bacaterus web banner retina

Review & Sinopsis Film Just Another Christmas (2020)

Ditulis oleh Aditya Putra - Diperbaharui 13 Mei 2021

Kegiatan yang terbayang ketika hari Natal adalah menghabiskan waktu dengan orang-orang tersayang, mulai dari pergi ke gereja, jalan-jalan, makan-makan, sampai saling mengirim kado dilakukan secara bersama-sama. Bahkan sebagian menghabiskan waktu liburan dengan pergi bersama ke luar kota atau luar negeri sambil merayakan tahun baru.

Suasana Natal yang hangat dan menyenangkan nggak berlaku bagi semua orang. Ada juga yang nggak menyukai Natal karena berbagai alasan berbeda. Salah satu orang yang nggak menyukai Hari Natal adalah Jorge di film asal Brazil, Just Another Christmas. Jorge nggak suka Natal karena masa lalunya. Sebelum nonton filmnya, simak dulu review dan sinopsisnya di sini yuk!

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2020
  • Genre: Comedy, Drama
  • Produksi: Camisa Listrada Films, Netflix Brazil
  • Sutradara: Roberto Santucci
  • Pemain: Leandro Hassum, Elisa Pinheiro, Danielle Winits, Louise Cardoso, Rodrigo Fagundes

Ketika masih kecil, Jorge nggak pernah merasakan kebahagiaan di Hari Natal sekaligus ulang tahunnya. Kedua orang tuanya terlalu sibuk bekerja sehingga membuat dia merasakan kesepian. Hal itu menimbulkan luka dalam diri Jorge. Alhasil, ketika waktu mendekati Natal, dia lebih memilih untuk pergi berlibur dan nggak mau menghabiskannya dengan keluarga atau orang-orang terdekat. 

Jorge punya istri bernama Laura dan dua orang anak. Pada Natal tahun 2010, Jorge terbangun dengan malas harus melewati hari yang ditunggu-tunggu orang tersebut. Kebiasaannya untuk pergi jauh sudah ditinggalkan. Pada hari itu dia akan menggunakan kostum Santa, memberikan hadiah pada anak-anaknya, serta menghabiskan waktu bersama keluarga sang istri.

Laura meminta Jorge untuk segera menggunakan kostum Santa dan bersembunyi di cerobong asap. Mereka masih menginginkan anak-anak mereka percaya pada kehadiran Santa. Setelah berdebat dengan ayah mertuanya, Jorge diperingatkan kakek dari Laura tentang pentingnya hari Natal. Pada malam hari, Jorge yang sembunyi di cerobong asap terjatuh dan nggak sadarkan diri.

Pada pagi hari, Jorge terbangun. Dia melihat keadaan di sekitarnya mulai berubah. Ternyata tahun sudah berganti menjadi 2011. Laura memberi tahu bahwa Jorge sudah mendapatkan jabatan baru di kantor. Selain itu, dia mulai menemui kebiasaan baru yang sering dilakukannya yaitu diam-diam merokok tanpa sepengetahuan Laura.

Jorge menyadari bahwa hari dia terbangun merupakan Hari Natal dan hari ulang tahunnya. Dia melihat sekelilingnya melakukan kegiatan serupa. Ada adiknya, Leo yang kerap meminjam uang, ada Luana yang mengundang pacarnya, dan Tio yang sering berdebat di meja makan dan marah lalu mengambil makanan.

Pagi hari, Jorge kembali terbangun. Dia menyadari bahwa dia sudah berada di tahun 2012. Dia sama sekali nggak mengingat apa-apa. Dia pun masih enggan menghabiskan waktu Natal bersama keluarga. Oleh karena itu, dia meminum obat tidur dan kembali tertidur dengan harapan akan bangun di waktu yang berbeda. Ternyata, Jorge terbangun di tahun 2021. 

Ketika akan meminum obat tidur, Laura menghentikannya. Dia diminta untuk menghadapi kenyataan. Dia pun nggak punya pilihan lain selain menjalani Hari Natal bersama keluarga. Ternyata Jorge menemukan banyak perubahan. Dia sudah dua kali melewati operasi jantung karena kecanduan merokok dan punya selingkuhan yang merupakan sekretarisnya di kantor, Marcia.

Pada tahun 2022, Jorge kembali terbangun. Kali ini dia melihat lebih banyak perubahan. Tio sudah meninggal, anaknya sudah lulus kuliah dan pernikahannya dengan Laura sudah berantakan. Dia pun sudah tinggal bersama Marcia. Dia merasa hidupnya sudah jauh melenceng dari keinginannya. Apakah yang akan dilakukan Jorge untuk memperbaiki keadaan?

Penggunaan Konsep Time Loop

Penggunaan Konsep Time Loop

Film Just Another Christmas menggunakan konsep time loop sebagai fondasi dari cerita. Jorge yang nggak mau menghabiskan waktu bersama keluarga harus melompat dari tahun ke tahun di hari yang sama. Dia harus menghadapi banyak kenyataan berbeda tapi nggak mengetahui detailnya lebih jauh.

Penggunaan konsep time loop bukanlah barang baru di dunia film. Groundhoug Day merupakan salah satu film yang terus dikenang menggunakan konsep yang sama. Untuk genre yang serupa dengan Just Another Christmas, ada juga Click yang dibintangi Adam Sandler yang juga menggunakan konsep melompati waktu. 

Penggunaan Tempo Cepat

Penggunaan Tempo Cepat

Untuk ukuran film drama dan komedi, Just Another Christmas cenderung tampil dengan tempo yang cepat. Pengenalan karakter dan masalah terlihat tanpa basa-basi tapi cukup solid sebagai fondasi dari plot yang berjalan. Dialog yang dilakukan Jorge bisa memberikan kita sudut pandang yang lengkap tentang masalah yang dihadapinya.

Penggunaan tempo cepat di film ini bukannya tanpa masalah. Ada beberapa adegan yang terasa terlalu terburu-buru dieksekusi padahal masih bisa diperdalam. Walau begitu, nggak terlalu berpengaruh pada cerita secara keseluruhan. Hanya saja, kita harus berkonsentrasi penuh pada jalan cerita. Kalau nggak, kita bisa tertinggal dan nggak memahami cerita yang sudah berjalan.

Transisi Mulus dari Komedi ke Drama

Transisi Mulus dari Komedi ke Drama

Kita akan langsung digebrak dengan unsur komedi yang bertebaran di awal Just Another Christmas. Lelucon berupa dialog-dialog serius sampai kelakuan ajaib para karakter akan langsung terlihat. Bahkan komedi slapstick yang digunakan pun akan langsung terasa dari para karakter yang bercanda tentang fisik.

Dari pertengahan menuju akhir, kita akan lebih banyak disuguhi oleh drama. Jorge mulai menyadari bahwa ada banyak waktu yang dilewatinya tanpa disadari. Terlebih ketika orang-orang terdekatnya mulai memperlihatkan perubahan signifikan. Tio meninggal, anaknya sudah lulus kuliah, sampai perceraiannya dengan Laura. 

Transisi dari komedi ke drama di film ini berjalan dengan mulus. Di awal film, kita mungkin akan mengira bahwa sepanjang film akan menonton banyak kekonyolan. Tapi begitu sampai di pertengahan, kita akan menyadari bagaimana arah film mulai bergeser ke drama. Terlebih di akhir, kita akan melihat film ini sebagai film drama yang menggunakan unsur komedi sebagai bumbunya.

Menyebarkan Pesan Menyentuh

Menyebarkan Pesan Menyentuh

Salah satu yang menarik dari Just Another Christmas adalah keinginannya untuk menyebarkan pesan menyentuh. Natal bukan hari bahagia bagi Jorge yang begitu membenci hari Natal. Baginya, Natal merupakan tradisi membosankan dengan kegiatan yang sama padahal ada banyak perubahan yang terjadi selama 364 hari di luar hari tersebut.

Adegan menyentuh adalah ketika Jorge menyadari bahwa rumahnya sudah mulai kosong. Nggak ada lagi anak-anaknya yang dulu begitu bersemangat mendapat kado dari Santa. Nggak ada lagi keluarga Laura yang dianggapnya munafik. Nggak ada lagi Tio yang sudah meninggal. Nggak ada lagi Leo yang meminjam uang karena dia sudah kaya raya.

Jorge yang merasa dirinya mendapat kutukan dari kakek Laura, Nhanhao mulai menyadari apa saja yang sudah dilewatkannya. Sekilas film ini sangat mirip dengan Click dalam urusan cerita dan pesan yang ingin disampaikan. Hanya saja, cara berkomedi di film ini berbeda dengan lebih menekankan pada kekonyolan walau seimbang dengan unsur dramanya.

Just Another Christmas bukan hanya film yang mengajarkan tentang refleksi diri pada Hari Natal, tapi juga dengan hari-hari lain. Bagi yang ingin mendapatkan pesan hangat tapi terhibur dengan komedi, film ini merupakan pilihan yang bagus. Kamu tertarik? Kalau sudah nonton, kamu bisa ikut menyebarkan pesan positif dari film ini di kolom komentar, teman-teman!

Just Another Christmas
6 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram