bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film Action Mechanic: Resurrection (2016)

Pemalsuan kematian Arthur Bishop terbongkar oleh mantan rekan yang kini menjadi musuh utama. Dia diminta melakukan tiga pembunuhan yang harus tampak seperti kecelakaan. Arthur terpaksa melakukannya demi menyelamatkan kekasih hatinya yang disandera.

Mechanic: Resurrection adalah film action thriller karya Dennis Gansel yang dirilis oleh Lionsgate pada 26 Agustus 2016.

Merupakan sekuel dari The Mechanic (2011), film ini kembali menampilkan aksi solo yang seru dari Jason Statham. Dengan melakukan syuting di lima negara, film ini memiliki kesan petualangan yang berskala internasional.

Apakah petualangan baru Arthur Bishop ini akan lebih baik dari film pertamanya? Simak review dari film yang hanya mengumpulkan penghasilan sebesar $21 juta berikut ini.

Baca Juga: Daftar Film Action Terbaik Sepanjang Masa

Sinopsis

Mechanic Resurrection_

Arthur Bishop selama ini memalsukan kematiannya dengan hidup santai di Rio de Janeiro. Meski menggunakan identitas baru, jati diri Arthur sebagai pembunuh bayaran profesional diketahui oleh seorang kurir, Renee Tran.

Arthur diminta untuk melakukan tiga pembunuhan yang disamarkan sebagai kecelakaan. Tapi Arthur menolak dan melarikan diri dengan cara yang spektakuler.

Arthur pergi ke Thailand dan tinggal di bungalow yang dikelola oleh Mei, teman lamanya. Setelah melakukan penyelidikan, Arthur tahu bahwa Renee bekerja untuk Riah Crain, teman lama Arthur yang kini berkutat di dunia kriminal.

Beberapa saat kemudian, datang seorang wanita mencari P3K kepada Mei. Merasa khawatir, Mei memanggil Arthur untuk menolong wanita itu yang sedang dipukuli oleh kekasihnya di atas kapal.

Awalnya enggan, tapi akhirnya Arthur mendatangi kapal dan berusaha menghentikan tindakan kekerasan itu. Sayangnya, pria itu tewas setelah terjatuh dan kepalanya terbentur besi.

Arthur membakar kapal dan jasad pria tersebut. Dia juga menemukan fotonya di dalam ponsel milik Gina. Dia marah kepada Gina dan meminta penjelasan darinya.

Ternyata dia dipaksa dengan ancaman oleh Crain untuk mendekati Arthur. Setelah menggali lebih dalam kegiatan Gina di Kamboja, hati Arthur luluh dan mereka pun saling jatuh cinta.

Tidak lama kemudian, mereka diculik oleh anak buah Crain. Arthur diminta melakukan pembunuhan dengan tiga target. Krill, target pertama, berada di penjara Malaysia.

Arthur menyamar sebagai seorang buronan sehingga dijebloskan ke penjara yang sama. Berhasil mengambil hati Krill dengan menyelamatkannya dari usaha pembunuhan, Arthur menyelesaikan misinya dan melarikan diri.

Target kedua adalah Adrian Cook, seorang milyarder yang tinggal di Sydney. Apartemen penthouse-nya sulit ditembus karena memiliki sistem keamanan yang tinggi dan dikelilingi oleh banyak penjaga.

Arthur menyewa ruangan apartemen di bawah penthouse Adrian dan memanjat untuk melubangi kolam renang unik miliknya di bibir gedung. Misi Arthur sukses dan diperbolehkan menghubungi Gina.

Lewat video call, Arthur berhasil menemukan lokasi Gina. Arthur mendatangi kapal milik Crain dan melakukan penyerangan. Tapi usaha ini gagal dan Arthur tetap harus menyelesaikan tugas ketiga agar Gina bisa kembali padanya.

Target ketiga adalah Max Adams yang tinggal di Bulgaria. Menyadari bahwa Max adalah saingan Crain di bisnis persenjataan, Arthur mendekati Max untuk membuat strategi yang bisa membuat Crain tertipu.

Di barak kapal selamnya, sebuah ledakan menghancurkan tempat itu dan menenggelamkan Max. Arthur langsung menyelamatkan Max dan memberikan konfirmasi penyelesaian tugas.

Tapi karena jasad Max tidak ditemukan, Crain curiga dan mengirim pasukannya ke barak kapal selam dimana Arthur berada. Berhasilkah Arthur mengelabui Crain lagi sekaligus melumpuhkannya? Lanjutkan keseruan aksi Arthur hingga selesai untuk mengetahui akhir filmnya.

Aksi Solo Tipikal Jason Statham

Aksi Solo Tipikal Jason Statham_

Sejak beraksi sebagai jagoan tunggal di film The Transporter (2002), nama Jason Statham selalu bertengger sebagai bintang action papan atas.

Dengan keahlian bela diri dan kharisma yang dimilikinya, Jason Statham selalu berperan sebagai jagoan yang beraksi sendirian. Begitu juga seperti yang dia lakukan di remake film lawas Charles Bronson, The Mechanic (2011).

Melanjutkan perannya sebagai Arthur Bishop, pembunuh berjuluk sang mekanik, Jason Statham kembali ingin memuaskan para penggemarnya dengan aksi solonya.

Setelah terlibat di beberapa film action bersama bintang aksi lainnya, seperti di franchise The Expendables dan Fast & Furious, kita bisa menyaksikan lagi aksi keseruan dan menantang yang dilakukan sendirian oleh Jason Statham.

Tapi sayang, dengan jalan cerita yang ringan dan lurus dengan banyak celah yang menimbulkan kesan absurd, film ini murni hanya menampilkan aksi Jason Statham saja.

Naskah yang disusun oleh Philip Shelby dan Tony Mosher dikembangkan dari kisah film sebelumnya tanpa mengadaptasi dari sumber manapun. Hasilnya, jalan cerita dan dialog terkesan biasa saja seperti film-film action pada umumnya.

Bahkan, ada celah-celah kekonyolan di dalam naskahnya. Sebagai contoh, ketika Renee menemui dan memaksa Arthur untuk menjalankan misi pembunuhan. Alasannya adalah karena hanya Arthur yang bisa melakukannya. Dan jika Arthur menolak, Renee akan membunuhnya.

Pertanyaannya, bagaimana Renee bisa membunuh seorang pembunuh profesional dengan keahlian tingkat tinggi seperti Arthur? Apalagi hanya Arthur yang dianggap mampu menjalankan tugas pembunuhan ini.

Jika Arthur dibunuh, lalu siapa yang akan menjalankannya? Berbagai pertanyaan akan terus bergulir jika kita terus berpikir tentang segala kemungkinan dari hal-hal absurd seperti ini.

Adegan Aksi yang Nyaris Tidak Masuk Akal tapi Keren

Adegan Aksi yang Nyaris Tidak Masuk Akal tapi Keren_

Tidak usah pedulikan jalan cerita yang jika terus diungkit akan menimbulkan banyak pertanyaan, karena kita menonton film ini atas dasar alasan aksi spektakuler Jason Statham belaka.

Dan sekali lagi, dia mampu menjawabnya dengan mudah dan meyakinkan. Dari adegan pembuka di Rio de Janeiro, kenekatan Arthur yang melompat ke atas paralayang sungguh menakjubkan, seolah dia adalah seorang superhero.

Dalam menjalankan tugasnya, Arthur juga sangat teliti dan taktis sehingga tidak membutuhkan waktu yang banyak. Tugas pertama cenderung mudah, tapi tugas kedua cukup spektakuler namun tidak mendebarkan jantung.

Mengapa begitu? Padahal Arthur sampai harus bergelantungan di apartemen yang tinggi! Semua karena kita yakin bahwa dia akan menjalankan tugasnya tanpa ada kesulitan sama sekali.

Di film dengan sinematografi yang indah dalam menangkap panorama empat negara yang menjadi lokasi ceritanya ini, semua ledakan dan adegan perkelahian ditampilkan dengan baik.

Selama durasi 1 jam 38 menit mata kita akan disuguhkan berbagai adegan aksi yang seru meski tidak begitu mampu memompa adrenalin kita.

Tidak Memaksimalkan Talenta Para Pemerannya

Tidak Memaksimalkan Talenta Para Pemerannya_

Melihat nama-nama beken di dalam film ini, yaitu Jessica Alba, Michelle Yeoh dan Tommy Lee Jones, kita seakan dijanjikan pameran aksi yang hebat dan akting yang kuat dari mereka.

Tapi nyatanya, kita sekali lagi dibuat kecewa. Karakter Gina yang diperankan Jessica Alba hanya sebagai pemanis cerita dan pengikat perasaan Arthur saja dengan beberapa adegan yang menampilkan nuansa sensual.

Sedangkan peran Michelle Yeoh dan Tommy Lee Jones lebih seperti cameo saja dengan menit bermain yang minim. Kita pasti ingin menyaksikan keahlian kung fu Michelle Yeoh seperti yang dia tampilkan di film-film produksi Hong Kong, tapi tidak ada satupun jurus yang dia peragakan di film ini.

Untuk Tommy Lee Jones sepertinya tampil di film ini atas dasar nostalgia dengan film yang mengatrol karirnya, Under Siege (1992).

Sama-sama berada di kapal selam, penampilan Max Adams di Mechanic: Resurrection seperti versi tua dari William Strannix di film Under Siege. Tidak ada hal spesial yang ditampilkannya disini.

Mechanic: Resurrection memang hanya menjadi perpanjangan petualangan aksi solo Jason Statham saja setelah sering beraksi dengan banyak bintang action di film-film sebelumnya.

Dengan deretan cast mentereng, sebenarnya potensi film ini bisa lebih ditampilkan lagi. Sayangnya, semua dibuat kecewa karena naskah yang ringan dan banyak meninggalkan celah kelemahan.

Walhasil, film sekuel ini tidak bisa menyamai kualitas The Mechanic yang memang tidak begitu bagus juga.

Dengan kurangnya kualitas, sebaiknya Arthur Bishop terus berada dalam status kematian palsunya saja. Tapi sebagai fans sejati Jason Statham dan penggemar film-film aksi yang penuh keseruan, maka Mechanic: Resurrection cukup mampu memuaskan dahaga kalian. Selamat menyaksikan!

Mechanic: Resurrection
Rating: 
2/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram