Sinopsis & Review Modest Heroes: Ponoc Short Films Theatre

Ditulis oleh Mutiara Dwi C.K.
Modest Heroes: Ponoc Short Films Theatre
2
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Film anime Modest Heroes dikenal juga dengan judul Chiisana Eiyuu: Kani to Tamago to Toumei Ningen. Film ini terdiri dari tiga cerita pendek yang menceritakan tentang ‘pahlawan sederhana’ yang menggambarkan zaman sekarang. 

Film ini merupakan karya pertama proyek Studio Ponoc yang diberi judul Ponoc Short Film Theatre. Dengan tiga sutradara yaitu, Hiromasa Yonebayashi, Yoshiyuki Momose, Akihiko Yamashita. Kira-kira seperti apakah tiga cerita tentang ‘pahlawan sederhana’ ini? berikut ini ulasan ceritanya.

Sinopsis

Modest Heroes Ponoc Short Films Theatre_sinopsis_

Kanini & Kanino

Kanini dan Kanino, adik kakak kepiting yang di sebuah dasar sungai yang tenang. Kanini dan Kanino tinggal bersama ayah mereka, Tata. Sementara ibu mereka, Kaka, sedang ke daratan untuk melahirkan. Sejak kecil, Kanini dan Kanino telah diajarkan untuk menangkap ikan kecil oleh Tata.

Suatu ketika, terjadi badai pada malam hari. Tata yang baru datang ke rumah hanya disambut oleh Kanino. Melihat cuaca yang buruk, Tata dan Kanini mulai mencari Kanino di sekitar rumah. Betul saja, Kanini sedang berada dalam bahaya.

Tata kemudian menyelamatkan Kanino yang sedang bertahan memegangi ranting kecil. Setelah berhasil menyelamatkan Kanino, Tata malah terbawa arus air sungai dan menghilang tanpa jejak.

Pada keesokan harinya, Kanini dan Kanino mulai melakukan perjalanan berbahaya ke daratan untuk menemukan ayah mereka.

Setelah berjalan cukup jauh, Kanino berhasil menemukan jejak ayah mereka. Kanini dan Kanino pun pada akhirnya menemukan ayah mereka yang terluka cukup parah. Saat Kanini mencoba untuk menghampiri ayahnya, ada seekor ikan besar yang mengintai keberadaan mereka bertiga.

Samurai Egg

Shun Yashima adalah seorang anak laki-laki yang lahir dengan riwayat alergi terhadap telur. Setiap hari, orang tua Shun selalu fokus untuk melindungi Shun dari makanan yang mengandung telur, jika tidak, nyawa Shun akan terancam.

Saat ke sekolah, Shun selalu dibekali makanan yang dibuatkan oleh ibunya. Shun harus makan makanan khusus di sekolahnya. Sementara teman-teman sekelasnya harus selalu berhati-hati ketika makan agar Shun tidak terkena cipratan air liur saat mereka memakan telur.

Saat ada karyawisata, Shun belum bisa memastikan dia bisa ikut atau tidak. Sementara ibunya mencoba untuk memastikan beberapa hal ke sekolah terkait karyawisata tersebut. Di sisi lain, ibunya Shun masih mencoba mempertahankan pekerjaannya sebagai guru tari.

Suatu ketika, Shun ingin mengunjungi tempat kerja ibunya dan melihat ibunya melatih tarian untuk lomba. Tapi, saat asik terpaku pada tarian ibunya itu, Shun hampir saja memakan camilan yang mengandung telur.

Beruntung saat itu ibunya melihat dan langsung menghentikan Shun. Ibunya Shun merasa tidak enak karena telah memarahi anaknya, tapi semua itu demi kebaikan Shun sendiri. 

Di hari yang berbeda, saat Shun pulang, tidak ada siapa pun di rumah. Shun mengambil es krim di kulkas tapi setelah dimakan ternyata es krim tersebut mengandung telur. Shun panik dan langsung menghubungi ibunya.

Alergi Shun mulai kambuh, tapi dia mencoba untuk tenang, mengikuti instruksi dari ibunya dan menunggu ibunya sampai ke rumah.

Toumei Ningen

Seorang pemuda tinggal di sebuah apartemen tua. Dia sedang siap-siap untuk berangkat kerja, memakai kemeja, menyikat giginya dan tak lupa menggunakan kacamatanya. Kemudian pria tersebut berangkat ke tempat kerjanya.

Pemuda itu berjuang agar kehadirannya diakui oleh orang di sekitar. Namun, dengan usaha seperti apa pun, tak pernah ada yang melihat dirinya. Dalam keputusasaan, tiba-tiba orang asing mulai berbicara pada dirinya. Untuk pertama kalinya, dia ‘dilihat’ oleh orang lain.

Setelah kejadian tersebut, dia melihat sebuah roda bayi meluncur di ujung jalan. Sementara dari arah berlawanan ada truk yang melaju kencang. Kemudian, pemuda tersebut mencoba menghentikan roda bayi itu dengan mengejar truk dengan menggunakan motor miliknya.

Terdiri dari Tiga Film Pendek

Modest Heroes Ponoc Short Films Theatre_Terdiri dari Tiga Film Pendek_

Film Modest Heroes merupakan sebuah film antologi yang terdiri dari tiga cerita pendek. Tiga cerita pendek tersebut mengusung tema tentang ‘pahlawan sederhana’. Film ini memiliki durasi 58 menit, dengan rata-rata 13-15 menit di setiap ceritanya.

Film pendek pertamanya, Kanini & Kanino, mengikuti kisah saudara muda dan ayahnya yang tinggal di sebuah aliran sungai.

Film pendek kedua, Samurai Egg atau dikenal juga dengan Life Ain’t Gonna Lose, menceritakan kisah kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya. Sementara anaknya mencoba bertahan dari alergi telur yang mematikan.

Dan film pendek yang terakhir, Toumei Ningen atau Invisible, menceritakan kisah seorang pria yang tak terlihat oleh dunia. Hingga akhirnya dalam keadaan genting pemuda tersebut memaksakan diri untuk menjadi pahlawan.

Minim Dialog tapi Ceritanya Menyentuh

Modest Heroes Ponoc Short Films Theatre_Minim Dialog Tapi Ceritanya Menyentuh_

Tiga film pendek ini memiliki kesamaan yaitu, minim dialog, terutama cerita Kanini & Kanino yang sangat minim dialog dibandingkan dua cerita lainnya. Tapi, tiga cerita pendek itu sama-sama memiliki kisah yang menyentuh. Alur ceritanya pun sangat ringan dan mudah untuk diikuti.

Sekilas saat melihat kisah Kanini & Kanino, saya teringat dengan anime Arriety dan Ponyo dari Studio Ghibli. Sementara ceritanya mengisahkan Kanini dan Kanino yang ‘dipaksa’ untuk dewasa lebih cepat karena dituntut oleh keadaan.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram