bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Journey to The Center of The Earth (2008)

Dalam waktu senggang biasanya apa yang kalian perbuat? Menonton film, jalan-jalan di Mall atau kongkow dengan teman? Kedengarannya mainstream sekali ya? Nah, liburan kali ini bagaimana kalau kita berpetualang? Gunung? Laut? Hutan? Tidak! Tujuannya adalah inti bumi. Alias perut planet biru ini. Ada yang mau join?

Begitulah kira-kira gambaran dari plot film ini. Rencana berpetualang ke dalam inti bumi dengan misi untuk mencari tahu benar tidaknya sebuah catatan yang diberikan oleh seseorang yang sudah 10 tahun menghilang secara misterius. Awalnya hanya penasaran lama-lama catatan itu jadi semakin menarik untuk diselidiki, hingga tanpa sadar para petualang sudah masuk jauh terlalu dalam. 

Sinopsis

Journey to The Center of The Earth_Poster (Copy)

Trevor Anderson (Brendan Fraser) adalah seorang ahli vulkanologi di kota Boston. Ia seharusnya menghabiskan waktunya bersama sang keponakan, Sean (Josh Hutcherson), selama sepuluh hari lamanya. Namun ia lupa akibat terlalu fokus terhadap berita mengenai laboratorium tempat saudaranya ditutup akibat kekurangan dana.

Tak bisa mengubah jadwal, Ibu Sean lantas mengantar langsung anaknya pada pamannya tersebut untuk lebih saling kenal satu sama lain karena pertemuan mereka sudah lama sekali tidak dilakukan. Saat menurunkan Sean di kediaman Trevor, Ibu Sean juga menyerahkan sebuah kotak milik Max, saudara laki-laki Trevor yang juga adalah ayah Sean, yang menghilang 10 tahun sebelumnya.

Mendengar hal tersebut, Sean tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai apa isi kotak tersebut. Sean ingin sekali tahu mengenai Ayahnya yang sebelumnya tidak pernah benar-benar ia tahu.

Di dalam kotak, Trevor menemukan novel Perjalanan ke Pusat Bumi oleh Jules Verne. Di dalam buku itu ada catatan yang ditulis oleh Max mengenai satu hal penting. Penasaran akan catatan tersebut, Trevor akhirnya pergi ke laboratoriumnya untuk mencari tahu lebih banyak tentang catatan itu. 

Isi dari catatan tersebut membuat Trevor sadar akan sesuatu dan ingin menyelidiki apa yang sebenarnya mendiang kakaknya ingin sampaikan. Petualangan itu dimulai di Islandia.

Trevor awalnya ingin pergi sendiri dan sudah berniat untuk mengembalikan Sean pada Ibunya lagi, namun Sean menolak dan memohon untuk diizinkan guna pergi menyelidiki bersama Trevor. Trevor pun luluh dan akhirnya mengajak serta keponakannya tersebut. 

Mereka mulai dengan mencari ahli vulkanologi lain, namun sesampainya di lembaga milik ilmuwan yang dicari, ilmuwan tersebut sudah meninggal.

Hanya ada putrinya saja, Hannah (Anita Briem) yang kini melanjutkan apa yang dikerjakan Ayahnya. Setelah berbincang banyak, Hanna memberi tahu Trevor dan Sean bahwa Ayah Hannah dan Ayah Sean, Max, percaya bahwa buku Jules Verne adalah cerita faktual. 

Akhirnya Hannah memutuskan untuk pergi bersama dengan Trevor dan Sean untuk meneliti tentang petualangan yang ada di dalam buku Jules Verne. Saat mulai perjalanan, badai petir terjadi sehingga memaksa mereka bertiga yang sedang mendaki gunung harus berhenti dan berteduh di gua.

Sial, badai itu malah meruntuhkan pintu gua sehingga menjebak mereka di dalam tak bisa keluar. Ini membuat mereka tidak punya pilihan selain menjelajahi gua.

Saat masuk ke dalam gua, mereka mengetahui bahwa dulunya gua itu adalah tambang yang sudah ditinggalkan. Terlalu dalam menjelajah, mereka terjerumus ke dalam lubang yang lebih dalam dan membawa mereka ke ‘pusat bumi’.

Beruntung gaya gravitasi membuat mereka jatuh tak sampai terjerembab hingga tidak ada yang terluka. Setelah sampai di dasar, mereka mulai mencari jalan sampai akhirnya menemukan gua tempat tinggal Max. 

Trevor dan Sean menemukan jurnal lama Max. Jenazah Max ditemukan oleh Hannah dan Trevor yang langsung menguburnya dengan laik. Trevor membaca pesan dari jurnal Max yang ditulis pada ulang tahun Sean yang ke-3 (8-14-97).

Saat Trevor membaca jurnal Max, ia panik karena jurnal tersebut berisikan peringatan bahwa siapapun yang menemukan jurnal tersebut harus segera pergi dari tempat tersebut akibat suhu di dalam tempat itu mulai meningkat.

Trevor mencari akal bagaimana supaya mereka bisa keluar dari dalam perut bumi tersebut. Akhirnya ia mendapatkan ide untuk menggunakan geyser yang bisa mengeluarkan mereka ke permukaan berkat tekanan air.

Hal itu harus ia lakukan dalam waktu 48 jam, karena kalau lebih dari waktu tersebut, air akan mengering dan kesempatan untuk keluar dari perut bumi pupus. Mereka akan terjebak dan mati terpanggang.

Suhu di sekitar mulai naik, Trevor memperhitungkan kalau suhu sudah mencapai 135 derajat fahrenheit atau sekitar 57 derajat celcius, itu tandanya mereka sudah harus berada di jalur geyser.

Perjalanan untuk ke ngarai bukanlah perkara mudah. Mereka mulai dengan menyeberangi lautan bawah tanah yang malah membuat Sean dan Trevor juga Hannah terpisah. Satu-satunya pemandu Sean adalah seekor burung kecil yang sedari tadi mengikuti mereka semenjak mereka semua menginjak perut bumi.

Saat akan sampai, Sean malah bertemu dengan Giganotosaurus, beruntung Trevor dan Hannah menemukan Sean yang akhirnya langsung membantu Sean kabur dari binatang purba itu. Setelah berhasil, mereka melanjutkan perjalanan ke ngarai. Namun saat sampai disana, semua sudah mengering. Semua air yang tersisa berada di sisi lain dinding ngarai.

Tak putus akal, Trevor, Sean dan Hannah menaiki sebuah kerangka kepala dinosaurus dan menyalakan suar untuk memancing ledakan pada magnesium yang menempel di dinding ngarai.

Tak lama setelah menancapkan suar pada sela dinding, ledakan pun terjadi. Air segera membasahi lava yang ada di bawah mereka dan dengan segera geyser pun terjadi. Dengan cepat, mereka bertiga keluar dari kawah Gunung Vesuvius di Italia dan mendarat di perkebunan warga.

Awalnya warga tersebut marah bukan main, namun setelah diberi berlian yang Sean kumpulan dari dalam perut bumi sebagai gantinya, warga tersebut tidak jadi marah; bahkan menyambutnya dengan senang.

Melihat Sean membawa banyak sekali berlian di tasnya, mereka menggunakannya untuk mendanai laboratorium saudaranya. Sepanjang petualangan, Hannah dan Trevor secara bertahap menjadi begitu dekat hingga akhirnya memutuskan untuk menjalin kasih.

Di hari terakhir kunjungan Sean ke rumah baru Trevor dan Hannah, Trevor memberikan Sean buku dengan judul "Atlantis". Trevor pun menyarankan agar mereka bisa kembali berpetualang bersama.

Petualangan Seru

Journey to The Center of The Earth_Adventure (Copy)

Film Journey to The Center of The Earth berhasil menjadi salah satu film petualangan seru setelah film-film petualangan sejenis seperti Jumanji, Zathura, City of Ember dan film lainnya. Penayangannya di seluruh dunia pun berhasil membukukan keuntungan sebesar $ 244,2 juta menutup bersih budget produksi sebesar $ 60 juta. 

Bahkan saking serunya, film ini masuk ke dalam salah satu wahana yang paling diminati di Stone Mountain Park kota Georgia bernama Journey to The Center of The Earth 4-D.

Ceritanya yang seru membuat para penontonnya bisa ikut merasakan petualangan yang dilalui oleh Trevor, Hannah dan Sean. Apalagi ketika Sean kudu berusaha melewati batu apung berbahaya yang bikin kita ikut deg-degan.

Kelewat Optimis

Journey to The Center of The Earth_Optimistic (Copy)

Kayaknya sudah bukan jadi rahasia lagi ya kalau film petualangan seperti ini, para pemainnya mau jatuh, terguling-guling, habis nafas, masuk api atau terjang badai pasti akan baik-baik saja? Hal ini terjadi sepanjang film ini. Kalau di dunia nyata kemungkinan hal pertama yang terjadi adalah mereka semua kehabisan nafas dan tewas jatuh terjerembab. 

Namun semua tidak terjadi. Alih-alih terluka, mereka malah masuk semakin dalam ke dalam gua yang entah apa yang ada di dalamnya untuk mengeksplor rasa ingin tahu featuring mencari jalan keluar.

Mereka optimis bisa keluar dari ribuan kilometer dari perut bumi menuju permukaan hanya mengandalkan geyser yang juga masih misteri apa masih bisa menolong mereka atau tidak karena air disana menguap. Rule nomor satu dalam film jenis ini adalah, optimis dulu, selamat atau tidak urusan belakang.

Sekuel

The Journey To The Center of The Earth 2_Poster (Copy)

Film Journey to The Center of The Earth ini memiliki sekuelnya yang tayang 4 tahun setelahnya yaitu di tahun 2012, berjudul Journey to The Center of The Earth 2: The Mysterious Island yang dibintangi oleh si ikon film aksi, Dwayne Johnson.

Aktor yang akrab disapa The Rock tersebut menggantikan Brendan Fraser, sedangkan Josh Hutcherson masih memerankan tokoh Sean yang sudah mulai beranjak dewasa. Apabila di film ini mereka mencari keberadaan Ayah dari Sean, maka di film sekuelnya, Sean mencari sang Kakek.

Seluruh ceritanya masih mengenai petualangan yang ditulis oleh sang penulis buku dari Perancis yakni Jules Verne. Cerita yang ditawarkan juga tidak kalah seru; mengenai petualangan ke sebuah pulau misterius yang menyimpan jutaan misteri yang harus Sean hadapi bersama rekan-rekannya yang lain. Film besutan Eric Brevig ini layak mendapatkan skor 3/5 dari Bacaterus.

Journey To The Center Of The Earth
Rating: 
3/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram