Sinopsis & Review Non-Stop, British Aqualantic Dalam Bahaya!

Ditulis oleh Gerryaldo
Non-Stop
3.8
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Bukan film aksi namanya kalau tidak melibatkan si jagoan satu ini. Yak! Peran Liam Neeson di beberapa film suksesnya pasti bergelut di genre  aksi yang lumayan brutal. Kini sang legend pun kembali dengan filmnya yang berjudul Non-Stop yang tayang di tahun 2014 silam. Sedikit berbeda dengan film-film yang biasa Liam bintangi sebelumnya yang biasanya mengharuskan dia adu jotos di darat, kini Liam harus adu cepat dengan pembajak pesawat.

Ini menjadi film paling yang ditunggu-tunggu oleh fans berat Liam. Film Non-Stop ini juga berhasil meraup keuntungan dengan total $ 222,8 juta dari seluruh penayangannya di bioskop dunia. CinemaScore bahkan berani memberikan nilai A- untuk film ini! Seberapa bagus sih memangnya? Yuk kita simak bersama sinopsis dan ulasannya berikut ini.

Sinopsis

Non-Stop_Poster2 (Copy)

Dua polisi udara Amerika Serikat, Bill Marks (Liam Neeson) dan Jack Hammond sedang dalam tugas untuk mengawal salah satu penerbangan non-stop dari New York ke London selama hampir 7 jam penuh. Penerbangan British Aqualantic dengan kode penerbangan AQ-10 tersebut membawa penumpang full on board yang harus diawasi oleh kedua polisi udara yang menyamar sebagai penumpang.

Saat di dalam pesawat Bill dan Jack duduk terpisah. Bill duduk di kelas bisnis bersama seorang wanita bernama Jen Summers (Julianne Moore) yang bersikeras untuk duduk di window seat sedangkan Jack duduk di kelas ekonomi barisan paling tengah. Perjalanan ke London dirasa baik-baik saja dan tidak ada kesulitan yang terjadi.

Sampai satu waktu, begitu Bill selesai dari kamar mandi, ia mendapatkan pesan teks dari ponselnya yang mengatakan bahwa pesawat sedang dibajak dan Bill harus mengikuti apa yang pelaku tersebut inginkan. Pelaku tersebut meminta tebusan sebanyak $ 150 juta dan apabila uang itu tidak terkirim segera, setiap 20 menitnya akan ada penumpang yang tewas di dalam pesawat. 

Bill lantas segera meminta rekannya, Jack, untuk ikut dengannya ke belakang pesawat untuk membicarakan masalah ini. Namun Jack meminta Bill untuk tidak gegabah atas pesan ancaman tersebut. Ia akhirnya mengunjungi kokpit untuk bertemu dengan kapten David McMillan (Linus Roache) guna memberitahu situasinya. Kapten David lantas bertanya apakah kita perlu mendarat darurat atau meneruskan perjalanan ke London karena pesawat sedang berada di tengah-tengah samudera Atlantik.

Bill mulai kebingungan karena jarak untuk kembali dan untuk meneruskan perjalanan hingga ke tempat tujuan hampir sama, akhirnya ia memutuskan untuk mengawasi semua penumpang lewat CCTV di seluruh kabin. Ia bermaksud untuk terus mengirimkan teks pada pelaku dan melihat apakah ada penumpang yang mencurigakan yang terus menerus melihat ponselnya.

Bill dibantu oleh seorang pramugari bernama Nancy (Michelle Dockery) dan Jen untuk mengawasi para penumpang. Mereka berkali-kali melaporkan bahwa penumpang di kursi 20 G selalu melihat ponsel miliknya. Bill melihat bahwa tempat duduk itu milik Jack, namun Bill mulai curiga saat Jack terlihat seperti ketakutan dan langsung kabur dari tempat duduknya ke kamar mandi yang ada di belakang pesawat.

Bill segera mengejar Jack dan betapa terkejutnya Bill ketika ia mengetahui bahwa Jack bekerjasama dengan pelaku pembajakan. Jack berniat untuk menjual bubuk opium dengan membawanya dari New York ke London secara ilegal, namun sang pelaku pembajakan mengetahui hal itu sehingga menggunakan Jack yang terancam dilaporkan untuk jadi kaki tangannya namun keburu ketahuan Bill.

Bill dan Jack pun adu jotos sehingga membuat Bill terpaksa membunuh Jack yang bisa mengancam keselamatan satu pesawat karena ingin menembak Bill. Bill segera memberitahu hal tersebut pada Nancy yang langsung membantu memeriksa semua penumpang yang sebelumnya diawasi karena menggunakan ponsel mereka. Sang pilot yang mengetahui soal hal tersebut tanpa izin darinya langsung mengontak TSA dan mengabarkan bahwa ada kemungkinan pembajakan.

Bill sudah hampir menyerah sebelum akhirnya ia bertemu dengan orang yang mencurigakan yang sempat ia temui sebelum naik pesawat bernama Bowen (Scoot McNairy). Ia langsung menyergap orang tersebut dan menginterogasinya di depan seluruh penumpang yang mulai ketakutan. Namun begitu diperiksa, ia bersih tidak ada sama sekali riwayat kejahatan yang sebelumnya ia lakukan. Ini membuat Bill jadi semakin bingung. 

Tepat saat diberitahu bahwa orang yang Bill tangkap tak bersalah, pesawat tiba-tiba menukik. Kapten David meninggal keracunan. 20 menit telah berlalu. Ini berarti 20 menit kembali reset dan Bill harus segera menemukan pelakunya. Namun hal tak terduga terjadi, kabar mengenai pembajakan pesawat sudah tersebar di seluruh berita mancanegara. Mulai dari rekening tebusan yang ternyata atas nama Bill dan anaknya Olivia yang selalu dibangga-banggakan olehnya ternyata sudah tidak ada alias sudah meninggal.

Ini membuat penumpang menjadi geram dan menganggap Bill memang teroris. Semua orang akhirnya mulai berencana untuk mengambil alih pesawat dan meringkus Bill supaya tidak berulah. Saat akan dilumpuhkan, akhirnya Bill mengaku semua hal mengenai anaknya, hidupnya dan lainnya. Ia mengatakan hanya ingin menyelamatkan pesawat ini dan para penumpang lainnya. Setelah mendengar pernyataan Bill, para penumpang mulai percaya dan saling bantu. 1 masalah besar yang harus mereka hadapi adalah bom yang ada di koper Jack.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram