bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Mom (2017), Balas Dendam dari Seorang Ibu

Ditulis oleh Suci Maharani R - Diperbaharui 19 September 2021

Mom adalah film yang menjadi karya terakhir dari salah satu pesohor Bollywood yaitu mendiang Sridevi. Salah satu bintang perfilman Bollywood yang paling diidolakan dan sudah sangat melegenda yang sudah membintangi hampir 300 film. Sayangnya, kepergiannya di Februari tahun 2018 lalu benar-benar mengejutkan dan menggemparkan India.

Film Mom ini bercerita mengenai seorang ibu yang ingin memberikan keadilan bagi putrinya yang mengalami pelecehan seksual. Ia melakukan berbagai macam cara demi membalaskan penderitaan yang dialami putrinya pada para pelaku. Film MOM berhasil mendapatkan rating 7,3 di situs IMDb dan mendapatkan banyak penghargaan Di India.

Sinopsis

Sinopsis Mom
  • Tahun Rilis: 2017
  • Genre: Drama, Thriller, Crime
  • Produksi: MAD Films, Third Eye Pictures
  • Sutradara: Ravi Udyawar
  • Pemeran Utama: Sridevi, Nawazuddi Siddiqui, Akshaye Khanna, Sajal Ali, Adnan Siddiqui

Devki adalah seorang Guru Biologi yang harus menghadapi kenyataan ketika putri tirinya menjadi korban pemerkosaan.

Malam itu Arya meminta izin untuk menghadiri acara Valentine’s Night bersama teman-temannya. Arya begitu menikmati malam namun Mohit terus mengganggunya dan Arya terus menolaknya. Mohit yang berada dibawah pengaruh alkohol dan narkoba lalu menculik, menyiksa dan memperkosa Arya bersama gengnya. Setelah puas dan yakin Arya sudah mati mereka membuang tubuhnya ke saluran air.

Singkat cerita kasus Arya di ambil oleh inspektur Matthew Francis yang menginvestigasi kasus ini dan langsung menangkap para pelaku. Persidanganpun di mulai sayangnya hasil persidangan tidak mendukung pernyataan Arya. Akhirnya para pelaku yaitu Charles Deewan, Mohit Chadha, Baburam Pande dan Joginder Singh di bebaskan dari tuduhan.

Devki merasa sakit hati saat melihat para pelaku bebas dan mulai melakukan misi pembalasannya sendiri. Devki ingat ditawari bantuan oleh seorang detektif dan meminta bantuan info dari detektif DK untuk melancarkan misinya. Devki meminta bantuan muridnya seorang transgender untuk membius dan melakukan penektomi pada Baburam yang berujung kematian.

Devki lalu meracuni Charles memakai sianida dari biji apel dan membuat seakan-akan Mohit yang melakukannya. Devki menyalakan alarm di apartemen Mohit, dari sinilah polisi menemukan potongan apel dan sianida. Mohit Pun ditahan dengan tuduhan percobaan pembunuhan pada sepupunya Charlers. Sayangnya pekerjaan Devki diketahui oleh inspektur Matthew yang menemukan kacamatanya tertinggal dirumah Mohit.

MOM Sridevi
*

Seiring dengan penyelidikan inspektur Matthew, Jagan yang terlibat dalam pemerkosaan melancarkan balas dendamnya. Jagan membunuh DK di kantonya dengan sadis dan ia langsung pergi menuju Johnson Cottage untuk membunuh Devki. Saat lampu padam Jagan mendatangi Arya yang berada di ruang tengah, Devki yang melihat itu menyuruh Arya pergi dan memanggil Anand.

Jagan menganiaya dan mencoba membunuhnya dengan cara membungkus kepala Devki dengan plastik hingga ia kehabiasan nafas. Merasa Devki sudah mati, Jagan mencari Arya yang pergi keluar, namun Devki justru masih hidup dan mencari keberadaan Arya. Sebelum Devki menemukan putrinya, Jagan memukulnya dari belakang dan berniat menembak Devki.

Tiba-tiba inspektur Matthew menembak dan menyudutkan Jagan. Devki memegang dan mengarahkan pistol pada Jagan, ia mengungkapkan semua kemarahannya terhadap perbuatan mereka pada putrinya. Inspektur Matthew memberikan pistolnya ke Devki dan mengatakan “jika kamu ingin membunuhnya, gunakanlah senjata yang tepat”.

Devki bertarung dengan dirinya sendiri, hingga ia mendengar Arya yang bersembunyi di balik pohon memanggilnya “Mom”. Devki tanpa ragu akhirnya menembakkan semua peluru yang ada ke Jagan, Arya yang melihatnya berlari lalu memeluk Devki dan mengatakan “I love you”.

Cerita Cinderella Tidak Selalu Terjadi

Cerita Cinderella Tidak Selalu Terjadi
*

Saat kecil kita pasti sering sekali mendengarkan cerita mengenai Cinderella yang hidupnya menderita karena siksaan ibu tirinya. Namun dalam film MOM ini kita akan melihat, ketika seorang wanita sudah berpredikat sebagai “Ibu” maka kasih sayangnya adalah tulus. Film ini juga membuktikan, bahwa tidak semua anak tiri akan berakhir seperti Cinderella.

Devki membuktikan ia memang ibu tiri dari Arya, namun cintanya pada putrinya itu tidak mementingkan hubungan darah. Devki memang melakukan hal yang salah, kita semua harus mengakui hal itu. Tapi ia juga membuktikan bahwa seorang ibu akan melewati segala keterbatasannya demi memberikan keadilan pada anaknya.

Devki rela mempertaruhkan kehidupannya demi memberikan kehidupan baru untuk sang puteri Arya. Ia berusaha untuk mengembalikan kehidupan dan senyuman Arya yang ia cinta seperti semula.

Pembawaan Karakter dan Cerita yang Epic

Pembawaan Karakter dan Cerita yang Epic
*

Kritikus Hindustan Times mengatakan “Mom melakukan apa yang diinginkan: Menjadi film yang mampu menarik perhatian penonton selama 148 menit”.

Film yang mengangkat balas dendam sebagai temanya memang sudah biasa. Namun MOM berhasil membuat perbuatan balas dendam menjadi perbuatan yang terlihat benar meski itu salah. Paruh pertama film ini menunjukkan adegan thriller yang berjalan secara lambat. Namun seiring berjalannya waktu menunjukkan bahwa film ini mengangkat tema balas dendam yang agak clumsy.

Hebatnya lagi, meski film ini memiliki banyak komponen dan karakter yang saling berkaitan. Namun kita bisa melihat, dimana setiap karakter di film ini terlihat kuat dengan perannya masing-masing. Hal ini mungkin jarang kita dapatkan dalam film-film thriller apalagi untuk film India. Saat menonton film MOM, kita sama sekali tidak terasa bahwa ini adalah film buatan India.

Kita disuguhkan dengan akting yang luar biasa brilian dari seorang legenda Sridevi. Bagaimana Sridevi mampu membuat karakter Devki begitu memukau dan begitu hidup. Di satu sisi seorang ibu yang penyayang di sisi lainnya seorang wanita yang kuat dan tanpa belas kasih. Sridevi bahkan menerima penghargaan sebagai Best Actress di Nation Film Awards berkat aktingnya yang sebagai Devki.

Sajal Ali begitu memukau memerankan Arya, gadis yang mengalami trauma mendalam setelah menjadi korban pemerkosaan. Mulai dari sorot mata, perilaku, hingga scene teriakan Arya saat melihat Devki sangat membekas di ingatan.

Belum lagi karakter Jagal yang diperankan Abhimanyu Singh, seorang penjahat tanpa belas kasih dan penjilat. Terakhir tentu Akshaye Khanna sang inspektur yang menurunkan egonya untuk memberikan keadilan yang tidak pernah di dapatkan oleh Devki dan Arya.

Karakter DK Yang mencuri Perhatian

Karakter DK Yang mencuri Perhatian
*

Bukan hanya karakter Devki, Karakter DK atau Dayashankar Kapoor (Nawazuddin Siddiqui) sebagai seorang detektif benar-benar mencuri perhatian. Aktingnya begitu natural dan sangat lembut, ia membawakan karakter seorang ayah, penguntit handal dan warga biasa. Nawazuddin dengan cepat bisa merubah karakternya hanya dalam sekejap dan scene yang terbatas.

Kita bisa melihat bagaimana Nawazuddin berhasil menjadi seorang stalker, ia mengikuti seseorang dengan begitu tenang dan sangat rapi. Di sisi lainnya, ia juga bisa menjadi seorang ayah hanya dengan kalimat “aku memiliki seorang putri, dia berusia sama seperti putri anda. Aku bisa merasakan apa yang kau rasakan”. Kalimat yang simpel namun dalam, bahkan saat kalimat ini kembali diputar saat scene DK tergeletak tak bernyawa di lantai kantornya membuat merinding.

Sisi lainnya dari DK ketika ia menunjukkan bahwa ia adalah masyarakat pada umumnya saat ia melihat lukisan Drupadi. Ia bertanya “dimana Drupadi” dan sangat terkejut ketika lukisan merah yang biasa saja berharga 5 juta laks. Bukan hanya itu, scene dimana DK merasa ketakutan akan hukum namun berusaha tenang, sebagai pertahanannya saat di interogasi inspektur Mathew.

Berkat aktingnya yang brilian sebagai detektif Dayashankar Kapoor di film MOM. Nawazuddin Siddiqui berhasil membawa pulang piala IIFA Awards 2018 sebagai Best Performance in a Supporting Role (Male).

Mom mungkin bukan film terbaik di genre thriller ini, tapi film ini sangat layak untuk di tonton. Film ini memberikan kita perfektif lain mengenai makna dari seorang ibu. Terlahir atau tidak terlahir dari rahimnya, kasih sayang ibu tidak mengenal ada atau tidak adanya ikatan darah. Film ini juga memberitahu kita, bahwa tidak semua film india selalu diisi dengan tarian dan lagu Bollywood.

Mom
Rating: 
4.3/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram