bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film Madagascar (2005), The King Alex

Bring back the good memories please! Okay! Kita akan mengabulkannya dengan memberi sinopsis dan juga mengulas salah satu film animasi paling sukses karya sutradara Eric Darnell dan Tom McGrath yang berjudul Madagascar. Untuk teman-teman generasi 90’an dan 2000’an pasti sudah tidak asing sih dengan ceritanya.

Film ini mengisahkan tentang petualangan beberapa satwa yang terjerat kasus dan harus dikembalikan ke penangkaran khusus, namun di tengah perjalanan; rencana semula harus ambyar akibat satwa lainnya yang punya misi sendiri. Mampukah para satwa eksotis itu bertahan di pulau Madagaskar yang super liar? 

Sinopsis

Madagascar_Poster (Copy)

Di Kebun Binatang Central Park, Amerika Serikat, ada beberapa binatang yang berkumpul untuk merayakan ulang tahun dari seekor Zebra bernama Marty (Chris Rock). Namun alih-alih senang, Marty merasa sangat sedih. Ia ingin sekali merasakan dan rindu untuk berlari-lari di alam liar ketimbang di kandang kebun binatang.

Mendengar hal tersebut, teman baik Marty yakni Alex (Ben Stiller) yang adalah seekor Singa doyan pamer akibat pengunjung kebun binatang kerap memanggilnya dengan ‘Raja New York’, mencoba untuk menenangkan Marty dan memikirkan tentang kemungkinan terburuk apabila ia berada di alam liar yang ganas.

Baru saja selesai memberitahu soal hal ganasnya alam liar, beberapa ekor penguin yang terdiri dari Skipper, Kowalski, Rico, dan Private berusaha melarikan diri. Otomatis Alex, Melman (David Schwimmer) dan Gloria (Jada Pinkett Smith) si kuda nil langsung mencoba untuk memperingati para penguin untuk kembali.

Namun mereka semua termasuk Marty malah jadi terperosok ikut para penguin keluar dari kebun binatang Central Park akibat Marty juga ikut-ikutan ingin melarikan diri.

Keempatnya, bersama dengan para penguin dan dua simpanse bernama Mason dan Phil (Conrad Vernon) bikin kekacauan di kota New York sampai akhirnya terjebak bersama di Grand Central Station di mana pihak berwenang mengepung mereka dan akhirnya membius untuk segera dipulangkan kembali ke kebun binatang.

Sialnya, pihak kebun binatang menganggap kaburnya para satwa itu dengan super serius. Mereka memutuskan untuk membawa mereka semua yang sempat kabur ke suaka margasatwa di Kenya menggunakan kapal laut.

Di tengah perjalanan, para penguin mulai kembali membuat ulah. Skipper, Kowalski, Rico, dan Private mencoba untuk menyabotase kapal supaya bisa membawa mereka ke Antartika. Hal tersebut menyebabkan peti kayu berisi Alex, Marty, Melman dan Gloria jatuh ke laut dan terdampar di Pulau Madagaskar.

Begitu bisa keluar dari peti, Alex, Marty, Melman dan Gloria kebingungan harus apa dan bagaimana di pulau tak berpenghuni tersebut, awalnya mereka pikir mereka berada di kebun binatang San Diego yang terkenal punya lahan luas dan seperti alam liar, namun begitu diselidiki; ya mereka benar-benar terdampar. Saat mencari petunjuk, mereka menemukan sekawanan lemur yang dipimpin oleh Raja Julien XIII (Sacha Baron Cohen).

Awalnya mereka sangat ketakutan dan berpikir bahwa Alex dan kawan-kawannya adalah ancaman, namun ketika kumpulan lemur tersebut diserang oleh sekelompok predator, Alex mengaum keras membuat para predator itu ketakutan dan meninggalkan para lemur. Para lemur juga jadi ikut ketakutan.

Alex akhirnya menyalahkan Marty atas segala kesialan yang mereka temui. Rasa lapar, lelah dan kebingungan mulai melanda. Alex yang memang punya sifat alamiah sebagai pemburu mulai berubah mengikuti nalurinya sebagai predator. Ini membuat semua kawan-kawan Alex yang lain khawatir akan keadaan mereka. Di sisi lain, kaki tangan Raja Julien memberi saran supaya kawanan lemur berteman dengan Alex cs., 

Ini membuat situasi jadi kondusif, para lemur tak lagi jadi target para fossa predator untuk disantap. Namun tak lama Alex cs., bergabung dengan para lemur, Alex kembali memperlihatkan naluri alamiahnya sebagai predator yang membuat Alex diungsikan ke tanah predator supaya tidak membahayakan semua hewan. Marty menjadi sedih dan merasa bersalah akan keputusannya untuk kabur bersama para penguin keluar dari kebun binatang.

Satu waktu, para penguin, yang menganggap Antartika tidak seindah yang dibayangkan, melabuhkan kapal kargo ke pulau Madagascar. Melihat hal itu, Marty segera mencari Alex yang terdampar di tanah wilayah predator. Ia mengajak Alex untuk bisa kembali ke New York namun Alex menolak karena ia takut kalau satu saat nanti ia akan menyakiti Marty dan kawan-kawannya lagi. 

Marty pun kembali dengan sedih namun saat akan pulang ke kawanannya; Marty diserang oleh fossa. Alex yang melihat hal tersebut langsung membantu untuk menyerang balik fossa-fossa tersebut; tak hanya Alex sajam namun Gloria, Melman dan para penguin pun berdatangan untuk menyelamatkan. Sayangnya mereka kalah jumlah. Meski demikian Alex bisa mengalahkan dan menakut-nakuti fossa tersebut dari wilayah para lemur selamanya.

Lemur yang mengetahui para fossa tidak akan kembali datang untuk menyerang mereka akhirnya kembali menghormati Alex sebagai penyelamat. Semua lemur pun membuat pesta kedatangan Alex kembali juga kepergian Alex dan kawan-kawan ke New York. Tanpa mereka tahu, kalau bahan bakar kapal itu sudah habis sehingga tetap saja mereka terjebak di pulau tersebut. 

Cerita dengan Visual yang Keren

Madagascar_Visual (Copy)

Pada tahun 2000’an, film-film animasi DreamWorks memang sedang maju-majunya, ini karena pihak dari DW tidak mau kalah dengan pesaingnya, seperti Disney dan Pixar yang juga gencar membuat film animasi yang tak kalah bagus; seperi The Emperor’s New Groove, The Incredibles, Mulan, Toy Story, Finding Nemo dan lainnya.

Baca Juga: Sinopsis & Reviewm Film Animasi Finding Nemo

Hasilnya film Madagascar ini pun sukses melejit di pasaran, selain ceritanya yang ramah anak, visual yang disajikan pun mumpuni membuat siapapun yang menontonnya betah. Warna-warni, detail binatang dan tumbuhan hingga gerak mulut dengan pengisi suara sangat sangat pas. Tidak heran kan kalau film ini mampu mengumpulkan keuntungan sebanyak setengah miliar dolar untuk penayangannya di seluruh dunia?

Menyentil Orang Dewasa

Madagascar_Adult (Copy)

Kata siapa film anak-anak begini hanya bisa dinikmati oleh anak-anak saja? Orang dewasa juga boleh sekali loh untuk menonton film Madagascar ini, selain bisa sekalian menemani anak-anak, orang dewasa juga setidaknya bisa belajar juga dengan apa yang jadi inti cerita film ini; yakni persahabatan, menerima kekurangan, solidaritas hingga tak malu untuk minta maaf.

Nah kan kesentil? Mungkin untuk anak-anak, film ini jadi ajang lucu-lucuan saja karena belum semua mengerti pembelajaran yang ada dalam film, khususnya film Madagascar ini, namun untuk orang dewasa? Hmmm, sepertinya belajar mengenai persahabatan, menerima kekurangan, solidaritas hingga tak malu untuk minta maaf tak hanya harus dari pengalaman saja ya?

Soundtrack Asyik

Madagascar_Soundtrack (Copy)

Tidak perlu diragukan lagi sih, kalau dihitung-hitung, soundtrack atau lagu pengiring sebuah film yang paling sering booming itu berkat dari film animasi. Sedangkan untuk film lainnya, seperti film dewasa cenderung sedikit dan itu-itu saja. Kita ambil contoh saja, lagu When Somebody Love Me dari film Toy Story, Circle of Life atau Can You Feel The Love Tonight dari film Lion King; kedua lagu itu masih saja fantastis sampai sekarang.

Tidak ketinggalan nih, lagu pengiring dari film Madagascar. Dari sekian banyak lagu, yang paling masuk dan stuck di kepala ialah lagu I Like To Move It yang dipopulerkan oleh si Raja Julian. Wah candu sekali deh! Berkat jalan cerita, visual dan juga soundtrack yang diberikan oleh film ini, Bacaterus memberi skor 3.3/5!

Madagascar
Rating: 
3.3/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram