bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film Ocean’s Thirteen (2007)

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 23 September 2021

Danny Ocean mengumpulkan rekan-rekannya untuk pencurian ketiga setelah pemilik casino Willy Bank mengkhianati salah satu dari mereka, Reuben Tishkoff. Ocean’s Thirteen menjadi penutup dari trilogi pencurian yang dirilis oleh Warner Bros. Pictures pada 8 Juni 2007 setelah sebelumnya ditayangkan di Cannes Film Festival.

Seluruh bintang dari dua film sebelumnya kembali memerankan karakter masing-masing, kecuali Julia Roberts dan Catherine Zeta-Jones yang tidak dihadirkan. Tapi gantinya, dimasukkan dua karakter baru yang diperankan oleh bintang senior, yaitu Al Pacino dan Ellen Barkin, yang membuat film ini diharapkan terasa sempurna dengan performa akting mereka.

Sebelum menonton ulang filmnya di Netflix, yang sudah tersedia lengkap dengan dua film lainnya, simak review kami tentang film yang kembali menggunakan Las Vegas sebagai lokasi syutingnya ini terlebih dahulu.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun: 2007
  • Genre: Action, Crime, Thriller
  • Produksi: JW Productions, Section Eight
  • Sutradara: Steven Soderbergh
  • Pemeran: George Clooney, Brad Pitt, Matt Damon

Reuben Tishkoff berinvestasi dalam proyek hotel milik Willy Bank, salah satu pengusaha casino terkenal di dunia. Tapi dia dikhianati dengan dipaksa menjual seluruh sahamnya kepada Bank yang mengakibatkan dia terkena serangan jantung dan harus beristirahat di rumah. Danny Ocean berusaha bernegosiasi dengan Bank, tapi dia tidak menghiraukannya.

Oleh karena itu, Danny dan rekan-rekannya menuntut balas dendam dengan membuat rencana untuk merusak malam pembukaan hotelnya. Tujuan mereka ada dua, yaitu menghindarkan Bank dari meraih penghargaan Five Diamond Award dan menyabotase seluruh permainan casino untuk menguras keuangan Bank senilai $500 juta. Tapi mereka memiliki rintangan yang cukup berat.

Bank menggunakan teknologi monitor yang terbaik, yang dinamakan The Greco, yang bisa mendeteksi apakah kemenangan itu wajar atau licik melalui suhu tubuh dan indikasi lainnya dari fisik pemenang. Dan alat ini disimpan di bawah tanah dan memiliki jaringan listrik terpisah dari hotel. Satu-satunya cara adalah dengan menggunakan magnetron di dalam ruangan monitor itu untuk mematikan sistemnya.

Mereka menggunakan bor besar yang disimpan di bawah pondasi hotel untuk menciptakan efek gempa bumi dan Rusty melakukan penyamaran sebagai ilmuwan untuk memberikan peringatan kepada Bank bahwa hotelnya berada di atas rekahan gempa, tapi Bank tidak peduli meski dia tetap menyimpan seismograf yang sudah ditanamkan kamera dari Rusty di ruangannya.

Tapi sehari sebelum malam pembukaan, bor besar itu rusak dan mereka tidak memiliki dana lagi untuk menggantinya dengan yang baru. Mereka kemudian bernegosiasi dengan Terry Benedict, musuh mereka di dua pencurian sebelumnya, dengan menawarkan keuntungan dua kali lipat. Tapi Terry mengajukan tambahan klausul, yaitu mereka harus bisa mencuri kalung-kalung berlian milik Bank.

Walhasil, mereka harus menambahkan satu rencana lagi demi mengucurkan dana dari Terry. Linus melakukan penyamaran agar bisa merayu Abigail Sponder, asisten Bank, untuk bisa masuk ke ruangan penyimpanan kalung-kalung berlian itu. Tapi, Terry juga memiliki rencana lain dengan menyewa Francois Toulour untuk menyabotase pencurian kalung-kalung berlian itu.

Saul diperlakukan secara baik oleh Bank di hotelnya karena dikira jika dia adalah orang yang akan melakukan penilaian terhadap hotel itu, sementara pengunjung lain yang ternyata adalah penilai aslinya, diperlakukan dengan buruk berkat kerjasama Danny dan rekan-rekannya yang bergerak secara bergerilya di dalam hotel dengan melakukan banyak aksi menyuap para karyawannya.

Di malam pembukaan hotel, Livingston ditangkap dengan tuduhan merekayasa mesin-mesin di casino dan Bank terpaksa harus menggantinya dengan yang baru, termasuk dadu dan bola yang sebelumnya sudah diproduksi secara khusus oleh Malloy bersaudara di pabriknya langsung di Mexico sehingga bisa direkayasa dengan perangkat kecil yang mereka gunakan dalam permainan judi.

Seluruh pengunjung yang bermain malam itu meraih kemenangan setelah magnetron yang ditanamkan di ponsel baru milik Bank kiriman mereka mematikan sistem The Greco selama tiga menit. $500 juta melayang dari casino itu karenanya. Linus kemudian ditangkap oleh FBI atas tuduhan penipuan dan percobaan pencurian, yang ternyata agen FBI itu adalah ayahnya sendiri yang disewa oleh Danny.

Ketika hendak naik ke helikopter, Toulour menghadang dan mengambil seluruh kalung berlian dari tubuh Linus dan melompat dari atas gedung menggunakan parasut. Dengan meledakkan atap, mereka berhasil membawa lemari berisi kalung-kalung berlian yang asli. Dan kejadian ini dilihat langsung oleh Bank dan Toulour yang membuat mereka sangat kesal.

Di waktu yang sama, gempa bumi buatan membuat seluruh pengunjung keluar dari casino dalam keadaan mereka menang di setiap permainan judi di hotel itu. Seluruh rencana mereka berhasil, dan Danny menyumbangkan keuntungan Terry sebagai donasi kepada Oprah Winfrey untuk acaranya, sebagai balasan atas pengkhianatan dalam misi mereka.

Kembali ke Formula Awal

Kembali ke Formula Awal

Setelah respon negatif menerpa Ocean’s Twelve karena setting film yang berpindah ke Eropa dan jalan cerita yang absurd (termasuk menjadikan Julia Roberts sebagai dirinya sendiri), maka Steven Soderbergh berusaha mengembalikan Ocean’s Thirteen kepada formula yang ditampilkannya di Ocean’s Eleven, kembali ke Las Vegas dan menggunakan editing yang dinamis.

Danny dan rekan-rekannya kembali melakukan aksi rutinitas mereka, mulai dari riset lokasi, perancangan misi, penyediaan perangkat dan orang dalam yang bisa disusupi. Semua ditampilkan sama seperti di film pertamanya. Dan untuk menambah kedinamisan editingnya, terkadang layar dibagi menjadi beberapa bagian untuk menampilkan aksi mereka yang banyak.

Seperti biasanya, kita mengharapkan adanya banyak twist dalam misi mereka yang semuanya dieksekusi dengan baik oleh Brian Koppelman dan David Levien sebagai penulis naskahnya, dimana mereka menempatkan beberapa twist yang tidak pernah terpikirkan oleh kita. Tapi uniknya, twist yang mereka terapkan, justru seolah menggambarkan ada rasa tidak percaya kepada sesama rekannya.

Contohnya adalah Linus yang ditangkap oleh FBI yang ternyata adalah ayahnya yang disewa oleh Danny tanpa sepengetahuan Linus sendiri yang menjalankan aksinya sesuai rencana. Disini tampak ada rasa tidak percaya Danny kepada rekannya, sehingga dia membuat rencana lain tanpa diketahui oleh Linus. Tapi untungnya, rencana dadakan ini berhasil dengan baik.

Plot yang Cukup Absurd

Plot yang Cukup Absurd

Selain itu, masih ada lagi plot cerita yang cukup absurd, yaitu tentang mesin bor yang ditanamkan di bawah pondasi hotel untuk menciptakan gempa buatan. Masalah yang pertama adalah, bagaimana cara mereka membelinya? Bukankah alat seperti ini tidak dijual secara bebas dan jika ada pun harganya pasti sangat mahal. Diceritakan pula alat itu rusak dan harus diganti dengan yang baru.

Sepertinya mereka mudah saja untuk mendapatkan alat berat yang diceritakan adalah alat bor yang sama yang digunakan untuk membuat terowongan antara Perancis dan Inggris. Tapi masih bisa masuk di akal ketika diceritakan mereka kehabisan dana untuk memperbaiki alat itu dan harus meminjam dari Terry dengan memberikannya keuntungan berlipat.

Oke, masalah pembiayaan bisa ditanggulangi, terus bagaimana mereka mendatangkannya dan menanamkannya di bawah pondasi di tengah kota yang tidak pernah tidur seperti Las Vegas? Meskipun digambarkan mereka menyamar sebagai pekerja bangunan dan bisa membawa alat sebesar itu, tapi apakah mandor proyek tidak curiga dengan kehadiran mereka setiap hari? Atau mandornya disuap juga?

Memang, dalam aksi seperti ini, suap-menyuap orang dalam cukup memegang peranan utama. Jika tidak begitu, bagaimana mereka bisa bebas masuk ke dalam hotel hingga bisa meretas ke dalam sistem komputerisasinya? Tapi tetap saja, membawa alat yang beratnya 600 ton ke bawah pondasi membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Pastinya tidak semudah di dalam film.

Dan untuk kali ini, tidak ada karakter yang memiliki cerita sampingan, sehingga membuat semua karakternya berada dalam satu dimensi saja, yaitu fokus dalam melakukan aksinya. Hal ini membuat tidak ada nilai sentimentil seperti kisah Danny di film pertama dan Rusty di film kedua yang merupakan salah satu bumbu penyedap utama yang terlupakan di film ketiganya ini.

Akhir dari Sebuah Trilogi

Akhir dari Sebuah Trilogi

Ocean’s Thirteen menjadi penutup dan pelengkap petualangan pencurian Danny Ocean dan rekan-rekannya yang diawali sejak Ocean’s Eleven (2001) dan diikuti Ocean’s Twelve (2004). Kembali ke formula awal menjadikan film ini tidak menambah hal yang baru dan menjadi bukti jika proyek ini adalah murni demi mengeruk keuntungan berlipat, bukan pencapaian kualitas.

Hal ini merupakan langkah mundur bagi sutradara Steven Soderbergh dan langkah maju bagi para produser filmnya, karena banyak kritikus yang menilai kurangnya kualitas pengarahan Soderbergh di film ini. Meski begitu, penonton terpuaskan dengan hasilnya dengan bukti pendapatan box-office sebesar $117 juta di Amerika saja.

Total bujet produksi untuk tiga film ini adalah $280 juta dengan pendapatan kumulatif di seluruh dunia sebesar $1,125 miliar menempatkan trilogi ini sebagai salah satu trilogi dengan penghasilan terbesar. Sedangkan dari sisi kualitas, film pertama dianggap yang terbaik dan secara total berada di skala rata-rata saja, karena film-film berikutnya tidak bisa menyamai pencapaian kualitas film pertamanya.

Bagi penikmat film aksi pencurian, maka trilogi Ocean ini adalah pilihan utama, mengingat film sejenis lainnya tidak ada yang memiliki banyak sekuel, biasanya hanya satu film atau remake dari film lawas seperti yang dilakukan Ocean’s Eleven pada awalnya. Dan sekarang Netflix menyajikan lengkap tiga film ini, ditambah dengan spin-off Ocean’s 8 (2018). Ditonton semuanya ya!

Ocean’s Thirteen
Rating: 
3.3/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram