Sinopsis & Review Serial Midnight Mass Season 1

Ditulis oleh Yanyan Andryan
Midnight Mass Season 1
4
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Midnight Mass merupakan serial horor supernatural dari Netflix yang rilis pada tanggal 24 September 2021 kemarin. Musim pertama serial ini mendapatkan ulasan yang cukup baik, dimana situs agregator Rotten Tomatoes memberikan peringkat 89%, dan nilai 8.30/10 berdasarkan 75 ulasan, sedangkan Metacritic memberikan skor 74/100 yang ditinjau dari 21 ulasan.

Serial ini dibintangi oleh Zach Gilford (Riley Flynn), Kate Siegel (Eric Green), Hamish Linklater (Pastor Paul Hill), Samantha Sloyan (Bev Keane), dan Rahul Kohli (Sheriff Hassan). Cerita Midnight Mass berfokus di sebuah pulau terpencil bernama Crockett Island, yang mengalami berbagai macam peristiwa supernatural setelah kedatangan Pastor Paul Hill, seorang pendeta baru di gereja mereka.

Sebelum nonton serialnya, baca dulu sinopsisnya berikut ini ya!

Sinopsis

midnight-mass-1_
  • Tahun rilis: 2021
  • Genre: Supernatural horror
  • Jumlah Episode: 7
  • Rumah produksi: Intrepid Pictures
  • Sutradara: Mike Flanagan
  • Pemeran utama: Zach Gilford, Kate Siegel, Hamish Linklater, Samantha Sloyan, Rahul Kohli dan Henry Thomas.

Di suatu malam, seorang pemuda bernama Riley Flynn mengemudikan mobilnya dalam keadaan mabuk, yang akhirnya menewaskan seorang wanita. Akibatnya, ia menjalani masa hukuman penjara selama 4 tahun. Selama di penjara, Riley secara perlahan-lahan kehilangan iman terhadap agamanya, dan akhirnya membuat dirinya menjadi ateis.

Selepas bebas dari penjara, Riley kembali ke kampung halamannya di Pulau Crockett, sebuah kota nelayan terpencil yang ada di lepas pantai. Di tempat tersebut, ia harus beradaptasi lagi dengan keluarganya, penduduk yang lain, dan termasuk mantan kekasihnya yang bernama Erin Green.

Pulau Crockett sendiri saat ini sedang mengalami kesulitan ekonomi setelah adanya tumpahan minyak yang mencemari pantai, dan membuat industri perikanan mereka lumpuh sementara. Selain itu, Monsignor Pruitt, yang memimpin Gereja St. Patrick di Pulau Crockett, tiba-tiba tidak bisa datang ke sana lagi dikarenakan menderita sakit, dan keberadaannya digantikan oleh pendeta muda, Pastor Paul.

Sementara itu, pada malam harinya, Warren, adik dari Riley, mengajak teman-temannya, Ooker, dan Ali, untuk minum alkohol, dan merokok ganja di sebuah pulau terpencil yang dihuni oleh kucing-kucing liar. Mereka tiba-tiba saja dikagetkan oleh gangguan aneh di semak-semak, namun Warren dan teman-temannya menghiraukan hal tersebut untuk kembali menghisap ganja.

Di malam berikutnya, Pulau Crockett dilanda badai petir yang cukup mencekam, dan semua penduduk tinggal di dalam rumahnya masing-masing. Di jendela kamarnya, Riley kemudian melihat sosok yang mirip dengan Monsignor Pruitt tengah berjalan di sepanjang pantai ketika badai sedang mengamuk.

Pada keesokan paginya, ratusan kucing ditemukan mati membusuk di sepanjang pantai. Penduduk kota tidak dapat menentukan penyebab kematian kucing-kucing tersebut. Sheriff Hassan lalu meminta Walikota Crockett, Wade Scarborough, untuk menyuruh warganya membakar kucing yang mati agar tidak wabah penyakit yang menyebar.

Berselang dari situ, Pastor Paul kemudian menemui Leeza Scarborough, putri Walikota Crockett yang tidak bisa berjalan, dan menggunakan kursi roda. Ia lalu mengetahui jika Leeza menjadi lumpuh karena secara tidak sengaja tertembak oleh Joe Collie, seorang warga yang sering mabuk.

Kehadiran Pastor Paul di tengah-tengah masyarakat Pulau Crockett mulai diterima dengan hangat oleh semuanya. Berbeda hal dengan Riley, ia menghadiri pertemuan konseling dengannya hanya untuk mendapatkan pembebasan bersyarat dari hukumannya.

Saat Misa di hari minggu, Pastor Paul mendesak agar Leeza bangkit dari kursi rodanya untuk menerima perjamuan kudus. Ketika semua jemaat merasa Pastor Paul menghina Leeza, tiba-tiba saja ia mampu berdiri bangkit dari kursi rodanya, dan membuat semua orang yang di gereja St. Patrick merasa takjub.

Pulau Crockett selanjutnya mendapatkan keberkahan lagi dengan para nelayan bisa mendapatkan ikan, dan sebagian dari mereka meyakini dengan adanya mukjizat dari Tuhan. Akan tetapi, keajaiban tersebut harus dibayang-bayangi dengan munculnya sosok makhluk misterius yang akan mengancam kehidupan mereka semua.

Horor yang Tenang dan Mencekam Dari Mike Flanagan

midnight-mass-2_

Mike Flanagan adalah salah satu sutradara sekaligus penulis naskah, dan produser yang piawai dalam membuat film serta serial bernuansa horror. Sebelum menggarap Midnight Mass, Flanagan telah membuat Oculus (2013), Before I wake (2016), sekuel The Shinning yang berjudul Doctor Sleep, hingga serial horor populer Netflix, The Haunting of Hill House (2018).

Karya-karyanya tentunya masih banyak lagi, dan semua sangat baik dalam mengeksplorasi konten horor, yang kemudian ia padukan dengan tema-tema lain hingga menjadi supernatural horror, psychological horror, dark fantasy horror, dan slasher. Serial Midnight Mass ini pun menjadi salah satu karya terbaiknya di tahun 2021 ini, dan ia kembali menghantui para penontonnya dengan cara yang menakutkan.

Lewat tujuh episode, yang masing-masing berdurasi 1 jam, Flanagan menyuguhkan alur cerita Midnight Mass secara tenang, mendalam, tetapi penuh ketakutan yang misterius. D sisi lain, di episode-episode awal ada beberapa momen cerita yang berjalan cukup lambat, tetapi Flanagan membayar hal tersebut dengan memberikan tiga episode terakhir yang sangat “gila”, dan intensitas menjadi lebih mencekam.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram