Bacaterus / Review Film Jepang / Sinopsis dan Review One Punch Man Season 2 ‘Makin Memanas’

Sinopsis dan Review One Punch Man Season 2 ‘Makin Memanas’

Ditulis oleh - Diperbaharui 12 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Ada sebagian orang yang merasa kurang puas dengan lanjutan kisah Saitama sang One Punch Man. Produksi anime inipun tidak memenuhi deadline yang dijanjikan, dan baru kembali tayang pada tahun 2019, setelah season 1-nya mengudara pada tahun 2015. Setelah jadwalnya sempat tidak menentu, dari Madhouse kini studio produksi serial anime ini berpindah tangan ke J.C. Staff.

Apakah seburuk itu? Mungkin semuanya harus dikembalikan pada mereka yang menyaksikannya. Beberapa ada yang berkomentar negatif. Tapi sebagian lagi, cukup puas dengan lanjutan aksi Saitama dan para pahlawan super dalam menumpas kejahatan. Sekarang, kita akan tengok bersama, seperti apa sebenarnya One Punch Man Season 2 berjalan.

Sinopsis

Sinopsis

*Sumber: https://www.pinterest.com/pin/705376360373913434/

  • Tahun rilis: 2019
  • Season: 2
  • Genre: Action, superhero
  • Produksi: J.C. Staff
  • Sutradara: Shūji Miyazaki, Ryō Andō (various)
  • Pengisi suara: Makoto Furukawa, Kaito Ishikawa, Yuki Kaji, Yuuichi Nakamura

King adalah seorang hero rangking S-class, dan menempati posisi ke tujuh di level tersebut. Bahkan, ada penjahat yang langsung lari terbirit-birit dari hadapan sang pahlawan hanya karena mendengar bunyi degup jantungnya saja.

Bahkan, ada julukan bagi bunyi detak jantung King. Yaitu, ‘King’s Engine’.  Mendapat gelar ‘The Strongest Man on Earth’ siapa yang sangka bahwa King ternyata adalah seorang manusia biasa.

Bahkan ketika G4, sesosok robot menantangnya, King beralasan bahwa ia harus pergi ke kamar kecil. Beruntung, Saitama dan Genos ada di tempat kejadian sehingga King dapat melarikan diri. Namun Saitama mengikuti sang pahlawan. Lantas, keduanya bermain game bersama. Di balik penampilannya yang mengintimidasi, King ternyata adalah seorang otaku.

Persahabatan mulai terjalin antara Saitama dan King. Kemudian, Fubuki atau yang dikenal dengan nama hero Hellish Blizzard ingin merekrut Saitama. Sementara itu, Garou, mantan murid dari seorang hero yaitu Silver Fang, mulai membuat kekacauan.

Dalam sebuah pertemuan yang dihadiri baik oleh para pahlawan, juga penjahat, Garou berbuat onar dan menyatakan bahwa ia berada di pihak para monster.

Setelah mengetahui perihal Garou, dan mengabaikan peringatan Charanko, Saitama bergabung dalam sebuah turnamen ilmu bela diri, dan menyamar sebagai Charanko. Dan tentu saja tidak mirip benar, karena ia hanya mengandalkan sebuah wig agar dianggap sebagai salah satu murid Silver Fang tersebut. Saitama berharap, ia dapat bertemu dengan Garou di turnamen tersebut.

Sementara kemunculan Garou masih menjadi topik utama di kalangan para pahlawan super, sekelompok monster berusaha menculik salah satu sponsor Superhero Association, Waganma, dan putranya Narinki. Beruntung, Metal Bat ditugaskan untuk menjaga keduanya. Namun, keadaan semakin genting ketika monster bernama Elder Centipede hadir.

Kehadiran Elder Centipede malah membuat Metal Bat harus berhadapan dengan Garou yang juga berada di sekitar lokasi. Sehingga, terjadi pertarungan dahsyat antara keduanya. Metal Bat nyaris saja memenangkan pertarungan tersebut, namun kehadiran adiknya menghentikan aksi sang pahlawan. Di lain tempat, Narinki berhasil diselamatkan, namun ayahnya dibawa oleh para monster.

Silver Fang atau yang dikenal dengan panggilan Bang bersama kakaknya yaitu Bomb, bertekad untuk mencari Garou. Sementara saat itu, Garou mendapat tawaran untuk bergabung bersama Monster Association, tapi ia justru menolaknya. Sedangkan para monster tersebut terus melancarkan aksi teror mereka dengan menyerang para pahlawan.

Saat itu, Saitama yang tengah berpura-pura menjadi Charanko tengah asyik berkecimpung dalam kompetisi ilmu bela diri yang juga diikuti para hero. Setelah berhadapan dengan lawan-lawannya, sang pahlawan berkepala plontos melaju ke final dan akan berhadapan dengan seseorang bernama Suiryu.

Namun keadaan di luar arena pertandingan semakin tidak terkendali. Kini, para monster bahkan mulai bergerak dan mendatangi tempat dimana Saitama tengah bertanding.

Action dan Action

Action dan Action

*Sumber: http://www.myshinytoyrobots.com/2019/07/one-punch-man-season-2-review.html

Dalam season 2, kita akan melihat 3 cerita inti. Pertama, adalah kehadiran Garou sebagai seorang yang ingin mengalahkan para pahlawan super. Kedua, Saitama yang berlaga di kejuaraan bela diri. Dan yang ketiga, serangan Monster Association. Bagi mereka yang menyukai anime bertema laga, tentunya akan merasa terpuaskan dengan ceritanya.

Kita disuguhkan dengan begitu banyak adegan action. Garou bukan hanya memburu para pahlawan super. Apa yang ia lakukan tersebut juga lantas membuat dirinya menjadi buronan para pahlawan. Sehingga, kita akan melihat bagaimana Garou harus berhadapan, bukan hanya satu lawan satu dengan seorang pahlawan. Tapi juga, menghadapi beberapa pahlawan super sekaligus.

Kisah Garou akan membuat kita kesal, sekaligus memuji karakter ini. Sangat kuat dan memiliki penampilan yang khas, Garou bisa jadi salah satu karakter antagonis favorit kamu. Lantas, keikutsertaan Saitama dalam turnamen ilmu bela diri bisa dikatakan alur yang lebih ‘lembut’. Kejuaraan bela diri seperti ini mengingatkan kita akan kisah-kisah dalam anime lain seperti Dragon Ball.

Rupanya, One Punch Man juga tidak ingin ketinggalan untuk menghadirkan arc turnamen seperti anime lainnya. Tapi, tentu saja dengan ciri khas mereka sendiri. Dan, kita disuguhkan dengan alur adu jotos kedua dalam season ini. Setelah itu, Monster Association menampakan diri. Lagi, kita akan dibawa dalam berbagai action scene yang tidak kalah serunya.

Bagi mereka yang suka anime seperti JoJo’s Bizarre Adventure, Dragon Ball, atau judul lain yang menghadirkan banyak aksi laga, kamu pasti bakal dibuat betah dengan One Punch Man season 2.

Tons of Character

Tons of Character

*Sumber: https://comicbook.com/anime/news/one-punch-man-season-2-new-heroes-anime/

Memiliki tiga arc atau inti cerita, tentu saja dengan otomatis membuat One Punch Man season 2 dipenuhi dengan karakter-karakter yang telah kita ketahui, maupun yang belum. Aksi Garo, kejuaraan bela diri, serangan monster. Kita akan melihat lebih banyak pahlawan, maupun penjahat super di setiap episodenya.

Beberapa situs menganggap bahwa ini menjadi salah satu kekurangan season 2. Mereka menilai, perkenalan karakter demi karakter ini terasa begitu melelahkan. Benarkah? Menurut kami, tidak juga. Justru hal ini membuat kita merasa bahwa perkenalan penonton dengan Saitama telah berakhir. Saatnya mengeksplor world building dari One Punch Man.

Para pembaca manga juga sepertinya tidak keberatan dengan hal ini. Karena, season 2 bak fan service. Begitu banyak karakter yang hadir. Kita bisa melihat seperti apa Watchdog Man saat beraksi, lalu ada kemunculan Zombieman yang belum banyak terekspos. Lantas, Metal Bat pun mendapat sebuah perkenalan yang lebih dalam lagi, dibanding saat season pertama.

Para Monster

Para Monster

Kemunculan Monster Association sendiri seolah memberikan warna baru. Setelah pada season 1 kita melihat para penjahat beraksi dengan motif random, sekarang, seolah para hero memiliki musuh utama. Ada kelompok tandingan yang akan memikirkan segala cara untuk berbuat onar. Apa tindakan mereka selanjutnya pun masih menjadi tanda tanya.

Kalau kamu adalah salah satu pecinta anime klasik bergenre mecha, Monster Association akan menjadi daya tarik tertentu. Mereka mengingatkan kita akan para antagonis dalam serial-serial robot seperti Mazinger Z atau Getter Robo. Hanya saja, mereka tidak dilawan dengan menggunakan robot raksasa. Seandaikan saja ada robot raksasa di serial ini, bagaimana menurutmu?

Tapi, melihat para manusia mengandalkan senjata atau tangan kosong untuk melawan makhluk-makhluk tersebut, tentu saja menjadi poin plus. Sekali lagi, kita akan melihat aksi-aksi yang sedap dipandang. Dan adegan pertempuran Genos melawan Elder Centipede di akhir season, sangatlah memuaskan. Selain itu, sepertinya masih banyak hal yang bisa dieksplor dari kehadiran para makhluk antagonis ini.

Animasi yang Kurang Memuaskan?

Animasi yang Kurang Memuaskan

*Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=5HY4VOkyIMI

Seperti dikutip dari situs Comic Book Resources, para fans mengeluhkan still shot yang digunakan secara berulang, dan kamera yang bergoyang. Mungkin, memang perlu kejelian untuk dapat mengetahui hal ini. Namun tentu saja hal ini sangat disayangkan. Karena, One Punch Man bisa jadi adalah salah satu judul besar yang selalu dinanti oleh para penggemar.

Meski animasinya dinilai kurang memenuhi ekspektasi, bagi kami season 2 cukup berjalan dengan baik. Disamping keluhan-keluhan lain yang harus diterima oleh serial ini, One Punch Man masih memuaskan dari segi tontonan yang menghibur. Lantas, dari segi ceritanya juga terasa baik-baik saja. Dan semoga saja, season berikutnya tidak mengalami penundaan yang lama seperti dari season 1 ke season 2.

Dengan dunia Saitama yang semakin memanas, apakah kita masih bisa tertawa terbahak-bahak lagi? Bisa jadi, itu adalah salah satu pertanyaan yang mengiringi season 2. Jawabannya, tentu saja. Masih banyak adegan yang memancing tawa. Masih masuk daftar wajib tonton, kami sendiri masih bingung, mengapa ada beberapa situs seolah mengkritik lanjutan kisah Saitama ini.

Belum ada kabar pasti, kapan season 3 One Punch Man akan tayang. Tapi dari adegan akhir yang agak menggantung, kita berharap Saitama dapat segera kembali ke layar kaca. Juga, jika season 3-nya kembali tayang, semoga dapat terus memuaskan hati para penggemar. Kami masih sangat ingin untuk melihat aksi para pahlawan super lainnya. Ingin ikut ngobrol? Jangan lupa isi kolom komentar di bawah ya.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *