Sinopsis & Review The Chronicles of Narnia 2 (2008)

Ditulis oleh Sri Sulistiyani
The Chronicles of Narnia: Prince Caspian
3.7
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Narnia, sebuah dunia fiksi yang didalamnya terdapat banyak makhluk yang sering diimajinasikan oleh anak-anak. Di dunia Narnia, ada binatang yang bisa berbicara hingga manusia dengan badan setengah kuda. Narnia pernah nyaris mengalami kehancuran, namun diselamatkan oleh empat orang anak-anak dari dunia manusia.

Mereka adalah empat bersaudara Pevensie yang kemudian dinobatkan sebagai raja dan ratu Narnia. Setelah beberapa tahun berlalu, kini mereka pun kembali ke tempat tersebut. Yuk, ikuti petualangan Susan, Peter, Edmund, dan Lucy saat kembali ke Narnia untuk membantu Pangeran Caspian dalam film The Chronicles of Narnia: Prince Caspian!

Sinopsis

1300 tahun waktu Narnia sejak empat Pevensie bersaudara pergi meninggalkan Narnia. Kondisi Narnia mulai kacau saat bangsa Telmarine menyerbu. Empat raja dan ratu Narnia pun telah menjadi legenda. Saat keempat Narnia bersaudara berangkat menuju sekolah menggunakan kereta api, tiba-tiba saja terowongan kereta tersebut lenyap menjadi gerbang menuju Narnia.

Setibanya di Narnia, mereka melihat kondisi Narnia yang sudah berantakan, termasuk di Paravel yang merupakan bekas istana mereka. Rupanya, mereka terpanggil saat Pangeran Caspian meniup terompet milik Susan. Pangeran Caspian sebenarnya adalah pewaris tahta bangsa Telmarine. Namun setelah Raja Telmarine dibunuh, Lord Miraz berusaha untuk merebut tahta tersebut.

Di tangan Lord Miraz, Kerajaan Telmarine pun menjadi kerajaan yang kejam dan berusaha menaklukan Narnia hingga mereka nyaris menguasai seluruh bangsa Narnia. Pevensie bersaudara pun mengambil semua senjata yang tersisa di reruntuhan. Mereka bergabung dengan Pangeran Caspian dan berusaha mencari Aslan, sosok singa penguasa Narnia yang kini entah dimana.

Meski banyak yang meyakini bahwa Aslan telah tiada, si bungsu Lucy selalu merasa Aslan selalu ada di sekitar mereka. Sementara itu, Peter, Edmund, dan Caspian mulai menyusun rencana untuk menyerang kerajaan Telmarine. Dengan pasukan yang tersisa, mereka menyerang di malam hari. Penyerangan tersebut gagal dan membuat banyak bangsa Narnia menjadi korban.

Miraz yang dendam akan penyerangan tersebut berencana untuk berperang dengan kerajaan Narnia. Melihat kekuatan yang tidak seimbang, Edmund pergi menemui Miraz dan mengusulkan untuk pertarungan satu lawan satu. Peter sebagai Raja Narnia pun maju untuk melawan Lord Miraz sebagai raja baru Telmarine.

Saat pertarungan dimulai, Lucy yang tetap yakin bahwa Aslan masih hidup memasuki hutan seorang diri untuk mencari Aslan. Di sisi lain, Peter hampir memenangkan pertarungan. Namun Peter kemudian menyerahkan pedangnya pada Caspian agar Caspian bisa membunuh Miraz yang sudah membunuh ayahnya tersebut.

Meski begitu, Caspian memilih untuk menancapkan pedangnya ke tanah dan enggan membunuh Miraz. Namun tiba-tiba saja tangan kanan Lord Miraz, Lord Sopespian menusuk Miraz dengan sebuah anak panah. Ia berkhianat karena ingin merebut tahta Miraz. Setelah Miraz terbunuh, Sopespian menuduh bangsa Narnia yang menembaknya.

Pasukan Telmarine pun langsung menyerang para Narnia. Peperangan besar terjadi. Saat bangsa Narnia hampir dikalahkan, pertolongan dari Aslan datang. Semua pepohonan tiba-tiba bergerak dan menyerang pasukan Telmarine. Pasukan Telmarine berlari ke arah sungai, namun Lucy dan Aslan sudah menghadang di sungai tersebut.

Aslan kemudian mengerahkan kekuatannya untuk membuat air sungai berubah wujud dan melahap habis para pasukan Telmarine. Bangsa Narnia pun meraih kemenangan. Setelah perang usai, Aslan menciptakan sebuah pintu menuju dunia lain. Susan, Peter, Edmund, dan Lucy memasuki pintu tersebut. Mereka kembali ke stasiun bawah tanah dan masih berpakaian seragam sekolah.

Sinematografi dan Visual Indah Bak di Negeri Dongeng

Sejak dari film pertamanya, Narnia Universe memang mengangkat tema mengenai sebuah dunia fantasi yang berisikan imajinasi dari anak-anak. Maka, visual-visual yang diperlihatkan dalam film ini tampak menggambarkan dunia yang indah dengan efek-efek visual yang tampak begitu imajinatif. Hal ini juga didukung dengan sinematografi di sepanjang film ini.

Banyak shot-shot indah yang memperlihatkan bagaimana dunia Narnia dan seluruh keajaibannya. Selain itu, film ini juga menampilkan banyak efek visual yang mengagumkan. Salah satunya adalah penggambaran sosok Aslan, harimau penguasa Narnia yang menggunakan tehnik CGI namun tampak seperti harimau yang nyata.

Visual indah dari film ini juga bisa kita nikmati dari berbagai kostum cantik ala kerajaan yang dikenakan oleh para tokoh film ini, terutama para karakter utama seperti Susan, Peter, Edmund, dan Lucy.

Alur Cerita dan Karakter yang Lebih Kompleks Dibanding Sekuel Pertama

Alur cerita pada film berdurasi sepanjang 120 menit ini terasa lebih kompleks dibanding dengan sekuel film pertamanya. Sekuel kedua dari film Narnia ini memberi teka-teki yang tak tertebak hingga akhir cerita, seperti teka-teki mengenai karakter Aslan yang menghilang dan hanya dirasakan oleh Lucy. Selain itu, alur film ini juga memberi beberapa plot twist tak terduga.

Contohnya saja saat Peter memilih untuk menyerahkan pedangnya pada Caspian dan saat Caspian memilih untuk tidak membunuh Miraz. Selain alur cerita, kita juga akan melihat karakter dari para tokoh utama yang terasa lebih kompleks dibanding pada film pertamanya.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram