bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Drama Jepang My High School Business

Drama My High School Business atau Saki ni Umareta Dake no Boku merupakan drama yang dibintangi oleh anggota boyband Jepang Arashi, Sakurai Sho. Drama yang berlatar sekolah ini menceritakan bagaimana sekolah yang dianggap tidak memiliki prospek bagus akhirnya bangkit menjadi sekolah yang dibanggakan oleh muridnya.

Berjumlah 10 episode, drama ini dirilis tahun 2017 dan dibintangi oleh Sakurai Sho, Aoi Yu, Tabe Mikako, Hirayama Hiroyuki, Seto Koji, dan Kinami Haruka.

Jika kamu pernah nonton Gokusen dan Great Teacher Onizuka, drama ini memiliki tema yang sama, tapi di sini yang jadi bintangnya adalah kepala sekolahnya dan bukan gurunya. Tertarik nonton? Baca dulu sinopsis dan review-nya, yuk!

Sinopsis

my-high-school-business-1_
  • Tahun Rilis: 2017
  • Genre: School, Comedy, Drama
  • Produksi: Nippon Television Network (NTV)
  • Sutradara: Nobuo Mizuta
  • Pemeran: Sakurai Sho, Aoi Yu, Tabe Mikako, Hirayama Hiroyuki, Seto Koji, Kinami Haruka
  • Episode: 10

Drama ini dibuka dengan cerita Narumi (Sakurai Sho) yang bekerja di sebuah perusahaan trading besar bernama Kashimatsu Bussan Co., Ltd., tiba-tiba dipanggil oleh atasannya dan diberitahukan bahwa dia akan dipindahkan, bukan ke kantor pusat tapi ke sebuah sekolah.

Perusahaan tempatnya bekerja memiliki sebuah sekolah yang bernama SMA Keimeikan yang didirikan tahun 1961.

Menurut perusahaan sekolah ini merupakan bisnis yang tak menguntungkan. Sekolah tersebut secara akademi tidak begitu baik, bahkan skor standarnya pun 44. Selain itu, dalam bidang olahraga pun sekolah itu tidak begitu berprestasi. Sekolah ini semacam penampungan bagi anak-anak yang tak lolos masuk ke sekolah pilihan pertama mereka.

Narumi diberikan tugas untuk merevitalisasi operasional sekolah tersebut. Ryosuke Narumi yang berusia tiga puluh lima tahun tersebut adalah karyawan handal di perusahaan elit tersebut. Dia tiba-tiba ditugaskan untuk menjadi kepala sekolah menengah walaupun tak mempunyai pengalaman dalam dunia pendidikan.

Hari pertamanya di sekolah tersebut, dia mulai memanggil wakil kepala sekolah sampai semua guru satu per satu. Dia bertemu dengan wakil kepala sekolah, Fumio Kashiwagi (Morio Kazama) yang akan membantunya membereskan sekolah.

Di hari pertemuan pertamanya dengan para guru, dia langsung membahas mengenai keadaan keuangan sekolah.

Semua guru yang dipanggil merasa tidak senang pada Narumi karena dia dianggap memperlakukan sekolah seperti sebuah perusahaan. Mereka mengejek Narumi dan menganggap pekerjaan kepala sekolah ini terlalu besar untuk dirinya yang masih muda. Bukan hanya mengejek, para guru juga melawan Narumi.

Sebagian dari guru-guru ini tak memiliki semangat untuk meningkatkan kemampuan muridnya. Rata-rata mereka bukan guru muda dan mereka sudah frustasi dengan karir mereka.

Sebagai seorang yang berlatar belakang dunia bisnis, Narumi memulai usaha menata sekolahnya dengan menggunakan pola pikir bisnis. Tujuannya adalah untuk kembali meningkatkan keuntungan sekolah. Ide ini tentu saja ditolak oleh para guru dan mereka memandang rendah dirinya. Yang berbaik hati padanya hanya wakil kepala sekolah.

Sebagai tahap awal, dia berusaha meminjam uang pada bank tapi pihak bank malah menyarankan Narumi agar perusahaannya berhenti saja dari bisnis sekolah.

Dia memulai cara kedua yaitu mendatangi SMP-SMP dan tempat les. Ini pun tidak berhasil karena mereka tidak berminat untuk mengajak murid-muridnya mendaftar ke sekolah Keimeikan karena skor sekolah jelek.

Belum lagi masalah menghemat biaya bisa diatasi, Narumi harus berkutat dengan masalah murid-murid, dari mulai bullying hingga murid yang mengalami masalah biaya sekolah.

Dia juga kehilangan guru matematika karena guru tersebut hanya ingin mengajar dan tak ingin mengurusi masalah anak-anak. Tak ada biaya, akhirnya dia sendiri yang turun untuk mengajar.

Semalaman dia berkutat mencari cara untuk mengajar sampai akhirnya dia menemukan sebuah buku yang menarik perhatiannya. Buku itu tentang active learning, yaitu sebuah metode pengajaran yang membuat anak menjadi lebih aktif di kelas.

Saat dia terapkan temuannya itu di kelas matematika, dia hampir berhasil. Sayangnya dia tidak bisa menjawab salah satu pertanyaan muridnya.

Ternyata metode itu menarik salah satu guru. Guru bahasa Inggris yang bernama Tomokazu Shimazu (Seto Koji) ini merupakan seorang guru lulusan Amerika. Dia tahu tentang metode ini dan ingin mencoba menerapkannya. Narumi pun menyetujuinya. Percobaan kelas bahasa Inggris berhasil. Narumi ingin menerapkannya pada mata pelajaran lain.

Akankah guru-guru itu mau mengikuti metode baru? Bagaimana dengan usaha menyelamatkan sekolahnya? Bisakah sekolah ini terselamatkan?

Drama Sekolah yang Berpusat pada Masalah Guru dan Sistem Pengajaran

my-high-school-business-2_

Umumnya drama sekolah berpusat di masalah murid-muridnya, seperti Great Teacher Onizuka atau Gokusen. Kedua drama tersebut memperlihatkan guru-guru yang berjibaku memperbaiki murid-muridnya. Biasanya guru tersebut akan diberi tantangan untuk mengajar murid-murid yang bermasalah dalam hal akademis juga sikap.

Genre drama sekolah lainnya biasanya membahas tentang persahabatan atau kisah asmara antara murid-muridnya atau guru dan murid. Semua itu bukan fokus cerita dari My High School Business.

Drama ini tidak menggambarkan persahabatan dan cinta antara murid atau murid dan guru. Ini adalah drama tentang kehidupan para profesional yang mendidik murid-murid.

My High School Business berfokus pada bagaimana guru-guru itu mengajar dan semua permasalahan yang ditimbulkan oleh guru-guru itu, seperti penolakan terhadap pembaharuan sistem mengajar atau masalah guru yang lebih money-oriented. Ini membuat drama My High School Business jadi menarik untuk ditonton.

Dalam drama ini diperlihatkan usaha gigih dari Narumi untuk meningkatkan kualitas sekolah melalui guru-gurunya. Dia harus berhadapan dengan guru-guru yang berpandangan kolot dan enggan untuk berubah.

Selain itu, drama ini juga memperlihatkan perubahan yang tak hanya terjadi pada murid, seperti kebanyakan drama lain, tapi juga para guru yang akhirnya merangkul kebaruan.

Cerita yang Sederhana tapi Membuat Ketagihan

my-high-school-business-3_

Mungkin dramanya tampak sederhana, sebenarnya tidak seperti itu. Awalnya saya pun skeptis ketika menonton drama ini. Namun begitu selesai episode pertama, saya langsung ingin menonton episode selanjutnya. Penulis ceritanya berhasil menarik perhatian penonton dan tanpa disadari penonton akan terus melahap episode selanjutnya.

Temanya ceritanya meskipun tampak sederhana, sebenarnya ini adalah isu yang serius, tapi tetap asyik untuk ditonton. Kisah Narumi yang berjuang untuk mengubah sekolah pun dibawakan dengan cara yang menarik sehingga tidak membuat penonton emosi atau marah-marah.

Less Romance More Work

my-high-school-business-4_

Jangan harap ada kisah asmara yang menggebu-gebu dalam drama ini. Meskipun ada kisah cinta segitiga di dalamnya, antara Narumi, Mashiba (Aoi Yu) dan Matsubara (Tabe Mikako) atau Mashiba, Shimazu (Seto Koji) dan Narumi, juga Narumi, Matsubara dan Gotoda (Hirayama Hiroyuki) tapi tidak ada cerita yang sampai menyebabkan dendam kesumat. Semua bisa terselesaikan.

Kisah asmara Narumi dan Matsubara yang sempat goyah pun bisa terselesaikan dengan mudah tanpa ada drama yang lebay. Begitu juga perjuangan cinta Shimazu pada Mashiba yang akhirnya sukses meluluhkan hati guru wanita yang menyukai Narumi tersebut.

Cerita percintaan di antara murid-muridnya pun hanya dibahas sekilas saja. Selebihnya cerita lebih fokus pada bagaimana murid-murid itu berubah setelah mendapatkan metode belajar yang menyenangkan.

Cocok untuk Ditonton Para Guru dan Profesional Pendidikan

my-high-school-business-5_

Karena bahasannya mengenai filosofi pendidikan, drama ini akan menarik ditonton oleh para guru. Drama ini menekankan pentingnya pertumbuhan serta pembelajaran di semua usia. Cerita hubungan antara murid dan guru diilustrasikan dengan menarik melalui kisah Narumi yang beralih dari seorang pegawai perusahaan yang pindah posisi menjadi kepala sekolah.

Semua pengetahuan bisnis Narumi dicoba untuk diterapkan ke lingkungan barunya. Juga sangat menarik melihat bagaimana Narumi perlahan-lahan mencari tahu tentang dunia pendidikan dan bagaimana pendidikan bisa memotivasi dan menginspirasi, dan tidak melulu jadi sarana sederhana untuk mencapai tujuan.

Dalam drama ini diperlihatkan Narumi sebagai kepala sekolah bahkan terlibat dalam diskusi pedagogis, yang sepertinya jarang dimunculkan pada drama-drama sekolah lainnya. Bagi para guru dan pengajar, tentunya menarik melihat drama yang berfokus pada mereka dan sistem pendidikan, bukan hanya pada murid-muridnya.

Drama My High School Business memang unik karena ceritanya beda dari yang lain. Alih-alih membahas tentang murid, ini malah membahas tentang guru dan sistem pengajaran. Selain itu, drama ini juga tak fokus pada masalah asmara.

Kalau ingin melihat drama sekolah yang beda dari yang lain, tonton saja My High School Business yang dibintangi oleh anggota Arashi ini. Mungkin kamu akan ketagihan seperti saya. Episodenya terlalu sedikit, tapi memang itu jumlah episode lumrah untuk drama Jepang. Selamat menonton!

My High School Business
Rating: 
4.5/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram