bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Kate, Balas Dendam Female Assassin

Gagal dalam tugas terakhirnya, seorang pembunuh bayaran wanita bernama Kate menyadari jika dia sekarat karena racun di dalam tubuhnya. Hanya memiliki waktu kurang dari sehari, Kate harus mencari siapa dalang dibalik kejadian ini. Mampukah dia menuntaskan balas dendam ini sebelum ajal menjemput?

Kate adalah original film Netflix bergenre action thriller yang dibintangi oleh Mary Elizabeth Winstead sebagai pemeran utama. Dirilis pada 10 September 2021, karya sutradara asal Prancis Cedric Nicolas-Troyan ini juga dibintangi oleh Woody Harrelson dan Tadanobu Asano sebagai pemeran pendukung, serta memperkenalkan aktris muda Miku Patricia Martineau.

Akankah film yang menjanjikan adegan action yang seru ini mampu memacu adrenalin kita? Simak review berikut dari film yang mengambil lokasi syuting di Jepang ini.

Sinopsis

film-kate-1_

Kate ditugaskan untuk membunuh seorang anggota Yakuza di Osaka. Saat hendak melakukan aksinya, dia ragu karena adanya anak dari sang target. Karena desakan Varrick, mentornya, Kate melakukannya juga dan membuat anak anggota Yakuza itu menangis sejadi-jadinya.

10 bulan kemudian, Kate memutuskan untuk pensiun dari pekerjaannya sebagai efek dari tugasnya di Osaka lalu yang masih membayangi benaknya. Kate ingin menjalani kehidupan normal yang selama ini belum pernah dia miliki, karena sedari kecil sejak orang tuanya tewas terbunuh, dia diasuh oleh Varrick dan dilatih menjadi pembunuh bayaran.

Saat di bar, Kate bertemu dengan seorang pria yang kemudian diajaknya menginap. Saat tugas terakhir masuk, Kate segera pergi. Sudah siap di posisi menembak, Kate merasa kepalanya pusing dan tidak fokus sehingga bidikannya meleset. Kate berusaha mengejar target, tapi tetap gagal. Kate muntah di gang, lalu mencuri mobil yang kemudian berada dalam kejaran polisi. Lalu, Kate kecelakaan.

Tersadar di rumah sakit, Kate diberitahu oleh dokter jika ada racun mematikan di dalam tubuhnya yang membuatnya hanya memiliki waktu hidup kurang dari 24 jam. Kate kabur dari rumah sakit dengan membawa beberapa obat suntik. Kate bertemu dengan pria asing yang meracuninya. Ternyata dia melakukannya di bawah ancaman Yakuza.

Kate kemudian mendatangi markas Yakuza demi mencari boss mereka, Kijima. Kate membunuh semua petinggi Yakuza demi mendapat informasi keberadaan Kijima, karena tidak ada dari mereka yang tahu keberadaan sang ketua, hingga salah satu anak buah yang ketakutan memberi tahu Kate tentang Ani, keponakan Kijima.

Kate mencari Ani di klub tempat anak-anak muda berkumpul dan berhasil menculiknya. Kate memaksa Ani untuk menghubungi tangan kanan Kijima, Renji, dan menebar ancaman. Renji mengirim beberapa anak buahnya untuk menangani ancaman Kate yang berada dalam kondisi kritis dan harus sejam sekali disuntik. Ani sedikit iba melihat kondisi penculiknya ini.

Anak buah Renji bukanlah tandingan Kate yang berhasil menumpas mereka semua sekaligus menyelamatkan Ani dari rencana pengkhianatan Renji. Ani kemudian bersedia membantu Kate menyelesaikan balas dendamnya. Mereka mendatangi Jojima dan berjibaku untuk mengalahkannya. Dari ponsel Jojima, mereka berhasil mengetahui lokasi Renji.

Menghadang di tengah jalan, mobil Renji dibombardir tembakan senapan Kate. Renji bilang jika Kijima “berada di sekitar keluarganya.” Ani tahu tempat yang dimaksud dan mengantar Kate kesana. Sesampainya di rumah keluarga Kijima, Kate menyuruh Ani menunggu diluar. Kate bertemu dengan Kijima yang membuka semua pengkhianatan di dalam keluarganya juga di organisasi tempat Kate bernaung.

Kate melepas tembakan dan keluar dari rumah. Dia mendapati Ani sedang didekati oleh Varrick yang memberitahunya bahwa Kate adalah orang yang menembak mati ayahnya. Ani marah dan menembak Kate. Setelah mereka pergi, Kate dibantu oleh Kijima yang ternyata tidak dibunuhnya. Mereka bergerak menuju markas Renji bersama pasukan setia Kijima.

Terjadi baku-tembak seru di antara keluarga Yakuza. Kijima berhasil membunuh Renji dalam adu samurai. Kate semakin kritis tetapi memaksakan diri untuk mengejar Varrick yang menjadikan Ani sandera. Setelah bertatap muka, Kate dan Varrick saling menembak yang mengantarkan Varrick tewas di kursi, sementara Kate dipapah oleh Ani menuju teras di atap dan tewas disana.

Cerita Klise yang Mudah Ditebak

film-kate-2_

Premis film Kate ini langsung mengingatkan pada salah satu film Jason Statham yang seru, Crank (2006) dimana tokoh utamanya diracun dan harus menemukan siapa yang meracuninya sekaligus mencari penawarnya sebelum efek racun itu menggerogoti tubuhnya. Bedanya, jika Crank terkesan lebih bernuansa komedi, maka Kate terkesan lebih kelam dan serius.

Semua elemen cerita yang naskahnya ditulis oleh Umair Aleem ini sudah pernah ditampilkan di dalam film-film action serupa sebelumnya sehingga alurnya mudah ditebak. Keinginan pembunuh bayaran yang ingin pensiun lalu dihabisi oleh kelompoknya sendiri mengingatkan kita akan film Kill Bill (2003). Meski masih dalam pencarian tentang siapa dalang dibalik ini semua, cerita akan bermuara ke sana juga.

Penuh Adegan Aksi yang Keras

film-kate-3_

Selain ide cerita yang sama, film berdurasi 1 jam 46 menit ini juga meminjam kekerasan adegan action Kill Bill yang keras dan penuh darah. Karakter Kate disini memang nothing to lose, dia sudah tidak memiliki apa-apa dalam hidupnya, sehingga melakukan penyerangan secara gung-ho tidaklah menakutkan baginya. Apalagi dia sudah berpengalaman selama 12 tahun menjadi pembunuh bayaran.

Sehingga sepanjang film, kita disuguhkan dengan aksinya yang tidak mengenal lelah, hanya beberapa kali terhenti untuk menyuntikkan obat ke tubuhnya. Adegan baku-hantam dengan menembakkan pistol dari jarak dekat mengingatkan kita akan film John Wick (2014), senada dengan nuansa kelam yang diusungnya.

Hanya saja terlihat beberapa kali gerakan Mary Elizabeth Winstead kurang gesit. Keseruan adegan kelahi di film ini terbantu dengan gerak kamera yang dinamis dan kelihaian lawan tarung yang kemungkinan besar adalah para stuntman berpengalaman. Semburan darah, tulang yang patah, dan bagian tubuh lain yang terluka adalah menu utama film yang syutingnya telah selesai sejak bulan November 2019 ini.

Totalitas Akting Mary Elizabeth Winstead

film-kate-4_

Salah satu aspek positif dari film ini adalah akting penuh totalitas dari Mary Elizabeth Winstead, selain sinematografi yang menampilkan Tokyo layaknya setting dalam video game bertema futuristik. Dari awal film hingga ke akhir, dia membawakan karakter pembunuh yang tangguh dan gigih ini dengan baik, terutama penampilan fisiknya yang penuh luka.

Beberapa kali kita dibuatnya merasa iba saat reaksi racun di tubuhnya mulai kambuh. Kate beberapa kali muntah, pingsan, bahkan giginya tanggal karena kuatnya racun tersebut. Tapi dendam harus terbalaskan yang membuat dia kuat menghadapi semua musuh yang menghadang langkahnya, apalagi dia hanya memiliki waktu yang sedikit untuk mengakhiri semua ini.

Sejak berperan sebagai The Huntress dalam Birds of Prey (2020), sepertinya Mary Elizabeth Winstead belum puas berperan di dalam film action, bahkan di film Kate ini, dosis kekerasannya ditambah. Tetapi kekuatan akting aktris cantik ini bukan berasal dari kemampuan berkelahinya, justru pergolakan emosi karakternya yang bisa diterjemahkan olehnya dengan baik.

Kita bisa melihat dan merasakan betapa kesalnya dia ketika mengetahui ada racun mematikan yang tidak ada obatnya di dalam tubuhnya. Ditambah lagi dia harus mencari dalang di balik ini semua. Ditambah lagi begitu dia tahu bahwa dia dikhianati oleh mentornya sendiri. Semua level emosi ini dibawakan dengan baik olehnya.

Kate memang tidak akan menjadi salah satu film action terbaik, meski memiliki banyak adegan action yang keras. Tapi paling tidak film ini memiliki Mary Elizabeth Winstead yang penampilannya menjadi penyelamat utama film dengan cerita yang basi ini. Langsung memuncaki trending di minggu pertama perilisannya, membuat film ini cukup layak ditonton. Siap beraksi? There’s No Time for Mercy!

Kate
Rating: 
2.5/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram