bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Not Me, Series Tentang Isu Sosial & Kesetaraan

Not Me adalah lakorn GMMTV yang baru aja tamat pada akhir Maret 2022. Ditonton orang-orang dari berbagai dunia, serial Not Me selalu jadi trending topic di Twitter tiap ada episode terbarunya.

Not Me diperankan oleh artis-artis kenamaan dari GMMTV, yang tentunya menjadi daya tarik dramanya. Tapi, enggak cuma itu aja, loh, alasan banyak orang menonton Not Me.

Drama ini mengangkat tema yang belum pernah dibawakan series BL mana pun juga, yaitu politik dan isu sosial, yang mana masih tabu diperbincangkan di negaranya. Kamu jadi penasaran, kan? Simak sinopsis dan ulasan drama Thailand Not Me dari Bacaterus di bawah ini, yuk.

Sinopsis

black white not me

White dan Black (Gun Atthaphan Phunsawat) adalah saudara kembar dengan koneksi spesial, jika salah satu dari mereka sakit, maka kembarannya akan merasakannya juga. Beralasan itu, kedua orang tua mereka memutuskan bercerai dan memisahkan mereka berdua, dengan harapan koneksi antara mereka pun bisa 'putus' dan mereka enggak menyakiti satu sama lain.

White terbang ke Rusia dengan ayahnya, sementara Black menetap di Thailand dengan ibunya. Time skip hingga 15 tahun kemudian, di mana White akhirnya kembali ke Thailand untuk mengikuti pencalonan diplomat, mengikuti jejak ayahnya.

Baru sehari di Thailand, White tiba-tiba merasakan sakit di sekujur tubuhnya hingga pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Tapi, dokter enggak menemukan penyakit apa pun, sehingga White enggak perlu dirawat intensif.

Telepon masuk dari Todd (Sing Harit Cheewagaroon), teman masa kecil White dan Black, yang memberitahukan kalau Black koma akibat dikeroyok orang jahat. Todd mengatakan kalau Black mungkin saja dijahati oleh anggota gengnya yang urakan. White pun menyamar menjadi Black untuk menyusup ke geng dan menemukan siapa dalang dibalik pemukulan pada saudara kembarnya.

Deretan-Pemeran-Not-Me-Series_

Saat menyamar sebagai kembarannya, White mencurigai banyak orang karena semuanya bisa menjadi tersangka. Terutama anggota gengnya yang tampak membenci dan takut pada Black. Mereka adalah Sean (Off Jumpol Adulkittiporn), Gram (Mond Tanutchai Wijitwongthong), dan Yok (First Kanaphan Puitrakul).

Geng tanpa nama ini (akhirnya dinamai ROL/Rule of Law oleh White kemudian hari). ROL selalu berkumpul di garasi milik Gumpha (Papang Phromphiriya), yang bertindak sebagai 'pelatih' geng. Semua orang enggak ada yang terkejut dengan kehadiran Black (yang sebenarnya adalah White), sehingga White berpikir mungkin pelaku pemukulan saudaranya bukan dari anggota geng.

Not-Me-The-Series-Episode-6.2_

Walau enggak ngeh banget, tapi geng Black menemukan kejanggalan. Soalnya, 'Black' yang ini kok enggak garang, ya? Terus, banyak takut dan enggak bisa apa-apa (dalam artian berbuat hal yang bertentangan dengan hukum).

Curiga, tapi anggota geng enggak ada yang mengira kalau itu bukan Black, karena baik Black dan White enggak ada yang pernah cerita ke siapa pun kalau mereka punya saudara kembar. Sambil mencari pelaku pengeroyokan Black, White belajar tentang saudara kembarnya yang enggak pernah saling kontekan lagi.

White juga belajar tentang geng Black, tentang Todd, tentang bobroknya pemerintahan Thailand, dan banyak hal lainnya. White juga belajar bagaimana untuk jadi lebih berani beraksi membela keadilan, terutama bagi rakyat kecil dan kaum tertindas, walau lewat jalan diluar hukum.

sean white not me_

Di perjalanan, White dan Sean jadi tertarik satu sama lain dan tumbuh perasaan cinta di antara keduanya. White bahkan menjadi orang pertama yang mengetahui asal usul kebencian Sean terhadap Tawi, orang berpengaruh di Thailand. Rupanya, ayah Sean merupakan korban extra judicial killing—pembunuhan di luar proses hukum.

Ayah Sean bekerja sebagai supir truk pabrik Tawi, tapi dia enggak tahu truknya berisi narkotika. Saat kabur dari kejaran polisi, ayah Sean tertembak oleh polisi dan tewas di tempat. Seakan belum cukup, pihak kepolisian enggak ada yang memberi tahu Sean siapa yang menembak ayahnya, yang membuat kepercayaan Sean akan kepolisian Thailand menurun drastis.

Tapi, Sean sadar kalau musuh utamanya adalah Tawi, sehingga lewat aksi ROL, dia selalu menargetkan Tawi. Saat White sudah nyaman menjadi 'Black' dan memulai hubungan dengan Sean, bagaimana jika Black yang asli terbangun dari komanya? Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Drama tentang Social Awareness

Gram-and-Black_

Banyak sekali isu sosial yang disinggung dalam serial ini, di antaranya LGBTQ+, kemiskinan, power, hingga betapa sulitnya mencari pekerjaan bagi orang difabel. Lewat drama ini, penonton juga jadi belajar beberapa istilah hukum dan politik seperti impunitas, nepotisme, Rule of Law & Rule by Law, dan masih banyak lagi.

Menggunakan Teknik Red Herring

Not Me tampaknya menggunakan formulasi yang sama seperti cerita misteri. Ada istilah yang bernama red herring, yaitu teknik untuk mengalihkan perhatian/pembicaraan yang penting pada isu/hal lain yang sebenarnya nggak relevan. Red herring adalah logical fallacy (kekeliruan logika) yang mengarahkan penonton pada kesimpulan yang salah.

Pengikut drama selama masa penayangan real time sangat merasakan yang namanya dikecoh. Setiap episode baru selesai, penggemar Not Me selalu membuat teori dan menebak episode berikutnya bakal seperti apa.

Karena, walau diangkat dari novel, drama Not Me benar-benar digarap ulang dari ide cerita hingga karakternya. Yang sama dengan novel hanya karakter White dan Black yang kembar, sisanya anggap lah hanya 'meminjam nama' saja.

Setiap segmen episodenya, Not Me membuat plot twist yang mencengangkan. Sempat kesal karena di awal cerita seakan-akan mengacu ke A, tapi ternyata yang sebenarnya terjadi adalah L. Jauh banget, kan dari alfabet A ke L. Itulah yang akan kalian rasakan jika menonton Not Me.

Nggak ada yang salah dengan itu, justru jadinya bagus karena Not Me berhasil menggocek penonton, kan? Hanya disayangkan aja menghabiskan beberapa episode untuk hal yang ternyata jauh di luar perkiraan. Makanya banyak penonton Not Me yang kecewa karena durasi serial ini terbatas, jadi sebaiknya digunakan untuk scene yang penting-penting aja.

Banyak Makna Simbolis

not me unar_

Protes melalui karya seni dan media sosial, Not Me adalah perang melawan pemerintahan yang enggak adil dengan metode kekinian. Jadinya, sangat erat dengan kehidupan banyak orang di masa sekarang.

Selain melalui lukisan UNAR, street art Namo dkk, ada simbol-simbol lainnya juga yang disinggung. Seperti lambang burung phoenix dan penjelasannya yang dituturkan White pada episode terakhir, misalnya.

'Real' Character

not me unar

Hampir semua karakter dibuat memiliki grey area, nggak ada karakter yang terlalu sempurna dalam artian 100% baik dan 100% buruk.

  • White

White, bintang utama Not Me. Dari namanya, 'White' mengandung makna putih, bersih, penggambaran yang sangat umum untuk karakter yang 'baik'. Dia cenderung polos, atau bisa dibilang naif. Tapi, sampai akhir cerita enggak digambarkan kekurangan White apa.

  • Black

Black, dia adalah karakter yang paling sering disalah artikan. Kemarahan, dendam, tenaga super, kasar, itulah yang melekat di jiwa Black. Padahal, dia memiliki soft spot untuk orang-orang yang dia pedulikan. Sebut saja White, teman gengnya, dan Eugene. Sangat menyedihkan ketika Black seakan-akan dilupakan karena lebih temperamental dibandingkan adik kembarnya.

Teman-teman geng Black, yang selalu Black lindungi dan bela mati-matian, tampak enggak peduli lagi dengan Black setelah White datang. Bahkan ibu dan ayahnya hanya menyiapkan masa depan untuk White, tapi seakan-akan enggak peduli lagi dengan Black dan apa pun yang dia lakukan.

Mana lagi dia juga 'ditikung' oleh teman gengnya sendiri, Gram, yang ternyata selama ini menyukai mantan pacarnya, Eugene. Di final episode, Black 'memberikan kehidupannya' pada White, namun dia sendiri entah berkelana ke mana bagaikan lone wolf.

  • Sean

Di awal hingga menjelang akhir cerita, kita disuguhkan Sean yang menyebalkan, tukang marah-marah, enggak mau mendengarkan pendapat orang, ringan tangan juga. Bisa dimaklumi walau seharusnya enggak diwajarkan, karena dia telah mengalami ketidakadilan bertubi-tubi.

Kematian ayah dan ibunya, dirinya didekati hanya untuk diambil kepercayaannya lalu ditinggalkan oleh White juga oleh Dan (UNAR), Yok melindungi Dan setelah mengetahui fakta ayah Sean terbunuh oleh Dan.. Sangat menyedihkan menjadi Sean.

Tapi, menurut saya, penokohan Sean agak berlebihan. Karena, dia telah mendapatkan hujaman pengkhianatan bertubi-tubi, tapi dia selalu memaafkan. Enggak pernah sedikit pun dia marah yang berlarut-larut kecuali dendam atas kematian ayahnya yang membuat dia melakukan pemberontakan pada sistem yang corrupt.

Tapi, di luar itu dia sangat terlalu mudah memaafkan, bahkan ketika Dan mengaku dialah yang membunuh ayah Sean. Menurut saya sifat Sean yang 'terlalu baik' ini kurang pas ketika karakter lainnya bisa dibuat abu-abu, kenapa Sean dibuat jadi angelic di akhir-akhir series? Begitu pula dengan karakter White yang terbilang terlampau 'baik'. Apa karena membutuhkan sosok 'pure hero' atau karena Not Me kehabisan episode?

  • Gram

Gram adalah tokoh paling MEMUSINGKAN di series ini. Menurut saya, perombakan karakter Gram dari novel ke drama adalah yang paling enggak matang. Sutradara dan penulis naskah serial ini memang mengatakan mereka melakukan pembedahan besar-besaran pada semua karakter Not Me, terutama Gram. Tapi, dengan hasil yang seperti ini, Gram malah jadi tokoh yang mengganggu.

Di awal cerita dia digambarkan sahabat paling dekat dengan Black, juga mengidolakan Black. Tapi, kenapa dia dengan begitu ngotot mendekati Eugene, mantan pacar Black yang jelas masih sangat Black cintai? Terus, enggak ada scene sama sekali yang memperlihatkan Gram yang dekat dengan Black. Jadi, Gram yang sahabat dengan Black seakan-akan hanya ilusi saja.

Not Me menghabiskan banyak scene di mana Gram sangat persistent mendekati Eugene. Padahal, Eugene udah nolak Gram berkali-kali. Tentunya Gram membuat Eugene enggak nyaman, dan dia juga mempermalukan dirinya sendiri. It proofs a point that boys can't accept 'no'.

Pada akhirnya lebih menjengkelkan lagi, yaitu Eugene akhirnya gives in dan mau menerima Gram. Kalau begitu, kenapa belakangan Gram selalu ditolak? Saya kira Eugene akan menjadi individu yang lebih independen dan menghormati persahabatan antara Gram-Black, tapi rupanya enggak. Menurut saya, hubungan Gram-Eugene cuma buang-buang waktu dan enggak ngaruh ke plot sama sekali.

  • Yok

Di awal cerita, Yok dibuat sebagai pribadi yang ceria dan hangat. Semua penonton sayang padanya. Hingga dia melakukan hal bodoh, yaitu membela Dan dan enggak memberi tahu Sean perihal Dan lah polisi yang telah menembak ayahnya. Saya mengerti keputusan Yok dalam menghalangi Dan untuk mengaku, walau itu enggak adil untuk semua orang, terutama Sean.

  • Dan

Dan adalah polisi yang memiliki jati diri lain sebagai UNAR, pemrotes keadilan sosial lewat lukisan. Lewat Dan, kita jadi mengerti betapa bobroknya sistem keadilan. Bagaimana bisa seorang polisi yang membunuh orang enggak bersalah masih bebas berkeliaran? Walau dia mendapatkan 'sanksi', tapi dia tetap hidup walau membawa perasaan bersalah.

Dia juga pernah hampir mengkhianati Yok dan teman-teman geng ROL karena diancam oleh penguasa. Tapi, pada akhirnya dia keluar dari kepolisian dan kembali ke Yok.

  • Todd

Dia bisa dikategorikan sebagai villain, along side with Tawi. Akan tetapi, sebenarnya tujuan Todd lebih 'baik', yaitu untuk menggantikan posisi Tawi, menjadi pemimpin yang lebih 'bijaksana' dengan enggak melakukan hal-hal buruk yang Tawi telah lakukan.

Akan tetapi, seperti yang Black katakan, hal itu belum tentu. Karena, setelah berada di puncak, seseorang bisa jadi lupa diri dan menghalalkan segala cara demi mempertahankan posisinya. Walau goal Todd dan Black sama, yaitu menggulingkan Tawi, mereka melakukannya dengan cara yang berbeda.

Saya pikir kekhawatiran Black ada benarnya. Dibuktikan dengan Todd yang mengirim beberapa orang untuk menghajar Black hingga akhirnya koma. Berarti ada yang ingin Todd sembunyikan dari Black, atau dia merasa Black adalah ancaman.

Tapi, kalau begitu kenapa dia enggak membunuh Black secara langsung? Apalagi dia punya kesempatan ketika Black datang ke condominium-nya dalam keadaan lemah setelah dia beri obat bius. Berarti, perlakuan Todd itu hanya untuk menggertak Black aja.

Pada dasarnya, dia enggak mau kehilangan teman terbaiknya. Begitu pula Black, dia enggak benar-benar mau Todd menghilang, tapi mereka memang berbeda dalam jalan pikiran aja.

Selain karakterisasi yang sangat 'manusia', drama ini juga enggak pakai filter maupun makeup berlebih, loh. Jadi, para aktor dan aktrisnya benar-benar kelihatan seperti kita, orang-orang biasa, dengan keadaan hidup yang berbeda-beda.

Real People

not me activist_

Bukan cuma karakterisasi para tokoh yang dibuat sangat nyata, serial ini juga mengajak para aktivis sungguhan, loh! Pemeran aktivis yang muncul di beberapa episode adalah orang sungguhan dan mereka memang benar-benar aktivis di negaranya. Bahkan, barcode yang ada di episode 7 pun barcode yang akan membawa kita ke homepage sungguhan tentang isu yang tengah dibahas.

Tokoh Perempuan Mandiri

namo not me

Ada beberapa tokoh perempuan di serial ini:

  • Namo

Setelah 'ditolak' Sean, Namo enggak tantrum. Dia bahkan 'menerima' Sean kembali saat teman dekatnya itu terpuruk setelah ditinggal oleh 'Black'. Reaksi yang ditunjukkan Namo sangat dewasa. Biasanya di cerita BL, tokoh wanita dijadikan objek pengganggu, yang kalau ditolak marah-marah. Tapi, di sini karakter Namo dibuat dengan sangat baik.

  • Eugene

Di awal hingga menjelang akhir cerita, Eugene tampak seperti wanita mandiri yang teguh dengan pendiriannya. Tapi, karena di akhir cerita akhirnya dia luluh pada kekonsistenan Gram, saya jadi kurang respect dengan karakternya.

  • Ibu Yok

Ibu Yok adalah representasi orang disabilitas sekaligus kurang mampu. Sangat sulit baginya mendapatkan pekerjaan, tapi itu enggak membuatnya menyerah. Dia tetap ingin bekerja agar enggak merepotkan anaknya.

  • Ibu White & Black

Ibu si kembar memang terkesan galak, enggak 'hangat' seperti ibu seharusnya. Tapi, penonton enggak bisa mengesampingkan fakta kalau dia adalah perempuan mandiri. Sayangnya, dia menjadi 'contoh enggak baik akibat seorang perempuan terlalu mandiri'.

Pernikahannya hancur, dia bercerai, dia enggak bisa mengurus anak yang dia bawa (Black), dia putus hubungan dengan sang anak.. Dia juga enggak melakukan apa pun untuk kesejahteraan rakyat walau dia seorang lawyer.

  • Nuchy

Entah pemilihan nama Nuchy disengaja atau enggak, saya juga enggak tahu apakah karakter ini sebelumnya ada di novel atau baru ditambahkan di series aja, tapi namanya sama dengan nama panggilan sutradara pembuat serial ini. Mereka pun sama-sama transgender.

Nuchy diceritakan sebagai mantan pacar Gram, tapi mereka masih dekat sebagai teman. Nuchy merupakan aktivis LGBTQ+ (tonton episode 7 dan 14).

Minim OST Original

ost not me_

Biasanya lakorn diiringi dengan musik original yang dibuat khusus untuk drama tersebut, bahkan dinyanyikan langsung oleh protagonis utamanya. Tapi, untuk Not Me hanya punya dua, ya, dua original soundtrack yang dinyanyikan oleh Kangsomks dan OffGun saja.

Sisanya, P'Nuchy selaku sutradara dan P'Noolek sebagai penulis skenario memilih lagu-lagu dari penyanyi asing. Uniknya, mereka bisa menemukan music score dan lagu yang enggak terkenal sebelumnya! But its all rare gems, para musisi itu malah jadi mendapatkan keuntungan karena namanya jadi dikenal, seenggaknya sama penonton Not Me.

Rupanya, ada hal yang disayangkan dari masalah ini. P'Nuchy blak-blakan mengatakan kalau GMMTV hanya memberikan budget pas-pasan untuk project ini. Makanya mereka enggak bisa memproduksi banyak lagu original untuk dramanya, begitu.

Minim Budget

gram not me

Seperti yang saya singgung sebelumnya, drama ini enggak didukung secara jor-joran dalam urusan finansial oleh GMMTV, enggak seperti drama-drama lainnya dari agensi tersebut. Bahkan untuk promosi pun bisa dibilang sangat kurang, padahal Not Me punya couple yang disebut pilar GMMTV, yaitu OffGun, dan pemain lainnya pun hampir terkenal semua.

Selain cuma punya dua original soundtrack, untuk keperluan pengambilan gambar, drama ini cuma punya dua kamera aja. Hal itu membuat para aktor dan aktris harus mengulang aktingnya berkali-kali demi mendapatkan sudut pandang yang berbeda.

Belum lagi karakter White dan Black yang dimainkan oleh satu orang, yaitu Gun Atthaphan, bayangkan betapa stresnya dia harus switch peran dengan properti yang minim? Mungkin karena drama ini mengangkat tema politik, sehingga pihak agensi enggak mau terlalu mempromosikannya.

Setelah penonton Not Me mengemukakan pendapat di Twitter melalui hashtag dan terus memborbardir media sosial GMMTV, barulah ada sedikit promosi yang dilakukan GMMTV untuk drama Not Me ini. Ckckck.

Akting Piawai para Pemeran

Not-Me-Episode-10

Adanya dua kamera sedikit dipermudah akibat kehebatan para aktor dan aktris yang enggak memerlukan banyak take setiap scene-nya. Terutama karakter utama Black dan White yang diperankan oleh orang yang sama, Gun Atthaphan.

Gun udah berakting sejak kecil, dan semua orang udah mengakui kehebatannya dalam urusan akting. Tapi, tetap saja enggak membuat saya berhenti terkesima. Gun sangat bisa membawakan dua karakter yang berbeda, White si anak polos tapi pintar, dan Black si pemarah tapi sebenarnya softie.

Gun bisa membuat dua ekspresi berbeda untuk White dan Black dalam menggambarkan kesedihan, kesenangan, kebingungan, dan lainnya. Bahkan juga ketika White dan Black merasakan koneksi mereka, yaitu ketika yang satu sakit maka yang satunya lagi juga sakit, Gun really nailed it.

Enggak cuma Gun, akting Off sangat improved di drama ini. Off sering kali dibilang 'beruntung' karena dipasangkan dengan Gun yang dijuluki God of acting. Yang mengartikan kalau selama ini akting Off biasa-biasa aja, tapi kalau dipasangin sama yang aktingnya super bagus kayak Gun jadinya baru oke.

Hal itu disetujui oleh Off sendiri. Dia merasa masih perlu banyak improve untuk bisa mengimbangi akting Gun. Dan, kerja kerasnya dibuktikan lewat Not Me. Sebagai Sean, Off melakukan pekerjaan dengan sangat baik. Sorotan matanya saja berbicara. Ekspresinya, tangisannya, amarahnya, rasa cintanya, semua tersampaikan pada penonton.

Standing aplause juga buat semua pemain yang telah bekerja keras dan menampilkan akting terbaiknya, terutama First, Papang, Mond, Fluke, Lookjun, dan Film yang perannya cukup banyak dalam serial ini.

Kiss Scene Paling Masuk Akal

not me offgun

Sejak dulu, baik itu di komik maupun drama/film sering kali menggambarkan kalau karakter LGBTQ+ seperti enggak tahu concent. Ciuman paksa, hubungan intim non-konsensual, bahkan hingga ada cerita tentang gang r*pe.

Menormalisasi hal-hal seperti ini hanya akan membuat citra orang-orang asli yang ada di komunitas LGBTQ+ tercap jelek. Padahal, tiap orang itu berbeda-beda, mau apa pun orientasi seksualnya.

Menurut saya, kiss scene yang dilakukan oleh Off dan Gun pada episode 7 Not Me merupakan kiss yang paling logis. Ada keraguan, ada konsensual, ada keintiman yang berbeda bukan cuma sekedar lust. Dipadu dengan soundtrack yang sangat tepat, membuat momen tersebut terus terngiang-ngiang di benak penonton Not Me.

Sutradara & Tim Terbuka untuk Diskusi & Kritik

Not Me, Series_

Pernah terbayang enggak, mengobrol dengan sutradara dari drama dan film favorit kalian? Kalau penonton Not Me enggak perlu berkhayal, karena P'Nuchy dan timnya aktif di media sosial untuk mengobrol dan menjawab pertanyaan seputar drama ini.

P'Nuchy kerap membalas direct message dan mentions dari penggemar yang menanyakan soal soundtrack, teori, behind the scene, dan sebagainya. Dia juga sering membuka sesi tanya jawab tiap episode baru tayang.

Enggak cuma mengapresiasi pujian, P'Nuchy dan tim juga terbuka untuk kritik dan masukan. Dibuktikan ketika awal pilot trailer drama ini keluar pada tahun tengah 2021, penggemar GOT7 Thailand sempat men-trending-kan hashtag #BanNotMe karena drama ini dianggap diangkat dari fanfiction GOT7. Namun, isu itu sudah selesai sebelum drama tayang pada Desember 2021.

Alur Lambat di Awal, Cepat di Akhir

not me lompat

Dari episode awal hingga kira-kira episode 8, semua dibuat begitu lambat. Mungkin menyesuaikan dengan karakter White yang membayangi semuanya dari awal. Tapi, setelah karakter Black bangun dari koma, semuanya jadi terlalu cepat. Saya jadi berpikir, kayaknya bisa untuk beberapa scene di awal dihapus saja karena kurang penting.

Misalnya scene ketika anggota geng ROL melompati gedung yang dibuat slow motion, saya rasa itu enggak diperlukan untuk kemajuan cerita. Sementara isu yang lebih serius seperti kelemahan keadilan, kekuasaan petinggi, pengkhianatan, dan lainnya jadi cuma bisa dibahas sedikit saja. Sudah begitu, dipercepat pula, hanya terasa di 3 episode akhir saja cerita yang intensnya.

Dengan masih banyaknya pertanyaan yag belum terjawab, dan ending yang lumayan open, banyak penggemar yang meminta season 2. Karena, urgensi untuk membela keadilan enggak akan pernah berakhir. #NotMeNotYouButEveryone, ini bukan cuma perjuangan perorangan, tapi kita semua.

Menurut saya, Not Me bukan serial BL dengan tema isu sosial, tapi serial tentang isu sosial dengan bumbu BL. Drama yang sangat baik, walau memiliki beberapa kekurangan. Di IMDb, Not Me merupakan drama BL dengan rating tertinggi, yaitu 9.9/10! Menurut kamu, gimana tentang drama ini?

Not Me
Rating: 
4.3/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram