bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Lovely Man, Ketidaksempurnaan Manusia

Ditulis oleh Aditya Putra - Diperbaharui 7 Mei 2021

Sebagai manusia, kita membutuhkan kasih sayang dari orang-orang terdekat, yang paling membekas tentu dari orang tua. Merekalah orang yang merawat, membiayai, mendidik dan membentuk kepribadian kita. Setiap orang pasti punya cara berbeda dalam merawat hubungan dengan orang tua. 

Bagaimana bila kita punya dua orang tua lengkap tapi sulit untuk bertemu dengan salah satunya? Ada keinginan besar untuk bisa berjumpa dengannya, bukan? Ada rasa ingin melihat wajahnya lalu bercerita dengannya. Itu yang dirasakan Cahaya dalam film Lovely Man. Bagaimana kisah Cahaya dengan orang tuanya? Mari kita kupas lebih dalam.

Sinopsis

review lovely man_SinopsisSumber: cinejour.com
  • Tahun Rilis: 2012
  • Genre: Drama
  • Perusahaan Produksi: Karuna Pictures
  • Sutradara: Teddy Soeriaatmadja
  • Pemain: Donny Damara, Raihaanun, Yayu Unru, Ari Syarif

Cahaya adalah perempuan berusia 19 tahun yang tumbuh di lingkungan pendidikan berbasis agama Islam. Dia menjadi muslim yang taat dengan mengenakan jilbab, rajin salat, dan baru saja lulus dari pesantren. Sayangnya, dia merasa ada yang kurang dalam hidupnya. Dia nggak mengenal sosok ayahnya yang meninggalkannya ketika berusia empat tahun untuk merantau ke ibu kota.

Secara praktis, Cahaya hanya mendapat kasih sayang dan perhatian dari sang ibu. Sementara ayahnya hanya mengirimkan sejumlah uang tiap bulan untuk membiayai keperluan keluarga. Merasa sudah cukup dewasa, dia berniat untuk menemui sang ayah ke Jakarta. Ide yang kemudian ditolak mentah-mentah oleh sang ibu.

Dalam sebuah percakapan telepon, Cahaya mengungkapkan bahwa dia hendak pergi ke Jakarta walau nggak direstui sang ibu. Dengan uang seadanya dan sepucuk kertas bertuliskan alamat yang dituju, dia pergi menggunakan kereta api. Sesampainya di Jakarta, dia langsung pergi mencari alamat yang tertera di kertas.

Pencarian sang ayah ternyata nggak berjalan mulus untuk Cahaya. Dia kesulitan menemui sang ayah. Bahkan ketika bertanya pada orang-orang, dia nggak jarang mendapat respons berupa tatapan aneh. Setelah seharian, dia mendapat informasi bahwa sang ayah bekerja di Taman Lawang. Tanpa berpikir panjang, dia langsung bergegas.

Sesampainya di Taman Lawang, Cahaya langsung mencari keberadaan ayahnya, Syaiful. Setelah bertanya pada orang-orang, dia diberi tahu tempat ayahnya bekerja. Tempat itu bukanlah kantor atau bangunan lainnya, melainkan jalan. Di sana hanya ada seorang wanita yang berdiri di samping jalan. Karena penasaran, dia menghampirinya.

Cahaya terkejut melihat penampilan orang berpakaian wanita itu yang ternyata adalah seorang waria. Syaiful bekerja menjadi pekerja seks komersial di Taman Lawang, lokasi waria bekerja paling terkenal di Jakarta. Pertemuan itu mengejutkan Cahaya, begitu juga dengan sang ayah yang telah berganti nama menjadi Ipuy.

Syaiful yang nggak siap menerima kehadiran Cahaya ketika berpenampilan sebagai wanita langsung menyuruh anaknya pergi. Cahaya yang juga nggak menyangka akan dipertemukan dalam kondisi yang nggak ideal, nggak mau begitu saja melewatkan kesempatan. Dia ingin melepas kerinduannya. 

Naluri ayah Syaiful tergugah melihat anaknya begitu rindu padanya. Dia pun memberi kesempatan untuk bisa menghabiskan waktu. Tapi Cahaya datang bukannya tanpa masalah. Dia ternyata sedang mengandung dua bulan. Sementara Syaiful baru saja mencuri uang dari kelompok kriminal untuk mengoperasi kelaminnya. 

Kisah ini bukan kisah ayah dan anak perempuan biasa. Keduanya sedang menghadapi masalah berat. Berkaca pada latar belakang dan lingkungan, masalah yang mereka hadapi bukan masalah yang umum dihadapi orang. Bisakah mereka kembali mempersatukan hubungan antara ayah dan anak di tengah masalah besar?

Premis yang Solid

review lovely man_Premis yang SolidSumber: akuaktor.com

Secara sekilas, film Lovely Man mengangkat premis tentang kerinduan anak perempuan pada sang ayah atau yang dikenal dengan sebutan Daddy Issue. Tema serupa bukanlah barang baru dalam dunia perfilman. Yang hebat dari film yang disutradarai Teddy Soeriaatmadja ini adalah berbagai masalah yang menaungi kehidupan pribadi antara ayah dan anak.

Syaiful sebagai seorang ayah harus merantau ke ibu kota dan menjadi waria. Sementara itu, Cahaya sebagai anak juga membawa masalah yang nggak kalah rumit, hamil di luar nikah. Dua orang yang terikat hubungan darah ini harus melewati rintangan berat saat mereka berada di fase ketika seharusnya mereka merekatkan kembali hubungan ayah dan anak.

Memakai Dialog yang Kuat

review lovely man_Dialog yang KuatSumber: twimg.com

Premis sederhana dalam film Lovely Man dikemas dengan berbagai konflik personal yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Lazimnya, akan ada banyak dialog yang ditampilkan untuk menguatkan karakter beserta masalahnya. Terutama hubungan ayah dan anak, yang akan jauh lebih mudah dikemas jika keduanya banyak berbicara. 

Film ini agak di luar kebiasaan film drama pada umumnya. Donny Damara sebagai Syaiful dan Raihaanun sebagai Cahaya nggak terlalu banyak menyajikan dialog. Tapi sekalinya mereka berdialog, itu akan terasa menohok atau menyentuh. Ada dialog ketika Syaiful menyatakan bahwa kalau satu waria mati di Jakarta, maka nggak ada yang peduli. 

Dialog lain yang juga cukup dekat dengan realita yang dihadapi banyak orang hari ini adalah ketika Syaiful memberi pesan pada Cahaya. Syaiful bilang kalau sebaiknya Cahaya berhubungan dengan orang seperlunya saja karena bisa menyebabkan sakit hati. Sesuatu yang terkesan sederhana, tapi begitu dalam dan nyata adanya.

Dialog yang sarat akan pesan itu didukung oleh gestur Syaiful dan Cahaya yang nyaris sempurna. Yang lebih unik adalah walau banyak pesan yang ingin disampaikan, nggak ada dialog yang bersifat menggurui. Karakter-karakternya dibiarkan bercerita tanpa harus terlihat sebagai protagonis. Mereka difokuskan untuk menyelesaikan permasalahan masing-masing.

Sinematografi yang Cantik

review lovely man_Sinematografi yang CantikSumber: ytimg.com

Sebagian besar lokasi yang ditampilkan dalam film Lovely Man adalah di Jakarta. Mendengar nama ibu kota, akan terbayang bagaimana kehidupan glamor kota yang hampir bergerak selama 24 jam. Di film ini, Jakarta ditampilkan dalam kondisi berbeda. Jakarta sebagai kota besar dan tujuan orang dari daerah ditampilkan sunyi mewakili konflik personal pada karakter Syaiful dan Cahaya.

Salah satu adegan terbaik dengan sinematografi cantik adalah adegan di terminal busway. Syaiful menghisap rokoknya, sedangkan Cahaya akhirnya mau untuk menelpon pacarnya setelah dibujuk oleh sang ayah. Sinematografi cantik itu didukung oleh kepiawaian dua pemeran dalam memainkan perannya masing-masing.

Penampilan Luar Biasa Donny Damara

review lovely man_Penampilan Luar Biasa Donny DamaraSumber: ytimg.com

Membahas film Lovely Man nggak akan terlepas dari kualitas akting dua pemain utamanya, Raihaanun dan Donny Damara. Ketika dipasangkan, Donny Damara dan Raihaanun bisa membentuk chemistry yang kuat layaknya ayah dan anak. Raihaanun tampil meyakinkan sebagai gadis polos yang terlibat masalah pelik. 

Salah satu adegan terbaik Raihaanun sebagai Cahaya adalah ketika dia melepas hijabnya demi bisa berdekatan dengan sang ayah. Adegan sederhana tapi begitu penuh makna dan sangat emosional. Tanpa mengecilkan peran Raihaanun, Donny Damara tampil luar biasa. Dia bisa bertingkah sebagai waria nakal yang menggoda orang-orang. 

Disisi lain, dia bisa terlihat khawatir, takut sekaligus ketus karena sudah merasakan asam-garam kehidupan di Jakarta. Adegan ketika dia mengganti penggunaan 'gue' dan 'lo' menjadi 'aku' dan 'kamu' terasa begitu mulus. Nggak mengherankan kalau dia berhasil memenangkan Piala Citra FFI 2012 sebagai Aktor Pria Terbaik berkat perannya di film ini.

Film Lovely Man menyajikan cerita rumit dari kesederhanaan yang ada. Nggak semua orang bisa menerima cerita yang di dalamnya terdapat karakter serta tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama. Bagaimanapun itu, film ini nggak berusaha menghakimi atau menggurui melainkan memperlihatkan ketidaksempurnaan yang ada.

Kalau kamu penasaran dengan film ini, disarankan untuk nonton sendirian. Dengan begitu, kamu bisa lebih bebas untuk berekspresi terhadap kisah-kisah yang ditampilkan. Bukan nggak mungkin, air matamu akan menetes tanpa bisa ditahan. Kalau ingin menonton film bertema ayah lainnya, kamu bisa melihat referensinya di sini.

Lovely Man
8 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram