bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review My Hero Academia: Two Heroes (2018)

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 9 Oktober 2021

All Might dan Izuku Midoriya (Deku) memenuhi undangan dari sahabat lama David Shield yang mengundang mereka dalam sebuah acara di Pulau I. Tidak disangka, seorang penjahat bernama Wolfram dan kelompoknya melakukan sabotase di pulau itu dan menyandera para pengunjungnya. Sang superhero pujaan harus bisa menanggulangi masalah ini.

My Hero Academia: Two Heroes adalah film pertama yang dirilis berdasarkan franchise sukses My Hero Academia karya Kohei Horikoshi. Tetap setia dengan jalur cerita manga dan serialnya, film ini akan memenuhi kehusan para fans mereka di seluruh dunia. Apakah kualitas film ini setara dengan serial anime-nya yang sangat populer? Berikut ini review kami tentang film bertabur puluhan superhero ini.

Sinopsis

Sinopsis & Review My Hero Academia: Two Heroes (2018) 1
  • Tahun Rilis: 2018
  • Genre: Animation, Action, Adventure, Fantasy, Sci-Fi
  • Produksi: Bones, Dentsu, Movic
  • Sutradara: Kenji Nagasaki
  • Pengisi Suara: Daiki Yamashita, Kenta Miyake, Ayane Sakura

Dalam sebuah adegan flashback, All Might muda sedang menghentikan aksi pencurian di Las Vegas dibantu oleh David Shield yang membuat desain untuk kostum yang dikenakan oleh All Might. Kembali ke masa kini, All Might memenuhi undangan David untuk menghadiri sebuah konvensi di pulau terapung bernama “I Island”. All Might mengajak Deku bersamanya.

Mereka disambut oleh putri David, Melissa, yang kemudian membawa mereka menemui ayahnya di kantornya. Setelah bereuni dengan All Might, David melakukan sebuah tes kepada All Might dan menemukan bahwa kekuatan All Might sudah semakin melemah. Tapi David tidak ingin memberi tahu All Might tentang ini dan dia khawatir All Might tidak bisa terus menjadi simbol perdamaian lagi.

Sementara itu, Melissa membawa Deku berkeliling pulau. Kemudian mereka bertemu dengan teman-teman sekelas Deku yang juga datang ke pulau. Melissa mengundang Deku dan teman-temannya untuk menghadiri sebuah pesta dimana seluruh superhero akan hadir. Melissa memberikan Deku sebuah sarung tangan yang bisa mengeluarkan kekuatannya tanpa rasa sakit.

Seorang penjahat, Wolfram, menyelusup ke dalam pulau dan melakukan sabotase sistem keamanan pulau. Semua pengunjung yang hadir di acara tersebut disandera di dalam sebuah ruangan dan para superhero dibuat tidak berdaya, termasuk All Might. Wolfram kemudian membawa David dan Sam, asistennya, untuk membuka brankas rahasia.

Tetapi yang tidak Wolfram sadari, Deku, Melissa dan teman-temannya berhasil lepas dari drama penyanderaan secara diam-diam dan merencanakan untuk melumpuhkan serangan ini serta membebaskan para superhero. Pasukan Wolfram membuat Deku dan Melissa berlari ke atap gedung. Tidak sengaja, mereka menemukan fakta mengejutkan bahwa semua kejadian ini adalah rekayasa David.

Dengan bantuan Sam, David ingin mengambil kembali penemuan terbesarnya, yaitu sebuah headset yang mampu memaksimalkan kekuatan superhero. David ingin memberikannya kepada All Might agar temannya itu tetap bisa menjadi superhero pujaan penjaga perdamaian. Tetapi ternyata Wolfram bukanlah aktor sewaan, melainkan penjahat sejati yang bekerja sama dengan Sam.

Wolfram kemudian mengambil headset itu dan hendak membunuh Sam dan Melissa, tetapi berhasil dihalangi oleh David dan Deku. Wolfram menculik David dan berlari menuju atap. Deku mengejar dan berusaha menghentikan Wolfram tetapi dia gagal menahan laju mereka menuju helikopter. Melissa berhasil mengambil alih sistem keamanan pulau dan melepaskan para superhero.

All Might kemudian mengejar ke atap dan menghentikan helikopter. Wolfram menggunakan headset dan membuat dirinya terkurung di dalam robot besi raksasa dengan David di dalamnya. Wolfram tidak bisa dikalahkan oleh All Might karena dia sudah mendapat tambahan kekuatan dari musuh besar All Might, yaitu All For One.

Menyadari dia tidak bisa mengalahkan Wolfram sendirian, All Might meminta bantuan Deku yang segera memanggil teman-temannya. Mereka kemudian menyatukan kekuatan untuk melumpuhkan Wolfram dan menyelamatkan David.

Keesokan paginya, David dan All Might menyadari jika Deku dan Melissa adalah generasi superhero berikutnya yang akan menggantikan mereka di masa depan. All Might merasa tidak khawatir lagi jika nanti kekuatannya sudah benar-benar hilang.

Franchise Animasi Populer

Sinopsis & Review My Hero Academia: Two Heroes (2018) 3

My Hero Academia (Boku no Hiro Akademia) adalah salah satu franchise populer saat ini. Dimulai dari manga karya Kohei Horikoshi yang terbit secara mingguan di Shonen Jump sejak Juli 2014, hingga April 2021 sudah sampai volume 30. Kesuksesan manga ini kemudian diikuti oleh tiga manga spin-off.

My Hero Academia Smash!! menjadi spin-off pertama yang ditulis oleh Hirofumi Neda dan dirilis di majalah online Shonen Jump+ dari November 2015 sampai November 2017 sebanyak 5 volume. Kemudian diikuti oleh My Hero Academia: Vigilantes karya Hideyuki Furuhashi dan Betten Court yang dirilis di platform yang sama sejak Agustus 2016 hingga April 2021 sudah tersedia 12 volume.

Spin-off yang ketiga ialah My Hero Academia: Team-Up Missions karya Yoko Akiyama yang diterbitkan di majalah Saikyo Jump sejak Maret 2019 dan hingga April 2021 baru terbit dua volume saja. Sedangkan serial anime-nya yang hingga tahun 2019 sudah rilis sebanyak 4 season sejak tahun 2016 lalu, saat ini sudah dilanjutkan ke season ke-5 di tahun 2020.

Sedangkan untuk film animasi layar lebar, My Hero Academia: Two Heroes ini adalah film pertama dari rencana rangkaian film yang sudah disiapkan. Sudah ada sequel yang dirilis di tahun 2019 yaitu My Hero Academia: Heroes Rising dan film ketiganya yang direncanakan dirilis pada Agustus 2021.

Banyak pihak, terutama pembaca dan kritikus, menganggap franchise My Hero Academia memiliki banyak kelebihan dibandingkan manga dan anime serupa, baik dari segi gambar (animasi), karakterisasi tokoh-tokohnya dan jalan ceritanya, serta pesan positif tentang kebersamaan di atas perbedaan yang efektif.

Baca juga: Dahsyat Penuh Aksi, Inilah 10 Anime Superpower Terbaik

Cerita Sederhana Sarat Makna

Sinopsis & Review My Hero Academia: Two Heroes (2018) 5

Serial anime saat ini bisa dibilang memiliki kualitas yang lebih baik dari para pendahulunya. Sejak satu episodenya dibuat berdurasi tidak lebih dari 30 menit dan dipersiapkan untuk satu season yang terdiri dari 13 sampai 20 episode saja, jalan cerita dibuat padat dan memiliki klimaks di episode akhir setiap season-nya. Hal ini diterapkan di serial anime My Hero Academia yang sukses dengan 4 season-nya.

Cerita My Hero Academia: Two Heroes ini mengambil seting waktu diantara akhir season 2 dan menjadi jembatan untuk awal season 3. Mungkin banyak yang mengira jika film dengan durasi 1 jam 36 menit ini akan sama dengan salah satu episode serialnya, tapi penulis naskah Yosuke Kuroda menawarkan hal lain sebagai pembeda, meski tetap mengusung tone yang sama dengan serialnya.

Hadirnya beberapa karakter baru yang hanya hadir di dalam film ini, sebelumnya tidak ada di serial anime-nya, seperti David dan Melissa Shield serta Wolfram, membuat kisah dalam film ini memiliki warna lain dari serialnya, apalagi di tambah dengan seting lokasi di luar akademi yang membawa angin segar perubahan dari serialnya.

Tidak ada yang baru dari jalan cerita yang ditawarkan, hampir sama dengan drama penyanderaan oleh super villain dalam film-film bertema serupa. Nilai lebih dari kisah dalam film ini ialah pesan kebersamaan yang digaungkan oleh para tokoh utamanya, dimana Deku tidak bisa berjuang sendiri saat diminta untuk membantu All Might melumpuhkan Wolfram. Teman-teman sekelasnya kemudian datang mendukung.

Meski diantara pertemanan ini terdapat persaingan yang tinggi, yang sudah dibangun dan ditampilkan kisahnya dalam serialnya, tetapi ketika menghadapi tokoh jahat, mereka menyatukan kekuatan untuk meruntuhkan kejahatan.

Presentasi Animasi yang Apik

Sinopsis & Review My Hero Academia: Two Heroes (2018) 7

My Hero Academia: Two Heroes menampilkan animasi khas Jepang yang klasik tapi lebih modern dari sisi sinematografinya. Kita akan disuguhkan gambar-gambar menakjubkan yang akan membuat kita cukup terpana, terutama untuk adegan action yang bisa kita nikmati dengan baik meski berkesan dinamis.

Layaknya film yang menjadi jembatan serialnya, meski terluka parah, tapi kita akan tahu jika para karakter utama serialnya tidak akan ada yang tewas. Rasanya tidak mungkin penulis naskah akan mengorbankan nyawa karakternya demi jalan cerita yang berkualitas. Karena sudah pasti para karakter ini akan muncul kembali di season berikutnya.

Jika kalian bukan fans manga dan anime My Hero Academia, dengan menonton film ini akan memotivasi kita untuk menonton serialnya. Bagi pengguna Netflix, dua film layar lebar My Hero Academia sudah tersedia berikut dengan serial anime-nya secara lengkap. Jadi jangan tunggu lama-lama, segera saksikan petualangan Deku dan teman-temannya belajar menjadi superhero dalam menumpas kejahatan.

My Hero Academia: Two Heroes
Rating: 
3.7/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram