bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Sinopsis dan Review Film Makmum, Ketika Setan Ikut Shalat

Sinopsis dan Review Film Makmum, Ketika Setan Ikut Shalat

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 1 Juni 2021

Menunaikan shalat menjadi kewajiban bagi setiap muslim. Selama lima waktu dalam sehari, ditambah shalat-shalat sunnah, umat muslim menyembah Allah SWT sebagai bentuk berserah dan mengimani Sang Pencipta. Namun, apa jadinya jika shalat yang semestinya dilakukan dengan khusyuk, diganggu oleh kehadiran makhluk halus?

Apa yang akan dilakukan ketika do’a-do’a shalat dilantunkan dalam suasana yang hening serta khusyuk, tiba-tiba sesosok makhluk ghaib mengganggu Anda dari arah belakang? Makhluk tersebut mengikuti bacaan shalat Anda, sekaligus mengikuti gerakannya. Apabila ini sampai benar terjadi, rasanya akan sangat berat dan sulit untuk menyelesaikan shalat dengan tenang.

Kehadiran makhluk ghaib pasti sangat mengganggu. Bagi siapa pun ia adalah teror. Terutama jika sudah mulai mengancam atau membahayakan nyawa manusia. Cerita-cerita seperti ini menjadi premis yang banyak diangkat oleh film horor Indonesia, salah satunya film Makmum.

Ingin tahu seseram apa cerita film Makmum? Penasaran tetapi masih perlu waktu mengumpulkan keberanian untuk menontonnya? Kalua begitu Anda bisa lebih dulu membaca review sekaligus sinopsisnya pada artikel ini. Berikut ulasannya!

Sinopsis

Makmum
  • Tahun Rilis: 2019
  • Genre: Horror, Misteri
  • Produksi: Blue Water Films, Dee Company
  • Sutradara: Hadrah Daeng Ratu
  • Produser: Dheeraj Kalwani
  • Pemain: Titi Kamal, Jajang C. Noer, Tissa Biani, Adila Fitri, Bianca Hello, Ali Syakieb
  • Negara: Indonesia

Musim libur tiba, tetapi tiga gadis asrama tidak diizinkan pulang ke rumah orangtua sebab mereka mendapat nilai yang jelek di sekolah. Ketiganya adalah Nurul, Nisa dan Putri. Suasana asrama yang sepi, perlahan mulai menampakkan sisi lainnya.

Mereka diperintahkan untuk tetap tinggal di asrama dan diwajibkan melakukan tugas-tugas domestik. Hingga suatu hari asrama kedatangan seorang perempuan dewasa muda bernama Rini (Titi Kamal). Rini diminta datang oleh Bu Kinanti (Jajang C. Noer) untuk menggantikannya mengelola asrama. Sebab beliau sudah mulai tua dan sakit-sakitan.

Suatu hari, Nurul melakukan shalat malam sendirian, sementara dua temannya sedang tidur di dalam kamar yang sama. Nurul merasa ada sosok yang mengikutinya dari belakang.

Sosok itu bahkan sayup-sayup terdengar mengikuti bacaan shalat yang dia lantunkan, persis layaknya seorang makmum dalam ketika sedang shalat berjama’ah. Nurul akhirnya dapat menyelesaikan shalat meski dalam keadaan yang sangat ketakutan.

Sejak kejadian tersebut mereka mulai merasakan teror yang tidak biasa. Namun aduannya pada Rosa (Reny Yuliana) si pengurus panti berhati dingin tidak digubris.

Review Makmum
*

Kedatangan Rini seperti membawa angin segar bagi Nurul dan kawan-kawan. Setidaknya, ada orang yang mendengarkan bahwa selama beberapa hari ini, mereka merasa mendapat gangguan dari makhluk halus. Salah satu di antara ketiganya bahkan kerap kerasukan.

Rini pun merasakan hal yang sama. Begitu melihat gadis-gadis itu, Rini tahu bahwa sesuatu yang menakutkan sedang terjadi. Sesuatu dari masa lalu datang ingin menyelesaikan dendamnya. Sayang, Rini tidak menyadari di awal bahwa terror ini akan ikut mengancam keselamatannya.

Diangkat dari Film Pendek

Diangkat dari Film Pendek
*Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=Az3ZDM53rgM

Film Makmum yang tayang di bioskop pada pertengahan tahun 2019 ini sebenarnya diangkat dari film pendek karya Riza Pahlevi. Film berdurasi kurang lebih tujuh menit ini mendapatkan penghargaan dari dalam dan luar negeri. Makmum bahkan ditayangkan di beberapa festival film bergengsi.

Beberapa festival yang “digentayangi” Makmum antara lain The Crappy International Movie di Suece, Spanyol, PopCon Award, Hellofest, dan Jogja Netpac Asian Film Festival. Film pendek Makmum sendiri sebenarnya sudah diunggah ke Youtube sejak 2015 lalu, hingga beberapa tahun kemudian, ia dilirik oleh Dheeraj Kalwani selaku produser film.

Dibuat dengan Konsultasi pada Tokoh Agama Lebih Dulu

Dibuat dengan Konsultasi pada Tokoh Agama Lebih Dulu
*

Pembuatan film pendek Makmum tidak sesederhana yang terlihat. Sebab mengangkat premis yang sangat sensitif, yaitu ibadah tapi diganggu setan, Riza Pahlevi melakukan riset dengan mendatangi para tokoh agama dalam menggarap idenya ini.

Merasa khawatir dengan film yang akan dibuatnya ini, Riza Pahlevi bahkan mempelajari lebih jauh mengenai shalat tahajud agar tidak ada yang meleset dan salah. Berkaitan dengan agama atau kepercayaan, sesuatu memang perlu dibuat dengan kajian yang tidak boleh asal.

Dia sadar dengan berbagai kemungkinan yang dapat memunculkan pro dan kontra di masyarakat akibat film yang dibuatnya. Bagaimana tidak, filmnya ini bisa saja membuat banyak orang ketakutan untuk menunaikan shalat malam.

Namun, anggapan tersebut dipatahkan sendiri oleh adegan dalam filmnya. Bahwa rasa takut diikuti makhluk gaib saat shalat, tidak membuat seseorang berhenti untuk beribadah. Walau dengan menahan gemetar, shalat malam tetap selesai dikerjakan hingga raka’at terakhir.

Ragu Dibawa ke Layar Lebar

Ragu Dibawa ke Layar Lebar
*

Mengetahui kesuksesan film pendek Makmum, Dheeraj Kalwani melihatnya sebagai sesuatu yang berpotensi untuk dinaikkan ke layar lebar. Sayang, gagasannya ini tidak begitu saja diterima oleh Riza Pahlevi selaku sutradara.

Bagaimana pun, mengangkat cerita pendek yang hanya tujuh menit ke dalam film layar lebar berdurasi sekitar 90 menit, bukan perkara mudah. Banyak aspek yang harus dipikirkan dan pertimbangkan. Mulai dari pengembangan alur cerita, konflik, hingga karakter.

Sebagai sutradara film pendek Makmum, Riza Pahlevi dilibatkan dalam penulisan skenario. Penggarapan skenario film Makmum versi layar lebar diperhatikan dengan sungguh-sungguh agar ruh film pendek Makmum tetap terasa.

Pada proses pembuatan skenarionya, Riza tidak menghilangkan adegan-adegan yang esensial dan penting dalam film pendek Makmum, melainkan diimprovisasi. Hal ini dilakukan sebagai upaya agar kengerian film pendek Makmum tetap dapat terasa saat diangkat ke layar lebar.

Digarap Sutradara Berprestasi

Digarap Sutradara Berprestasi

Film Makmum versi layar lebar digarap oleh sutradara Hadrah Daeng Ratu. Karirnya dimulai dengan menyutradarai film pendek berjudul Sabotase pada 2009 silam. Film pendek garapannya tersebut dianugerahi sebagai Film Pendek Terbaik pada ajang FFI (Festival Film Indonesia) di tahun yang sama.

Lulus dari Institut Kesenian Jakarta, Hadrah Daeng Ratu memiliki bekal ilmu mengenai penyutradaraan yang cukup baik. Setelah berhasil dengan film pendeknya, dia kemudian mulai menginjakkan kaki di film layar lebar. Karyanya yang pertama adalah Heart Beat (2015).

Beberapa film garapannya pun menyusul kemudian. Sebut saja Super Didi (2016) dan Mars Met Venus part Cowok dan Cewek (2017). Sementara untuk film bergenre horor, Hadrah tercatat mengawalinya dengan menyutradarai film Jaga Pocong (2018). Film tersebut sukses diperankan oleh Acha Septriasa dan Zack Lee.

Seperti ketagihan, Hadrah Daeng Ratu kembali menyutradarai film horror. Tidak tanggung-tanggung, dalam satu tahun, dia menelurkan dua film horor sekaligus, yakni Malam Jum’at: The Movie (2019) dan Makmum (2019).

Pencapaian Hadrah tidak selesai sampai di situ. Menurut rencana, pada 2021 mendatang, karyanya bersama Nia Dinata bahkan akan tayang di Netflix. Sebagai seorang sutradara, dipercaya untuk menggarap film original Netflix seperti itu tentu merupakan sebuah kesempatan sekaligus prestasi tersendiri.

Pada akhirnya, kehadiran Makmum bagaimana pun menambah kaya koleksi film horror Indonesia. Di tengah kontroversi dan kritikan, film ini berhasil meraup sukses di negeri tetangga, Malaysia. Kabar gembira ini diikuti dengan pencapaiannya mendapat rekor MURI  akhir 2019 lalu.

Bagi Anda pecinta film horor, Makmum layak masuk dalam daftar tontonan. Teror oleh makhluk gaib yang justru seolah tidak mempan dengan ayat-ayat Al-Qur’an menjadi ketakutan dalam level berbeda.

Apakah Rini dapat mengatasi dendam yang datang dari masa lalu? Apakah kehidupan di asrama akan kembali baik-baik saja? Pertanyaan tersebut hanya akan terjawab dengan menontonnya. Sudah siap dengan sensasinya?

No review box found! Insert a valid box ID.

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram