bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Review & Sinopsis Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Review & Sinopsis Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Ditulis oleh Sri Sulistiyani - Diperbaharui 24 Maret 2021

Seperti judulnya, film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak akan mengajak para penontonnya untuk melihat apa yang terjadi pada sosok Marlina dalam empat babak atau empat bagian. Bak bait-bait sajak yang digambarkan dalam sebuah film, setiap babak dalam film ini akan diceritakan secara ritmis dan juga miris.

Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak juga merupakan salah satu film Indonesia yang berhasil meraih segudang prestasi, baik dalam skala nasional bahkan hingga skala internasional. Bagi kamu yang belum pernah menonton film ini, kamu bisa membaca review dan sinopsisnya di bawah ini sebelum menonton film ini!

Sinopsis

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

  • Tahun Rilis: 2017
  • Genre: Drama
  • Produksi: Cinesurya / Kaninga Pictures / HOOQ Original
  • Sutradara: Mouly Surya
  • Pemeran: Marsha Timothy, Dea Panendra, Yoga Pratama, Egi Fedly

Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak mengisahkan tentang perjalanan seorang janda di pedalaman Sumba bernama Marlina untuk mencari keadilan atas kejadian pemerkosaan yang menimpanya. Marlina menjadi janda ketika sang suami meninggal dunia dan membuatnya terlilit hutang. Suatu malam, para penagih hutang tersebut datang ke rumahnya.

Selain mengambil ternak yang dimilikinya, pemimpin kelompok tersebut, Markus, juga memiliki niat jahat pada Marlina. Marlina berhasil meracuni beberapa anak buah Markus, namun ia tak bisa mengelak dari pemerkosaan yang dilakukan Markus. Saat Markus memperkosanya di ranjang, Marlina kemudian mengambil golok dan menebas kepala Markus hingga terputus.

Dengan membawa kepala Markus, Marlina berniat untuk melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi di daerah kota. Di perjalanan, ia juga bertemu dengan temannya, Novi, yang sedang hamil tua dan mencari keberadaan suaminya. Marlina dan Novi kemudian menempuh perjalanan bersama dengan menumpang truk yang lewat.

Perjalanan Marlina menempuh banyak gangguan. Ia juga dikejar oleh Frans, salah satu anak buah Markus yang sebelumnya sempat kabur. Marlina kemudian terpisah dengan Novi dan meneruskan perjalanan seorang diri menggunakan kuda. Saat tiba di kantor polisi, Marlina justru melihat kenyataan bahwa para polisi tak berniat menangani laporannya dengan serius.

Marlina kemudian kembali ke rumahnya, dimana Frans telah menyandera Novi di rumah tersebut. Saat Marlina kembali, Frans langsung memperkosanya. Novi yang tak tahan melihat itu kemudian membantu Marlina dengan memenggal kepala Frans. Film kemudian berakhir dengan Novi yang melahirkan anaknya dan mereka pun pergi dari rumah tersebut.

Penuh Kritik Sosial

Penuh Kritik Sosial

Cerita yang disajikan dalam film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak memang dipenuhi dengan kritik-kritik sosial. Secara garis besar, film ini mengangkat tema mengenai para perempuan yang seringkali hanya menjadi obyek para pria. Bahkan suara mereka pun seringkali tak didengar, terlebih para wanita di daerah pedalaman. Wanita di film ini dikisahkan sulit mendapat keadilan.

Sosok Marlina dalam film ini seolah menjadi representasi mengenai bagaimana sulitnya para kaum perempuan untuk mendapatkan hak-hak atas diri dan tubuh mereka. Selain kritik sosial mengenai perempuan, film ini juga menyelipkan kritik sosial mengenai kesenjangan sosial yang terjadi di wilayah pedalaman Indonesia.

Sosok-sosok dalam film ini diceritakan tinggal di pedalaman dengan kehidupan ekonomi kelas bawah. Bahkan, Marlina tak memiliki biaya untuk memakamkan jasad sang suami hingga ia hanya menaruhnya menjadi mumi di sudut rumahnya. Begitu pula dengan akses transportasi disana yang begitu sulit didapatkan hingga Marlina harus menunggu truk yang lewat untuk bisa menumpang.

Shot-Shot Indah yang Menampilkan Wajah Sumba

Shot-Shot Indah yang Menampilkan Wajah Sumba

Meski sarat akan kritik sosial, film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak juga akan memanjakan mata penontonnya dengan visual-visual yang begitu indah. Sepanjang film, kita akan banyak disajikan pemandangan indah alam Sumba melalui shot-shot pengambilan gambar yang begitu indah.

Eksotisme alam Sumba tersebut akan banyak ditampilkan melalui shot-shot berukuran wide dengan durasi shot yang panjang. Selain shot-shot indah yang menampilkan alam Sumba, unsur sinematik dari film ini memang tak perlu diragukan lagi. Sang sutradara banyak menggunakan variasi shot yang membuat gambar-gambar dalam film ini terbingkai dengan indah.

Baca jugaFilm Indonesia Terbaik yang Memenangkan Piala Citra

Kekuatan Cerita dan Karakter Tokoh

Kekuatan Cerita dan Karakter Tokoh

Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak memang memiliki cerita yang cukup kuat. Film ini mengangkat isu yang cukup berbeda dan dikemas dengan sangat baik hingga menghasilkan sebuah film yang menarik. Selain kekuatan ceritanya, para tokoh dalam film ini juga memiliki karakter yang kuat.

Marsha Timothy yang menjadi pemeran utama dalam film ini juga mampu memerankan tokoh Marlina dengan sangat baik. Karakter Marlina dalam film ini menjadi karakter yang begitu unik dan khas dan menjadi kekuatan tersendiri dalam film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak ini. Ia menjadi sosok yang memiliki sisi menariknya tersendiri.

Bukan hanya pemeran utamanya saja, para pemeran pendukung lainnya pun memerankan karakter mereka dengan sangat totalitas. Meski banyak diperankan oleh nama-nama baru, namun para pemeran film ini mampu membuktikan kualitas akting mereka dan membuat cerita dalam film ini terasa begitu hidup.

Raihan Segudang Prestasi di Skala Nasional dan Internasional

Raihan Segudang Prestasi di Skala Nasional dan Internasional

Kualitas film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak telah dibuktikan dengan berbagai torehan prestasi film ini dalam skala nasional bahkan hingga skala internasional. Pada Festival Film Indonesia 2018, film ini meraih 14 nominasi dan sukses memenangkan 10 nominasi, termasuk untuk Film Cerita Panjang Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Pemeran Utama Wanita Terbaik.

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak juga memenangkan banyak penghargaan di berbagai festival internasional, seperti pada Festival Film Sitges, Penghargaan Layar Asia Pasifik, Festival Film Goteborg, dan Penghargaan Film Asia. Selain di Indonesia, film ini juga dirilis dan didistribusikan ke 23 negara berbeda termasuk negara-negara Asia dan Eropa.

Sebelum resmi ditayangkan di bioskop-bioskop Indonesia, film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak sebelumnya ditayangkan perdana pada Directors Fortnight Festival Film Cannes 2017. Selain pada Festival Film Cannes, film ini juga masuk dalam seleksi New Zealand International Film Festival, Melbourne Film Festival, dan Toronto International Film Festival.

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak juga terpilih sebagai project market dari Cannes Film Festival, dimana film ini terpilih menjadi salah satu dari 15 proyek film di dunia yang masuk dalam Cinefondation L’Atelier. Film ini juga menjadi film Indonesia pertama yang mendapatkan subsidi bergengsi dari dua Kementrian Luar Negri dan Kementrian Kebudayaan.

Itulah sinopsis dan sedikit review dari film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak yang sering disebut-sebut sebagai salah satu film terbaik yang dimiliki Indonesia. Dengan Raihan prestasi film ini, opini tersebut mungkin memang tidak salah. Film ini menjadi salah satu film yang wajib menjadi salah satu daftar tontonanmu.

Jadi, adakah diantara kamu yang sudah pernah menonton film ini? Bagaimana tanggapanmu? Ceritakan di kolom komentar ya!

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram