bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Review & Sinopsis Norsemen Season 1, Komedi Bangsa Viking

Review & Sinopsis Norsemen Season 1, Komedi Bangsa Viking

Ditulis oleh Aditya Putra - Diperbaharui 16 Juni 2021

Manusia pada hakikatnya adalah mahluk sosial. Nggak ada seorang pun manusia yang bisa hidup sendiri. Ada banyak kebutuhan yang hanya bisa didapatkan dari orang lain. Kemampuan manusia yang terbatas menjadi penyebabnya. Oleh karena itu manusia selalu hidup berkelompok dengan orang lain sejak jaman dahulu.

Manusia berkelompok untuk segala hal, entah itu ketika saling membantu sampai ketika berperang. Bangsa Viking yang dikenal dengan ketangguhan manusianya dan helm bertanduknya. Kita mungkin sering mendengar cerita bangsa Viking seputar peperangannya. Serial Norsemen mencoba bercerita tentang bangsa Viking dengan komedi. Review dan sinopsisnya? Ada di sini!

Sinopsis

  • Tahun Rilis: 2016
  • Genre: Komedi, Drama
  • Produksi: Viafilm, Sagveien Resosrt, Norsk Rikskringkasting
  • Jumlah episode: 6
  • Sutradara: Jon Iver Helgaker, Jonas Torgensen
  • Pemain: Henrik Mestad, Marian Saastad Ottesen, Nils Jorgen Kaalstad, Kare Conradi

Olav, pemimpin dari sebuah kelompok yang terdiri dari bangsa Viking kembali ke kampung halamannya, Norheim, setelah berhasil menjarah. Dia dibantu oleh Arvid sebagai kaki-tangannya. Mereka berdua datang dengan membawa Rufus, seorang budak yang berprofesi sebagai aktor di negara asalnya, Yunani.

Selain Rufus, ada juga Kark yang juga seorang budak. Dia mengajak orang-orang tua di Norheim untuk melakukan sebuah ritual bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari tempat tinggi. Hal itu dilakukan agar mereka nggak menjadi gangguan ketika kesehatan mereka menurun. Alih-alih menurut, mereka lebih memilih untuk mengasingkan diri.

Arvid mulai merasa bosan karena nggak kunjung mempunyai barang dan juga istri. Orm, saudara Olav, nggak merasa senang dengan kedatangan kembali saudaranya karena dia harus berhenti menjadi pemimpin. Bahkan istrinya pun, Froya, mulai jarang menyapanya. Terlebih Olav merasa nggak nyaman setelah mengetahui tindakan perkosaan yang dilakukan oleh sang istri.

Mempunyai ladang milik Olvar dan istrinya, Liv malah membuat Arvid kewalahan. Rufus melarikan diri setelah mengetahui bahwa Kark sebenarnya sudah dibebaskan dari statusnya sebagai budak tapi dijebak agar tetap di Norheim. Rufus sempat dihadang, tapi dia berhasil membuat mereka terpesona dengan mengandalkan kemampuannya sebagai aktor dan trik sulap.

Olav yang menyaksikan kehebatan Rufus, terpukau. Dia memotong telinga ketua kelompok yang menangkap Rufus. Sekembalinya ke Norheim, dia memperingatkan Arvid agar nggak berubah karena sikap Liv yang sering mengkritik. Orm mulai belajar menjadi aktor sekaligus trik sulap dari Rufus. Sementara itu, Olav ditusuk oleh ketua kelompok yang telinganya dipotong olehnya.

Olav yang sekarat memerintahkan Arvid untuk mengirimkan peta Norheim pada Jarl Varg. Arvid membocorkan permintaan Olav pada Hildur yang langsung merayunya. Orm membunuh Olav sebelum mengumumkan bahwa Arvid akan menjadi pemimpin berikutya. Alhasil, Orm yang mengambil alih posisi tersebut.

Anak buah Varg mulai datang dan Orm menyatakan bahwa peta yang disebut Kark berada di perahu tempat mayat Olav disemayamkan. Menyadari betapa pentingnya peta itu, Orm memerintahkan Kark untuk mengambil peta tersebut. Orm mulai memimpin kelompoknya dan bertindak sewenang-wenang pada Hildur yang bersumpah akan membalas dendam.

Orm memutuskan untuk meninggalkan kebiasaan menjarah dan mengubah Norheim menjadi kota budaya. Kark yang mengambil peta merasa nggak senang dengan keputusan itu. Orm meminta Rufus untuk membuat kotanya menjadi lebih indah dengan sentuhan seni. Karena kekurangan bahan, Orm kembali memerintahkan untuk menjarah.

Dalam perjalanan, Arvid mulai dekat dengan Froya. Orm terbangun ketika kelompoknya berhasil menaklukan sekelompok orang yang dijarah. Hanya ada satu anak wanita yang selamat dan Orm ingin membuktikan kepemimpinannya dengan mengalahkan anak itu. Sementara itu, warga mulai membalas dendam pada Rufus yang semena-mena dan nggak membayar mereka.

Orm dan kelompoknya kembali untuk memberi hasil jarahan pada Rufus. Sayangnya yang mereka dapat cuma emas sedangkan yang dibutuhkan adalah besi. Orm memerintahkan warganya untuk menyerahkan senjata yang mereka punya. Varg mendengar berita penjarahan emas dan meminta bagian dari Orm. Tentu saja Orm menolak.

Varg datang dan akan menyerang Norheim sementara para warganya sudah nggak memiliki senjata. Bisakah Orm membawa kelompoknya menang? Ceritanya masih seputar perang, sebagaimana cerita tentang bangsa Viking yang sering kita dengar. Bedanya, serial ini dieksekusi dengan sentuhan komedi.

Visualisasi Abad ke-8 yang Tampak Nyata

Norsemen menggunakan latar kehidupan bangsa Viking di tahun 790 Masehi. Oleh karena itu, mereka menggunakan lokasi syuting yang mendukung fakta bahwa bangsa Viking tinggal di pegunungan dan hidup dengan berladang. Di serial ini, visualisasi tersebut bisa dieksekusi dengan baik seolah-olah kita benar-benar hidup di sekitar bangsa Viking.

Dari segi kostum yang dikenakan para pemainnya, serial ini juga berhasil menampilkan hasil yang prima. Begitu juga dengan aksesoris dan senjata yang digunakan. Bahkan kalau hanya melihat satu adegan, kita mungkin akan terkecoh dengan mengira adegan itu dari serial lain seperti Vikings atau Game of Thrones.

Baca juga: Review & Sinopsis Film Serial Norsemen Season 3 (2020)

Kemasan Segar tentang Bangsa Viking

Yang akan terbayang ketika mendengar bangsa Viking adalah karakter mereka yang suka menjelajah, berperang dan menjarah. Fakta yang sesuai dengan sejarah itu sering digunakan untuk dijadikan film atau serial. Norsemen pun melakukan hal serupa hanya dengan kemasan segar, yaitu komedi. Dengan begitu, keakuratan secara historis sudah harus dihilangkan dari pikiran kita.

Bangsa Viking yang terbiasa tampil garang diubah menjadi kocak di Norsemen. Kelakuan para karakternya bukannya membuat kita berdecak kagum, tapi malah membuat tertawa. Komedi yang digunakan adalah deadpan. Jadi, mereka akan tetap terlihat layaknya bangsa Viking yang serius tapi percakapan dan kelakuan mereka malah konyol.

Ada beberapa adegan komedi yang sangat lucu. Yang pertama adalah ketika Arvid menantang Olvar bertarung dengan taruhan ladangnya beserta Liv, istrinya. Olvar yang nggak berani sekaligus takut diasingkan punya cara lain dalam menyelesaikan masalah. Dia menawarkan agar ladangnya dibagi dua kepemilikannya dan Arvid boleh mendapatkan Liv.

Selain itu, ada juga adegan ketika Orm baru bangun sementara anak buahnya sudah selesai berperang. Dia yang ingin menunjukkan kepemimpinannya maju untuk menghabisi anak perempuan, satu-satunya orang yang masih hidup. Alih-alih bisa langsung dibunuh, anak itu malah menghajar Orm dengan telak.

Cerita paling kocak adalah Orm yang bertindak sebagai pemimpin ingin mengubah Norheim menjadi kota budaya. Karena kesulitan mendapat besi walau sudah menjarah, dia memerintahkan agar warganya menyerahkan senjata yang dimiliki. Alhasil ketika kelompok Varg menyerang, Orm dan warganya nggak punya senjata untuk membela diri.

Memasukkan Unsur Drama

Selain ada adegan penjarahan, pertarungan yang berdarah-darah, di Norsemen juga memasukkan unsur drama. Ada Arvid yang frustasi karena nggak punya ladang dan istri. Selain itu, ada juga drama ingin menjadi penguasa yang melibatkan Orm, Olav dan Arvid. Uniknya, semua itu menghadirkan solusi yang dieksekusi dengan komedi.

Selain drama yang bersifat umum, ada juga yang bersifat personal. Arvid terlibat percintaan dengan Froya. Sementara Froya yang lebih brutal merasa bahwa Orm nggak cukup hebat untuk menjadi pemimpin. Unsur-unsur drama ini memang nggak tampil secara tegas tapi cukup memberikan subplot yang menarik.

Kehadiran Norsemen yang menyajikan bangsa Viking dalam bingkai komedi terasa sebagai sesuatu yang segar. Dengan tempo yang tepat dan cerita menyenangkan, rasanya menonton satu episode saja akan membuat penonton ingin langsung maraton. Ayo buktikan sendiri, lalu bagikan pengalamanmu di kolom komentar, teman-teman!

Norsemen Season 1
6 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram