bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Love Like the Falling Petals, Cinta Tak Menua

Haruto Asakura jatuh cinta pada seorang penata rambut bernama Misaki Ariake dan memberanikan diri mengajaknya untuk berpacaran. Haruto sempat menyerah dengan cita-citanya sebagai seorang fotografer. 

Namun, berkat kata-kata dari Misaki, Haruto kembali semangat dan mencoba untuk mewujudkan cita-citanya kembali. Haruto berjuang keras demi bisa menepati janjinya kepada Misaki. Namun, Misaki didiagnosa memiliki penyakit yang langka dan sulit untuk disembuhkan.

Film adaptasi dari romance novel karya Uyama Keisuke yang menjadi salah satu novel terlaris pada tahun 2017. Adaptasi filmnya ditayangkan di Netflix pada 24 Maret 2022. Penasaran dengan ceritanya? Berikut ini ulasan sinopsis dan review-nya.

Sinopsis

sinopsis love falling petals_

Cerita dimulai pada enam bulan sebelumnya. Haruto pertama kali bertemu dengan Misaki di salon tempat Misaki bekerja sebagai penata rambut.

Haruto merupakan pelanggan pertama Misaki semenjak bekerja. Saat sedang dipotong rambutnya, Haruto mengatakan pada Misaki kalau ia adalah seorang fotografer. Misaki pun terkagum-kagum dengan profesi Haruto tersebut.

Kemudian, terjadi sebuah insiden ketika Misaki sedang memotong rambutnya Haruto. Misaki tidak sengaja melukai daun telinga Haruto, sehingga Haruto mengalami pendarahan yang cukup banyak.

Sebagai rasa tanggung jawab, Misaki berjanji akan membayar semua biaya pengobatan di rumah sakit. Misaki mengatakan akan melakukan apapun untuk menebus kesalahannya. 

Haruto pun memberanikan diri untuk mengajak Misaki melihat bunga sakura dan mengajaknya berkencan. Pada hari yang dijanjikan, Haruto dan Misaki pun bertemu sambil melihat-lihat sakura di sepanjang jalan. 

Misaki menceritakan kisahnya kenapa ia bekerja sebagai penata rambut. Ia mengatakan kalau rambut yang ia miliki sebenarnya keriting, tapi berkat calon kakak iparnya yang mengajak dirinya ke salon untuk meluruskan rambut, Misaki pun bercita-cita menjadi seorang penata rambut.

Kemudian, giliran Haruto mengatakan yang sesungguhnya pada Misaki mengenai pekerjaannya. Misaki kesal karena Haruto berbohong, tapi lebih kesal lagi karena Haruto begitu mudah dengan cita-citanya.

Mendapatkan respon seperti itu, Haruto berjanji pada Misaki akan berjuang kembali untuk menjadi seorang fotografer. Dan saat itu itu, Haruto juga berjanji akan menunjukan hasil jepretannya pada Misaki.

Setelah pertemuan itu, sudah sekitar tiga minggu Haruto dan Misaki tidak pernah berkomunikasi kembali. Takashi, kakaknya Misaki selalu kesal ketika Misaki menceritakan kisah Haruto, berkebalikan dengan Ayano yang selalu semangat ketika Misaki menceritakan Haruto.

Pada suatu hari, tiba-tiba Haruto menghubungi Misaki kembali. Haruto mengabarkan kalau ia sekarang sedang berjuang untuk menjadi seorang fotografer. Haruto mengatakan kalau ia baru saja gajian dan ingin mengajak Misaki pergi makan untuk mentraktirnya, lalu Misaki pun mengiyakan ajakan dari Haruto.

Haruto dan Misaki akhirnya bertemu kembali. Saat makan bersama, Haruto merasa bersyukur karena ketika itu bertemu dengan Misaki. Ia tidak pernah menyesal dengan luka akibat kesalahan yang dilakukan oleh Misaki saat itu. Bahkan, berkat hal tersebut kini ia bisa dekat dengan Misaki.

Misaki dan Haruto pun kini benar-benar menjadi sepasang kekasih. Setiap hari mereka selalu saling memberi kabar. Kadang kala pergi kencan, mulai dari jalan-jalan, makan bersama, atau pergi menonton film. 

Saat Misaki sakit, Haruto pergi menjenguk Misaki di rumahnya. Pada saat itu, Haruto baru pertama kali bertemu dengan kakaknya Misaki.

Meski terlihat ‘galak’ tapi sebenarnya Takashi sangat peduli pada adiknya, sehingga ia terlihat cemburu ketika ada yang mendekati adiknya. Bahkan, saat Haruto menjenguk pun, Takashi mengawasi mereka dari dekat.

Keesokan harinya, sakit Misaki terasa semakin parah dan karena hal tersebut Misaki ditemani kakaknya pergi ke rumah sakit. Dokter Kamiya memberitahu diagnosa tentang penyakit Misaki yang cukup langka.

Misaki didiagnosa mengidap sindrom Progeria. Secara singkatnya, penyakit tersebut menyebabkan penderita mengalami penuaan dini lebih cepat dari orang normal.

Bahkan pada kasus Misaki, penuaannya terjadi belasan kali lebih cepat. Dan dalam waktu beberapa bulan ke depan, Misaki akan tampak seperti wanita paruh baya.

Gejala yang ditimbulkan karena penyakit tersebut mulai dari rambut beruban, kulit mengeriput, otot yang makin melemah hingga tidak dapat berjalan.

Dalam kegalauan, Misaki masih terus menemui Haruto sambil menyembunyikan penyakitnya. Misaki terkejut sekaligus bahagia ketika Haruto tiba-tiba melamar dirinya walaupun belum diberikan jawaban yang pasti. Misaki sengaja ingin memberikan kenangan indah dan bahagia bagi Haruto.

Namun, setelah itu pertemuan terakhirnya, Misaki mulai menghindari Haruto, karena ia takut Haruto tidak bisa menerima kondisinya tersebut. Misaki tak pernah memberi kabar pada Haruto dan membuat Haruto khawatir. Puluhan pesan Haruto kirimkan, tak ada satupun yang dibalas oleh Misaki.

Ketika Haruto berkunjung ke rumahnya Misaki pun, kakaknya mengatakan kalau Misaki tidak ada di rumah.

Suatu ketika, Misaki menelepon Haruto dan mengatakan kalau sekarang ia sudah memiliki kekasih lagi, sehingga ia meminta Haruto untuk melupakan dirinya. Kabar tersebut membuat Haruto merasa kecewa sekaligus sedih.

Misaki mulai terlihat seperti nenek-nenek, namun kakaknya tetap terus mengurus Misaki dan menjalankan pengobatan demi bisa menyelamatkan adik tercintanya. Setiap hari, Misaki semakin melemah dan tak berdaya. 

Tak tega melihat adiknya semakin depresi, Takashi menemui Haruto dan memintanya untuk menemui Misaki. Haruto merasa sangat terpukul ketika mengetahui kondisi Misaki yang sesungguhnya.

Untuk menyemangati Misaki, Haruto datang setiap hari dan terus bercerita banyak hal pada Misaki, berharap Misaki bisa sembuh seperti sedia kala.

Fokus pada Dua Pemeran Utama

fokus pada dua pemeran utama_

Film yang berdurasi 128 menit ini fokus pada kisah dua pemeran utama, yaitu Haruto yang diperankan oleh Kento Nakajima dan Misaki yang diperankan oleh Honoka Matsumoto. Kisah dua pasang kekasih yang bertemu pada pertama kali, tapi langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.

Meskipun bisa dibilang ceritanya merupakan kisah klasik, tapi ceritanya tetap menarik untuk ditonton. Ditambah dengan alur cerita yang ringan dan narasi yang mengiri sejak awal cerita dimulai, membuat penontonnya mudah untuk memahami jalan cerita.

Selain itu, pemilihan warna dan sinematografinya pun memberikan kesan yang berbeda setiap kali scene berganti. Saat bahagia, pemilihan warnanya cenderung berwarna soft dan cerah, ketika sedih warnanya sedikit redup, sedangkan saat paling menyedihkan warnanya semakin gelap.

Film yang Menyayat Hati

film menyayat hati_

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, film ini memiliki cerita yang cukup klasik. Saat seorang laki-laki dan perempuan bertemu dan jatuh cinta pada pandangan pertama, kemudian mereka pun menjalin kisah asmara.

Awal-awal, kisah asmaranya berjalan mulus tapi harus terpisahkan ketika Misaki mengidap penyakit yang cukup serius dan sulit disembuhkan. Misaki memilih untuk menjauhi Haruto, meskipun sebenarnya ia sangat mencintai Haruto.

Misaki masih terus mencoba berjuang untuk sembuh dari penyakitnya sambil ditemani oleh kakaknya, meski sebenarnya Misaki ingin menyerah saja karena sudah merasa lelah. Perjuangan Takashi untuk menyembuhkan adiknya pun cukup menyayat hati.

Hingga selang beberapa lama, akhirnya Haruto mengetahui penyakit Misaki dari Takashi. Haruto tidak pernah melihat wajah Misaki meskipun ia sudah mengetahui tentang penyakitnya. Meskipun begitu, Haruto masih selalu mengunjungi Misaki untuk memberikannya semangat. 

Dan sama seperti ketika Haruto menyerah pada impiannya, Misaki pun kembali semangat untuk bisa melihat dunia luar setelah mendengar perkataan dari Haruto.

Sayangnya, Haruto tidak mengenali Misaki ketika mereka bertemu dijalan, karena telah lama tidak bertemu dan tidak mengetahui wajah Misaki setelah terkena efek penyakitnya.

Akhir Cerita yang Mengharukan

akhir cerita mengharukan_

Pada seperempat cerita sebenarnya alur ceritanya sudah mulai mudah ditebak. Akhir dari ceritanya pun sudah terbayangkan akan seperti apa. Akhir ceritanya memang sad ending dan yang pasti mengharukan. 

Misaki meninggal dan Haruto merasa depresi. Haruto merasa sangat bersalah karena tidak menyadari kalau dirinya pernah bertemu dengan Misaki beberapa hari sebelum Misaki meninggal.

Haruto sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya, tapi setelah membaca surat dari Misaki, Haruto berubah pikiran. Setelah itu, Haruto ingin terus melanjutkan hidupnya dan terus menjadi seorang fotografer demi Misaki, satu-satunya gadis yang ia cintai.

Sekian ulasan film Love Like the Falling Petals. Pastikan untuk menonton hingga menit terakhir ya, karena disana terdapat awal mula pertemuan Haruto dan Misaki yang sesungguhnya. Film Jepang ini bisa kamu tonton di Netflix!

Love Like the Falling Petals
Rating: 
2/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram