bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Justice League, Berkumpulnya Superhero DCEU

Dalam satu dekade terakhir, film-film yang mengangkat cerita superhero berkumpul untuk sebuah misi penyelamatan wara-wiri di bioskop. Kehadiran beberapa superhero sekaligus dalam satu film dianggap berhasil mewujudkan apa yang diharapkan penggemar. Cerita yang biasanya hanya ditemukan dalam versi komik atau animasi sudah bisa dinikmati dalam versi live action.

DC Comics, penerbit komik dari Amerika punya nama-nama superhero mentereng di bawah naungannya. Dalam Batman v Superman: Dawn of Justice, petunjuk kemunculan mereka sudah diselipkan. Hasilnya adalah kehadiran Justice League sebagai film yang mengumpulkan superhero dari DC Extended Universe. Seperti apa sinopsis dan review filmnya? Yuk kita bahas.

Baca juga: Sinopsis dan Review Film Zack Snyder’s Justice League (2021)

Sinopsis

Review Film Justice League
  • Tahun RIlis: 2017
  • Genre: Superhero
  • Produksi: RatPac-Dune Entertainment, DC Films, Atlas Entertainment, Cruel and Unusual Films
  • Sutradara: Zack Snyder
  • Pemain: Ben Affleck, Gal Gadot, Henry Cavill, Amy Adams, Ezra Miller, Jason Momoa

Ribuan tahun yang lalu, sesosok mahluk bernama Steppenwolf hidup bersama dengan pasukannya yang bernama Parademons. Mereka bermaksud untuk menguasai dunia dengan memanfaatkan energy dari Mother Boxes yang terdiri dari tiga bagian. Upaya mereka digagalkan oleh para metahuman.

Setelah perginya Steppenwolf dan pasukannya dari dunia, bagian-bagian Mother Boxes dipisahkan dan disimpan di beberapa tempat berbeda. Tujuannya, supaya nggak dimanfaatkan oleh pihak yang berniat jahat. Sementara itu, di masa kini, dunia masih berduka atas kehilangan Superman yang berkorban demi keberadaan umat manusia.

Tewasnya superhero dari Planet Krypton itu membuat Mother Boxes kembali aktif dan Steppenwolf kembali ke dunia. Steppenwolf berniat untuk kembali menguasai energi Mother Boxes demi menciptakan The Unity. Tujuan besarnya adalah membangkitkan kembali Darkseid kemudian mentransformasikan bumi menjadi dunia ciptaan Darkseid.

Steppenwolf berhasil mendapatkan salah satu dari Mother Boxes dari Themyscira. Kemunculan mahluk tersebut membuat Queen Hippolyta memperingatkan anaknya, Diana. Diana kemudian bergabung dengan Bruce Wayne untuk membentuk kelompok beranggotakan metahuman demi menggagalkan upaya Steppenwolf.

Berbekal data yang diambil dari Lex Luthor, Bruce dan Diana langsung mencari tiga metahuman. Bruce mencoba merekrut Athur Curry dan Barry Allen sedangkan Diana mencoba merekrut Victor Stone. Bruce gagal meyakinkan Curry untuk langsung bergabung, sementara Allen sangat antusias. Stone yang juga menolak, berjanji membantu dengan cara memberi tahu lokasi bahaya yang akan datang.

Stone bergabung dengan tim bentukan Bruce setelah ayahnya, Silas, serta para pekerja di S.T.A.R. Labs diculik oleh Steppenwolf. Steppenwolf kemudian menyerang Atlantean yang ditinggali oleh Curry atau Aquaman untuk mengambil Mother Box yang kedua. Stone menyerahkan Mother Box yang terakhir pada tim Bruce.

Mother Box itu digunakan oleh ayah Stone untuk mengembalikan tubuh Stone yang hancur karena kecelakaan dan hampir membuatnya meninggal. Oleh karena itulah dia menjadi Cyborg. Bruce berniat menggunakan Mother Box yang ketiga untuk menghidupkan kembali Superman.

Dia menilai bahwa Superman bukan hanya akan membantu tim untuk mengalahkan Steppenwolf tapi juga mengembalikan harapan pada manusia yang putus asa atas sosok superhero.

Tubuh Clark Kent berhasil dibangkitkan lagi tapi memorinya belum kembali. Hal itu membuat Superman menyerang tim buatan Bruce. Bruce harus memutar otaknya dalam menangani Superman yang justru membahayakan keberadaan timnya.

Dia pun menggunakan Lois Lane untuk menenangkan Superman dan mengembalikan ingatannya. Superman dan Lois Lane pulang ke rumah mereka di Smallville. Dengan bantuan Lois, Superman berhasil mendapatkan kembali memorinya.

Mother Box terakhir yang luput dari penjagaan berhasil diambil oleh Steppenwolf. Batman, Wonder Woman, The Flash dan Cyborg pergi ke Rusia, tempat Steppenwolf berencana menyatukan tiga Mother Boxes yang akan digunakannya menciptakan ulang dunia. Tapi para superhero harus berhadapan dengan Parademons sebelum Steppenwolf. Bisakah para metahuman kembali menyelamatkan dunia?

Hadir dengan Tampilan yang Lebih Segar

Hadir dengan Tampilan yang Lebih Segar

Justice League harus mengalami perubahan di kursi sutradara ketika proses produksi berlangsung karena anak dari Zack Snyder meninggal. Joss Whedon, penulis naskah film ini bersama Chris Terno pun dipilih untuk melanjutkan peninggalan Snyder. Whedon yang pernah menulis naskah dua film Avengers pun membuat beberapa perubahan yang bisa dinikmati di Justice League.

Salah satu perubahan paling signifikan yang dilakukan oleh Whedon adalah keberaniannya mencipatakan tampilan yang lebih ringan. Snyder membuat Batman v Superman: Dawn of Justice menjadi sangat kelam dengan upaya superhero menyelamatkan dunia tapi menciptakan kerusakan. Belum lagi, ego para superhero ini diangkat ke dalam cerita.

Di Justice League, visualisasi kelam tetap dipertahankan tapi Whedon berani memasukkan unsur humor ke dalam cerita. Perubahan yang dilakukan Whedon membuat Justice League punya kemasan yang baru.

Film ini menjadi lebih menyenangkan serta friendly. Whedon seperti ingin menyeimbangkan peninggalan Snyder yang gelap dengan kisah para superhero DCEU yang nggak terlalu kaku dan bisa dinikmati oleh segala usia.

Secara sinematografi, film ini nggak banyak melakukan perubahan. Slow motion ketika adegan-adegan laga kembali diandalkan. Adegan-adegan laga yang disajikan pun cukup keren walau dalam beberapa adegan, editing yang kasar terlihat cukup jelas. Tapi hal itu bisa dimaklumi sebagaimana film ini ingin menunjukkan pertarungan serta dampaknya yang besar.

Tempo dan Banyaknya Superhero

Tempo dan Banyaknya Superhero

Secara cerita, Justice League nggak terlalu spesial dibandingkan dengan film-film superhero sejenis lain. Datangnya alien berbahaya dengan niat jahat harus dihentikan oleh Bruce yang membentuk tim beranggotakan metahuman. Yang menonjol adalah bagaimana diangkatnya isu mengenai putus asanya manusia atas kehilangan sosok Superman.

Justice League bermaksud mempertontonkan beberapa superhero baru untuk membantu Batman dan Wonder Woman ketika Superman meninggal. Para superhero itu adalah Cyborg, The Flash dan Aquaman yang langsung ikut menggerakkan plot utama di film. Sayangnya, keharusan memunculkan nama-nama baru itu membuat tempo di dalam film terasa terlalu cepat.

Durasi selama 120 menit terasa terlalu singkat untuk mengangkat tiga superhero baru secara lengkap. Alhasil, kehadiran mereka disertai dengan pendalaman karakter yang seadanya. Walau begitu, kehadiran Aquaman dan The Flash jauh memberi nuansa segar dibanding Cyborg. Aquaman yang satir serta The Flash yang kocak menjadi daya tarik baru.

Urgensi Konflik

Urgensi Konflik

Steppenwolf yang merupakan alien menjadi villain di Justice League. Sosoknya yang mengintimidasi serta niat jahatnya untuk menciptakan ulang dunia menjadi hal yang harus dihentikan oleh para superhero. Perjuangannya mendapatkan Mother Boxes dibangun dengan cukup baik walau cerita di Themyscira-lah yang paling pas untuk menciptakan karakternya terasa sangat kuat.

Pengemasan puncak konflik di film ini terasa kurang greget. Rencana Steppenwolf yang membahayakan nasib manusia ditampilkan terlalu minim. Walau begitu film ini berhasil membuat para superhero menggerakkan cerita yang klise. Mereka harus berjuang sampai kewalahan menghadapi Steppenwolf dan Parademons.

Justice League cukup berhasil menampilkan sajian superhero tanpa secara berlebihan menonjolkan adegan laga dengan effect sebagai andalan tapi juga menggunakan cerita sebagai dasarnya.

Ceritanya memang klise dan dapat ditebak, tapi dengan nuansa baru yang lebih menghibur membuat film ini bisa berjalan dengan menarik tanpa kehilangan identitasnya. Kamu suka film ini? Mari bagikan opinimu di kolom komentar, teman-teman.

Justice League
Rating: 
3.5/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram