Sinopsis & Review Lovely Man, Ketidaksempurnaan Manusia

Ditulis oleh Aditya Putra
Lovely Man
4
/5

Sebagai manusia, kita membutuhkan kasih sayang dari orang-orang terdekat, yang paling membekas tentu dari orang tua. Merekalah orang yang merawat, membiayai, mendidik dan membentuk kepribadian kita. Setiap orang pasti punya cara berbeda dalam merawat hubungan dengan orang tua. 

Bagaimana bila kita punya dua orang tua lengkap tapi sulit untuk bertemu dengan salah satunya? Ada keinginan besar untuk bisa berjumpa dengannya, bukan? Ada rasa ingin melihat wajahnya lalu bercerita dengannya. Itu yang dirasakan Cahaya dalam film Lovely Man. Bagaimana kisah Cahaya dengan orang tuanya? Mari kita kupas lebih dalam.

Sinopsis

review lovely man_Sinopsis

Cahaya adalah perempuan berusia 19 tahun yang tumbuh di lingkungan pendidikan berbasis agama Islam. Dia menjadi muslim yang taat dengan mengenakan jilbab, rajin salat, dan baru saja lulus dari pesantren. Sayangnya, dia merasa ada yang kurang dalam hidupnya. Dia nggak mengenal sosok ayahnya yang meninggalkannya ketika berusia empat tahun untuk merantau ke ibu kota.

Secara praktis, Cahaya hanya mendapat kasih sayang dan perhatian dari sang ibu. Sementara ayahnya hanya mengirimkan sejumlah uang tiap bulan untuk membiayai keperluan keluarga. Merasa sudah cukup dewasa, dia berniat untuk menemui sang ayah ke Jakarta. Ide yang kemudian ditolak mentah-mentah oleh sang ibu.

Dalam sebuah percakapan telepon, Cahaya mengungkapkan bahwa dia hendak pergi ke Jakarta walau nggak direstui sang ibu. Dengan uang seadanya dan sepucuk kertas bertuliskan alamat yang dituju, dia pergi menggunakan kereta api. Sesampainya di Jakarta, dia langsung pergi mencari alamat yang tertera di kertas.

Pencarian sang ayah ternyata nggak berjalan mulus untuk Cahaya. Dia kesulitan menemui sang ayah. Bahkan ketika bertanya pada orang-orang, dia nggak jarang mendapat respons berupa tatapan aneh. Setelah seharian, dia mendapat informasi bahwa sang ayah bekerja di Taman Lawang. Tanpa berpikir panjang, dia langsung bergegas.

Sesampainya di Taman Lawang, Cahaya langsung mencari keberadaan ayahnya, Syaiful. Setelah bertanya pada orang-orang, dia diberi tahu tempat ayahnya bekerja. Tempat itu bukanlah kantor atau bangunan lainnya, melainkan jalan. Di sana hanya ada seorang wanita yang berdiri di samping jalan. Karena penasaran, dia menghampirinya.

Cahaya terkejut melihat penampilan orang berpakaian wanita itu yang ternyata adalah seorang waria. Syaiful bekerja menjadi pekerja seks komersial di Taman Lawang, lokasi waria bekerja paling terkenal di Jakarta. Pertemuan itu mengejutkan Cahaya, begitu juga dengan sang ayah yang telah berganti nama menjadi Ipuy.

Syaiful yang nggak siap menerima kehadiran Cahaya ketika berpenampilan sebagai wanita langsung menyuruh anaknya pergi. Cahaya yang juga nggak menyangka akan dipertemukan dalam kondisi yang nggak ideal, nggak mau begitu saja melewatkan kesempatan. Dia ingin melepas kerinduannya. 

Naluri ayah Syaiful tergugah melihat anaknya begitu rindu padanya. Dia pun memberi kesempatan untuk bisa menghabiskan waktu. Tapi Cahaya datang bukannya tanpa masalah. Dia ternyata sedang mengandung dua bulan. Sementara Syaiful baru saja mencuri uang dari kelompok kriminal untuk mengoperasi kelaminnya. 

Kisah ini bukan kisah ayah dan anak perempuan biasa. Keduanya sedang menghadapi masalah berat. Berkaca pada latar belakang dan lingkungan, masalah yang mereka hadapi bukan masalah yang umum dihadapi orang. Bisakah mereka kembali mempersatukan hubungan antara ayah dan anak di tengah masalah besar?

Premis yang Solid

review lovely man_Premis yang Solid

Secara sekilas, film Lovely Man mengangkat premis tentang kerinduan anak perempuan pada sang ayah atau yang dikenal dengan sebutan Daddy Issue. Tema serupa bukanlah barang baru dalam dunia perfilman. Yang hebat dari film yang disutradarai Teddy Soeriaatmadja ini adalah berbagai masalah yang menaungi kehidupan pribadi antara ayah dan anak.

Syaiful sebagai seorang ayah harus merantau ke ibu kota dan menjadi waria. Sementara itu, Cahaya sebagai anak juga membawa masalah yang nggak kalah rumit, hamil di luar nikah. Dua orang yang terikat hubungan darah ini harus melewati rintangan berat saat mereka berada di fase ketika seharusnya mereka merekatkan kembali hubungan ayah dan anak.

Memakai Dialog yang Kuat

review lovely man_Dialog yang Kuat

Premis sederhana dalam film Lovely Man dikemas dengan berbagai konflik personal yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Lazimnya, akan ada banyak dialog yang ditampilkan untuk menguatkan karakter beserta masalahnya. Terutama hubungan ayah dan anak, yang akan jauh lebih mudah dikemas jika keduanya banyak berbicara. 

Film ini agak di luar kebiasaan film drama pada umumnya. Donny Damara sebagai Syaiful dan Raihaanun sebagai Cahaya nggak terlalu banyak menyajikan dialog. Tapi sekalinya mereka berdialog, itu akan terasa menohok atau menyentuh. Ada dialog ketika Syaiful menyatakan bahwa kalau satu waria mati di Jakarta, maka nggak ada yang peduli. 

Dialog lain yang juga cukup dekat dengan realita yang dihadapi banyak orang hari ini adalah ketika Syaiful memberi pesan pada Cahaya. Syaiful bilang kalau sebaiknya Cahaya berhubungan dengan orang seperlunya saja karena bisa menyebabkan sakit hati. Sesuatu yang terkesan sederhana, tapi begitu dalam dan nyata adanya.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram