bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Sinopsis dan Review Film Dinosaurus Jurassic Park (1993)

Sinopsis dan Review Film Dinosaurus Jurassic Park (1993)

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 16 Juni 2021

Seorang ahli paleontologi yang pragmatis mengunjungi sebuah taman hiburan yang hampir selesai dan menjadi pelindung sepasang anak kecil setelah listrik padam yang menyebabkan dinosaurus hasil kloning yang tinggal di taman itu keluar dari kandangnya. Jurassic Park adalah film monumental yang membuat mata kita terbelalak dengan tampilan dinosaurus yang hadir seperti nyata.

Berdasarkan novel karya Michael Crichton yang terbit di tahun 1990, film ini sukses secara kualitas dan komersial sehingga kemudian memunculkan beberapa sequel dan menjadi franchise yang sangat menguntungkan. Banyak cerita di balik proses produksi film ini yang nanti akan kami paparkan di dalam review tentang salah satu film terbaik karya Steven Spielberg ini.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun: 1993
  • Genre: Action, Adventure, Sci-Fi, Thriller
  • Produksi: Universal Pictures, Amblin Entertainment
  • Sutradara: Steven Spielberg
  • Pemeran: Sam Neill, Laura Dern, Jeff Goldblum

Dua ahli tentang dinosaurus, Dr. Alan Grant dan Dr. Ellie Sattler diundang oleh milyuner John Hammond yang baru saja membangun sebuah taman hiburan baru bertema kehidupan zaman purbakala yang dipenuhi dinosaurus. Bersama mereka diundang juga ahli matematika Ian Malcolm, dua cucu Hammond dan seorang pengacara yang menjadi korban pertama keganasan dinosaurus.

Hammond memberikan mereka tur keliling taman dengan mengendarai mobil listrik otomatis yang kemudian berhenti ketika sistem pengendalinya error karena ulah salah satu karyawan yang hendak mencuri beberapa embrio untuk diselundupkan ke luar pulau demi bayaran yang tinggi. Akibatnya, pagar listrik bertegangan 10.000 volt pun padam, dan dinosaurus ganas berhasil keluar kandang.

Kondisi menjadi semakin memburuk ketika badai melanda. Dr. Alan harus menyelamatkan kedua cucu Hammond dan membawa mereka terhindar dari bahaya dinosaurus di tengah badai yang menerpa. Sementara itu Malcom diselamatkan oleh Dr. Ellie dan dibawa ke kantor pusat untuk dirawat setelah dirinya diserang oleh seekor Tyrannosaurus Rex.

Hammond, Dr. Ellie dan Malcolm harus memadamkan listrik terlebih dahulu untuk me-restart sistem agar kendali taman bisa dipegang kembali. Tapi semua sudah terlambat ketika T-Rex dan Raptor sudah mulai merangsek ke arah mereka. Mau tidak mau mereka harus mengerahkan seluruh tenaga untuk bisa keluar dari pulau itu dan membiarkan dinosaurus hidup disana.

Pameran Special Effect yang Memukau

Pameran Special Effect yang Memukau

Ketika dua ahli dinosaurus melihat dinosaurus untuk pertama kalinya secara kasat mata, mereka terperangah takjub. Begitupun kita saat melihatnya di layar, semua karena special effect yang tampil sangat baik pada masanya. Bahkan saat kita tonton ulang, kecanggihan gambar special effect itu tidak pudar dan tetap memukau.

Keahlian Spielberg bersama tim Industrial Light & Magic (ILM) dalam menciptakan special effect yang baik tidak diragukan lagi pada saat itu. Merekalah pionir di dunia tersebut dan tidak ada yang bisa menyaingi mereka hingga datangnya tim Weta yang menggarap trilogi The Lord of the Rings (2001-2003). Di tangan mereka, dinosaurus itu tampak benar-benar hidup berdampingan dengan manusia.

Sebelum membuat special effect untuk dinosaurus ini, mereka melakukan riset tentang bentuk asli dinosaurus berdasarkan fakta ilmiah dari para pakarnya. Setelah itu mereka mulai membuat rekayasa di komputer dan juga animatronic karya Stan Winston Studio dalam skala aslinya. Contohnya animatronic Tyrannosaurus Rex memiliki ukuran raksasa setinggi 6 m, panjang 12 m dan berat hampir 8000 kg!

Selain itu, banyak jenis dinosaurus lainnya yang juga ditampilkan. Setidaknya tercatat ada 8 jenis, antara lain Tyrannosaurus, Velociraptor dan Brachiosaurus. Tidak hanya tampilan fisik saja, tapi mereka juga menerapkan semua sifat dan kebiasaan seluruh hewan purbakala ini sesuai dengan ilmu pengetahuan yang sudah ditemukan dan dirumuskan oleh para ahlinya, sehingga semua tampak lebih nyata.

Buah Kejeniusan Steven Spielberg

Buah Kejeniusan Steven Spielberg

Kapasitas pengarahan Steven Spielberg sebagai sutradara tidak diragukan lagi sejak dia sukses lewat film Jaws (1975). Sudah banyak film berkualitas dan termasuk box-office yang dia hasilkan hingga dia memutuskan untuk membesut film tentang dinosaurus yang dibangkitkan kembali lewat rekayasa DNA oleh para ahli genetika ini.

Tapi tahu gak sih jika sebenarnya film ini hanyalah sampingan saja bagi Spielberg? Ceritanya begini. Setelah menyelesaikan film Hook (1991), Spielberg ingin membuat film tentang peristiwa holocaust, Schindler’s List. Pimpinan Universal Pictures memberikan izin bagi Spielberg membuat film tersebut tetapi dengan satu syarat, yaitu harus membuat film Jurassic Park ini terlebih dahulu!

Jadi, Spielberg membuat dua tim untuk melakukan riset bagi kedua filmnya ini, dan dia terlebih dahulu menyelesaikan Jurassic Park yang melakukan syuting di Kepulauan Dominika, Kosta RiKa dan Hawaii. Setelah proses syuting selesai, dia menyerahkan supervisi pasca produksi kepada George Lucas yang menambahkan sound yang memungkinkan untuk dipakai di digital theater system (DTS).

Walhasil, Jurassic Park menjadi film pertama yang menggunakan sound DTS yang juga membuat Steven Spielberg memiliki dua film sukses di tahun 1993. Akhirnya, di ajang Academy Awards, kerja keras tim produksi film ini diganjar Oscar di tiga kategori: Best Sound Editing, Best Sound Mixing dan Best Visual Effects. Semua lelah itu terbayar sudah.

Teror Dinosaurus yang Mencekam

Teror Dinosaurus yang Mencekam

Ketika dulu sebelum Spielberg muda memulai produksi film Jaws (1975), dia sempat berujar bahwa dia tidak akan menampilkan hiu dalam satu jam pertama. Kenapa begitu? Spielberg berniat menciptakan teror serangan hiu yang dibangun secara perlahan, sehingga nantinya akan meninggalkan sesuatu yang sangat berkesan bagi para penontonnya.

Tapi sepertinya dia lupa ketika menggarap Jurassic Park ini, karena sedari awal salah satu spesies dinosaurus sudah ditampilkan, meski hanya matanya saja. Meski begitu, teror dinosaurus di film ini cukup mencekam, terutama ketika Tyrannosaurus Rex dan Velociraptor terlepas karena kawat listrik tegangan tinggi di sekitar kandangnya mati.

Dan kalian perlu tahu tentang badai yang menimpa pulau tersebut yang semakin membuat situasi menjadi semakin mencekam. Ketika syuting memasuki bulan kedua, bulan September tepatnya, badai Iniki menerjang Kepulauan Dominika dan Kosta Rika dimana syuting film dilangsungkan. Bukannya menghentikan syuting, justru mereka tetap melakukan syuting di tengah badai!

Makanya tidak heran jika penggambaran badai terlihat begitu nyata, karena itu adalah badai asli! Seharusnya adegan kematian karakter yang diperankan Samuel L. Jackson akan dibuat dalam sebuah adegan yang cukup panjang dan mencekam, tetapi tidak jadi dilakukan karena set lokasi dan properti syutingnya hancur akibat badai yang menerjang pulau itu.

Jurassic Park menjadi sebuah film yang fenomenal dan monumental di era 1990an, dimana banyak hal baru yang mereka tampilkan untuk memaksimalkan kenikmatan dalam menonton. Selain raihan tiga Oscar, film ini juga diberi rating 8,1 oleh IMDb dan Metascore sebesar 68 serta mendapat predikat certified fresh dari Rotten Tomatoes. Hasil box-office-nya? Lebih dari $357 juta!

Tentu saja kesuksesan film ini dilanjutkan dengan dua sequel yang melengkapi sebuah trilogi dan berkembang menjadi franchise baru dengan nama Jurassic World yang sudah menghasilkan dua film sukses dan satu film lagi yang akan dirilis di tahun 2022 nanti. Selain itu, dari franchise ini lahir serial animasi Netflix berjudul Camp Cretaceous dan beberapa theme park di seluruh dunia.

Begitu film ini kembali hadir di layar Netflix, tidak ada yang perlu dipertimbangkan lagi untuk menonton ulang dan kembali terpukau dengan pameran special effect yang membuat ketegangan cerita terasa maksimal. Just push play!

Jurassic Park (1993)
7.5 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram