ingin menyumbangkan tubuh bayinya untuk studi penelitian.

Sementara itu, selepas kejadian melahirkan yang memilukan tersebut, Eva disalahkan oleh keluarganya Martha, dan menjadi tersangka atas dugaan kelalaian pekerjaan yang ia lakukan. Di lain sisi, Martha, dan Sean tengah berjuang dengan hubungannya sebagai sepasang kekasih, yang kini keduanya berubah drastis menjadi dingin.

Keduanya sama-sama tertekan atas kondisi yang mereka alami, apalagi ditambah dengan kehadiran ibunya Martha, Elizabeth, yang angkuh karena tidak terlalu merestui hubungan mereka. Sean pada akhirnya kembali menggunakan narkoba, dan malah berselingkuh dengan sepupunya Martha, Suzanne, yang bekerja sebagai pengacara.

Elizabeth kemudian menyalahkan Martha atas kematian bayinya karena dia tidak mau melahirkan di rumah sakit. Ia juga memintanya untuk menghadiri persidangan Eva. Elizabeth selanjutnya memberi tahu kepada Sean bahwa ia tidak pernah menyukainya, dan memberinya sejumlah uang cek agar ia bisa pergi, dan jangan pernah kembali lagi ke dalam keluarganya.

Setelah menjalani hari-hari untuk menjernihkan isi pikiran, dan hatinya, Martha lalu bersaksi di persidangan Eva. Ia lalu menyatakan bahwa Eva sebenarnya tidak bersalah atas kematian anaknya, dan ia bahkan tidak pernah menyalahkannya. Martha kini sudah berdamai dengan situasi batinnya, ia pun menyebarkan abu putrinya ke sebuah sungai.

Film yang Bisa Menyebabkan Rasa Depresi

Film yang Bisa Menyebabkan Rasa Depresi

Selama 30 menit awal, film ini dibuka dengan adegan persalinan yang dilakukan Eva kepada Martha. Adegan tersebut terlihat menegangkan bagi kita yang menontonnya, dan sebagian dari kita mungkin bisa menebak apa yang akan terjadi kepada sang bayi. Sesuai yang di duga, bayi perempuan bernama Yvette itu ditakdirkan meninggal beberapa saat setelah dilahirkan.

Kebahagiaan yang dibangun oleh Martha, dan Sean, pada menit-menit awal film ini seolah runtuh selepas peristiwa naas tersebut. Film ini kemudian berjalan begitu dingin, depresif, dan memilukan karena kita mesti melihat perjuangan yang dihadapi oleh keduanya.

Sama seperti film Marriage Story (2019), Pieces of a Woman menawarkan polemik kehidupan pasangan yang pelik, walaupun di film ini Martha, dan Sean tidak diceritakan menikah. Tensi dan permasalahan di film ini memang tidak menggebu-gebu seperti pada Marriage Story. Martha, dan Sean jarang beradu argumen yang saling memaki satu sama lain. Sekali lagi, film ini begitu dingin, dan cenderung depresif.

Cerita Pieces of a Woman tentu akan sangat mudah untuk dicerna oleh semua penonton. Hal itu karena permasalahan kehilangan bayi selepas melahirkan memang benar terjadi di kehidupan nyata. Selain itu, hubungan yang tidak direstui oleh orang tua karena perbedaan status sosial pun benar adanya.

Elizabeth, ibunya Martha, memang digambarkan sebagai sosok yang angkuh, dan tidak menyukai Sean apapun kondisinya. Elizabeth cenderung bersikap keras kepada Martha, dan kurang memahami kondisi batinnya secara mendalam. Apa yang dilakukan oleh sang ibu, justru membuat Martha terlihat frustasi, dan memendam rasa bersalah yang begitu dalam.

Ia pada akhirnya menyalahkan Eva, hingga membawanya ke dalam persidangan, lalu menyalahkan Sean juga, dan menyuruhnya untuk pergi menjauhi keluarganya. Elizabeth memang bersikap keras kepada Martha karena sebenarnya ia ingin anaknya itu bangkit dari keterpurukan. Meski caranya salah, dan terkesan menekan, Elizabeth masih tetap menyayangi anaknya itu.

Hubungan Martha dan Sean yang Semakin Dingin

Hubungan Martha dan Sean yang Semakin Dingin

Sebagai penonton, mungkin kita berharap bahwa selepas kematian Yvette, Martha, dan Sean bisa saling menyemangati, dan menguatkan satu sama lain dengan berbagai macam cara. Namun, yang terjadi mereka tidak tahu mengapa malah bersikap dingin, seolah ada rasa canggung diantara keduanya. Sean menjadi lebih emosian, hingga tak jarang menangis sendirian, dan Martha lebih banyak menghabiskan waktu seorang diri, dan menyimpan rasa sedihnya di dalam hati.

Hubungan mereka pada akhirnya sudah berada pada titik tidak saling peduli. Sean kembali menggunakan narkoba, dan mengonsumsi alkohol. Parahnya lagi, ia pun berselingkuh dengan Suzanne, yang secara tidak langsung membuat hubungan asmara mereka berakhir. Sean pun frustasi, dan lebih memilih uang cek yang diberikan oleh Elizabeth untuk pergi menjauhi Martha, dan keluarganya.

Di sisi lain, Martha pun kemungkinan tidak bisa berbuat apa-apa dengan dirinya, bahkan Sean sekalipun. Karena ia dilanda rasa depresi sebagai seorang calon ibu, dan lelah atas tekanan dari Elizabeth, ia pun mau tidak mau terpaksa mendiamkan Sean, yang mengalami nasib serupa seperti dirinya. Akibatnya, Sean pun selingkuh, kembali ke kepribadiannya yang dulu, hingga akhirnya memutuskan pergi.

Martha sebenarnya mengetahui jika Sean telah berselingkuh, namun ia tidak ingin menambah dan memperbesar masalah yang sekarang ia rasakan. Ia sudah cukup lelah dengan tekanan yang dihadapinya, dan nampaknya cukup ikhlas membiarkan Sean pergi dari hidupnya.

Berakhir dengan Memaafkan Diri Sendiri

Berakhir dengan Memaafkan Diri Sendiri

Selepas 30 menit pada bagian awal film ini, Pieces of a Woman memberikan narasi cerita yang cenderung menyedihkan. Tone warna pun terlihat lebih suram, dan dialog yang terjadi diantara Martha serta Sean tidak hangat seperti biasanya. Apalagi, Martha dan Elizabeth selalu terlibat adu cekcok yang membuat konflik semakin rumit.

Sebagian dari kita yang menontonnya mungkin akan memprediksi jika film ini bakal memiliki ending yang buruk. Tapi untungnya, Pieces of a Woman tidak sejahat itu memberikan narasi cerita yang depresif. Secercah harapan baik sebenarnya sudah muncul ketika Martha perlahan-lahan mulai bangkit memaafkan dirinya sendiri, hingga bisa lebih memaklumi ibunya.

Dari situ, ia pun kembali ke meja persidangan, dan mengatakan yang sesungguhnya bahwa Eva tidak bersalah. Di sisi lain, Elizabeth pun menjadi luluh, dan tidak memaksakan untuk menyalahkan Martha lagi. Selama masa sendirinya, Martha pun mencoba untuk memaafkan dirinya sendiri, dan langkah yang ia lakukan itu pun berhasil membuatnya bangkit dari keterpurukan.

Pieces of a Woman pada akhirnya mempunyai kisah dengan akhir yang cukup manis, dan tidak terlalu depresif seperti yang diduga sebelumnya. Film ini kemudian diakhiri dengan sebuah adegan dimana seorang gadis kecil tengah memanjat pohon apel, dan berusaha mengambilnya. Martha lalu memanggil anak tersebut untuk masuk ke dalam rumahnya.

Pieces of a Woman
7.5 / 10 Bacaterus.com
Rating

Artikel Terkait :
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram