bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film Legendary: Tomb of the Dragon (2013)

Sebuah tim yang dipimpin oleh ahli kriptozoologi Travis Preston diterbangkan ke Cina untuk melacak dan menangkap keberadaan seekor hewan purba. Tetapi mereka tidak sendiri.

Di sana juga sudah ada tim lain yang dipimpin oleh Harker, pemburu yang pernah satu tim dengan Travis dahulu. Tim yang berbeda tujuan dalam mencari hewan purba ini saling bersaing satu sama lain.

Legendary: Tomb of the Dragon adalah film monster karya Eric Styles yang dirilis dalam format video oleh Lionsgate pada 29 Juli 2014. Mempertemukan dua bintang aksi internasional Scott Adkins dan Dolph Lundgren, film action kelas B ini juga dibintangi oleh sebagian besar pemeran dari Inggris dan Cina.

Mengusung tema familiar tentang ekspedisi pencarian hewan purba yang masih hidup, apakah film ini memiliki kualitas berbeda di kelasnya? Simak terlebih dahulu review berikut untuk mengetahui ulasan lengkapnya.

Baca Juga: 20 Film Petualangan Terbaik yang Sangat Seru buat Ditonton

Sinopsis

Legendary Tomb of the Dragon (2013)_

Dr. Travis Preston masih berduka dan menyalahkan dirinya sendiri atas kematian salah satu anggota timnya saat melakukan ekspedisi di Rusia.

Dia didatangi oleh Doug McConnel, seorang pengacara, yang mewakili kliennya untuk memperlihatkan bukti keberadaan seekor hewan purba. Dia berhasil membujuk Travis untuk melakukan ekspedisi ke Cina.

Travis dan timnya sampai di sebuah danau yang disinyalir sebagai lokasi keberadaan hewan purba dari jenis kadal tersebut.

Tidak disangka mereka bertemu dengan tim lain yang dipimpin oleh Harker, seorang pemburu yang pernah bergabung di dalam tim ekspedisi ke Rusia dahulu. Perbedaan tujuan diantara mereka sudah mulai memanaskan suasana.

Travis menemui orang yang merekam video tentang keberadaan hewan purba tersebut. Orang tersebut adalah seorang guru bernama Jianyu, tapi dia tidak mau membantu Travis.

Doug dan sisa tim berusaha melakukan otopsi jasad korban serangan kadal purba itu di rumah sakit. Mereka menemukan patahan gigi kadal purba tersebut yang masih menancap di dalam jasad itu.

Keesokan harinya, Jianyu mendatangi kemah tim Travis dan bersedia membantu setelah sebelumnya didatangi oleh tim Harker yang menjanjikannya sejumlah besar uang.

Jianyu ingin membantu Travis karena kakaknya adalah salah satu korban dari kadal tersebut. Saat berkeliling di sekitar lokasi, Travis nyaris bisa memotret kadal itu, namun gagal karena pergerakannya terlalu cepat.

Travis mendatangi lokasi serangan terbaru kadal tersebut di sekitar area pembangunan dan bertemu dengan Dr. Lan Zeng, salah satu anggota tim Harker.

Ternyata mereka berdua memiliki kesamaan keinginan terhadap hewan purba itu, yaitu ingin melestarikan kadal ini tanpa merugikan manusia. Malamnya, terjadi lagi serangan yang menewaskan satu pekerja bangunan.

Tim Travis memulai pencarian dengan menggunakan bukti dan teknologi yang mereka miliki. Tim Harker pun melakukan hal yang sama dan bertemu dengan mereka di tengah danau.

Mereka diserang oleh kadal tersebut dan menewaskan satu anggota tim Harker. Lan berhasil diselamatkan oleh Travis, sementara anggota tim Harker lainnya melarikan diri.

Keesokan malamnya, Travis dan Lan menyelinap ke markas Harker untuk mengambil data tentang topografi danau. Tetapi mereka ketahuan oleh Harker dan disekap. Dengan kecerdikan dan ketangkasan Travis, mereka berdua berhasil meloloskan diri di pagi hari dan kembali ke tenda.

Peralatan baru didatangkan dan data yang mereka butuhkan berhasil didapatkan oleh Doug dari Harker. Dengan menggunakan teknologi sonar, tim Travis berhasil menemukan gua yang menjadi tempat tinggal kadal tersebut.

Mereka bertemu dengan hewan purba itu dan berhasil membiusnya. Dan ternyata, Tim Harker menguntit mereka dari belakang dan merusak semua rencana mereka.

Ketika menyadari bahwa yang mereka bius adalah anak dari kadal purba tersebut, Travis dan Harker harus berhadapan langsung dengan induknya yang berukuran dua kali lebih besar.

Berhasilkah Travis memindahkan dan melestarikan kadal purba itu? Atau justru Harker yang berhasil menuntaskan misinya untuk membunuh hewan itu? Tonton terus keseruan film ini hingga selesai, ya!

Pertemuan Dua Bintang Action

Pertemuan Dua Bintang Action_

Faktor utama yang mengundang perhatian dari film Legendary: Tomb of the Dragon ini adalah pertemuan dua bintang action internasional, Scott Adkins dari Inggris dan Dolph Lundgren dari Swedia.

Tapi film ini bukanlah kali pertama mereka bertemu. Secara berturut-turut, mereka terlibat dalam dua franchise action populer, The Expendables 2 (2012) dan Universal Soldier: Day of Reckoning (2012).

Pertemuan mereka memang seperti perlintasan dua generasi, dimana karir Dolphn Lundgren baru mulai bangkit lagi setelah diajak oleh Sylvester Stallone di franchise The Expendables.

Sementara Scott Adkins sedang terus berusaha menempatkan namanya di jajaran bintang action dengan banyak bermain di film-film produksi internasional.

Tentu yang kita harapkan adalah adegan pertarungan antara mereka berdua. Tapi sayangnya, kita tidak akan menemukannya di sini.

Di usia yang sudah cukup berumur, Dolph Lundgren memang sudah tidak gesit, sehingga hanya memperlihatkan kegarangan dan kebengisannya saja sebagai sosok antagonis. Sementara Scott Adkins memerankan karakter seorang doktor, bukan ahli bela diri.

Sehingga, rasanya kemungkinan pertarungan antara mereka tidak akan terjadi. Selain dari masalah karakter, Scott Adkins sendiri sedang dalam masa pemulihan dari cedera lututnya sehingga tidak bisa maksimal melakukan adegan aksi. Dia lebih banyak berlari dan menghindar daripada berkelahi.

Turut Dibintangi Beberapa Bintang Film Cina

Turut Dibintangi Beberapa Bintang Film Cina_

Sebagai film yang juga diproduksi oleh studio dari Cina, apalagi sebagian besar syuting dilakukan di Cina, maka sangatlah wajar apabila turut hadir beberapa bintang film Cina di film berdurasi 1 jam 32 menit ini. Huang Yi dan Geng Le adalah dua diantara mereka yang mendapat porsi adegan lebih dominan.

Bagi yang pernah menonton film The Legend Is Born: Ip Man (2010), aktris cantik ini bermain sebagai istri dari Yip Man, Cheung Wing Shing.

Dengan rambut pendek, secara penampilan Huang Yi pantas berperan sebagai ahli kriptozoologi. Tapi sayang, aktingnya cenderung kaku, begitu juga ketika berada di dalam adegan aksi.

Sementara Geng Le yang pernah berakting dengan apik di film Spring Subway (2002) tampil dengan performa akting yang lebih baik. Hanya saja karakternya sebagai guru yang merekam penampakan kadal purba itu tidak mendapat pengembangan yang berarti.

Sebenarnya aktor Cina yang tampil lebih baik dari mereka adalah Li Shengye yang berperan sebagai Han Wu, warga setempat yang turut membantu tim ekspedisi Travis.

Akting naturalnya hanya digunakan sebagai pekerja kasar saja tanpa ada andil dalam cerita. Padahal dia nyaris ada di setiap adegan, kecuali adegan puncak karena dia tidak diajak oleh Travis.

Fiksi Ilmiah yang Kurang Cerdas dalam Bertutur

Fiksi Ilmiah yang Kurang Cerdas dalam Bertutur_

Alur cerita yang disuguhkan oleh film dengan sinematografi seadanya ini cenderung biasa tanpa ada hal menarik di dalamnya.

Bahkan kesan keilmiahan akan munculnya hewan purba yang memakan banyak korban tidak begitu memiliki pondasi yang bagus. Jika keberadaan hewan itu di danau sudah sejak lama, seharusnya sudah banyak korban yang bertaburan, bukan baru muncul belakangan saja.

Tapi masih cukup masuk akal dengan alasan adanya pembangunan di danau itu yang mungkin mengganggu kenyamanan hewan tersebut di habitatnya.

Satu hal yang tidak masuk akal adalah penggambaran sang hewan dengan skala yang tidak beraturan. Di satu adegan dia terlihat besar, apalagi dengan deskripsi ukuran yang disebutkan oleh Travis dan timnya.

Tapi di adegan lain, ukurannya terlihat lebih kecil. Hal ini menjadi masuk akal ketika ternyata mereka menemukan dua ekor kadal tersebut yang salah satunya masih kecil.

Jika kita memperhatikan dengan lebih teliti, motif di badan induknya lebih banyak daripada anaknya. Dengan begitu, kita akan memahami permasalahan skala ini dengan menonton ulang sekali lagi. Jika kita berkenan tentunya.

Legendary: Tomb of the Dragon memang hanyalah film action kelas B yang hanya mengandalkan kebintangan dua pemeran utamanya tanpa menyuguhkan adegan aksi yang baik. Mengusung tema monster berupa hewan purba, efek visual yang disuguhkan terkesan murahan dan tidak rapi.

Selain itu, penggunaan judul Tomb of the Dragon sepertinya tidak relevan dengan cerita. Hewan purba yang ditampilkan di film ini adalah kadal raksasa, seharusnya dinamakan “lizard”, bukan “dragon.”

Penggunaan kata “tomb” juga tidak sesuai, karena tempat tinggal kadal purba ini bukanlah makam, melainkan hanya sebuah gua dengan sumber air panas di dalamnya.

Seharusnya judul film ini lebih baik diganti dengan “Cave of the Lizard” mungkin akan lebih relevan. Hal ini semakin menguatkan kesan ketidakjelasan dan betapa murahannya film ini.

Tapi bagi kalian yang menyukai aksi Scott Adkins, meskipun aksinya sangat minim disini, Legendary: Tomb of the Dragon layak untuk coba ditonton. Selamat menyaksikan, ya!

Legendary: Tomb of the Dragon
Rating: 
1.8/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram