bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Newness (2017), Seks Bukanlah Segalanya

Newness (2017) adalah sebuah film drama romantis karya sutradara Drake Doremus. Film ini berkutat pada kisah sejoli yang sudah berada di usia cukup matang, namun tak kunjung menemukan apa yang mereka cari dalam sebuah hubungan percintaan.

Drake Doremus menggaet aktor tampan Nicholas Hoult dan aktris Laia Costa guna memerankan tokoh utama di film ini. Newness (2017) ditayangkan pertama kali di Sundance Film Festival, pada tanggal 25 Januari 2017 silam.

Lantas, bagaimanakah perjalanan cinta antara dua manusia ini? Simak sinopsis dan review Newness (2017) dari Bacaterus berikut.

Sinopsis

sinopsis_
  • Tahun rilis: 2017
  • Genre: Drama, Romance
  • Produksi: Lost City, Scott Free Productions
  • Sutradara: Drake Doremus
  • Pemeran: Nicholas Hoult, Laia Costa, Danny Huston, Courtney Eaton

Martin Hallock (Nicholas Hoult) dan Gabriella 'Gabi' Silva (Laia Costa) adalah dua orang yang sama-sama mencari pasangan di sebuah aplikasi kencan untuk dijadikan 'cinta satu malam' saja. Setelah bertemu dengan beberapa orang berbeda melalui aplikasi tersebut, keduanya akhirnya bertemu.

Martin dan Gabi memulai kisah mereka dengan mengobrol tentang kehidupan masing-masing di sebuah bar. Martin bercerita kalau dirinya adalah seoranga apoteker dan sudah pernah menikah, namun telah bercerai dengan Bethany, wanita yang pernah mengisi hatinya.

Sementara Gabi mengisahkan kalau dirinya adalah seorang mahasiswa asal Spanyol yang bekerja sebagai seorang asisten terapis di kota tempat mereka tinggal, Los Angeles.

Setelah bersenang-senang di bar, keduanya kemudian memutuskan untuk menghabiskan malam bersama. Dari situlah, benih-benih cinta mulai tumbuh di hati dua orang dengan latar belakang berbeda ini.

Ya, Martin dan Gabi yang sama-sama mencari pasangan untuk dijadikan one night stand, mulai berkomitmen dalam menjalin sebuah hubungan serius dan tinggal bersama di apartemen Martin.

Martin pun mengajak Gabi untuk bertemu dengan kedua orang tuanya. Di sinilah Gabi mengetahui bahwa ibu Martin mengidap demensia. Gabi memutuskan untuk berkeliling di rumah orang tua Martin dan ia menemukan foto Martin dengan saudarinya saat masih kecil.

Ketika sedang makan siang bersama, sang ibu malah menanyakan keberadaan Bethany, mantan istri Martin. Hal tersebut otomatis membuat Gabi merasa tak nyaman. Ditambah lagi, Martin tak jujur ketika ditanya olehnya perihal saudari perempuannya yang sebenarnya telah tiada.

Saat tiba di apartemen, Gabi dan Martin akhirnya terlibat pertengkaran hebat. Gabi memutuskan untuk pergi. Lalu, Martin pun mencoba menghibur dirinya sendiri.

Keduanya memang sedang dilanda rasa bosan terhadap hubungan yang sedang dijalani. Saat sedang tak bersama, Martin dan Gabi sama-sama berselingkuh dengan orang lain.

Mereka akhirnya sama-sama jujur kalau sudah berselingkuh. Untuk mempertahankan hubungannya, Gabi dan Martin bahkan melakukan couple counseling. Mereka disarankan untuk duduk bersama dan bersikap terbuka pada satu sama lain, jika ingin hubungannya tetap berjalan.

Alih-alih memecahkan masalahnya dengan saling memperbaiki diri, Martin dan Gabi malah memutuskan untuk mengakhiri hubungan monogami mereka, dan mulai menjalani open relationship.

Martin menyuruh Gabi untuk berkencan dengan pria lain, sementara Gabi memintanya untuk bercinta dengan penari striptis.

Hubungan mereka memang kembali terbina saat itu. Seolah belum cukup, Gabi dan Martin memutuskan untuk mencari partner yang mau melakukan hubungan seksual bertiga. Keduanya akhirnya mengunjungi pesta ulang tahun dari atasan sahabat mereka, Blake (Courtney Eaton) guna mencari partner seks tersebut.

Atasan Blake adalah seorang pria paruh baya bernama Larry (Danny Huston) yang sudah dua kali menikah, namun bercerai. Ia terkenal kaya raya dan sangat royal pada rekan-rekannya.

Sayang, Gabi dan Martin malah tak menemukan apa yang mereka cari di pesta ulang tahun Larry. Akan tetapi, Gabi malah terpikat dengan pesona dan luluh karena perlakuan manis Larry terhadap dirinya. Karena mereka menjalani open relationship, Martin pun tak keberatan saat mengetahui hubungan Larry dan Gabi.

Lama kelamaan, Gabi malah semakin dekat dan nyaman dengan Larry dan putri kecilnya. Larry bahkan mampu memberikan kepuasan seksual bagi Gabi. Tak dapat dipungkiri, Martin mulai merasa cemburu. Akan tetapi, ia yang saat itu sadar bahwa dirinya masih belum bisa melupakan sang mantan istri, tak bisa berbuat apa pun.

Realita Cinta di Masa Modern

REALITA CINTA MODERN_

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Gabi dan Martin bertemu di sebuah aplikasi dating online. Dulu, hal seperti ini terkesan tidak umum. Rata-rata hubungan yang berasal dari aplikasi kencan dianggap tak akan sukses.

Namun, di zaman serba modern seperti sekarang, pandangan orang sudah mulai berbeda. Hubungan yang dibina dari sebuah aplikasi kencan bahkan sudah menjadi hal yang biasa.

Apa yang digambarkan dalam film ini bisa dibilang akurat dan sesuai dengan realita cinta yang ada di masa sekarang. Orang bisa dengan mudah menemukan pasangan, bahkan untuk sekadar diajak bercinta semalam, berkat bantuan aplikasi kencan.

Persoalan tentang hubungan monogami yang dianggap membosankan, serta ada banyak pasangan muda yang memilih untuk menjalani sebuah hubungan tanpa ikatan, pun sepadan dengan realita yang ada.

Di beberapa negara, contohnya Amerika Serikat, hubungan tanpa ikatan sudah bukan hal yang tabu untuk dilakukan. Hal ini bahkan seakan menjadi solusi bagi para pasangan yang ingin tetap mempertahankan hubungan, namun tak ingin terikat dengan aturan.

Dibumbui Adegan Panas dan Dialog Vulgar

adegan panas dialog vulgar 2_

Selama menonton film ini, kamu akan disuguhkan dengan banyak adegan seks. Tak hanya itu, dialognya pun diwarnai dengan kalimat dan kata-kata vulgar yang mungkin saja kurang nyaman didengar bagi sebagian penonton.

Walau begitu, menurut kami unsur erotis dalam film ini tersaji dalam porsi yang terbilang wajar. Beberapa adegan seks yang ada dalam film ini pun disuguhkan dengan apik dan dramatis.

Namun, adegan-adegan panas di sini tidaklah menjadi satu-satunya kunci yang mampu membuat penonton terbawa suasana.

Drake Doremus menyelipkan adegan-adegan manis dalam beberapa bagian, termasuk ketika keduanya memasak scrambled egg untuk sarapan. Dalam adegan tersebut, Martin dan Gabi terlihat begitu mesra.

Gabi juga tak segan menggoda sang kekasih. Adegan yang dilakoni Hoult dan Costa ini terasa hangat dan romantis, serta bisa bikin siapa pun yang melihatnya jadi baper.

Namun, terdapat beberapa bagian yang terasa klise dan banyak ditemukan di film-film romantis lain juga. Contohnya ketika Gabi dan Martin pertama bertemu, kemudian memutuskan untuk pergi ke arcade.

Lalu martin mengajak Gabi yang sudah ingin pulang untuk membeli ramen. Gabi tak bisa menolak, dan akhirnya malah menghabiskan malam dengan Martin.

Ending yang Cukup Memuaskan

ENDING cukup MEMUASKAN_

Di awal, film ini cukup membuat kami bosan. Terlebih, dengan adanya beberapa adegan yang terasa klise. Kami sempat skeptis dan menilai film ini tak akan memberi kesan yang berbeda. Ragam konflik yang disuguhkan di awal hingga pertengahan masih terasa kurang greget dan membuat kami betah menonton.

Namun, semuanya berubah ketika kami sampai di empat puluh menit terakhir dari film, yang mana menjadi klimaks dari plotnya. Terutama, ketika Martin menyadari kalau dirinya masih belum bisa move on dari sang mantan istri. Ditambah lagi dengan Gabi yang galau tentang hubungannya bersama Larry.

Gabi merasa, Larry mampu memberinya apa yang diinginkan dan dibutuhkan, di mana hal tersebut bahkan tak bisa didapatkan dari Martin yang notabene adalah pasangannya sendiri.

Keduanya sama-sama mencari jalan keluar bagi konflik yang dialami masing-masing, dan bisa dibilang, usahanya berhasil. Gabi dan Martin memutuskan untuk memilih jalan berbeda, walau kenyataannya begitu pahit.

Di akhir cerita, kita mengetahui bahwa newness dalam sebuah hubungan yang diinginkan dan dibutuhkan Martin juga Gabi bukanlah sebatas kepuasan seks, kebebasan, atau kesenangan semu semata, namun juga niatan untuk membangun hubungan yang benar-benar serius, serta membina sebuah keluarga bersama-sama.

Ending dari film ini cukup memuaskan dan dapat dieksekusi dengan baik oleh Doremus, meski terbilang sangat amat mudah untuk ditebak. Pada akhirnya, Martin dan Gabi memutuskan untuk melepas ego masing-masing dan mulai menata diri, serta kehidupan mereka.

Bukan Karya Terbaik Drake Doremus

Bukan Karya Terbaik Drake Doremus_

Film ini memang bukanlah film romantis terbaik dari yang terbaik dari Drake Doremus. Film ini pun menuai kritikan yang beragam dari penonton dan kritikus. Namun, film yang naskahnya ditulis oleh Ben York Jones, tetap mampu membuat kami terhibur, meski sempat dibuat skeptis di awal.

Jika kamu ingin menonton film romantis lain dari Doremus, maka kami sarankan untuk menyempatkan waktu menikmati film Like Crazy (2011). Film ini meraih Grand Jury Prize dari Sundance Film Festival 2011 dan menerima respon positif, baik dari kritikus maupun penonton.

Sebagai aktor yang didapuk memerankan tokoh utama, Nicholas Hoult dan Laia Costa juga mampu memukau kami dengan performa mereka di film ini. Meski bagi kami chemistry antara Hoult dan Costa masih kurang kuat, namun keduanya mampu memberikan hasil yang terbaik.

Sekadar info, Hoult sebelumnya pernah terlibat dalam film fiksi-ilmiah dan romansa karya Doremus yang berjudul Equal (2015). Dalam film ini, ia beradu peran dengan Kristen Stewart.

Demikian pembahasan dari kami yang memuat sinopsis dan review Newness (2017). Jika kamu memiliki rekomendasi film serupa, atau ingin mengutarakan pendapatmu tentang film ini, silakan sampaikan melalui kolom komentar di bawah, ya.

Newness
Rating: 
3.5/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram