bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review My Neighbor Totoro, Anime Legendaris

Satsuki (Noriko Hidaka) dan Mei (Chika Sakamoto) tampak gembira duduk di belakang motor pengangkut yang dipenuhi barang-barang peralatan rumah. Ia mengeluarkan permen karamel dan menawari sang adik, Mei, dan memberikan satu untuk ayahnya. Rupanya hari itu keluarga Kusakabe pindah rumah ke daerah pedesaan agar ibu mereka bisa mendapat perawatan untuk penyakitnya.

Mei dan Satsuki begitu riang. Mereka tidak hentinya berceloteh mengomentari semua hal yang mereka temui di jalan. Sang ayah, Tatsuo Kusakabe (Shigesato Itoi) juga tidak kalah gembira. Ia menyalami setiap warga yang ditemuinya di jalan dan memperkenalkan diri. Kepindahan keluarga Kusakabe ke rumah tua itu mengawali pertemuan mereka dengan sosok-sosok gaib penunggu hutan.

Sinopsis

my-neighbor-totoro-1
  • Tahun Rilis: 1988
  • Genre: Animation, Fantasy, Family
  • Produksi: Studio Ghibli
  • Sutradara: Hayao Miyazaki
  • Pemeran: Chika Sakamoto, Noriko Hidaka, Hitoshi Takagi

Totoro, si mahluk gaib itu tidak dimunculkan di awal episode. Kisah film My Neighbor Totoro diawali dengan adegan di mana Mei dan Satsuki begitu senang mendapati rumah tua berhantu di salah satu desa di Hachikokuyama akan menjadi rumah tinggal mereka.

Tingkah adik kakak ini di luar dugaan. Mendapati rumah bobrok dengan tiang yang lapuk dan dinding yang kotor malah membuat mereka kegirangan. Meskipun masih layak huni, namun kelihatan jelas rumah itu sudah lama ditinggalkan. Banyak sarang laba-laba dan kunci-kunci yang berkarat.

Setibanya di ‘rumah baru’ mereka, dua anak enerjik dan lincah ini langsung menyisir semua ruangan karena penasaran sembari menurunkan barang-barang dari kendaraan ke rumah. Ketika menyisir ruangan, Satsuki melihat biji pohon ek jatuh dari atap rumah. Ia pun memberitahu Mei.

Kemudian, Mei dan Satsuki diminta memeriksa bagian belakang rumah, dan di ruangan dapur dan toilet itu mereka melihat sesuatu benda hitam berlarian dan menghilang. Nenek Kangta, penjaga rumah itu bilang bahwa itu adalah Susu Atari (Peri Jelaga) yang biasanya menghuni rumah kosong.

Jika sebuah rumah dihuni oleh orang yang selalu tertawa dan gembira, maka Peri Jelaga akan pergi dengan sendirinya, begitu katanya.

Keesokan harinya, Mei dan Satsuki menengok sang ibu yang dirawat di rumah sakit. Mereka menceritakan pertemuan dengan Peri Jelaga dan bertanya kepada ibunya apakah ia akan suka tinggal di rumah berhantu. Sambil tertawa, sang ibu mengangguk dan berkata bahwa ia akan menyukainya.

Di suatu hari, Mei melihat sesosok mahluk berwarna putih yang melintas di dekatnya. Ia mengikuti mahluk itu sampai masuk ke pohon besar yang tak jauh dari rumah Mei. Rupanya pohon keramat itu adalah sarang mereka, dan di sana Mei melihat sosok mahluk yang lebih besar lagi tengah tertidur.

Mei yang penasaran menghampiri mahluk besar yang sedang pulas itu. Karena mahluk itu bertubuh gempal dan menggemaskan, Mei pun menamainya Totoro. 

Satsuki yang baru tiba dari sekolah kemudian mencari Mei ke sana kemari. Di dekat pohon besar itu, Satsuki melihat topi Mei tergeletak. Ia pun masuk dan mendapati Mei tertidur di bawah rimbunan pohon. Mei menceritakan tentang pertemuannya dengan Totoro dan teman-temannya.

Sejak saat itu, Mei, Satsuki dan Totoro kerap melakukan petualangan kecil yang ajaib dan menakjubkan yang hanya dapat dirasakan oleh mereka. Totoro menjadi teman yang menyenangkan sekaligus tetangga yang selalu sigap membantu, termasuk saat mencari Mei yang tersesat.

Siapakah Itu Totoro?

my-neighbor-totoro-2

Totoro adalah makhluk bikinan Hayao Miyazaki yang berarti itu bukanlah makhluk nyata. Wujud fisik makhluk ini merupakan perpaduan rakun, burung hantu dan kucing. Tubuh Totoro tinggi besar, berbulu dan berbentuk bulat lonjong dengan semacam tanduk di kepalanya dan kaki dan tangan yang pendek. 

Mahluk gaib ini digambarkan sebagai sosok yang periang dan akrab dengan anak-anak. Konon jika seseorang dapat melihat Totoro, ia berarti diberkati oleh alam. Banyak yang menyangka Totoro merupakan jin penunggu pohon, mirip genderewo di Indonesia tapi dalam versi yang sangat kawaii.

Karakter ciptaan Hayao Miyazaki ini kemudian menjadi ikon studio animasi pertama di Jepang, Studio Ghibli, rumah produksi yang menggarap film animasi My Neighbor Totoro.

Cerita Ringan dengan Pesan Mendalam

my-neighbor-totoro-3

Studo Ghibli sudah terkenal sebagai rumah produksi yang menelurkan berbagai film animasi dengan tema-tema ringan yang dekat dengan keseharian masyarakat pada umumnya.

Muatan kisah yang ringan inilah yang membuat film produksi Studio yang didirikan Hayao Miyazaki tetap eksis sampai sekarang.

Film-film animasinya tidak pernah kadaluarsa meski sudah lawas dan digempur berbagai film animasi yang mempunyai grafis lebih rumit dan menarik, My Neighbor Totoro pun seperti itu. Film ini berisi hal-hal yang jamak kita temui seperti kisah anak yang ngambek karena ditinggal sang ayah bekerja.

Lalu, ada pula yang konflik kecil dengan anak tetangga yang diwakilkan oleh karakter Kangta dan Satsuki. Konflik keseluruhan dalam film ini terbilang ringan. Kita tidak akan disodori masalah njelimet yang penuh teka-teki. Cerita mengalir dengan lancar bahkan kita tidak sadar filmnya sudah habis.

Meskipun demikian, film ini jauh dari kata membosankan. Kesederhanaan khas film besutan Studio Ghibli dipadukan dengan pesan yang tersirat di dalam setiap adegannya membuat film ini meninggalkan kesan mendalam di benak penonton.

Lewat film My Neighbor Totoro, penonton seolah diajak kembali ke alam dan belajar hidup berdampingan seolah ia adalah teman. Seperti kata ayah Mei dan Satsuki, “Pohon dan manusia itu bersahabat. Jika kita menjaganya, alam, termasuk pepohonan pun akan menjaga kita.”

Mengandung Ajaran Kepercayaan Agama Shinto dan Animisme

my-neighbor-totoro-4

Menurut Eriko Ogihara-Schuck, dosen di Universitas Dortmund yang berasal dari Jepang, dalam bukunya Miyazaki's Animism Abroad: The Reception of Japanese Religious Themes by American and German Audiences menyatakan bahwa My Neighbor Totoro kental dengan kepercayaan animisme.

Hal ini terlihat dari lingkungan tempat tinggal keluarga Kusakabe yang percaya adanya roh penunggu hutan. Selain itu, Totoro digambarkan tinggal di pohon kamper yang besar dan tinggi yang dikelilingi oleh tali khusus kepercayaan agama Shinto.

Setelah Mei melihat Totoro, ayahnya mengajaknya berdoa di kuil sebagai bentuk rasa syukur karena ia dapat bertemu dengan Totoro. Saat Mei hilang pun masyarakat berdoa di kuil agar Totoro mau membantu menemukan Mei. Ini merupakan hal umum yang sering dilakukan penganut agama Shinto.

Visual yang Simple Menjadi Daya Tarik

my-neighbor-totoro-5

Ada yang menarik dari film ini sejak pertama kali diputar. Kelugasan Hayao Miyazaki membuat karakter dalam film ini sangat menarik, serba ringan dan dapat dinikmati oleh setiap penonton dari berbagai usia.

Kesederhanaan visual film ini tidak neko-neko. Meskipun sudah berusia lebih dari 30 tahun, My Neighbor Totoro tidak pernah tampak ketinggalan zaman. Ia adalah sebuah film yang bersifat timeless yang selalu menarik untuk ditonton kapan saja.

Kita tahu anime-anime modern itu sangat menarik lantaran menampilkan visual yang unik dan karakter yang rumit. Tapi menikmati petualangan Totoro dengan Mei dan Satsuki dalam film ini menjadi penyegaran yang menyenangkan.

Menonton Totoro tidak memerlukan pengetahuan wawasan dan kemampuan analisa tertentu. Mata kita justru akan diberi pemandangan yang indah yang akan membuat rindu kehidupan masa kecil di mana kita bisa bebas bermain dan berlarian di alam terbuka.

Ini adalah sebuah film dengan pesona sederhana yang kuat dan sangat berkesan. Habis nonton Totoro jadi kangen kampung halaman.

Ah, pokoknya My Neighbor Totoro lebih dari sekadar film lawas. Hayao Miyazaki menulis kisah untuk film ini dengan ‘nyawa’ yang sangat kuat. Kita tinggal duduk manis dan nikmati ke mana Totoro dan Mei serta kakaknya bertualang.

Kita simak juga pesan dan nilai-nilai yang ingin disampaikan oleh salah satu film anime terbaik Jepang yang pernah dibuat di abad ini.

My Neighbor Totoro
Rating: 
4.5/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram