bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film Jurassic World (2015)

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 16 Juni 2021

Sebuah taman hiburan yang baru, dibangun di atas taman Jurassic yang asli, menghadirkan dinosaurus hibrida yang dimodifikasi secara genetik, Indominus Rex, yang lolos dari kandangnya dan melakukan aksi pengrusakan yang mengancam jiwa para pengunjung. Jurassic World adalah film perdana dari franchise lanjutan Jurassic Park yang dirilis oleh Universal Pictures pada 12 Juni 2015.

Dengan seting yang lebih modern, film ini menjanjikan banyak adegan seru dengan dihadirkannya jenis dinosaurus baru yang merupakan penggabungan genetik dari beberapa jenis dinosaurus yang sudah punah. Simak review kami tentang film yang mengalami penundaan produksi selama nyaris 10 tahun ini yang sekarang sudah bisa ditonton ulang di Netflix.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun: 2015
  • Genre: Action, Adventure, Sci-Fi
  • Produksi: Universal Pictures, Amblin Entertainment, Legendary Entertainment
  • Sutradara: Colin Trevorrow
  • Pemeran: Chris Pratt, Bryce Dallas Howard, Nick Robinson, Ty Simpkins

Zach dan Gray berangkat ke taman Jurassic World atas undangan bibi mereka, Claire, yang menjadi manajer disana. Karena sedang sibuk, Claire menitipkan kedua keponakannya itu kepada Zara. Saat Zara lengah, mereka berdua lepas dari penjagaan dan kemudian mengeksplorasi taman tanpa penjagaan. Saat Indominus Rex terlepas dari kandangnya, mereka sedang berada di area terbuka dan diserang.

Claire yang menyadari keponakannya berada dalam bahaya, apalagi Zara sudah tewas terlebih dahulu karena serangan mendadak dinosaurus itu, meminta Owen untuk menolongnya melakukan pencarian. Owen adalah mantan tentara yang juga seorang ahli etologi yang dengan keahliannya sudah bisa menjinakkan 4 ekor Velociraptor dan sedang ditugaskan menginspeksi kandang Indominus Rex.

Saat menginspeksi itulah, jenis baru dinosaurus ini berhasil mengelabui mereka dan menerobos keluar kandang yang kemudian memulai melakukan banyak pengrusakan dan pembunuhan banyak dinosaurus. Indominus Rex berjalan mengarah ke stasiun utama dimana merupakan area evakuasi para pengunjung. Zach dan Gray berhasil lolos dari bahaya dan kembali ke stasiun utama dengan mengendarai mobil jeep.

Indominus Rex berhasil melepaskan alat pendeteksi sehingga pergerakannya tidak dapat dipantau dari stasiun pusat. Simon Masrani, pemilik taman, mengutus sepasukan penjagan taman dengan persenjataan yang tidak mematikan untuk meringkus Indominus Rex. Tetapi usaha ini gagal dan semua anggota pasukan tewas dibantai olehnya.

Bahkan Indominus Rex merangsek ke kendang Pterosaurus dan membuat jenis dinosaurus ini lepas terbang ke udara dan mencelakakan Masrani yang sedang mengemudikan helikopter. Vic Hoskins, kepala keamanan InGen, mengambil alih komando dan melepaskan 4 raptor untuk menangkap Indominus Rex. Sayangnya, para raptor ini justru memihak Indominus Rex yang menganggapnya sebagai sang alpha.

Hoskins mengamankan seluruh embrio dinosaurus dan hasil kerja Dr. Wu dari laboratorium yang diketahui oleh Claire dan Owen. Saat itulah para raptor merangsek masuk ke laboratorium dan menewaskan Hoskins. Owen berhasil mengembalikan kesetiaan para raptor kepadanya dan memerintahkan mereka menyerang Indominus Rex yang menewaskan dua raptor.

Claire berinisiatif melepaskan Tyrannosaurus Rex dari kandangnya untuk melawan Indominus Rex. Pertarungan sengit pun terjadi antara dua jenis dinosaurus berukuran raksasa ini. Dengan bantuan Blue, salah satu raptor yang tersisa, mereka berhasil menyudutkan Indominus Rex hingga ke tepian danau yang langsung dilahap oleh Mosasaurus, dinosaurus raksasa yang hidup di air.

Seluruh pengunjung yang tersisa dievakuasi keluar pulau, Zach dan Gray dijemput oleh kedua orang tuanya, Claire dan Owen memutuskan untuk tetap bersama dan taman dinyatakan ditutup kembali.

Rekayasa Jenis Dinosaurus Baru

Rekayasa Jenis Dinosaurus Baru

Jurassic World mengambil seting waktu 22 tahun setelah terjadinya peristiwa pertama di taman Jurassic dahulu. Setelah tiga film sebelumnya menampilkan beberapa jenis dinosaurus ganas sebagai sosok antagonisnya, yaitu Velociraptor, Tyrannousaurus Rex dan Pterodactyl, lalu jenis dinosaurus apa lagi yang pantas untuk menjadi musuh besarnya? Inilah tantangan utama yang harus dijawab oleh film ini.

Pencarian atas jawaban sebuah tantangan inilah yang membuat film ini “dipeti eskan” selama 9 tahun dan kemudian Colin Trevorrow beserta tim penulis naskahnya menemukan jawabannya dalam rekayasa hibrida genetik. Secara tersirat, Indominus Rex dinyatakan sebagai jenis dinosaurus baru yang merupakan pencampuran genetik dari Tyrannosaurus Rex, Velociraptor, bunglon dan katak hijau.

Dengan berbagai pencampuran genetik ini membuat Indominus Rex memiliki kemampuan yang lebih dahsyat dibandingkan jenis dinosaurus buas lainnya, diistilahkan di dalam film sebagai “bigger, louder and more teeth.” Selain memiliki kemampuan membunuh yang tinggi, jenis ini juga memiliki kemampuan komunikasi dan kecerdasan di atas rata-rata.

Tetapi langkah ini mengundang kritik tajam dari para ahli paleontologi yang menyatakan bahwa film ini tidak menampilkan banyak hasil riset terbaru tentang dinosaurus, tidak seperti film pertama karya Steven Spielberg dahulu. Trevorrow kemudian menjawab dengan pedas juga dengan pernyataannya bahwa film ini bukanlah film dokumenter tetapi film fiksi ilmiah sebagai hiburan bagi penonton.

Keringnya Ide Cerita yang Tertutupi oleh Aksi yang Seru

Keringnya Ide Cerita yang Tertutupi oleh Aksi yang Seru

Selain munculnya rekayasa jenis dinosaurus baru yang mengindikasikan kebuntuan ide dan tidak menghiraukan perkembangan riset tentang dunia purbakala, jalan cerita Jurassic World juga tidak menghadirkan hal yang baru, hanya menggabungkan tiga cerita dari tiga film sebelumnya. Mari kita lihat bersama dimana letak kurangnya orisinalitas naskahnya.

Dinosaurus ganas yang keluar kandang karena sabotase staf taman merupakan inti cerita di film pertama, serangan dinosaurus kepada manusia seperti di film keduanya, dan misi penyelamatan di tengah hutan penuh dinosaurus sudah ditampilkan juga di film ketiganya. Dan semua cerita ini kembali ditampilkan di film ini, jadi apa hal yang baru pada sisi penceritaannya? Tidak ada. Semua seolah pengulangan saja.

Aspek baru yang ditampilkan juga tidak mengesankan, seperti Owen yang bisa melatih empat raptor untuk setia kepadanya. Meski sempat beralih majikan tapi pada akhirnya kembali membela Owen. Perpindahan kesetiaan raptor ini tidak ditampikan dengan jelas apa indikasinya, kenapa dengan mudah mereka berpindah kesetiaan?

Karakter tokoh utamanya pun, Owen Grady, tidak bisa dibilang memiliki akhlak yang baik, terutama ucapannya yang selalu mencibir kekurangan Claire Dearing, mulai dari hal kecil masalah cara berpakaian hingga masalah sensitif tentang kehidupan cintanya. Dan sepanjang film kita akan terus mendengar ini dari mulut Owen.

Bisa jadi Claire tertekan karenanya, tapi dia termotivasi untuk membuktikan kapasitasnya sebagai wanita mandiri yang cerdas di akhir film dengan keberaniannya melepaskan Tyrannosaurus Rex dari kandangnya dan berlari memancingnya dengan tetap mengenakan sepatu berhak tinggi yang dia gunakan juga selama petualangan dan penyelamatan dalam film ini. Menakjubkan bukan!

Pengembangan Franchise Pengeruk Keuntungan

Pengembangan Franchise Pengeruk Keuntungan

Jurassic World berhasil menjadi salah satu film dengan pendapatan tertinggi. Untuk peredaran di Amerika saja, film ini berhasil meraup penghasilan sebesar $652 juta dan total lebih dari $1 miliar untuk peredaran di seluruh dunia. Tentunya dengan keuntungan sebesar itu, film yang menghabiskan bujet sebesar $150 juta ini harus dikembangkan untuk tetap menjaga dominasinya.

Film sequel-nya, Jurassic World: Fallen Kingdom, dirlis di tahun 2018 yang akan dilanjutkan dengan Jurassic World: Dominion di tahun 2022 nanti. Selain itu dirilis juga tiga film animasi dari LEGO, The Indominus Escape (2016), The Secret Exhibit (2018) dan miniseri Legend of Isla Nublar (2019). Ditambah lagi dengan serial animasi Netflix berjudul Camp Cretaceous yang dirilis di tahun 2020.

Sejak tahun 2019, Universal Studios Hollywood membuka wahana baru bertajuk Jurassic World: The Ride yang merupakan pembaharuan dari wahana lama bertajuk sama yang beroperasi dari tahun 1996 sampai 2018. Rencananya, di tahun 2021 Universal’s Island of Adventure yang berlokasi di Orlando akan membuka wahana baru bertajuk VelociCoaster.

Memang Jurassic World tidak bisa menandingi kualitas Jurassic Park dari sisi cerita dan keilmiahan, tetapi film ini memiliki banyak adegan aksi yang seru dan mendebarkan yang membuat film ini lebih menghibur daripada ketiga film sebelumnya. Diatas segala kekurangannya, film ini tetap layak untuk ditonton, apalagi kini sudah tersedia di layar Netflix beserta beberapa serial animasinya. The park is open!

Jurassic World
6.5 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram