Bacaterus / Review Film Korea / Sinopsis & Review Drakor My Mister, Pemenang Baeksang

Sinopsis & Review Drakor My Mister, Pemenang Baeksang

Ditulis oleh - Diperbaharui 14 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

drama “My Mister” ini menggaet pemeran utama Lee Ji Eun, atau yang lebih dikenal dengan julukan IU, penyanyi yang murah senyum dan nampak selalu ceria. Di sini, IU tampil berbanding terbalik dengan kesehariannya di dunia nyata.

Berperan Sebagai Lee Ji An, IU membuktikan peningkatan dan penyegaran dalam aktingnya. Yang biasanya bermain di drama cinta, kali ini peran IU dalam “My Ahjussi” sangat menantang.

“My Mister” (Korean: “나의 아저씨”) adalah drama series yang tayang di tvN pada tahun 2018. Drama ini banyak mendapat pujian kritis, tak sedikit kritik, tapi memenangkan Best Drama & Best Screenplay di Baeksang Arts Awards ke-55 walaupun ratingnya tidak tinggi.

Drama ini dipuji juga karena skenario, teknik pengambilan gambar, dan ceritanya. Tak ayal para pemain mendapatkan sanjungan luar biasa berkat kerja keras mereka, menjadikan drama ini sangat hidup. Penasaran dengan maksud dari drama tentang kehidupan ini? Simak review dari Bacaterus berikut ini, ya.

Sinopsis

  • Tahun rilis: 2018
  • Genre: Drama
  • Produksi: Chorokbaem Media, tvN
  • Sutradara: Kim Won Seok
  • Pemeran: Lee Sun Kyun, Lee Ji Eun, Song Sae Byeok, Park Ho San, Kim Young Min, Lee Ji Ah, Jang Ki Yong, Kwon Na Ra, Park Hae Joon
  • Jumlah episode: 16

“My Mister” menceritakan kisah tentang tiga saudara laki-laki paruh baya yang menanggung beban hidup mereka masing-masing, dan seorang wanita muda yang kuat dan dingin yang juga menjalani kehidupan yang sulit.

Mereka bertemu untuk menyembuhkan luka masa lalu satu sama lain, terutama anak ke-2 dari ketiga bersaudara tadi, yang memiliki pengaruh paling besar pada sang gadis muda dan juga sebaliknya.

Park Dong Hoon (diperankan oleh Lee SUn Kyun), adalah anak tengah dari ketiga bersaudara. Ia menjadi tulang punggung keluarga karena kedua saudaranya menjadi pengangguran di usia mereka yang hampir 50 tahun. Dong Hoon bekerja sebagai insinyur di firma arsitektur. Ia memiliki sifat penyabar dan tulus.

Lalu, ia bertemu dengan Lee Ji An (diperankan oleh Lee Ji Eun). Ia adalah seorang wanita muda yang bekerja sebagai intern di kantor Dong Hoon. Ia dikenal antisosial, dingin, dan tidak sopan karena tidak ‘tunduk’ pada seniornya di kantor.

Tapi, semua hal pasti ada sebabnya. Sejak kecil, ia telah dibelit hutang ibunya yang malah pergi meninggalkannya dengan neneknya yang tunawicara dan tunarungu.

Bayangkan, dari kecil, Ji An sering dipukuli dan disiksa oleh rentenir. Hingga suatu ketika, Ji An kelepasan membunuh sang rentenir itu sebagai self defence karena terus memukuli ia dan neneknya.

Walaupun rentenir keji itu telah mati, hidup Ji An bukan berarti terbebas, karena ada anak sang rentenir yang melanjutkan penagihan hutang dan tak ragu untuk main tangan. Padahal, dulu anak rentenir dan Ji An berteman baik.

Karena hutangnya makin hari malah makin banyak akibat bunga, Ji An pun bekerja sambilan di kafe pada malam hari, sedangkan pagi hingga sorenya di kantor di mana Dong Hoon bekerja.

Tapi, itu pun belum mencukupi kebutuhan dan menutupi hutangnya. Ketika ia mengendus ada konflik di kantornya, ia pun menawarkan diri pada CEO-nya untuk mencari tahu kelemahan Dong Hoon.

Tapi, dalam proses tersebut, ia malah jatuh hati pada ketulusan dan kehangatan Dong Hoon. Ia pun belajar untuk mempercayai orang lain untuk pertama kali dalam hidupnya.

Selain Ji An dan Dong Hoon, tiap karakter dalam drama ini juga punya cerita masing-masing yang tak kalah menarik. Mereka semua hidup beriringan untuk saling menyembuhkan luka dan mendukung satu sama lain.

Performa Akting Terbaik dari Para Aktor

Akting para pemain dalam drama ini benar-benar memukau, terutama bintang utamanya yaitu Lee Sun Kyun dan IU. Dunia seni peran, atau entertainment di Korea secara keseluruhan, sangat diperhatikan oleh masyarakat umum.

Tak sedikit para idol yang biasa hanya bernyanyi saja kemudian bermain drama atau film, dan mendapatkan banyak kritik juga cercaan. Penyanyi solo IU juga pernah merasakannya.

Ada fans yang meninggalkan fandom karena IU memilih bermain di drama ini (karena ceritanya cukup menuai kontroversi), ada juga yang mengatakan kalau akting IU begitu-begitu saja tidak ada perkembangan. Tapi, menurut saya, IU adalah penyanyi sekaligus aktris yang sangat berbakat.

IU menunjukkan betapa luar biasanya dirinya sebagai seorang aktris dalam drama ini. Tak ada IU yang ceria, gemas, dan feminin. Di sini, IU berperan sbagai Lee Ji An yang sifatnya jungkir balik dari sifat asli dirinya.

Sementara akting Lee Sun Kyun memang sudah dikenal sangat baik sejak dulu. Ia memang cocok dengan peran dan tema cerita seperti ini. Walaupun, penampilannya di “My Mister” memang tak dipungkiri sangat memukau.

Tapi, di sini IU benar-benar 180 ° dengan drama dan film yang biasa ia perankan. Jadi, orang-orang pasti lebih berfokus pada akting IU daripada Sun Kyun.

Dikritik Sebab Perbedaan Usia & Adegan Kekerasan

Drama “My Ahjussi” ini tidak terlepas dari kritikan para K-netz. Pasalnya, kedua tokoh utama drama ini diceritakan memiliki usia yang terpaut sangat jauh, Park Dong Hoon berusia sekitar 40 tahunan, dan Lee Ji an berusia sekitar 20-an awal.

Orang-orang khawatir kalau bakal ada pasangan yang terpaut usia hampir 1/2 dari umur yang paling tuanya. Menanggapi hal tersebut, IU dan Lee Sun Kyun angkat bicara.

Menurut mereka, drama “My Ahjussi” ini menyajikan kisah cinta antar manusia secara universal, bukan kisah cinta roman picisan yang sering muncul di televisi. Lagi pula, genre drama ini bukan romance, tapi realita kehidupan dan kasih sayang antar sesama.

Sebenarnya saya juga kurang sreg dengan perbedaan usia Ji An dan Dong Hoon. Walaupun pada akhirnya mereka tidak bersama (syukurlah). Tapi, kalau saya perhatikan, di Korea Selatan memang cukup populer di mana pasangannya yang laki-laki itu lebih tua.

Dan, kadang tuanya itu ketuaan, bisa beda 10-15 tahunan. IU sendiri di dunia nyatanya pernah berpacaran dengan Jang Ki Ha yang merupakan kelahiran 1982, sedangkan IU sendiri kelahiran 1993.

Apakah mungkin di Korea Selatan memang seperti itu trend-nya? Tapi, jika diprotes netizen, berarti ini tidak terlalu sering terjadi untuk dikatakan wajar, dong? Hmm.. entahlah.

Terus, masyarakat juga menyayangkan adanya adegan kekerasan yang dilakukan Jang Ki Yong sebagai rentenir yang bernama Lee Kwang Il pada Lee Ji An. Adegan laki-laki memukul wanita memang kurang comfortable ditonton, sih.

Change for the Better

Saya sangat menghargai bagaimana semua karakter mengalami perubahan menjadi yang lebih baik lagi. Benar-benar semua karakter, bahkan Kwang Il si anak rentenir yang bingung antara dendam pada Lee Ji An, memori masa kecil mereka, dan rasa sukanya pada Lee Ji An pada saat dulu atau mungkin sebenarnya masih ada hingga kini.

Pada akhirnya ia memilih untuk melakukan hal yang benar. Kakak dan adik Park juga berubah semua jadi lebih baik, begitu pula para pemeran pendukung lainnya.

Kisah Cinta yang Tak Biasa

Saya paham, sih, kenapa Lee Ji An bisa jatuh cinta pada Park Dong Hoon. Kamu akan jatuh cinta pada sifatnya Dong Hoon, itu tak terelakkan.

Ia memang tidak sempurna, tapi ketulusannya, kebaikan hatinya itu bisa membuat siapa saja menjadi tenang. Lee Ji An yang seumur hidupnya tidak pernah merasa tentram, akhirnya bisa memaafkan dirinya sendiri dan menjadi bahagia berkat bantuan Dong Hoon.

Bayangkan, selama ini Ji An merasa bersalah karena pernah membunuh seseorang, walaupun orang tersebut adalah orang yang jahat. Tapi, tetap saja mental seseorang akan terganggu jika mereka tidak sengaja mencelakai apalagi sampai menghilangkan nyawa, bukan? Itulah yang dialami Ji An.

Ia menutup dirinya dari dunia luar, tidak pernah tertawa, tidak pernah tersenyum.. Saya rasa itu adalah salah satu caranya ‘menghukum dirinya sendiri’. Akan tetapi, ketika ia mendengar Dong Hoon membelanya, bahwa Ji An tidak salah telah membunuh ayah Kwang Il.

Karena, siapa yang tahan berdiam diri menerima jika dirinya dan keluarganya terus dipukuli, disiksa secara fisik dan mental? Setelah mendengar kalimat tersebut, Ji An menangis sejadi-jadinya. Untuk pertama kalinya di sepanjang drama Ji An menampilkan emosinya.

Jadi, bisa saja Ji An salah mengartikan perasaannya. mungkin ia hanya respect, mungkin ia hanya rindu uluran tangan orang lain, mungkin ia kekurangan figur ayah dalam hidupnya, semua itu kini ia dapatkan dari Dong Hoon secara tiba-tiba.

Sehingga, wajar kalau Ji An jatuh cinta, dalam apapun bentuk cinta itu diterjemahkan. Sedangkan untuk Dong Hoon, saya rasa yang ia rasakan pada Ji An bukan cinta, tapi sayang seperti pada adiknya sendiri.

Di episode akhir-akhir kita juga akhirnya mengetahui kalau Ji An dan Kwang Il pernah dekat (mereka bahkan teman semasa kecil). Tapi, karena ayah Kwang Il yang keji, hubungan mereka jadi kacau dan terbawa hingga dewasa.

Saya pikir dalam proses ini akhirnya mereka sadar, kalau yang mereka rasakan bukan suka atau cinta. Tapi lebih kepada rasa peduli dan sayang sebagai teman.

Bagi Ji An, bagi Dong Hoon, dan bagi Kwang Il, mereka memiliki andil yang besar untuk merubah diri mereka menjadi lebih baik lagi. The changed each other’s life. Karena hati mereka telah tersentuh, maka orang-orang yang menyentuhnya tentu memiliki tempat spesial di sana. Itulah yang saya rasa sebagai ‘cinta’ di dalam drama ini.

Memberikan Ending yang Berbeda dari Drama Kebanyakan

Dari episode pertama sebenarnya hati saya sudah remuk, dan pada ending drama akhirnya benar-benar pecah. Untungnya episode 16 jadi healing buat para karakter termasuk saya juga sebagai penontonnya. Saya setuju dengan beberapa dialog dalam drama ini, khususnya tentang kebahagiaan.

Karena, setiap insan di dunia patut bahagia dan merasa nyaman dengan diri mereka sendiri. Ending scene-nya ngena banget ketika Lee Ji An dan Park Dong Hoon berdialog tapi seakan-akan mereka bisa membaca pikiran masing-masing. “Ji An, have you found your comfort?”, dan Ji An dengan bahagia dan lantang menjawab “Yes!”.

Meskipun rating drama ini di Korea hanya 4%, sedangkan K-drama romantis ‘biasa’ rata-rata menembus 10-20%, berarti termasuk sangat rendah. Tapi, drakor ini benar-benar tidak boleh kamu remehkan.

Buktinya, “My Ajusshi” memenangkan penghargaan Drama Terbaik di Baeksang Arts Awards ke-55. Jika kamu terbiasa dengan drama romansa yang klise pasti tidak suka dengan drama yang ‘terlalu berat’ ini.

Tapi, jika kamu suka drama yang suram, mencekam, berat, “My Mister” cocok buatmu. Drama yang menceritakan tentang kehidupan, rasa sakit, dan bagaimana cara untuk sembuh.

Manusia dan cinta memang tidak bisa dipisahkan, drama ini mengajarkan kita bagaimana cara mengasihi antar manusia dengan benar. Saya sangat merekomendasikan drama ini. Tontonlah, it might change your life.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *