bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film Miss Congeniality (2000)

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 14 Oktober 2021

Sebagai anggota kepolisian yang tomboy, Gracie harus menghadapi tugas cukup berat. Dia diminta menyamar menjadi salah satu peserta kontes kecantikan untuk mengatasi tindakan teroris yang dilakukan orang misterius. Artinya Gracie harus berbikini, mengenakan gaun, memakai sepatu hak tinggi dan bersikap anggun; sesuatu yang menyulitkannya.

Dibantu seorang konsultan kontes, Gracie diubah total. Penampilan hingga sikapnya disesuaikan selayaknya putri sungguhan. Dibantu oleh rekan sesama polisi, Matthews, Gracie berusaha menyelesaikan tugasnya. Mampukah dia melakukan itu? Cerita dalam Miss Congeniality (2000) ini cukup segar sehingga tak boleh Anda lewatkan. Namun sebelumnya mari baca sinopsis dan ulasannya lebih dulu di bawah ini!

Sinopsis

Sinopsis
  • Tanggal/Tahun Rilis: 22 Desember 2000
  • Genre: Comedy
  • Produksi: Castle Rock Entertainment, Village Roadshow Pictures, NPV Entertainment, Fortis Films
  • Sutradara: Donald Petrie
  • Pemeran: Sandra Bullock, Michael Caine, Benjamin Bratt, William Shatner

New Jersey 1982, Gracie kecil (Mary Ashleigh) melihat seorang anak lelaki merisak anak lelaki lainnya. Dia datang menolong tapi anak lelaki yang ditolongnya, yang rupanya dia sukai, malah menganggapnya bodoh. Alhasil, satu tonjokan ikut mendarat ke muka anak lelaki yang tak tahu terima kasih itu.

Scene berpindah menampilkan Gracie dewasa (Sandra Bullock) terlihat mengintai dua lelaki bernama Moe dan Larry. Dia melakukan pengintaian bersama tim yang dua di antaranya menyamar sementara anggota lain memantau melalui sebuah monitor. Setelah berhasil mendapatkan bukti rekaman, tim mulai bergerak untuk menyergap.

Saat penyergapan, target mereka tersedak kacang. Gracie tidak mendengarkan perintah atasan untuk menangkapnya, melainkan membantu orang tersebut agar tidak mati tersedak. Setelah kacang berhasil dikeluarkan, target justru menyanderanya. Beruntung Gracie berhasil lolos begitu pun para target yang berusaha melarikan diri.

Namun, Eric Matthews (Benjamin Bratt) berhasil menggagalkannya. Sayang, pada peristiwa penyergapan malam itu salah satu anggota polisi tertembak dan Gracie menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian tersebut. Pulang ke rumahnya yang berantakan, Gracie tidak istirahat tapi terlihat melampiaskan emosinya pada sebuah samsak.

Hari baru dimulai tapi Gracie terlihat sudah sibuk. Bukan sibuk menangani sebuah kasus, tapi sibuk membelikan pesanan kopi atasannya, Harry McDonald (Ernie Hudson). Menyela antrean, anggota FBI ini membuat orang-orang yang sudah lebih dulu mengantre geram.

Sampai di kantornya, di Departemen Kehakiman FBI, Gracie dan anggota yang lain mendapat kabar bahwa rekan mereka yang tertembak boleh pulang dua minggu lagi.

Harry melanjutkan rapat hari itu dengan memerintah Matthews membentuk tim untuk menangani kasus teror yang akan mereka hadapi. Kasus yang dimaksud disebut dengan The Citizen. Sementara itu, atas tindakannya semalam, Gracie harus bersiap menghadapi sidang dan tidak akan mendapat tugas ke lapangan, melainkan tugas-tugas administrasi.

Di kantor Gracie berusaha dilibatkan dalam kasus The Citizen dengan mencoba membuat pola serupa dari sebuah surat yang berasal dari kasus tersebut. Dia meyakinkan Matthews bahwa maksud surat itu adalah teror bom akan terjadi pada pelaksanaan Miss United States Beauty Pageant.

Bersama timnya Matthew mengadakan rapat guna membahas kasus tersebut. Gracie yang tidak termasuk bagian dari tim, ikut campur dengan menyampaikan ide-ide dan pendapatnya.

Mereka butuh seseorang, tentu saja perempuan, yang bisa menyamar dan mengawasi dari dalam. Matthews dan tim kemudian menyeleksi para kandidat melalui komputer dan sebuah permainan dress up. Di saat-saat terakhir, gambar Gracie ditampilkan dan dinilai cocok oleh yang lain.

Namun, perempuan itu menolak. Dia yang tomboy tidak ingin menyamar mengenakan baju renang seperti gadis murahan. Esok harinya Matthews dan Gracie mendatangi kantor yang mengurus kontes tersebut.

Mereka menceritakan semua rencananya, termasuk penyamaran yang akan dilakukan Gracie. Kathy Morningside (Candice Bergen) selaku pihak kontes memilih untuk membatalkan acara daripada membiarkan para peserta meledak. Sayang, pusat tidak mengizinkan dan menolak upaya Matthews.

Menurut rencana Gracie akan menggantikan posisi Miss New Jersey yang terjerat skandal. Dia lalu mendapat nomor telepon Victor Melling (Michael Caine), seorang konsultan kontes yang diharapkan bisa bantu menyempurnakan penyamaran Gracie. Saat bertemu dan melihat penampilan Gracie, Victor merasa tak sanggup jika harus menyiapkannya dalam waktu dua hari.

Ketika Matthews mencoba membujuknya, Victor mulai mau mendengarkan. Namun, Matthews merasa tak nyaman sehingga harus pergi. Dia lalu meninggalkan Gracie dan Victor berdua. Pelajaran mengenai manner pun dimulai. Gaya makan Gracie yang berantakan mengganggu Victor. Pun dengan tingkahnya yang lain, yang jauh sekali dari sikap-sikap anggun perempuan.

Waktu yang dimiliki mereka hanya dua hari, Victor menggunakan kesempatan sekecil apa pun untuk melatihnya bersikap. Mulai dari cara jalan, cara bicara dan sebagainya. Di sisi lain, teroris terlihat mulai menyiapkan bom yang akan digunakan untuk menghancurkan kontes tersebut.

Cerita berlanjut saat Matthew dan tim, lengkap dengan Victor sampai ke sebuah tempat guna mempersiapkan penampilan Gracie.  Persiapan untuk menyulap Gracie jadi seorang kontestan bukan main-main.

Perempuan itu harus menerima waxing dan aneka perawatan menyakitkan yang sebelumnya tidak pernah dilakukan. Pilihan makanan pun sudah harus diseleksi. Gracie tersiksa melakukan pekerjaannya kali ini.

Namun, hasil akhirnya tidak mengecewakan. Gracie sukses mengejutkan banyak orang dengan penampilan barunya, termasuk Matthews dan Nyonya Morningside yang sudah menunggunya di tempat acara.

Dengan beberapa kali terjatuh karena tidak terbiasa memakai sepatu hak tinggi, Gracie harus tetap melanjutkan penyamaran. Lalu, bisakah kerja keras Gracie berhasil membantu tim menangkap pelaku teroris The Citizen?

Alur Cukup Detail dan Cepat

Alur Cukup Detail dan Cepat

Miss Congeniality (2000) tontonan yang tidak akan membuat Anda pusing dengan alurnya karena cukup rapi. Cerita film ini dibuat detail dan dikonsep secara baik, terutama pada bagian acara pemilihan putri kecantikan. Anda akan melihat salah satu scene ketika Matthews dan Gracie pertama kali datang menemui Morningside.

Ketika mereka menyampaikan rencananya untuk ‘memasukkan’ Gracie sebagai peserta, dua polisi FBI itu ditanya mengenai posisi Gracie di sana karena semua negara bagian sudah memiliki pemenang yang siap dikirim ke ajang tersebut.

Dialog atau scene yang terasa kecil ini sesungguhnya memegang peran penting karena alur film jadi tidak terasa bolong dengan tiba-tiba memasukkan Gracie di antara kontestan lain.

Cerita film ini pasti akan aneh jika tiba-tiba karakter Gracie ada di sana tanpa persiapan-persiapan yang dilakukan sebelumnya. Beruntung sang sutradara, Donald Petrie, tidak melewatkan bagian kecil tersebut dan justru membuatnya secara rapi serta rinci. Selain itu alurnya juga cepat sehingga durasi sekitar 1 jam 45 menit tidak terasa dan film sudah ada di bagian akhir.

Kekuatan Komedi dalam Naskahnya

Kekuatan Komedi dalam Naskahnya

Ada banyak unsur yang membuat sebuah film komedi terasa lucu. Hanya, kekuatan paling besar rasanya masih dipegang oleh penyusunan naskah. Melalui dialog-dialog konyol yang diucapkan para karakter yang ada di film-film komedi, penonton selalu bisa dibuat tertawa. Penyusunan naskah yang seperti itu bisa Anda temukan dalam film Miss Congeniality.

Karakter Gracie yang dicitrakan tomboy, punya kebiasaan berbicara ceplas-ceplos. Dia mengatakan apa pun yang ada di pikirannya, tidak peduli bahkan ketika dia sudah memakai gaun dan berdandan layaknya putri.

Dialog saat dia berbicara dengan lawan mainnya, selalu terdengar lucu, terutama karena karakter ini tidak merasa sedang melucu. Walau bukan film yang membuat penonton tertawa hingga terbahak-bahak, ia tipe tontonan yang segar dan menggelikan. 

Chemistry Antara Sandra Bullock dan Benjamin Bratt

Chemistry Antara Sandra Bullock dan Benjamin Bratt

Tidak ada yang istimewa dengan sinematografi Miss Congeniality (2000). Anda tidak akan terganggu oleh pengambilan gambar yang aneh, tapi juga tidak ada yang mengesankan. Namun, chemistry antara dua karakter utama mereka, Sandra Bullock dan Benjamin Bratt akan membuat Anda terkesan.

Mereka berperan sebagai rekan kerja di kepolisian yang kerap saling ejek dan menyepelekan. Matthews sama sekali tidak melihat Gracie sebagai perempuan karena pembawaannya yang memang tomboy. Sementara Gracie melihat Matthews tidak lebih dari seorang playboy. Namun, saat menghadapi sebuah kasus, mereka sangat kompak.

Scene antara keduanya mempertontonkan hubungan yang lucu yang luwes. Apalagi bumbu romantis yang pas juga tidak ketinggalan ditambahkan antara mereka berdua. Anda yang menonton akan ikut gemas karena Gracie dan Matthews saling malu-malu dan gengsi mengakui ketertarikannya.

Miss Congeniality (2000) akan menghibur Anda dengan jalan ceritanya, dialog-dialognya dan kecocokan antara dua karakter utamanya. Sandra Bullock juga tampil cantik di film ini. Penasaran? Anda bisa menonton Miss Congeniality (2000) di Netflix untuk mengetahui cerita sepenuhnya. Selamat menonton!

Miss Congeniality
Rating: 
3.2/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram