Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis & Review Matchstick Men, Kisah Penipu yang Ditipu

Sinopsis & Review Matchstick Men, Kisah Penipu yang Ditipu

Ditulis oleh - Diperbaharui 1 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Seorang penipu yang memiliki phobia dan rekannya berada di ambang keberhasilan dari operasi penipuan terbesarnya ketika secara tidak terduga hadir gadis remaja dalam hidupnya yang merupakan putri dari mantan istrinya. Dua aktor kelas Oscar, Nicholas Cage dan Sam Rockwell dipasangkan sebagai partner in crime di film komedi unik karya Ridley Scott ini.

Matchstick Men merupakan komedi yang tidak biasa. Black comedy adalah istilah untuk komedi seperti yang ditampilkan di film yang diadaptasi dari novel Matchstick Men karya Eric Garcia yang terbit di tahun 2002.

Sebelum dirilis secara luas di Amerika Utara, film ini tayang perdana di Venice International Film Festival yang mengundang banyak respon positif setelah penayangannya.

Sebelum kalian menyaksikannya di layar Netflix yang sudah bisa di streaming mulai bulan September 2020, ada baiknya baca sinopsis dan review dari kami. Tapi hati-hati ya, bakal ada spoiler di akhir sinopsisnya!

Sinopsis

Review Matchstick Men

  • Tahun: 2003
  • Genre: Comedy / Crime / Drama / Thriller
  • Produksi: ImageMovers, Scott Free Productions
  • Sutradara: Ridley Scott
  • Pemeran: Nicholas Cage, Sam Rockwell, Alison Lohman

Roy Waller (Nicholas Cage) adalah seorang penipu yang menjalankan usaha bersama rekannya, Frank Mercer (Sam Rockwell). Mereka menipu korbannya lewat hadiah lotere palsu dimana korban harus membayar mahal produk murahan agar mendapat hadiah yang dijanjikan. Padahal seperti kita ketahui dari skema penipuan seperti ini, hadiah tersebut tidak pernah ada.

Tidak sampai di situ saja, mereka juga berpura-pura menjadi polisi yang mengusut kasus penipuan terhadap korban, sehingga korban semakin terpuruk karenanya.

Dalam sebuah operasi penipuan, penyakit Roy kambuh karena dia menjatuhkan obat hariannya. Roy mengidap tourette syndrome dan obsessive-compulsive disorder yang membuatnya memiliki kebiasaan yang aneh bagi orang normal.

Rumahnya selalu bersih dan dia tidak bisa melihat hal yang kotor, terutama di karpet. Kalau penyakitnya kambuh, kebiasaan bersih-bersihnya semakin tinggi, bahkan dia bisa lebih detail dalam aktivitasnya.

Frank menyarankan Roy untuk datang ke psikiater yang bernama Dr. Harris Klein. Roy langsung meminta resep obat tanpa konsultasi dan cara ini tidak disetujui oleh Dr. Harris.

Setelah satu sesi konsultasi, Dr. Harris memberikan obat baru untuk Roy. Di sesi berikutnya, Dr. Harris mengabarkan kepada Roy jika putrinya dari mantan istrinya ingin bertemu. Angela (Alison Lohman) adalah gadis remaja berusia 14 tahun yang berdandan ala tomboy dengan skateboard-nya. Sifatnya yang ceria membangkitkan semangat hidup Roy sebagai ayah.

Suatu malam Angela datang secara mendadak ke rumah Roy karena bertengkar dengan ibunya. Roy mengizinkan karena dia terburu-buru hendak pergi melakukan bisnisnya. Angela melihat semua barang milik Roy, sampai juga yang tersembunyi. Di malam yang lain Angela pulang terlalu malam dan membuat Roy marah. Lalu Roy meminta maaf kepada Angela.

Karena Angela selalu mendesak Roy untuk memberitahu bisnis yang dijalankannya, akhirnya Roy membuka jati dirinya bahwa dia adalah seorang penipu. Angela meminta untuk diajarkan. Roy mengajak Angela untuk melihat kemampuan belajarnya sebagai penipu di sebuah laundromat. Dan tidak disangka, Angela menjalankan tugasnya dengan sangat baik.

Frank menelpon Roy yang sedang bermain bowling bersama Angela menginfokan jika Chuck, calon korban mereka, akan berlibur ke Cayman untuk waktu yang lama, jadi mereka harus melakukan aksi mereka saat ini juga.

Karena terburu-buru, Roy terpaksa melibatkan Angela dalam aksi mereka. Operasi mereka terbilang berjalan sukses, hingga ketika mereka hendak meninggalkan bandara dalam kejaran Chuck.

Roy marah kepada Angela karena ternyata dia pernah ditahan karena sebuah kasus pencurian di supermarket, karena bisa saja polisi akan mudah melacak mereka jika Angela terus bersama Roy.

Oleh karena itu, Roy memulangkan Angela ke rumahnya dan memutuskan komunikasi dengannya. Tapi, tanpa Angela, penyakit Roy bertambah parah, dan obat yang diberikan oleh dokter ternyata adalah placebo.

Roy menyatakan jika dia butuh Angela dalam hidupnya dan berjanji akan pensiun dari bisnis haramnya itu. Setelah pulang dari makan malam bersama, mereka mendapati Frank dan Chuck berada di rumah Roy.

Chuck mengancam Roy untuk mengembalikan uangnya dan meminta bagian dari bisnis mereka, sementara itu Frank dalam kondisi babak belur karena dipukul oleh Chuck.

Angela mengambil pistol milik Roy dan menembak Chuck hingga tewas. Roy menyuruh Frank membawa Angela ke tempat yang aman, sementara Roy membereskan mayat Chuck. Ketika masuk ke rumah, Chuck memukul Roy hingga pingsan.

Roy terbangun di ruangan rumah sakit dan diinterogasi oleh polisi. Dr. Harris didatangkan atas permintaan Roy dan dia diberi kode safety deposit box miliknya di bank.

Roy ingin seluruh isinya diberikan kepada Angela. Setelah terbangun kembali dari pingsannya, Roy mendapati jika ruangan rumah sakit itu hanyalah sebuah ruangan di atap gedung.

Tidak ada rumah sakit, tidak ada polisi, bahkan tempat praktek Dr. Harris sudah kosong. Menyadari jika dirinya ditipu oleh Frank, Roy menemui mantan istrinya, dimana dia mendapatkan kejutan lain. Tidak ada Angela disana!

Mantan istrinya mengalami keguguran, sehingga mereka tidak punya anak. Ternyata Angela termasuk komplotan penipu yang dipimpin oleh Frank.

Setahun kemudian, Roy bekerja di toko karpet dimana Angela dan kekasihnya datang untuk berbelanja. Roy menyindir Angela yang ternyata adalah seorang wanita dewasa, bukan gadis remaja. Setelah Angela jujur, Roy tidak marah padanya.

Roy menganggap jika saat ini dia lebih bahagia sebagai orang yang jujur. Saat perpisahan, Angela mengucapkan “I’ll see you, Dad” kepada Roy yang tersenyum mendengarnya. Di akhir film, kita melihat jika Roy sudah menikah dengan kasir supermarket dimana dia biasa belanja yang saat ini sedang mengandung anak mereka. Mereka terlihat sangat bahagia.

Komedi yang Tidak Biasa

Komedi yang Tidak Biasa

Black Comedy adalah jenis komedi yang mengambil bahan dari hal-hal yang tabu, penderitaan orang lain, atau masalah yang berat secara isi tetapi ditampilkan secara ringan sehingga minimal akan membuat kita tersenyum karenanya.

Di film ini, kondisi sindrom dan penyakit yang diderita oleh Roy cukup membuat urat geli kita tergelitik karena ditampilkan dalam situasi dan kondisi yang tepat.

Kemudian kebingungan Roy dalam menghadapi Angela yang dikiranya adalah putrinya yang belum pernah dia temui selama ini. D

an banyak adegan lagi yang digarap dengan sangat baik oleh Ridley Scott sehingga nuansa komedinya tidak terjatuh ke dalam komedi murahan atau hinaan atas kekurangan fisik orang lain. Kita bisa dibuat menertawakan sekaligus simpati kepada apa yang dialami Roy secara bersamaan.

Penipu yang Ditipu

Penipu yang Ditipu

Con Artist, atau dalam istilah mudahnya, adalah penipu. Profesi ini dijalani oleh Roy dan Frank dengan menipu korbannya lewat telepon yang menginfokan jika mereka mendapat hadiah dari lotere tapi harus membayar sejumlah uang untuk produk murahan yang dijual dengan harga tinggi, padahal hadiah itu tidak ada sama sekali.

Penipuan cara ini banyak terjadi juga di negara kita, dan banyak juga yang menjadi korban karena tergiur dengan hadiah dengan nominal yang besar, padahal semua itu hanyalah skema penipuan saja. A

da yang pernah ditelepon dan dikabarkan kalau kita mendapat hadiah? Atau lewat SMS, e-mail, dan sejenisnya? Skema seperti itu dilakukan oleh orang-orang sejenis Roy ini.

Entah dari mana mereka mendapatkan nomor telepon, apalagi nomor ponsel kita, itu adalah keahlian mereka. Tapi di zaman internet saat ini, pencarian data menjadi mudah, tetapi juga pelacakan kejahatan bisa dideteksi dengan mudah pula.

Pihak yang berwenang harus lebih pintar dari pihak kriminal, sehingga masyarakat merasa aman untuk menjalani hidupnya dengan baik.

Film Berkualitas yang Luput dari Penghargaan

Film Berkualitas yang Luput dari Penghargaan

Ridley Scott termasuk salah satu sutradara papan atas yang selalu ditunggu film-filmnya. Jika biasanya dia mengarahkan film-film dengan bujet raksasa, maka Matchstick Men adalah termasuk ke dalam kelas drama yang sederhana.

Tetapi dengan memasang dua aktor kelas Oscar, Nicholas Cage dan Sam Rockwell, ditambah dengan aktris pendatang baru bertalenta saat itu, Alison Lohman, film ini menjadi berbeda.

Cerita yang seolah berjalan lurus dan lancar dengan ritme dan tempo yang terjaga baik, ternyata menyimpan banyak kejutan menjelang akhir film. Dan kejutan itu sungguh brilian! Tidak mudah ditebak.

Semua elemen film dibesut dengan baik dan detail, sehingga ketika semua rahasia terkuak, kita pun langsung dengan mudah menyambungkan garis putus-putus tersebut dan senyum kecut karenanya.

Akting Nicholas Cage, Sam Rockwell, dan Alison Lohman sangat baik disini, tetapi mereka bertiga sama sekali tidak dilirik oleh ajang penghargaan film besar, seperti Oscar dan Golden Globe.

Meski begitu, ada beberapa festival film lain yang memasukkan mereka sebagai nominasi dalam festival film mereka. Nicholas Cage masuk nominasi Best Actor di Golden Schmoes Awards. Sam Rockwell masuk nominasi Best Supporting Actor di ajang yang sedikit lebih bergengsi, yaitu Satellite Awards.

Dan yang paling cemerlang adalah Alison Lohman yang masuk nominasi Best Supporting Actress di Golden Schmoes Awards dan Central Ohio Film Critics Association.  Sedangkan Ridley Scott juga dinominasikan sebagai Best Director di AARP Movies for Grownups Awards.

Matchstick Men, terlepas dari tidak adanya penghargaan yang berhasil diraih, adalah sebuah film black comedy yang memiliki cerita unik dan menarik dengan performa akting yang baik dari Nicholas Cage, Sam Rockwell, dan Alison Lohman, serta pengarahan yang baik dari Ridley Scott dan menjadi sebuah drama sederhana yang sangat layak untuk ditonton.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *