Sinopsis & Review Kamu Tidak Sendiri, Terkurung Bersama Mayat

Ditulis oleh Gerryaldo
Kamu Tidak Sendiri
3
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Menilik dari judulnya saja pasti banyak orang yang mengira film besutan sutradara Arwin T. Wardhana ini adalah film dengan genre horor. Belum lagi posternya yang cukup dark membuat anggapan tersebut semakin jadi. Apabila kalian mengira demikian maka kalian salah. Film ini memiliki genre Thriller bahkan jauh dari kata horor.

Baca Juga: 12 Film Terbaik yang Dibintangi oleh Adinia Wirasti

Mengisahkan tentang seorang wanita karir bernama Mira yang harus terjebak di dalam lift bersama dengan seseorang yang ia anggap freak bernama Mika karena selalu memberi hadiah tanpa maksud yang jelas. Perjuangan Mira pun dimulai ketika ia terluka dan lift mulai meluncur ke lantai dasar. Apakah Mira akan selamat?

Sinopsis

News_Kamu Tidak Sendiri_Casts (Copy)

Film dibuka dengan sebuah tayangan gempa Palu yang efek gempanya masih terasa hingga berbagai kota besar di Indonesia. Berita tersebut disaksikan oleh Adrian (Rio Dewanto) yang adalah mantan anggota SAR namun pensiun dan menjadi petugas keamanan di sebuah gedung perkantoran di Jakarta.

Di satu pagi, Adrian berpamitan pada anak semata wayangnya, Dinda (Giselle Tambunan) yang sedang berulang tahun untuk bekerja. Adrian berjanji akan membantu Dinda setelah pulang kerja untuk mengemas goodie bag untuk dibagikan saat acara pesta ulang tahunnya nanti. Adrian pun sampai di kantor, disusul dengan Mira.

Mira Arudanti (Adinia Wirasti) merupakan seorang wanita karir. Ia menjabat sebagai Business Development Manager untuk sebuah perusahaan multi-internasional bernama E-Verything Group yang berpusat di Singapura. Ia disegani banyak anak buahnya karena Mira terkenal tegas dan disiplin. Ia bahkan tidak suka basa-basi.

Sekretaris Mira, Sari (Sintya Marisca) selalu jadi bulan-bulanan Mira. Apapun yang dikerjakan harus sempurna sehingga Sari tertekan. Ia bahkan harus menerima banyak hadiah milik Mira yang berasal dari seseorang yang tidak dikenal; entah itu coklat atau bunga. Meski demikian Sari tetap hormat pada Mira.

Di lantai 27, ada dua perusahaan yang mejeng disana; perusahaan E-Verything Group tempat Mira bekerja dan perusahaan peralatan medis dimana seorang pria misterius bernama Mika (Ganindra Bimo) doyan memperhatikan Mira. Di lantai lain, Adrian juga mulai bekerja bersama timnya di ruang kontrol gedung.

Malam pun tiba, Mira masih bekerja setelah memulangkan Sari karena dirinya harus fokus menyelesaikan sebuah projek yang hendak ia presentasikan besok pagi di depan para dewan; padahal seharusnya Mira sudah pulang dan bertemu Ibunya, Nuraini (Ayu Dyah Pasha) untuk merayakan ulang tahun Ibunya itu.

Merasa masih ada waktu untuk tiup lilin bersama, Mira pun memutuskan pulang. Saat masuk lift, Mika juga ikut turun kebawah untuk pulang. Mira awalnya tidak peduli dengan keberadaan Mika, namun karena pria itu mulai mengajak bicara, Mira pun akhirnya melunak. Saat akan berkenalan tiba-tiba lift bergoyang dan berhenti. 

Otomatis tubuh Mira limbung dan ditahan oleh Mika. Mira merasa risih dan meminta Mika untuk memanggil bantuan lewat emergency speaker. Meski sudah dicoba berulang kali, tidak ada respon membuat Mira ketakutan. Mika pun mencoba untuk membuat Mira tenang dengan mengajak ngobrol tentang semua hal.

Mira akhirnya tahu kalau orang yang kerap mengirimi cokelat dan bunga adalah Mika. Alih-alih tersanjung, Mira malah bilang Mika psikopat. Bukannya marah, Mika hanya tersenyum dan meminta wanita itu untuk tetap tenang. Tak lama kemudian, ada petugas gedung yang mencoba untuk membuka pintu lift menggunakan linggis.

Bukannya terbuka, linggis itu malah masuk ke kabin lift dan membuat lift kembali meluncur beberapa lantai. Mira jadi semakin histeris. Mira meminta bantuan Mika untuk naik ke plafon lift untuk mencari tahu apa yang terjadi, naas, saat hendak naik, lift meluncur kembali dan berhenti mendadak membuat Mika dan Mira terlempar.

Mira tertusuk linggis di bagian paha sedangkan Mika tertusuk kaca atap lift dan menyobek lehernya. Mira panik bukan main dan membantu Mika untuk menahan lukanya namun luka Mika terlalu besar dan lelaki itu mengalami pendarahan. Sudah mencoba bertahan, Mika akhirnya meninggal kehabisan darah. Mira depresi bukan main.

Mira mulai pasrah dengan keadaan, ia bergelut dengan rasa takutnya. Beruntung tiba-tiba saja, ada suara yang muncul dari speaker darurat. Suara itu adalah suara Adrian yang berasal dari ruang kontrol. Mira memaki Adrian karena berpikir petugas gedung lamban dalam bertindak. Namun bukannya membantu, Adrian malah mengajak bicara Mira.

Mira yang merasa ada teman mulai tenang. Ia kini bisa berbicara banyak hal, mulai dari dirinya hingga keluarganya dan cita-citanya. Mira sudah tidak terlalu takut lagi dengan mayat Mika yang ada di depannya. Meski demikian Mira heran kenapa Adrian dan timnya tidak ada yang datang menolongnya.

Sampai satu momen, Mira sadar bahwa kemungkinan besar Adrian juga terjebak sama seperti dirinya karena Adrian mention bahwa telah terjadi gempa besar yang membuat gedung kantor rusak parah dan semua orang telah diungsikan; namun yang terjebak masih belum bisa dapat bantuan dari SAR karena mereka sangat sibuk.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram