Sinopsis dan Review Film Keluarga Cemara 2 (2022)

Ditulis oleh Suci Maharani R
Keluarga Cemara 2
3.5
/5

Kaget melihat pertumbuhan kedua putrinya, Emak dan Abah memang sedang kesulitan untuk membagi waktu. Keduanya bingung, bagaimana caranya memberikan perhatian kepada ketiga putrinya dan tetap fokus dengan pekerjaan masing-masing.

Bahkan hal ini sempat membuat hubungan Abah dan Emak renggang, karena saling menyalahkan satu sama lain. Kembali menyapa para penonton, Keluarga Cemara 2 (2022) kini disutradarai oleh Ismail Basbeth.

Sementara untuk jajaran pemeran utamanya, Visinema Picture menambahkan beberapa karakter baru yang bikin ceritanya makin greget. Pokoknya film satu ini terasa dekat dan relate dengan semua keluarga, terutama untuk pasangan muda.

Lalu hal apalagi yang akan terjadi kepada Abah, Emak, Euis, Rara dan putri bungsu mereka Agil? Biar enggak penasaran lagi, kamu bisa membaca sinopsis dan review film Keluarga Cemara 2 (2022) di bawah ini.

Baca Juga: 10 Film Terbaik yang Dibintangi Ringgo Agus Rahman

Sinopsis

sinopsis keluarga cemara_

Sudah tidak lagi bekerja sebagai tukang ojek, hari ini Abah resmi bekerja di peternakan ayam. Sambil menjemput Rara dari sekolah, Abah mengajak anak tengahnya untuk melihat-lihat peternakan.

Namun ada satu hal yang membuat Rara merinding, gadis itu mendengar para ayam memanggil namanya. Rara pun menceritakan hal ini kepada seluruh keluarganya, tapi tidak ada yang mempercayainya.

Sebenarnya, sebelum Abah dan Rara pulang, Emak sedang dilanda masalah ketika opak buatannya sudah tidak lagi laku. Ditambah lagi, Euis bilang sudah tidak bisa pulang bersama dengan Rara karena banyak kegiatan di sekolahnya.

Emak mengatakan bahwa Euis harus jujur kepada adiknya karena dulu Euis sendiri yang berjanji untuk selalu pulang sekolah bersama Rara. Hari itu berjalan seperti biasanya, namun Rara merasa Euis jadi mudah uring-uringan dan sibuk dengan handphone-nya.

Saat mereka makan malam, Euis pun mengatakan kepada Rara, bahwa ia tidak bisa lagi pulang sekolah bersama sang adik. Sang adik merasa sedih, ditambah lagi Euis meminta kamar pribadi yang membuat Rara sangat terkejut.

Anak itu merasa ditinggalkan oleh tetehnya yang kini lebih senang menyendiri dan tidak mempedulikannya lagi. Tak ingin masalah berlarut-larut, Emak dan Abah akhirnya menyiapkan kamar sebelah untuk Rara.

Tapi janji Abah untuk membetulkan kamar Rara di hari Sabtu tidak ditepati Abah. Hal itu membuat Rara kecewa untuk kedua kalinya. Semenjak Rara pulang dan tinggal di kamarnya sendiri, gadis ini memang terlihat lebih murung.

Untungnya ada Ariel, yang kini selalu mengajaknya untuk pulang bersama dan bermain dengannya. Hari itu, kedua anak ini tidak sengaja menemukan anak ayam yang akhirnya dibawa pulang oleh Rara. Kerap mencurahkan kesedihannya kepada ayam neon, Rara merasa si anak ayam membalasnya.

Bahkan ia berkata, ayam itu meminta tolong kepadanya untuk dikembalikan kepada keluarganya. Bersama dengan Ariel, Rara berusaha mencari rumah ayam neon yang ternyata ada di Kampung Badak.

Keduanya pun nekat pergi ke sana. Untungnya, malam itu Rara dan Aril ditemukan oleh Abah. Tentu saja Abah dan Emak merasa khawatir, marah, dan kecewa pada Rara, hingga masalah lain muncul.

Malam itu Rara berkata bahwa ia tidak ingin berjanji, karena Abah dan tetehnya selalu ingkar janji. Terlebih lagi Rara bilang kalau tetehnya bukan sibuk sekolah tetapi sibuk berpacaran dengan Deni.

Hal ini membuat Abah dan Emak semakin kaget. Mereka tidak menyangka bahwa Euis sudah masuk dalam fase mengenal cinta. Makan malam kali ini terasa sulit bagi mereka, pasalnya Emak dan Abah juga saling menyalahkan.

Keduanya menuntut saling memberikan waktu untuk anak-anak, tapi kesibukan mereka membuat segalanya jadi rumit. Menghadapi Rara dengan halusinasinya yang katanya bisa berbicara dengan ayam hingga Euis yang sudah berpacaran, kira-kira bagaimana cara Abah dan Emak menghadapinya?

Baca Juga: 10 Film Terbaik yang Dibintangi oleh Nirina Zubir

Makan Malam Bagaikan Meja Pengadilan

Makan Malam Bagaikan Meja Pengadilan_

Keluarga Cemara 2 (2022) memang memiliki permasalahan yang simpel, yaitu Rara dan anak ayam peliharaannya. Tapi kenapa anak ayam ini bisa menjadi masalah?

Jujur saya sendiri tidak pernah menyangka kalau anak ayam bisa menjadi sumber masalah dalam sebuah keluarga. Sosok anak ayam bernama Neon membuat keluarga Abah masuk ke dalam sebuah diskusi yang sulit untuk diselesaikan.

Rara merefleksikan dirinya yang tidak ingin mengikuti jejak Abah dan tetehnya menjadi seorang pembohong. Imajinasinya yang berkata ia bisa berbicara dengan ayam memang tidak bisa ditanggapi secara logis.

Tapi Abah dan Euis dengan segala pemikiran logisnya, berpikir bahwa semua ini adalah wujud dari kenakalan Rara. Begitu pula soal masalah Euis. Gadis yang beranjak remaja ini sudah mengenal cinta dan merindukan privasinya.

Tapi ia tidak sadar, perkataannya malam itu sudah menyakiti hati adik dan menyisakan kemelut bagi kedua orang tuanya. Sementara Emak hanya bisa duduk di kursinya, ia tidak bisa memihak siapapun karena posisinya hanya menjadi penelaah.

Dua scene saat makan malam ini benar-benar sangat ngena, pasalnya meja makan menjadi pengadilan dalam keluarga ini.

Tidak semua masalah bisa diselesaikan di meja ini, tetapi semua orang bisa meluapkan emosi mereka di sini. Selain itu, arti dari sebuah komitmen menjadi hal yang paling ditekankan juga dalam film ini.  

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram