bacaterus web banner retina

Review & Sinopsis Mr. Iglesias Part 3, Perjuangan Guru SMA Kocak

Ditulis oleh Aditya Putra - Diperbaharui 13 Mei 2021

Guru punya peran besar di sekolah. Selain memberikan ilmu lewat pelajaran, juga berperan untuk membantu muridnya mengembangkan bakat dan menggali potensi. Walau begitu, nggak semua guru punya metode yang bisa diterima oleh murid. Oleh karena itu, biasanya satu murid dengan murid lainnya punya guru favorit yang berbeda.

Mr. Iglesias menceritakan tentang Gabe, seorang guru di SMA Woodrow Wilson, tempatnya menuntut ilmu ketika SMA dulu. Di season pertama, dia berusaha meningkatkan nilai murid-muridnya yang nyaris dikeluarkan. Di season kedua part dua, dia berusaha memahami tekanan yang dirasakan muridnya. Apa yang terjadi di part tiga? Review dan sinopisnya bisa kamu simak di sini!

Sinopsis

  • Tahun Rilis: 2020
  • Genre: Comedy, Drama
  • Produksi: Hench in the Trench Productions, Fluffy Shop Studios
  • Jumlah Episode: 5
  • Sutradara: Phil Lewis, Jody Margolin Hahn, Jonathan Judge
  • Pemain: Gabriel Iglesias, Sherri Shepherd, Jacob Vargas, Cree Cicchino, Tucker Albrizzi

Gabe mempunyai permintaan pada kepala sekolah, Paula, untuk mendapatkan tablet yang kelak akan digunakan oleh murid-muridnya. Sayangnya jumlah tablet nggak cukup untuk semua murid. Ketika mencoba membujuk Paula, Gabe diberi tahu oleh Jackie, guru BK, bahwa keberadaan teknologi nggak sebaik kelihatannya.

Gabe berniat untuk menguji teori yang diucapkan Jackie dengan membagi muridnya menjadi dua kelompok, menggunakan teknologi dan tanpa teknologi. Hasilnya adalah kelompok yang menggunakan teknologi jauh lebih unggul dari segi kepintaran. Penemuan Gabe itu membuatnya terlihat spesial di mata Jackie. Keduanya pun kemudian mulai berkencan.

Gabe mengadakan diskusi tentang kesulitan para murid berdasarkan ras dan jenis kelamin. Hasil diskusi itu kemudian dibawanya untuk didiskusikan dengan guru-guru lain. Merasa khawatir murid-muridnya akan pesimis pada masa depan, Gabe memberi tugas untuk menuliskan kemungkinan-kemungkinan baik yang akan terjadi pada sebuah papan.

Marisol terinspirasi oleh Gabe dan berniat melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Pertemuan guru dan orang tua murid dilaksanakan. Gabe mendapat beberapa komplain. Yang pertama dari ayah Mikey yang menganggap Gabe mempengaruhinya agar bisa kuliah. Ada juga ibu dari Lorenzo yang menganggap Marisol diistimewakan di kelas.

Jackie mencoba menenangkan Gabe bahwa yang baru saja terjadi merupakan dinamika sebagai guru. Bahkan dia meyakinkan Gabe bahwa Gabe adalah guru favorit murid-murid di sekolah. Sementara itu, guru-guru yang lain berkompetisi untuk memenangkan tempat parkir paling strategis. Satu guru dan yang lain akan memberi ulasan kemudian dinilai siapa yang terbaik.

Gabe mendapat tamu yaitu Joaquin, seorang musisi sekaligus ayah dari Marisol yang hubungannya nggak terlalu dekat dengan sang anak. Gabe merasa keduanya harus menghabiskan waktu bersama untuk memperbaiki hubungan. Dia pun menyarankan Marisol untuk mengambil cuti dan ikut tur bersama ayahnya.

Walt, salah seorang murid Gabe diajarkan oleh Gabe untuk menyetir. Mereka bertemu dengan Joaquin yang merasa bahwa Marisol harus fokus pada studi dan melanjutkan sekolah. Sementara itu, guru-guru lain ikut dalam kelas yoga. Paula menyatakan keengganannya untuk hadir di reuni sekolah. Carlos malah menyarankan Paula sebaiknya pensiun.

Hal itu justru membangkitkan motivasi Paula yang berubah dan memutuskan untuk berani ikut reuni. Masa liburan akan segera tiba, Gabe ingin murid-muridnya untuk datang ke acara dansa sekolah. Murid-muridnya awalnya nggak mau tapi setelah dibujuk oleh Jackie, mereka berubah pikiran. Sayangnya nggak lama kemudian, Paula membatalkan acara dansa sekolah.

Apakah yang akan Gabe lakukan? Bisakah dia membuat acara dansa terlaksana? Serial yang mengambil kisah masa sekolah selalu menarik untuk disimak. Terutama yang punya genre komedi, pastinya akan lebih mudah diterima karena kelucuannya. Kisah Gabe bersama murid-muridnya termasuk salah satu di antaranya.

Gabe Iglesias, Si Guru Favorit

Serial Mr. Iglesias berfokus pada Gabe Iglesias sebagai karakter utama. Setiap episode membahas tentang berbagai kejadian sehari-hari yang terjadi di sekolah. Dilengkapi dengan berbagai masalah yang dihadapi oleh murid dan Gabe berperan untuk turun tangan dan mengatasi masalah itu satu per satu.

Dari segi penampilan, Gabe bukanlah tipikal guru biasa. Dia datang ke sekolah dengan pakaian berbeda dibanding guru pada umumnya. Dia menggunakan celana pendek dan sneakers. Begitu juga dengan caranya berkomunikasi dengan muridnya yang menggunakan bahasa sederhana sekaligus candaan.

Hal itu membuat Gabe lebih mempunyai kedekatan dengan murid-muridnya dan dianggap sebagai guru favorit. Setiap orang yang pernah sekolah pastinya punya sosok guru yang dia favoritkan. Karena itulah, serial ini banyak disukai orang. Ceritanya sangat relate dengan penonton, entah itu yang masih sekolah atau yang sudah lama lulus.

Baca juga: Serial Netflix Terbaru yang Paling Ditunggu di Tahun Ini

Eksekusi Menarik dari Premis Sederhana

Mr. Iglesias part tiga tetap mengusung premis yang ditampilkan pada season pertama. Premisnya yaitu perjuangan Gabe yang kocak dalam menghadapi masalah murid-muridnya. Alih-alih menggunakan cara keras dan membangun jarak, dia memilih pendekatan secara personal yang terbukti efektif.

Dari season pertama, ada pergeseran plot walau nggak signifikan karena masalah yang ditampilkan pun nggak begitu rumit. Tapi hebatnya, serial ini bisa membuat eksekusi dari hal yang sederhana itu tetap menarik. Kita nggak akan bosan menyaksikan kelakuan Gabe, guru lain dan murid-murid yang menyajikan komedi. Mayoritas bermain dengan kata-kata yang diucapkan.

Unsur Romansa Lebih Kental

Season pertama dan part kedua Mr. Iglesias bukan hanya menampilkan drama dan komedi guru dan murid-muridnya. Ada juga unsur romansa yang disisipkan sebagai bumbu agar plot berjalan lebih berwarna. Yang membedakan adalah di part ketiga ini unsur romansa jauh lebih kental terasa. Ada hubungan antara Gabe dan Jackie serta Mickey dan Marisol.

Unsur romansa di part ketiga menjadi subplot yang memperkuat plot utama. Gabe merasa tertekan karena mendapat protes dari orang tua murid. Jackie hadir sebagai sosok yang menenangkan dan kembali mengembalikan kepercayaan diri Gabe. Begitu juga ketika ajakan Gabe nggak disambut oleh murid-muridnya. Jackie berhasil membalikkan keadaan.

Set Sedikit, Kaya Cerita

Nggak banyak set yang digunakan dalam serial Mr. Iglesias, begitu juga dengan part ketiganya. Hampir semua bertempat di SMA Woodrow Wilson sebagaimana cerita difokuskan pada mereka yang belajar dan mengajar di sana. Ada beberapa adegan di luar sekolah seperti bagaimana Gabe mengajari Walt untuk menyetir.

Dengan set sedikit, ada potensi serial akan mengalami stagnansi terlebih memasuki part ketiga. Hebatnya, serial Mr. Iglesias nggak kehabisan cara untuk mengemas cerita-cerita baru yang menarik. Penggunaan set sedikit di serial ini akan mengingatkan kita pada sitkom di dekade 90-an yang juga nggak banyak menggunakan set.

Tempat yang terbatas digabungkan dengan dialog komedi yang bermain dengan kata dan nada ternyata masih menjadi formula yang bisa dijalankan dengan baik. Hal itu juga yang membuat serial Mr. Iglesias tetap mendapat sambutan positif dari penggemar maupun kritikus. Mungkin kamu akan sepakat kalau sudah nonton sampai tamat.

Mr. Iglesias part ketiga berhasil mempertahankan ciri khasnya dari segi drama dan komedi. Walau lebih banyak komedi tapi nggak mengesampingkan pentingnya drama dalam cerita. Serial ini cocok ditonton ketika kamu ingin hiburan ringan yang terasa segar. Kalau sudah nonton, kamu bisa ikut mengulas kelucuannya di kolom komentar, teman-teman!

Mr. Iglesias Part 3
7 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram