bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Narcos Season 2, Akhir Perjalanan Pablo Escobar

Musim kedua serial Narcos masih tetap dibuat dan diproduseri oleh Doug Miro, Chris Brancato, serta Carlo Bernard. Serial ini kembali menceritakan perjalanan Pablo Escobar, sang gembong narkoba dari Kolombia yang menjadi kaya raya karena memproduksi dan mendistribusikan kokain.

Selain pemasok narkoba Kolombia, Escobar pun sangat berbahaya dan disegani sebagai seorang pemimpin Kartel Medellin. Sementara itu, aktor Wagner Moura kembali memerankan sosok Pablo Escobar dalam serial ini.

Ada juga Boyd Holbrook sebagai Steve Murphy, dan Pedro Pascal sebagai Javier Pena. Keduanya adalah agen Drug Enforcement Administration (DEA) yang ditugaskan untuk menjatuhkan Pablo Escobar.

Pada situs agregator Rotten Tomatoes, musim kedua Narcos meraih ulasan yang lebih baik dari season pertamanya. Dalam situs tersebut, serial ini mendapatkan rating 92% dengan nilai 7.6/10. Sedangkan pada Metacritic, Narcos musim kedua ini mempunyai nilai 76/100 dengan ulasan dan respon yang cukup positif serta menguntungkan.

Sinopsis

Narcos Season 2__
  • Tahun rilis: 2016
  • Genre: Crime, drama, dan biographical
  • Jumlah episode: 10
  • Rumah produksi: Gaumont International Television
  • Sutradara: Gerardo Naranjo, Andrés Baiz, dan Josef Wladyka
  • Pemeran Utama: Wagner Moura, Boyd Holbrook, Pedro Pascal, Joanna Christie, Maurice Compte, dan Andre Mattos

Pablo Escobar berhasil melarikan diri dari serangan Tentara Nasional Kolombia di dalam La Catedral, sebuah komplek penjara mewah yang disiapkan untuknya. Setelah berhasil lepas dari tempat tersebut, Escobar menuju jalan kebebasan dan meyakini bahwa dirinya tidak akan bisa ditangkap lagi.

Presiden Kolombia, Cesar Gaviria, kemudian harus menghadapi ancaman yang berbahaya karena Escobar telah berada di luar jangkauannya. Gaviria lalu berusaha menempatkan Tentara Nasional di setiap sudut-sudut jalan Kota Medellin untuk mengawasi Escobar.

Dengan cara seperti itu, ia bertujuan untuk menghentikan Escobar agar tidak kembali menjalankan Kartel Medellin secara terstruktur. Selepas masa penahanannya, Kartel Medellin sendiri mulai terpecah belah karena ketidakhadiran sosok Escobar di dalam “kerajaannya” tersebut.

Meski begitu, Escobar masih memiliki orang-orang yang loyal kepadanya di dalam kartel. Mereka pun kerap membantu Escobar untuk bersembunyi dari kejaran Pemerintah Kolombia. Di sisi lain, ia juga tak segan-segan membunuh para anggotanya yang mencoba untuk melepaskan diri maupun membelot dari Kartel Medellin.

Beberapa waktu kemudian, Kolombia mengalami ketegangan yang mencekam ketika para polisi terlibat dalam bentrokan yang rusuh dengan kelompok Escobar. Sementara itu, dua agen dari Drug Enforcement Administration (DEA), Steve Murphy dan Javier Pena, kesulitan menjalankan misi untuk menghancurkan Escobar karena operasinya tidak diizinkan oleh Kolonel Augusto Pinzon. 

Situasi Escobar selanjutnya menjadi semakin sulit karena ia mesti berhadapan dengan kelompok saingannya, yakni Kartel Cali. Kelompok tersebut ternyata beraliansi dengan mantan anggota Kartel Medellin yang tidak menyukai Escobar, mereka juga bekerjasama dengan kelompok militer bayaran yang didukung oleh organisasi CIA dari Amerika Serikat.

Agen Javier Pena pun secara diam-diam menjadi bagian dalam kelompok tersebut, yang kemudian dikenal dengan sebutan “Los Pepes” alias kelompok main hakim sendiri yang berusaha melawan Escobar dan Kartel Medellin.

Beberapa anggota kepercayaan dan berpengaruh dari Kartel Medellin kemudian berhasil ditangkap, dan sebagian diantaranya memilih untuk berbelot mengkhianati Escobar. Situasi yang rumit tersebut membuat Escobar melarikan diri dan bersembunyi lagi di sebuah rumah rahasia bersama pengawal-pengawalnya.

Saat Escobar merayakan hari ulang tahunnya yang ke-44, ia mencoba untuk melakukan kontak dengan keluarganya. Tindakannya itu kemudian berujung fatal karena DEA, beserta Tentara Nasional mampu melacak keberadaannya. Perang baku tembak di antara mereka pun tidak bisa dihindarkan lagi, Kolombia pun kembali berada dalam momen yang mencekam.

Kejatuhan Escobar

Review Narcos Season 2_Kejatuhan Escobar_

Musim kedua Narcos berjalan cukup eksklusif dalam memperlihatkan kehidupan hingga kejatuhan dari Pablo Escobar. Selama 10 episode yang disuguhkan, serial ini memberikan sesuatu yang jauh dramatis, lebih mendebarkan dan memikat dari musim pertamanya. 

Di lain sisi, alur cerita musim kedua ini mungkin cenderung terlalu meromantisasi superioritas yang dimiliki oleh Escobar. Namun, hal itu rasanya bisa dimaklumi karena ini adalah perjalanan terakhir dari gembong narkoba asal Kolombia tersebut.

Banyak hal yang terlihat cukup mengerikan hingga brutal, terutama saat adegan Escobar harus merenggut kematiannya. Dalam posisi yang terdesak saat ia berusaha melarikan diri di persembunyiannya, ia terkena tembakan dari salah seorang anggota militer Kolombia.

Bahkan ketika Escobar sedang sekarat sekalipun, seorang polisi menembaki kepalanya hingga ia benar-benar terlihat tewas.

Sama seperti di musim pertamanya, Wagner Moura masih terlihat memukau sebagai sosok Pablo Escobar.  Karakternya di musim kedua Narcos ini tetap kharismatik sebagai seorang kriminal yang berbahaya. Tetapi juga, ada beberapa momen-momen tertentu dari Escobar yang membuat kita tertarik untuk menyelami isi hati dan pikirannya.

Terlepas dari baik dan buruk perjalanan hidupnya Pablo Escobar, Narcos season 2 ini menambahkan pendekatan cerita yang jauh lebih “manusiawi” terhadap sosoknya tersebut. Karakterisasi Escobar sendiri yang dimainkan oleh Moura meningkat secara emosional dan dramatis. Walaupun terlihat seperti itu, pesonanya sebagai kriminal berbahaya tidak terlihat memudar sama sekali.

Musim Kedua yang Klimaks

Review Narcos Season 2_Musim Kedua yang Klimaks_

Jalan cerita dalam Narcos musim kedua masih tetap dinarasikan oleh agen Steve Murphy (Boyd Holbrook). Selain bertindak sebagai pendongeng dalam serial ini, ia pun tetap terlibat di beberapa aksi untuk menjatuhkan Escobar beserta Kartel Medellin.

Sementara itu, agen Javier Pena (Pedro Pascal) mendapatkan peran yang sedikit lebih signifikan karena mempunyai hubungan yang kontroversial ke dalam kelompok vigilante bernama Los Pepes. Kelompok main hakim sendiri tersebut terdiri dari musuh-musuh yang membenci Escobar dan berusaha untuk menjatuhkannya.

Di lain sisi, Narcos season 2 terlihat lebih fresh karena menampilkan beberapa karakter sampingan yang cukup menarik perhatian. Salah satu di antaranya adalah Leynar Gomez sebagai pria bernama Jhon "Limon" Burgos, yang merupakan seorang mucikari sekaligus sopir taksi dari Kota Medellin.

Limon kemudian direkrut oleh Escobar untuk bergabung menjadi anak buahnya. Ia selanjutnya bertindak sebagai seorang sicario alias pembunuh bayaran untuk sang gembong narkoba tersebut. Sebagai warga lokal Medellin, Limon kemudian secara sadar terseret ke dalam konflik mencekam dan kacau antara Escobar yang melawan Pemerintah Kolombia.

Terlepas dari peran Limon yang memberikan perspektif baru, musim kedua ini harus diakui menghabiskan lebih banyak waktu untuk Escobar dibandingkan dengan musim pertamanya. Narcos season 1 tampaknya lebih banyak memperlihatkan kinerja Drug Enforcement Administration (DEA) dalam usahanya memutus rantai jaringan distribusi narkoba Escobar.

Kemudian, musim kedua ini berjalan lebih lancer. Aksi perjalanan Escobar melarikan diri dari kejaran Pemerintah Kolombia diperlihatkan cukup dramatis. Fokus cerita yang selalu tertuju pada proses pelarian Escobar hingga menuju momen dirinya tewas membuat Narcos season 2 berakhir secara klimaks.

Berakhir Memuaskan

Review Narcos Season 2_Berakhir Memuaskan_

Selama kurang dari satu jam, Narcos musim kedua mempunyai tempo cerita yang tidak jauh berbeda dengan seri sebelumnya. Perbedaan yang paling mencolok pada serial ini adalah bahwa riwayat dari Escobar harus berakhir sudah dengan cara yang cukup mengenaskan. Lalu, urutan adegan baku tembak dalam segala pertikaian sedikit lebih berani dan juga mencekam.

Selain itu, tidak ada perubahan yang signifikan dalam hal visual sinematografi pada musim kedua Narcos ini. Kesan klasik Kolombia masih tetap terjaga dan intensitas dalam setiap urutan adegannya tetap terlihat mumpuni serta tidak monoton.

Musim kedua Narcos mungkin sedikit berlebihan dalam menonjolkan Escobar, baik dari sudut pandang baik dan buruknya. Serial ini sepertinya mencoba untuk menonjolkan sisi emosional dari Escobar dan juga berusaha untuk menarik simpati bagi para penonton di sepanjang jalan ceritanya. Pada akhirnya, Narcos season 2 tersaji secara memuaskan dan berakhir sangat klimaks, dramatis, hingga penuh kemenangan.

Masih penasaran dengan kisah hidup Raja Gembong Narkomba Pablo Escobar? Bila iya, Bacaterus punya rekomendasi film tentang Raja Gembong Narkoba Pablo Escobar ini.

Narcos Season 2
Rating: 
3.8/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram