bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film Keeping Up with the Joneses (2016)

Ditulis oleh Aditya Putra
Keeping Up with the Joneses
2.8
/5

Hidup modern membuat kita mustahil untuk nggak memiliki tetangga. Yang membedakan hanyalah di mana tempat kita tinggal. Apabila tinggal di perumahan atau kawasan elit, kemungkinan besar bergaul tetangga bukanlah hal yang rutin dilakukan.

Mungkin cuma sebagai formalitas belaka. Tapi apabila tinggal di kawasan rumah yang padat penduduk, bergaul dengan tetangga sudah jadi tuntutan tersendiri.

Kedatangan tetangga nggak jarang membawa perubahan besar. Perbedaan karakter dan kebiasaan dengan tetangga lama bisa menjadi masalah apabila nggak mau saling menghargai.

Di film Keeping Up with the Joneses, kedatangan tetangga baru justru membawa pasangan suami istri terseret ke dalam bahaya. Seperti apa ceritanya? Yuk kita bahas dalam sinopsis dan review berikut ini!

Baca juga: Sinopsis & Review Film Aksi Komedi National Security (2003)

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2016
  • Genre: Comedy, Action
  • Produksi: Fox 2000 Pictures, Parkes + Macdonald Image Nation
  • Sutradara: Greg Mottola
  • Pemain: Zach Galifianakis, Jon Hamm, Isla Fisher, Gal Gadot

Jeff Gaffney adalah seorang pegawai personalia perusahaan kontraktor pertahanan bernama MBI yang berlokasi di Atlanta. Istrinya, Karen, bekerja sebagai desainer interior paruh waktu.

Mereka berdua sudah memiliki dua orang anak dan tinggal di wilayah perumahan di pinggiran kota. Kedua anak keluarga Gaffrey pergi untuk mengikuti kamp musim panas.

Jeff dan Karen yang sedang menghabiskan waktu berdua, kedatangan tetangga baru. Mereka adalah Tim Jones yang berprofesi sebagai blog traveler serta pasangannya, Natalie, yang merupakan seorang konsultan sosial media, blogger makanan dan filantropis.

Keluarga Jones bukan hanya memiliki fisik yang memukau tapi juga ramah. Ketika sedang ada acara pesta yang melibatkan penduduk sekitar, Karen melihat Tim menyelinap ke ruangan Jeff. Jeff beralasan sedang mencari toilet.

Kecurigaan keluarga Gaffney pada keluarga Jones bertambah ketika Karen melihat Natalie menggunakan semacam alat spionase di kafe. Karen kemudian mengikuti Natalie yang tengah berjalan ke mall.

Karen mencoba memata-matai Natalie sampai masuk ke ruang ganti. Natalie ternyata masuk ke ruang ganti yang sama dan mencoba mendekatkan diri dengan Karen.

Bukan hanya Natalie yang mendekati Karen, Tim pun melakukan hal serupa pada Jeff. Tim mengajak Jeff ke restoran Cina yang menjual makanan-makanan ilegal.

Jeff meminum darah ular yang dicampur dengan alkohol. Ular itu ternyata masih hidup dan menggigit Jeff. Tim menyelamatkan Jeff dengan mengambil kepala ular. Merasa diselamatkan nyawa oleh Tim, Jeff gantian mengajak Tim ikut indoor skydiving, kegiatan yang nggak seorang pun mau diajak oleh Jeff.

Ketika beristirahat sambil makan, Tim mulai menanyakan kehidupan Jeff lebih jauh dari mulai soal pekerjaan sampai rekan-rekan kerja.

Pada malam harinya, Natalie dibantu oleh Tim, masuk ke kantor Jeff dan mengakses e-mail Jeff. Tim dan Natalie memberi hadiah pada keluarga Gaffney berupa hiasan meja.

Hiasan itu dipajang di ruang tamu keluarga Gaffney. Ketika Jeff dan Karen sedang bercinta, mereka menjatuhkan hiasan meja itu. Di antara kepingan yang pecah, mereka melihat alat penyadap. Mereka semakin yakin bahwa tetangga mereka berniat menyadap.

Jeff dan Karen menyelinap ke rumah keluarga Jones. Mereka berdua menemukan file tentang Jeff beserta rekan-rekannya. Jeff mencoba menggunakan sebuah pulpen yang ternyata mengeluarkan peluru yang dapat membuat orang nggak sadar, pada Karen. Mereka berhasil kabur sebelum Tim dan Natalie datang.

Natalie khawatir kalau Tim terlalu dekat dengan Jeff. Tapi baik Tim dan Natalie menyadari bahwa mereka menyayangi tetangganya itu yang merupakan larangan bagi mata-mata.

Natalie melihat pulpennya sudah terjatuh di lantai. Dia menyadari bahwa keluarga Gaffney sudah menyelinap masuk ke dalam rumah.

Jeff mencoba melaporkan tindakan keluarga Jones pada atasan di kantor. Sebelum itu terjadi, atasan Jeff tewas ditembak oleh sniper. Ternyata nyawa Jeff dan Karen sedang diincar.

Keluarga Jones membantu mereka untuk melarikan diri. Mengapa Jeff dan Karen menjadi target pembunuhan? Bisakah dua keluarga yang saling mencurigai bekerja sama?

Unsur Komedi

Unsur Komedi

Sebagai film yang mengusung genre komedi dan laga, Keeping Up with the Joneses justru gagal menyeimbangkan kedua unsur itu dengan baik.

Unsur laga jauh di bawah komedi walau dikemas dengan cukup apik. Adegan kaca ditembak, kejar-kejaran mobil, tembak-menembak sampai misi berbahaya ditampilkan hanya saja porsinya terasa terlalu sedikit.

Film garapan karya sutradara Greg Mottola ini lebih banyak mendalami dinamika hubungan keluarga Gaffney dan Jones. Dinamika hubungan itu dikemas dengan cara komedi.

Masalahnya adalah nyaris sepanjang film, komedi itu digelontorkan begitu saja tanpa memandang kapan dikeluarkan dalam waktu yang tepat.

Terlalu mendominasinya komedi menjadi peluang terjadinya hit and miss. Tapi ketika komedi itu berhasil di momen yang tepat, kita pasti akan dibuat tertawa.

Contohnya ketika Jeff digigit oleh kepala ular yang ternyata masih hidup, atau perdebatan mengenai sandi yang harus diucapkan Jeff atau Karen untuk meminta bantuan pada keluarga Jones ketika keadaan mendesak.

Penampilan Gal Gadot

Penampilan Gal Gadot

Yang menjadi andalan dari Keeping Up with the Joneses adalah perbedaan latar belakang keluarga Gaffney dan Jones. Gaffney merupakan keluarga warga sipil biasa yang menjalani hidup sebagaimana orang-orang kebanyakan.

Sedangkan keluarga Jones, keduanya adalah mata-mata yang pekerjaannya memiliki banyak resiko. Jon Hamm yang berperan sebagai Tim dan Gal Gadot yang berperan sebagai Natalie mungkin nggak diberi beban untuk menyuguhkan komedi.

Karakter keduanya sebagai mata-mata lebih diperuntukan membawa unsur action  ke dalam cerita. Untuk urusan itu, keduanya bisa dibilang berhasil membawa masalah bagi keluarga Gaffney.

Hal yang disayangkan dari film ini adalah karakter Gal Gadot sebagai seorang mata-mata yang kurang dieksplorasi secara pendalaman karakter, berbeda dengan tiga karakter utama lainnya.

Alih-alih menunjukan keterampilannya melakukan sesuatu yang nggak bisa diprediksi, cerita malah lebih memilih untuk menyoroti bagaimana sempurnanya fisik Natalie dibandingkan dengan fisik Karen.

Penampilan Zach Galifianakis dan Isla Fisher

Penampilan Zach Galifianakis dan Isla Fisher

Keeping Up with the Joneses mungkin nggak bisa berjalan dengan baik apabila Zach Galifianakis dan Isla Fisher nggak tampil bagus. Galifianakis berhasil memerankan karakter Jeff yang merupakan tipikal pekerja kantoran.

Apresiasi lebih harus diberikan pada sang aktor yang biasanya berperan sebagai pembawa masalah. Sementara Fisher bisa menjadi istri biasa yang problemnya pun dialami oleh kebanyakan orang.

Galifianakis dan Isher dijadikan dua aktor yang harus menghidupkan suasana baik lewat unsur komedi serta sebagian kecil unsur laga. Untuk urusan komedi, keduanya melakukan tugas dengan sempurna untuk memperlihatkan bagaimana kehidupan rumah tangga secara umum.

Terkesannya mereka karena kehadiran keluarga Jones pun terasa masuk akal sebagaimana mereka bukanlah tipikal orang yang disukai banyak orang karena dianggap terlalu membosankan.

Secara sinematografi, nggak ada yang spesial dari film ini dengan lebih banyak menggunakan mid shot serta penggunaan efek untuk adegan-adegan laganya yang sangat biasa. Durasi selama 105 menit terasa pas untuk sebuah hiburan ringan.

Keeping Up with the Joneses adalah film yang cukup menghibur tapi nggak sampai jadi memorable. Kecuali kalau kamu adalah penggemar berat Gal Gadot. Film Gal Gadot favorit kamu apa nih? Tulis di bawah yuk!

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram