bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Sinopsis & Review Film Biografi Malcolm X (1992)

Sinopsis & Review Film Biografi Malcolm X (1992)

Ditulis oleh Aditya Putra - Diperbaharui 1 Juni 2021

Ada keunikan tersendiri ketika menonton film biopik. Kita bisa mempelajari apa yang terjadi pada masa lalu seorang tokoh kemudian apa yang menjadi titik balik bagi kehidupannya. Nggak mengherankan kalau biopik tokoh selalu mempunyai daya tarik sebagaimana yang diangkat adalah orang-orang yang punya pengaruh besar.

Kali ini kita akan membahas film biopik tentang aktivis Muslim paling berpengaruh di Amerika yang berani berdiri melawan rasisme. Namanya adalah Malcolm X. Kalau namanya masih terdengar asing untuk kamu, maka menonton film biopiknya adalah cara yang tepat untuk mengenal sosoknya. Seperti apa filmnya? Mari kita kupas sinopsis dan review film Malcolm X.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 1992
  • Genre: Biographical Drama
  • Produksi: 40 Acres and a Mule Filmworks
  • Sutradara: Spike Lee
  • Pemain: Denzel Washington, Angela Bassett, Albert Hall, Al Freeman Jr. Delroy Lindo

Malcolm Little lahir dari keluarga kulit hitam. Ibunya berasal dari Karibia dan ayahnya yang berprofesi sebagai aktivis kulit hitam merupakan keturunan Afrika-Amerika. Ketika masih anak-anak, Malcolm harus menerima kenyataan pahit. Ayahnya meninggal setelah rumah mereka dibakar oleh kelompok Black Legion, kelompok supremasi kulit putih.

Sepeninggal sang suami, kesehatan mental ibu dari Malcolm memburuk bahkan harus dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Malcolm diasuh oleh keluarga lain. Di sekolah, dia merupakan salah satu siswa paling pintar. Dia punya cita-cita menjadi pengacara agar bisa membela kaumnya yang sering menjadi korban rasisme.

Guru di sekolah Malcolm, mematahkan semangatnya dengan menyatakan hal itu sulit dilakukan karena masalah warna kulit. Di tahun 1944, Malcolm yang sudah memasuki masa remaja mengencani Sophia, seorang remaja kulit putih. Mereka berkencan ke Harlem, tempat diadakannya permainan lotere.

Malcolm kemudian bersahabat dengan Archie, seorang anggota geng. Keduanya bekerja sama bermain lotere sampai suatu waktu mereka berselisih karena Malcolm ingin bertaruh dengan jumlah uang terlalu banyak. Malcolm mengajak teman-temannya, Shorty dan Peg untuk bergabung dengannya dan Sofia untuk merampok.

Upaya mereka merampok nggak berakhir indah. Mereka semua tertangkap. Peg dan Sofia dijatuhi hukuman dua tahun penjara sementara Malcolm dan Shorty dijatuhi hukuman 8 sampai 10 tahun penjara. Ketika berada di penjara, Malcolm berkenalan dengan Baines, seorang anggota Nation of Islam.

Baines menyampaikan ajaran-ajaran Islam yang diketahuinya dari sang ketua, Elijah Muhammad. Malcolm tertarik dengan ajaran Islam a la Nation of Islam dan memutuskan untuk menjadi seorang Muslim. Sayangnya, organisasi itu mencuci otak Malcolm dengan menanamkan kebencian pada orang kulit putih.

Enam tahun di dalam penjara, Malcolm akhirnya dibebaskan. Dia langsung menuju ke markas besar Nation of Islam di Chicago. Dia berhasil menemui Elijah. Elijah membujuk Malcolm agar mengganti nama Little-nya menjadi X. X merupakan penanda bahwa nama Afrikanya sudah direnggut oleh orang kulit putih. Malcolm pun setuju untuk mempunyai nama baru, Malcolm X.

Malcolm kembali ke Harlem untuk menyebarkan ajaran Nation of Islam. Dia langsung mendapat banyak pengikut. Terutama karena gagasannya yang ingin memisahkan orang-orang keturunan Afrika-Amerika dari orang kulit putih Amerika. Kecemerlangan Malcolm membuatnya diangkat menjadi juru bicara Nation of Islam. Saat itu, Malcolm sudah menikahi Betty Sanders dan punya empat orang anak.

Berita tentang sifat lain Elijah terus-menerus sampai di telinga Malcolm. Mulai dari keinginan sebenarnya Elijah mendapatkan keuntungan finansial sampai punya anak di luar pernikahan. Malcolm mulai merasa Elijah nggak mengamalkan ajaran Islam dengan baik. Ketika John F. Kennedy tewas ditembak, Malcolm mengeluarkan pernyataan bahwa kejadian itu adalah buah dari tindakan buruk yang sudah dilakukan Amerika sejak negara berdiri.

Nation of Islam menskors Malcolm karena pernyataannya itu. Malcolm kemudian melakukan ziarah ke Mekkah untuk bisa menjernihkan pikirannya serta mencari ajaran Islam yang sebenarnya seperti apa. Dia kemudian menemukan bahwa ajaran agamanya bukan tentang memisahkan suatu kaum dari yang lain melainkan toleransi dan kebersamaan.

Dia kemudian menyatakan keluar dari Nation of Islam. Kelompok itu nggak bisa begitu saja menerima pernyataan Malcolm yang berlawanan dengan ideologi mereka. Seperti apa perjuangan Malcolm selanjutnya? Film ini nggak cuma bisa jadi hiburan, tapi juga sebagai media pembelajaran yang menarik.

Penampilan Denzel Washington

Penampilan Denzel Washington

Secara garis besar, film Malcolm X bisa dibagi ke dalam dua bagian. Ketika Malcolm menerima ajaran Nations of Islam di penjara dan setelah perjalanan spiritualnya ke Mekkah. Di dua babak itu kita bisa melihat bagaimana karakter Malcolm berkembang. Menariknya, perkembangan itu bisa terasa masuk akal karena kita juga menyaksikan bagaimana dia berproses.

Ketika di penjara, dia begitu meledak-ledak seperti terpancing amarahnya untuk memisahkan orang-orang Afrika-Amerika dan membenci kulit putih. Setelah perjalanan ke Mekkah, dia menjadi lebih toleran terhadap perbedaan. Melalui dialog yang ditampilkan, penonton jadi ikut memahami perkembangan karakter Malcolm.

Perkembangan karakter tersebut diperankan dengan sangat apik oleh Denzel Washington yang berperan sebagai Malcolm X. Caranya bersikap, nada bicaranya serta caranya berorasi benar-benar seperti membuat kita melihat sosok Malcolm, bukan biopik. Sebagai penonton kita seperti dibawa begitu dekat dengan kehidupannya, bukan melihatnya dari kejauhan.

Biopik yang Solid

Biopik yang Solid

Dari segi plot, Malcolm X bsia dikategorikan sebagai biopik yang solid. Kita bisa melihat perjalanan hidup Malcolm dari ketika dia masih anak-anak sampai akhir hidupnya. Kejadian-kejadian yang melatarbelakangi setiap tindakannya pun nggak terlewatkan untuk disajikan. Di masa anak-anak, dia terpaksa mengalami masa kecil yang sulit karena warna kulitnya.

Masa remaja pun diungkap dengan cukup tegas. Bagaimana dia berpacaran dengan wanita yang berbeda ras sampai melakukan berbagai kegiatan kriminal. Menampilkan sisi gelap masa lalu Malcolm, membuat sosoknya dalam biopik terasa humanis. Kesalahannya itu disajikan bukan hanya untuk memanjangkan durasi melainkan memperlihatkan perkembangan yang dialaminya.

Masa Malcolm di dalam penjara menjadi sekuens yang penting dalam perjalanan biopik film ini. Dia terpengaruh ideologi Nations of Islam yang punya pandangan ekstrim terhadap perbedaan ras kulit hitam dan kulit putih. Dengan usia yang masih muda dan sisi emosional yang belum matang, sosok Malcolm diperlihatkan dengan mudahnya mempercayai ideologi yang ditetapkan Elijah.

Kepergian Malcolm ke Mekkah menjadi titik balik perjalanannya sebagai manusia. Dia mendapat ketenangan setelah melihat orang-orang dari berbagai belahan dunia bisa bersatu untuk melakukan ibadah. Tanpa ada sekat atau diskriminasi terhadap warna kulit maupun status sosial. Hal ini juga yang mengubah pandangannya terhadap kehidupan.

Pesan Positif tentang Islam dan Rasisme

Pesan Positif tentang Islam dan Rasisme

Film Malcolm X menyampaikan pesan positif tentang Islam dan rasisme lewat perjalanan hidup Malcolm. Perpindahan keyakinannya menjadi Islam bukan semata-mata karena pengaruh Baines atau Elijah melainkan kepercayaannya terhadap ajaran yang bisa memberikan kebaikan. Karena itu juga, dia berubah setelah mengetahui ajaran Elijah ternyata menyimpang.

Setelah pulang dari Mekkah, dia menjadi orang yang mengedepankan toleransi dan persatuan, berlawanan dengan ideologi Nations of Islam. Dia bahkan berani membangun masjid sendiri yang menjadi sarana baginya untuk menyebarkan ajaran yang dia percayai tanpa membedakan ras.

Film Malcolm X menyajikan perjalanan menyeluruh dalam kehidupan Malcolm X. Dari mulai menjadi seorang kriminal, ekstrimis kulit hitam sampai tokoh aktivis hak asasi manusia. Film ini cocok ditonton kalau kamu ingin mengenal tokoh-tokoh muslim yang berpengaruh di dunia. Kalau sudah nonton, mari tuliskan bagian paling menarik menurutmu di kolom komentar!

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram