bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Kuntilanak 3, Petualangan di Sekolah Cenayang

Kembali lagi menyapa para penonton dengan konsep dan kisah yang berbeda, Kuntilanak 3 (2022) akan membuatmu kaget. Film satu ini sangat jauh dari ekspektasi banyak orang, mulai dari alur, sinematografi, efek visual hingga akting. Semua ini memang tidak lepas dari sosok Rizal Mantovani, dengan imajinasi dan keahliannya mengarahkan aktor cilik.

Kuntilanak 3 (2022) ini bisa dikatakan memiliki vibes seperti Harry Potter (2001), tapi dengan gaya yang lokal banget. Menjadikan berbagai mitos tradisional sebagai premis utamanya, cerita buatan Alim Sudio patut diapresiasi karena terasa fresh.

Film ini mengisahkan anak-anak berkekuatan khusus yang harus melawan Ratu Kuntilanak pemakan sukma anak-anak. Kira-kira bagaimana kelanjutan pengalaman Dinda dan beberapa saudaranya saat ia tinggal di sekolah cenayang? Untuk mendapatkan informasi lebih lengkapnya, kamu bisa membacanya sinopsis dan review filmnya di bawah ini.

Sinopsis

sinopsis kuntilanak 3_

Baca Juga: Daftar Film Horor Indonesia Terbaik Sepanjang Masa

“Esensi jiwa anak-anak seperti kalian, yang membuat saya kuat untuk bersatu dengan beliau” – Eyang Sukma

Pasca kejadian beberapa waktu lalu (merujuk pada Kuntilanak 2), Dinda merasakan ada yang aneh dalam dirinya. Semua anak di sekolah mengejeknya sebagai “anak freak”, karena Dinda kerap melakukan hal-hal aneh.

Contohnya hari ini, Dinda yang marah melihat adiknya di-bully dan tiba-tiba saja memiliki kekuatan untuk menggerakan benda yang ada di sekitarnya.

Tak hanya soal kekuatan tadi, dalam beberapa kesempatan, Dinda kerap melihat sosok kuntilanak di bawah alam sadarnya. Tapi yang membuat hati Dinda hancur, suatu malam ia pernah tidak sengaja melukai adik-adiknya yang saat itu sedang menjahilinya.

Dinda merasa sangat menyesal, hingga ia meminta kepada ibunya untuk mengizinkan dirinya bersekolah di “Sekolah Mata Hati” Sekolah Mata Hati memang sangat misterius, pasalnya sekolah ini tidak memiliki alamat yang jelas.

Bahkan ibu Dinda tiba-tiba mendapatkan telepon dari sekolah itu, dan benar saja sekolah tersebut sangat berbeda dari sekolah lainnya. Sekolah Mata Hati adalah tempat yang diperuntukan untuk anak-anak yang memiliki kekuatan spesial seperti cenayang.

Dinda merasa sangat senang, pasalnya di sekolah barunya ada banyak anak yang mirip dengan dirinya. Bahkan Dinda belajar untuk mengendalikan kekuatannya dengan bantuan Miss Adela yang selalu menyemangatinya.

Di tempat lain, kakak dan adik-adik Dinda merasa khawatir dengan keselamatan Dinda selama di sekolah Mata Hati. Miko membaca berita mengenai hilangnya anak-anak secara misterius di Sekolah Mata Hati karena kuntilanak.

Sebagai saudara yang baik, Kresna dan Miko memutuskan untuk menyusul Dinda ke Sekolah Mata Hati dengan segala keterbatasan mereka. Bahkan identitas mereka hampir saja ketahuan, untungnya Miss Adela membantu mereka.

Ternyata Miss Adela dan Master Bejo membantu Kresna serta Miko karena mereka tahu keduanya adalah saudara Dinda. Terlebih lagi Dinda bukanlah anak sembarangan, gadis ini adalah keturunan terakhir dari Mangkujiwo. Dinda diramal bisa menyelamatkan atau menghancurkan sekolah, jika gadis ini berada di tangan yang tidak tepat.

Miss Adela dan Master Bejo sedang berusaha menyelamatkan Dinda dari incaran kepala sekolah Baskara dan Eyang Sukma. Sosok Eyang Sukma memang bukan orang sembarang, wanita ini adalah istri dari pendiri Sekolah Mata Hati.

Tapi sosoknya menjadi sangat misterius pasca kematian Mbah Kusno, karena Eyang Sukma hanya bisa ditemui oleh Baskara. Selain itu, kedua guru itu sedang menyelidiki mengenai kasus hilangnya anak-anak di sekolah mereka.

Akhirnya, Kresna dan Miko berhasil membongkar mengenai anak-anak yang menghilang dan sosok Eyang Sukma yang sesungguhnya. Ternyata Eyang Sukma bersatu dengan Ratu Kuntilanak, keduanya bisa menambahkan hidup satu tahun dengan mengkonsumsi sukma anak-anak cenayang.

Tapi jika Eyang Sukma mengkonsumsi sukma Dinda maka mereka bisa menambah hidup hingga delapan windu. Kehadiran Dinda membuat kejayaan klan Mangkujiwo bisa bersinar lagi. Selain itu, bagi Eyang Sukma dan Ratu Kuntilanak, Sekolah Mata Hati kini dijadikan sebagai tempat untuk mengumpulkan makanan.

Mereka membuat persembahan di mana Dinda jadi salah satu anak yang akan menjadi makanan Eyang Sukma. Melihat saudaranya dalam bahaya, kira-kira bisakan Kresna dan Miko menyelamatkan Dinda dari Eyang Sukma dan Ratu Kuntilanak?

Sekolah Cenayang dengan Kearifan Lokal

Sekolah Cenayang Dengan Kearifan Lokal_

Sebelum menonton film ini, saya benar-benar clueless karena tidak menonton trailer-nya terlebih dahulu. Tapi hal ini menjadi keputusan yang terbaik, pasalnya saya benar-benar menikmati setiap plot yang ada dalam film ini. Kuntilanak 3 (2022) menjadi salah satu film horor Indonesia yang memiliki vibes berbeda dari kebanyakan film pada umumnya.

Meski film ini bisa dikatakan sebagai film untuk anak-anak, jujur saja saya sangat menikmatinya mulai dari premis hingga alur. Saya sangat memuji Alim Sudio yang sudah mempersembahkan film penuh khayalan yang sangat menyenangkan untuk anak-anak.

Nonton Harry Potter (2001) mungkin terasa sulit untuk diterima oleh anak-anak di Indonesia, tapi Kuntilanak 3 (2022) memberikan nuansa yang sama dengan berbagai nilai-nilai lokal yang tetap kekinian.

Visualisasi dari sekolah cenayang yang ada di film ini membuat saya sangat terhibur, belum lagi berbagai adegan komedi dan mistisnya cukup seimbang. Alurnya tidak pernah lepas dari mitos-mitos yang berkembang di masyarakat. Lalu, efek visualnya memang terlihat sederhana tapi mumpuni.

Saya juga ingin memuji sutradara Rizal Mantovani, karena ia terlihat jelas memiliki imajinasi yang luar biasa. Berbagai adegan “magic” terlihat cukup realistis.

Selain itu, para aktor ciliknya terlihat sangat enjoy memerankan karakter mereka masing-masing. Mereka memberikan ekspresi dan body language yang pas sehingga penonton bisa merasakan kalau sekolah cenayang itu nyata.

Skoring dan Kualitas Film Cukup Mumpuni

Skoring dan Kualitas Filmnya Cukup Mumpuni_

Sedari tadi saya sudah menyinggung soal mitos-mitos masyarakat lokal yang selalu diterapkan dari awal hingga akhir film. Meski tidak banyak mitos lokal yang dimasukkan, mitos soal “lingsir wengi” yang menyeramkan sangat familiar dengan anak-anak.

Selain itu, mitos soal kuntilanak yang suka mengincar anak-anak, sosok hantunya cukup menyeramkan untuk anak-anak.

Lalu soal efek visualnya, saya sangat mengacungi jempol karena mereka membuatnya sangat simpel tapi tepat sasaran. Mulai dari mengangkat barang-barang, berbagai visualisasi dari ilmu hitam dan ilmu putih, semuanya diperlihatkan dengan sangat baik.

Contohnya soal teleportasi, hingga pertarungan kekuatan cenayang yang terjadi di bagian akhir filmnya. Soal skoring dan sinematografi, film ini melengkapi alurnya dengan berbagai musik tradisional dari awal hingga akhir.

Saya sangat menikmati musik-musik yang dikeluarkan dari alat musik tradisional, tetap ear catching dan kekinian. Sinematografinya terlihat dari keindahan alam hingga keindahan set sekolah cenayang yang terasa lokal dibangunan ala Eropa.

Belum Sempurna, tapi Worth Ditonton

Belum Sempurna, Tapi Worth Ditonton_

Kuntilanak 3 (2022) memang film yang sangat seru untuk ditonton, karena kualitas dan vibes-nya yang berbeda dari film pada umumnya.

Meski begitu, film ini masih memiliki beberapa plot hole, salah satunya soal mitos Mangkujiwo dan Jagal Kuntilanak yang kurang digali. Dua hal tadi selalu saja disinggung, mulai dari awal hingga filmnya berakhir.

Sayangnya tidak ada penjelasan lebih lanjut tentang Mangkujiwo dan Jagal Kuntilanak yang sangat penting ini. Bagi saya plot hole ini menjadi salah satu hal yang fatal.

Plot hole lainnya, materi mengenai penyatuan Eyang Sukma dan Ratu Kuntilanak, hal ini mungkin bisa disinggung lebih banyak lagi.

Mungkin bisa diberikan adegan flashback, kenapa dan bagaimana mereka bisa bersatu, serta sosok Mbah Kusno mungkin bisa sedikit diperlihatkan lebih banyak.

Tapi plot hole tadi memang tidak akan disadari oleh anak-anak, karena mereka akan lebih fokus pada sisi magic dan petualangan Dinda. Selain itu, saya ingin memuji Nafa Urbach dan Aming yang membuat film Kuntilanak 3 (2022) worth untuk ditonton.

Nafa Urbach memberikan sisi keibuan yang lembut di balik sosoknya yang terlihat misterius dan dingin. Sementara untuk Aming, ini pertama kalinya saya melihat sosok Aming memerankan karakter yang non komedi dan serius.

Kualitas akting dari keduanya memang tidak bisa dipandang remeh. Bisa dibilang, mereka juga menjadi salah satu penyelamat untuk film ini.

Bisa saya katakan, film Kuntilanak 3 (2022) menjadi salah satu tontonan yang cocok untuk anak-anak Indonesia. Tidak hanya memberikan sisi horor, tapi ada fantasi dan kisah petualangan yang pastinya cocok dengan anak-anak.

Film ini juga memberikan nilai soal kepercayaan diri, kerjasama, nilai dari sebuah pertemanan dan persaudaraan. Jadi, apakah kamu tertarik untuk menontonnya?

Kuntilanak 3
Rating: 
3.8/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram