Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis & Review North Country, Perjuangan Wanita di Tambang

Sinopsis & Review North Country, Perjuangan Wanita di Tambang

Ditulis oleh - Diperbaharui 28 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Sebuah kisah fiksi dari kasus pelecehan dengan skala besar pertama yang berhasil mengubah perundang-undangan di Amerika, Jenson vs. Eveleth Mines, dimana seorang wanita yang mengalami berbagai pelecehan saat bekerja sebagai pekerja di perusahaan tambang tersebut mengajukan dan memenangkan tuntutan hukum di tahun 1984.

North Country menyuarakan hak wanita yang diganggu oleh kaum pria yang tidak bisa mengontrol akhlaknya. Tidak hanya sekali, pelecehan itu dilakukan setiap hari, bahkan semakin hari semakin menjadi. Mungkin bagi para pekerja pria, hal ini hanya guyonan belaka sebagai selingan dalam bekerja, tetapi lama-kelamaan memang yang mereka lakukan sudah kelewat batas.

Film yang dirilis pada 21 Oktober 2005 dan berhasil masuk nominasi Oscar di dua kategori ini sudah bisa disimak kembali di layar Netflix. Kami akan ulas film yang menampilkan Charlize Theron dalam salah satu performa tercantiknya ini.

Sinopsis

North Country

*https://www.netflix.com/id-en/title/70038803

  • Tahun: 2005
  • Genre: Drama
  • Produksi: Participant Productions, Industry Entertainment, Nick Wechsler Productions
  • Sutradara: Niki Caro
  • Pemeran: Charlize Theron, Frances McDormand, Woody Harrelson

Di akhir 1980an, Josey Aimes (Charlize Theron) melarikan diri dari suaminya yang suka bersikap kasar padanya, dan harus menemukan cara untuk menghidupi kedua anaknya. Aimes kembali ke kampung halamannya di Minnesota dan mengikuti jejak teman lamanya, Glory (Frances McDormand), yang telah berhasil mematahkan tradisi dengan bekerja di pertambangan besi.

Bagi masyarakat setempat, pertambangan besi ini adalah lapangan pekerjaan utama bagi keluarga mereka. Aimes mulai bekerja di sana dan berhasil menata kehidupannya menjadi lebih layak. Tetapi dia juga mulai tahu jika dia bekerja dengan kaum pria yang merasa tidak nyaman bekerja dengan wanita, yang sebenarnya persamaan hak itu sudah diatur dalam undang-undang hampir 15 tahun sebelumnya.

Meski begitu, para pekerja pria ini tidak menunjukkan rasa hormat sama sekali kepada para pekerja wanita. Namun, saat Aimes dijadikan bahan lelucon seksual dan perilaku menjijikkan lainnya, dia menyadari bahwa rekan-rekan kerjanya sesama wanita enggan untuk membelanya. Mereka takut kehilangan pekerjaan dengan gaji yang bagus dan lebih takut lagi tidak bisa menemukan pekerjaan lain.

Ketika masalah pribadinya mulai diungkit, Aimes menjadi sorotan publik ketika dia mengajukan tuntutan atas pelecehan seksual kepada perusahaan, yang menempatkan keluarganya dalam posisi terburuk yang lebih dari perkiraannya.

Hanya Ingin Memperbaiki Hidup, Malah Membuat Sejarah

Hanya Ingin Memperbaiki Hidup, Malah Membuat Sejarah

*https://www.imdb.com/title/tt0395972/mediaviewer/rm530943232

Karakter Josey Aimes yang diperankan oleh Charlize Theron di North Country ini sebenarnya adalah korban dari fitnah yang menyebar di lingkungan setempat semenjak dirinya hamil di usia remaja. Efeknya, ayahnya sendiri membencinya dan putra pertamanya kemudian juga ikut membencinya, tetapi tidak dengan ibunya yang selalu punya hati penuh maaf untuknya.

Aimes memendam sendiri misteri siapa ayah dari putranya hingga akhirnya terpaksa terkuak di pengadilan karena pengacara dari pihak perusahaan memanggil guru sekolahnya dahulu sebagai saksi pemberat. Ternyata guru itu adalah orang yang memperkosa dirinya. Semua yang hadir di pengadilan langsung terharu menyadari jika ternyata semua yang ditujukan padanya adalah fitnah yang keji.

Peristiwa ini pada akhirnya mengundang simpati publik dan malah menguatkan posisinya dalam menuntut perusahaan tambang tersebut. Keluarga yang membencinya kemudian membelanya, juga rekan-rekan sesama pekerja wanita berada di belakang untuk mendukungnya, bahkan beberapa pekerja pria yang merasa sikap rekannya memang terlalu berlebihan.

Sekilas Fakta Tentang Kasus Aslinya

Sekilas Fakta Tentang Kasus Aslinya

*https://www.imdb.com/title/tt0395972/mediaviewer/rm262507776

Karakter Josey Aimes dalam North Country berdasarkan sosok Lois Jenson yang mulai bekerja di pertambangan EVTAC (Eveleth Taconite) pada tahun 1975 dan mengajukan tuntutan di tahun 1984, empat tahun sebelum seting waktu di dalam film yang berada di tahun 1989. Proses pengadilan aslinya berjalan selama 14 tahun, tidak sesingkat seperti di dalam film.

Karakter Glory berdasarkan sosok Pat Kosmach, salah satu pekerja yang ikut mendukung tuntutan. Dia wafat di tahun 1994, sebelum pengadilan memenangkan mereka di tahun 1998 dimana pihak perusahaan harus mengeluarkan uang sebesar $3,5 juta kepada 15 pekerja wanitanya sebagai kompensasi atas perlakuan buruk yang diterima oleh mereka.

Alasan mengapa film ini tidak menggunakan nama asli ialah karena Lois Jenson tidak ingin memberikan izin kisahnya untuk dijadikan film dan dia juga tidak mau bertindak sebagai konsultan untuk film ini. Oleh karenanya, pihak perusahaan film tidak memiliki hak untuk menggunakan nama asli beserta kisahnya, dan hanya menggunakan titel “inspired by a true story” saja.

Sebagian besar cerita diambil dari buku Class Action: The Story of Lois Jenson and the Landmark Case That Changed Sexual Harrasment Law karya Clara Bingham dan Laura Leedy Gansler yang diterbitkan di tahun 2002.

Sedikit Melodrama, tapi Pesan Moral Tersampaikan

Sedikit Melodrama, tapi Pesan Moral Tersampaikan

*https://www.imdb.com/title/tt0395972/mediaviewer/rm396725504

North Country memang menyajikan kisah yang mengundang air mata kita untuk terjatuh, minimal akan membuat mata kita tergenang olehnya. Paling tidak, ada dua adegan yang sangat kuat dan berpotensi untuk membuat kita sedikit terisak, dan banjir air mata bagi mereka yang mudah tersentuh hatinya.

Adegan pertama ialah dimana ayah Josie membelanya di depan rekan-rekan pekerja yang memenuhi aula. Bagi seorang ayah, anak adalah segalanya, apalagi dia adalah seorang perempuan. Meski di awal film sang ayah tampak sangat benci kepada putrinya, tetapi sebenarnya dalam hatinya, Josie tetaplah putri kecilnya yang cantik dan lucu sekaligus permata hatinya.

Pembelaannya semakin menguat ketika ternyata prasangkanya selama ini terhadap putrinya adalah salah dan hatinya sangat hancur ketika tahu jika putrinya hamil karena pemerkosaan. Dia tidak bisa menahan emosinya dan langsung memukul guru sekolah yang memperkosa putrinya. Jika kalian adalah seorang ayah, pasti kalian akan melakukan hal yang sama demi melindungi putri kesayangan.

Adegan kedua adalah ketika Glory menyatakan mendukung Josie di dalam persidangan, meski pernyataannya disampaikan oleh suaminya karena dia sudah tidak bisa berbicara lagi akibat penyakit yang melumpuhkan sebagian besar anggota tubuhnya. Meski dalam kondisi tak berdaya, dukungannya memberikan efek yang besar dalam persidangan.

Seketika itu, para pekerja wanita berdiri untuk ikut memberikan dukungan, seluruh anggota keluarga, dan para pekerja pria yang simpati dengan rekan pekerja wanita, dan mungkin saja muak dengan pelecehan yang dilakukan oleh oknum-oknum para pekerja pria. Dengan iringan musik gubahan Gustavo Santaolalla yang menyentuh hati, adegan ini merupakan klimaks yang baik untuk mengakhiri film.

Kesan melodrama memang kental terasa, tapi pesan moral yang ingin disampaikan film ini berhasil tersampaikan dengan baik. Pertama adalah tidak boleh melakukan perbuatan buruk kepada wanita, apalagi wanita tersebut adalah orang baik. Kedua, meskipun memendam benci atau dibenci, orang tua tetaplah sayang kepada anaknya.

Dan yang terakhir adalah fitnah memang lebih kejam daripada pembunuhan. Kabar yang tidak jelas asal-usulnya dan disebar, sudah pasti akan semakin tidak jelas dan jauh dari fakta. Efeknya bisa membunuh karakter yang terfitnah dan mempengaruhi hidup serta mentalnya. Dan pada akhirnya, kebenaran akan menang meski harus merasakan pahit terlebih dahulu.

Perfoma Gemilang Dua Aktris

Perfoma Gemilang Dua Aktris

*https://www.imdb.com/title/tt0395972/mediaviewer/rm329616640

Charlize Theron dan Frances McDormand menuai banyak pujian atas akting mereka yang gemilang di North Country. Meski potongan rambutnya agak aneh, Theron terlihat sangat cantik. Sesuai dengan yang diucapkan oleh suami Glory, “Dia terlalu cantik untuk menjadi pekerja tambang.” Atas performanya, dia dinominasikan Oscar di kategori Best Actress.

Sementara itu, Frances McDormand juga tampil apik sebagai Glory yang tegas dan keras, tetapi memiliki hati yang besar untuk mendukung sahabatnya. Oleh Oscar, dia dinominasikan di kategori Best Supporting Actress.

Uniknya, pasangan ini juga masuk nominasi di BAFTA, Screen Actors Guild Awards, Critics Choice Awards, dan Satellite Awards untuk kategori yang sama, tapi sayang tidak ada yang mereka menangkan.

North Country adalah film drama yang terinspirasi dari sebuah kisah nyata yang mengubah aturan bagi para pekerja wanita di Amerika. Selain memiliki cerita yang kuat tentang keberanian dan kemanusiaan, film ini juga memiliki banyak dialog yang menyentuh hati, sehingga terkesan melodramatis. Dengan akting gemilang dua aktrisnya, film ini semakin layak untuk ditonton. Langsung cek Netflix kalian ya!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *