Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis & Review Marathon Man, Thriller Pelan Tapi Pasti

Sinopsis & Review Marathon Man, Thriller Pelan Tapi Pasti

Ditulis oleh - Diperbaharui 14 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Seorang mahasiswa sejarah terperangkap di dalam konspirasi internasional yang sangat berbahaya dan melibatkan mantan Nazi, berlian curian, dan agen pemerintah. Laurence Olivier meraih penghargaan dari Golden Globe atas perannya di film thriller yang juga dibintangi oleh Dustin Hoffman dan Roy Scheider ini.

Marathon Man merupakan adaptasi dari novel karya William Goldman yang juga berperan sebagai penulis naskah di film ini. Novelnya sendiri diterbitkan di tahun 1974 dan dibeli hak ciptanya sebesar $500 ribu oleh produser Robert Evans ketika novelnya masih berupa draft.

Kesuksesan novel ini membuat Goldman melanjutkan kisahnya di novel berikutnya berjudul Brothers yang diterbitkan pada tahun 1986. Film ini sukses secara kualitas dan komersialitas, serta diingat karena adegan penyiksaannya yang sangat mengerikan.

Bagi yang mau menonton film ini di layar Netflix, bisa baca ulasan kami dulu tentang serba-serbi, faktor penting, dan tentunya penilaian kami atas film karya John Schlesinger ini.

Sinopsis

Marathon Man

*

  • Tahun: 1976
  • Genre: Crime / Thriller
  • Produksi: Robert Evans Company
  • Sutradara: John Schlesinger
  • Pemeran: Dustin Hoffman, Laurence Olivier, Roy Scheider

Thomas “Babe” Levy (Dustin Hoffman) adalah mahasiswa pasca sarjana di bidang sejarah dan sedang menulis tesis yang sama dengan yang pernah diteliti oleh ayahnya yang tewas karena bunuh diri. Sementara itu, Henry “Doc” Levy (Roy Scheider) berada di Paris untuk mengurus pemindahan berlian milik Dr. Christian Szell (Laurence Olivier), seorang penjahat perang mantan Nazi.

Setelah saudaranya tewas dalam kecelakaan mobil yang terbakar karena menabrak mobil tangki, Szell keluar dari persembunyiannya di hutan rimba Amerika Selatan, tepatnya di Uruguay, menuju ke New York untuk mengambil simpanan berlian tanpa bantuan kurir.

Karena rasa tidak percayanya dengan pihak lain, terutama para kurir yang juga agen pemerintah, Szell berusaha membunuh semua orang disekitarnya. Salah satu pihak yang harus dibunuh adalah Doc, yang diduga oleh Szell berusaha merampok berliannya untuk keuntungan pribadi.

Setelah percobaan pembunuhan yang gagal di Paris berupa ledakan bom dan mengirim pembunuh bayaran ke kamar hotel, akhirnya Szell menikam Doc dengan tangannya sendiri. Doc berhasil sampai ke apartemen Babe dan meninggal di sana.

Sementara itu, Babe terlibat kisah asmara dengan mahasiswi asal Swiss bernama Elsa. Mereka diserang oleh dua orang tidak dikenal yang mengundang kecurigaan Doc dan mengundang mereka untuk makan malam dimana Doc membuka kedok Elsa yang membuat kebohongan kepada Babe. Makan malam ini tepat sebelum Doc ditikam oleh Szell.

Polisi menginterogasi Babe selama dua jam hingga agen pemerintah bernama Janeway yang membuka jati diri Doc sebenarnya kepada Babe dan berusaha mencari tahu apakah Doc meninggalkan pesan kepada Babe. Babe bilang kepada Janeway jika Doc tidak meninggalkan pesan apapun padanya. Malam itu, Babe diculik oleh anak buah Szell ketika sedang mandi.

Szell menginterogasi Babe dengan melakukan penyiksaan khasnya yang biasa dia lakukan ketika di kamp Auschwitz kepada tahanan Yahudi, yaitu mengebor gigi hingga ke akarnya. Janeway datang menyelamatkan Babe dan membawanya pergi dengan mobil. Janeway membuka informasi tentang Szell dan kembali menanyakan hal yang sama sekali lagi.

Tetapi Babe tetap menjawab tidak tahu dan Janeway mengembalikan Babe ke tempat penyekapan. Ternyata Janeway adalah seorang pengkhianat. Babe berhasil melarikan diri dengan menggunakan keahliannya, yaitu lari marathon. Meski Janeway dan anak buahnya mengejar dengan mobil, mereka gagal menangkap Babe. Kemudian Babe menelpon Elsa untuk meminta bantuannya.

Elsa membawa Babe ke sebuah rumah di perkampungan. Babe langsung menebak jika itu rumah Szell dan Elsa adalah anak buah Szell. Tetapi karena Elsa mencintai Babe, dia memberitahu semua rencana Janeway dan anak buahnya. Tidak berapa lama, Janeway datang. Babe menyandera Elsa untuk membuat Janeway memberitahu keberadaan Szell agar dia bisa membunuhnya.

Janeway membunuh kedua anak buah Szell yang datang bersamanya, dan membiarkan Babe pergi. Lalu Janeway membunuh Elsa karena telah membongkar semua rencana, tetapi suara tembakan itu terdengar Babe dan kemudian Babe menembak Janeway dari luar rumah. Sementara itu, Szell sedang mendatangi beberapa toko berlian untuk mengetahui harga berlian saat ini.

Szell dikenali wajahnya oleh beberapa orang di sekitar situ yang dulunya adalah tahanan kamp Auschwitz yang pernah disiksa olehnya. Ketika dikejar oleh beberapa orang, Szell membunuh salah seorang pemilik toko dan kabur dari daerah itu. Babe berhasil menemukan Szell dan membawanya ke sebuah fasilitas pengolahan air di Central Park, tempat biasa Babe latihan lari.

Szell menawarkan sejumlah berlian kepada Babe untuk melepaskannya, tetapi Babe tidak sudi menerima tawaran itu dan meminta Szell untuk menelan berlian itu jika ingin memilikinya. Ketika Szell menolak, Babe menghamburkan berlian itu ke lantai.

Setelah menelan satu berlian, Szell melawan Babe dengan pisaunya, tetapi karena Babe melempar seluruh berlian ke air, Szell berusaha mengejar berlian itu. Ketika itu Szell jatuh di tangga dan pisau di lengannya menikam perutnya sendiri hingga dia tewas karenanya. Babe kemudian keluar dari tempat itu dan membuang pistol di tangannya ke danau.

Adegan Penyiksaan yang Kontroversial

Adegan Penyiksaan yang Kontrovesial

*https://www.imdb.com/title/tt0074860/mediaviewer/rm534003968

Marathon Man lebih dikenal karena adegan penyiksaan yang dilakukan oleh Dr. Szell kepada Babe dengan mengebor gigi Babe sampai ke akarnya tanpa menggunakan obat bius. Meski di versi akhir film adegan ini tidak ditampilkan secara eksplisit, tetapi cukup membuat gigi kita ikut linu melihatnya. Seolah-olah kita ikut merasakan kesakitan Babe.

Dalam penayangan awalnya di San Francisco, banyak penonton mengeluhkan tentang banyaknya adegan kekerasan dan penyiksaan yang cukup mengerikan. Kemudian, sutradara John Schlesinger dan editor Jim Clark menyunting kembali beberapa adegan yang dirasa terlalu keras untuk penonton umum dan menghaluskan adegan penyiksaannya.

Penampilan Sadis Laurence Olivier

Penampilan Sadis Laurence Olivier

*https://www.imdb.com/title/tt0074860/mediaviewer/rm1037320448

Laurence Olivier adalah aktor legendaris yang terkenal dengan berbagai perannya dalam film, serial TV, dan panggung teater. Tempaan akting sedari kecil membuatnya memiliki bakat yang terasah dengan baik dan memuluskan jalannya menuju kesuksesan.

Tercatat dia masuk nominasi sebagai Best Actor di Academy Awards sebanyak 9 kali, dan berhasil meraihnya lewat perannya di film Hamlet (1948).

Kualitas akting yang sudah tidak diragukan membuatnya sangat tepat ketika memerankan seorang dokter Nazi yang memiliki teknik penyiksaan tersendiri dan menjadi penjahat perang yang berusaha mengambil berlian hasil rampasannya di film Marathon Man ini.

Wajahnya yang dingin ditambah ketenangannya dalam melakukan penyiksaan menimbulkan kesan angker yang mengerikan. Atas performa apiknya ini, Olivier dinominasikan di kategori Best Supporting Actor pada gelaran Academy Awards, dan berhasil menang di ajang Golden Globe untuk kategori yang sama.

Tentu sangat jarang peran antagonis yang berhasil mencuri perhatian juri festival film sekelas Oscar dan Golden Globe serta penonton film pada umumnya, tetapi Olivier mampu melakukannya di film ini.

Marathon Man menjadi film thriller yang menuntut kesabaran kita dalam memahami jalan cerita yang terpisah dan terkesan lambat di awal film, tetapi tempo film semakin cepat mendekati penghujungnya, sehingga kesan klimaks sangat terasa.

Performa dingin Laurence Olivier menjadi faktor utama kualitas film ini, tentunya dengan tidak mengenyampingkan peran Dustin Hoffman sebagai tokoh utamanya. William Goldman berhasil memadukan dua tema yang sangat populer pada masa itu, yaitu dualisme agen intelijen dan kehidupan tokoh Nazi pasca Perang Dunia II dalam pelariannya.

Ditambah dengan arahan John Schlesinger yang apik membuat Marathon Man pantas untuk masuk daftar film yang wajib untuk kita tonton, apalagi kini sudah tersedia di Netflix. Yuk, langsung ditonton filmnya! Tapi, kalau ingin tahu rekomendasi film thriller lainnya yang menegangkan, silakan kunjungi artikel Film Thriller Terbaik ini, ya.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *