Sinopsis & Review Narcos Season 2, Akhir Perjalanan Pablo Escobar

Ditulis oleh Yanyan Andryan
Narcos Season 2
3.8
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Musim kedua serial Narcos masih tetap dibuat dan diproduseri oleh Doug Miro, Chris Brancato, serta Carlo Bernard. Serial ini kembali menceritakan perjalanan Pablo Escobar, sang gembong narkoba dari Kolombia yang menjadi kaya raya karena memproduksi dan mendistribusikan kokain.

Selain pemasok narkoba Kolombia, Escobar pun sangat berbahaya dan disegani sebagai seorang pemimpin Kartel Medellin. Sementara itu, aktor Wagner Moura kembali memerankan sosok Pablo Escobar dalam serial ini.

Ada juga Boyd Holbrook sebagai Steve Murphy, dan Pedro Pascal sebagai Javier Pena. Keduanya adalah agen Drug Enforcement Administration (DEA) yang ditugaskan untuk menjatuhkan Pablo Escobar.

Pada situs agregator Rotten Tomatoes, musim kedua Narcos meraih ulasan yang lebih baik dari season pertamanya. Dalam situs tersebut, serial ini mendapatkan rating 92% dengan nilai 7.6/10. Sedangkan pada Metacritic, Narcos musim kedua ini mempunyai nilai 76/100 dengan ulasan dan respon yang cukup positif serta menguntungkan.

Sinopsis

Narcos Season 2__

Pablo Escobar berhasil melarikan diri dari serangan Tentara Nasional Kolombia di dalam La Catedral, sebuah komplek penjara mewah yang disiapkan untuknya. Setelah berhasil lepas dari tempat tersebut, Escobar menuju jalan kebebasan dan meyakini bahwa dirinya tidak akan bisa ditangkap lagi.

Presiden Kolombia, Cesar Gaviria, kemudian harus menghadapi ancaman yang berbahaya karena Escobar telah berada di luar jangkauannya. Gaviria lalu berusaha menempatkan Tentara Nasional di setiap sudut-sudut jalan Kota Medellin untuk mengawasi Escobar.

Dengan cara seperti itu, ia bertujuan untuk menghentikan Escobar agar tidak kembali menjalankan Kartel Medellin secara terstruktur. Selepas masa penahanannya, Kartel Medellin sendiri mulai terpecah belah karena ketidakhadiran sosok Escobar di dalam “kerajaannya” tersebut.

Meski begitu, Escobar masih memiliki orang-orang yang loyal kepadanya di dalam kartel. Mereka pun kerap membantu Escobar untuk bersembunyi dari kejaran Pemerintah Kolombia. Di sisi lain, ia juga tak segan-segan membunuh para anggotanya yang mencoba untuk melepaskan diri maupun membelot dari Kartel Medellin.

Beberapa waktu kemudian, Kolombia mengalami ketegangan yang mencekam ketika para polisi terlibat dalam bentrokan yang rusuh dengan kelompok Escobar. Sementara itu, dua agen dari Drug Enforcement Administration (DEA), Steve Murphy dan Javier Pena, kesulitan menjalankan misi untuk menghancurkan Escobar karena operasinya tidak diizinkan oleh Kolonel Augusto Pinzon. 

Situasi Escobar selanjutnya menjadi semakin sulit karena ia mesti berhadapan dengan kelompok saingannya, yakni Kartel Cali. Kelompok tersebut ternyata beraliansi dengan mantan anggota Kartel Medellin yang tidak menyukai Escobar, mereka juga bekerjasama dengan kelompok militer bayaran yang didukung oleh organisasi CIA dari Amerika Serikat.

Agen Javier Pena pun secara diam-diam menjadi bagian dalam kelompok tersebut, yang kemudian dikenal dengan sebutan “Los Pepes” alias kelompok main hakim sendiri yang berusaha melawan Escobar dan Kartel Medellin.

Beberapa anggota kepercayaan dan berpengaruh dari Kartel Medellin kemudian berhasil ditangkap, dan sebagian diantaranya memilih untuk berbelot mengkhianati Escobar. Situasi yang rumit tersebut membuat Escobar melarikan diri dan bersembunyi lagi di sebuah rumah rahasia bersama pengawal-pengawalnya.

Saat Escobar merayakan hari ulang tahunnya yang ke-44, ia mencoba untuk melakukan kontak dengan keluarganya. Tindakannya itu kemudian berujung fatal karena DEA, beserta Tentara Nasional mampu melacak keberadaannya. Perang baku tembak di antara mereka pun tidak bisa dihindarkan lagi, Kolombia pun kembali berada dalam momen yang mencekam.

Kejatuhan Escobar

Review Narcos Season 2_Kejatuhan Escobar_

Musim kedua Narcos berjalan cukup eksklusif dalam memperlihatkan kehidupan hingga kejatuhan dari Pablo Escobar. Selama 10 episode yang disuguhkan, serial ini memberikan sesuatu yang jauh dramatis, lebih mendebarkan dan memikat dari musim pertamanya. 

Di lain sisi, alur cerita musim kedua ini mungkin cenderung terlalu meromantisasi superioritas yang dimiliki oleh Escobar. Namun, hal itu rasanya bisa dimaklumi karena ini adalah perjalanan terakhir dari gembong narkoba asal Kolombia tersebut.

Banyak hal yang terlihat cukup mengerikan hingga brutal, terutama saat adegan Escobar harus merenggut kematiannya. Dalam posisi yang terdesak saat ia berusaha melarikan diri di persembunyiannya, ia terkena tembakan dari salah seorang anggota militer Kolombia.

Bahkan ketika Escobar sedang sekarat sekalipun, seorang polisi menembaki kepalanya hingga ia benar-benar terlihat tewas.

Sama seperti di musim pertamanya, Wagner Moura masih terlihat memukau sebagai sosok Pablo Escobar.  Karakternya di musim kedua Narcos ini tetap kharismatik sebagai seorang kriminal yang berbahaya. Tetapi juga, ada beberapa momen-momen tertentu dari Escobar yang membuat kita tertarik untuk menyelami isi hati dan pikirannya.

Terlepas dari baik dan buruk perjalanan hidupnya Pablo Escobar, Narcos season 2 ini menambahkan pendekatan cerita yang jauh lebih “manusiawi” terhadap sosoknya tersebut. Karakterisasi Escobar sendiri yang dimainkan oleh Moura meningkat secara emosional dan dramatis. Walaupun terlihat seperti itu, pesonanya sebagai kriminal berbahaya tidak terlihat memudar sama sekali.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram