bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review The Divergent Series: Insurgent (2015)

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 11 September 2021

Setelah kekacauan yang disebabkan oleh penyerangan Janine kepada Faksi Abnegation, pemimpin Erudite tersebut justru menyebarkan berita bohong bahwa para Divergent yang melakukannya. Sementara itu, Tris, Four dan Caleb terlihat bersuaka ke markas Faksi Amity yang damai dalam pelariannya. Setelah serangan dari pasukan Janine, mereka melarikan diri.

Dalam perjalanan, ketiganya bertemu sekelompok orang yang ternyata adalah Factionless. Di sana, sebuah kejutan menanti Four sekaligus Tris. Apa yang terjadi kemudian? Bisakah mereka melawan Janine dengan pasukan Dauntless yang tersisa? Sinopsis dan ulasan di bawah ini sedikit banyak akan memberikan gambarannya pada Anda. Mari simak bersama!

Sinopsis

Sinopsis
  • Tanggal/Tahun Rilis: 11 Maret 2015
  • Genre: Social Science Fiction, Action, Drama, Distopia
  • Produksi: Red Wagon Entertainment, Summit Entertainment, Mandeville Films
  • Sutradara: Robert Schwentke
  • Pemeran: Shailene Woodley, Theo James, Kate Winslet, Miles Teller

Lima hari setelah para pemberontak berhasil menggagalkan pembantaian, Janine Matthews (Kate Winslet) membuat semacam pengumuman bahwa kedamaian dunia kembali terancam karena kehadiran sekelompok manusia berbahaya yang disebut Divergent, yaitu mereka yang memiliki jati diri lebih dari satu faksi. Divergent adalah pemberontak dan tidak bisa dikendalikan.

Janine juga menyebarkan hal bohong dengan mengatakan bahwa para Divergent-lah yang sudah menyamar menjadi Dauntless pada peristiwa penyerangan Faksi Abnegation beberapa waktu lalu. Mereka dituduh merusak sistem faksi yang selama ini ada.

Janine kemudian meminta semua melawan para Divergent tersebut, Di sisi lain, Eric Coulter (Jai Courtney) menemukan sebuah kotak yang dicari selama ini di kediaman orangtua Tris dan Caleb. Dia pun memberikan kotak itu kepada Janine.

Cerita berlanjut saat Tris (Shailene Woodley), Four (Theo James), Caleb (Ansel Elgort) dan Peter (Miles Teller) menuju markas Faksi Amity untuk meminta bantuan. Sementara waktu Tris dan kawan-kawan aman berada di sana. Tris sendiri sudah memangkas rambut panjangnya karena perasaan bersalah pada banyak orang terutama kedua orangtua.

Mereka hidup berdampingan dengan Faksi Amity yang bekerja sebagai petani, peternak yang bahagia serta damai. Sementara itu, kotak yang ditemukan Eric rupanya berisi pesan dari para pendiri mengenai masa depan manusia. Kotak dengan simbol lima faksi tersebut ternyata hanya bisa dibuka oleh Divergent. Janine kemudian memerintahkan Max (Mekhi Phifer) untuk menangkap semua Divergent.

Di tempat Faksi Amity, terjadi keributan yang disebabkan oleh Tris dan Peter. Pemimpin Amity, Johanna Reyes (Octavia Spencer) merasa keberadan mereka mulai mengganggu kehidupan Faksi Amity yang damai. Jika keributan tersebut terulang Tris dan yang lain harus pergi dari sana. Di sana Tris mengingatkan Johanna mengenai bahaya yang akan ditimbulkan oleh Janine kemudian memintanya bergabung untuk ikut bertempur.

Namun, Johanna menolak. Dia tidak ingin Faksi Amity terlibat dalam pertempuran. Tak lama, utusan Janine yang diwakili Max, Eric dan yang lain datang ke pemukiman Faksi Amity guna mencari dan menangkap para Divergent. Pasukan Janine dilengkapi sebuah alat yang bisa secara cepat mendeteksi apakah orang itu Divergent atau bukan. Mereka lantas meminta anggota Faksi Amity untuk berkumpul guna pengecekan.

Eric curgia Johanna menyembunyikan sesuatu. Dia pun menggeledah tempat tersebut secara menyeluruh. Hingga akhirnya Peter berteriak dan memberi tahu keberadaan mereka. Tris, Four dan Caleb berhasil kabur dengan bergegas menaiki kereta yang sedang berjalan. Berhasil naik ke atas kereta, ketiganya malah bertemu dengan para Factionless atau mereka yang tidak punya faksi.

Para Factionless, diwakili pemimpin mereka, Edgar (Jonny Weston) tidak menyukai kehadiran Tris dan yang lain. Pertarungan pun kembali terjadi tapi ketika Four memberi tahu nama aslinya, yaitu Tobias Eaton pada Edgar, sikap para factionless seketika berubah. Mereka lantas membawa Four dan kawan-kawan ke sebuah tempat yang rupanya adalah markas factionless.

Di sana Four, Tris dan Caleb bertemu seorang wanita bernama Evelyn Johnson-Eaton (Naomi Watts). Evelyn rupanya adalah pemimpin Factionless sekaligus ibu kandung Tobias atau Four. Saat dijamu makan, Tris mendapat penjelasan mengenai semuanya. Evelyn bercerita jika Marcus Eaton (Ray Stevenson) suka menyiksanya.

Dia pergi dan Faksi Abnegation memalsukan berita tentang kematiannya. Ketika itu Evelyn masih muda dan tidak berpikir panjang saat meninggalkan Tobias. Namun, kini dia ingin memperbaiki hubungan dengan anaknya tersebut.

Mendengar penjelasan Evelyn, Tobias tidak langsung percaya dan mengira perempuan itu hanya memanfaatkannya untuk menambah pasukan. Evelyn membantah dengan mengatakan hanya ingin bersekutu karena dia tahu Dauntless yang lain kini berada di tempat Faksi Candor. Evelyn merasa jika Dauntless dan Factionless bergabung mereka bisa mengalahkan Janine.

Esok harinya, Four dan Tris bersiap menuju Candor menemui Dauntless yang tersisa, tapi Caleb memutuskan tidak ikut karena dia tidak ingin terlibat perang sipil antara pemberontak dan Janine. Kakak Tris ini lebih memilih kembali ke Abnegation karena mungkin saja bisa melakukan sesuatu yang berguna di sana.

Tris dan Four melanjutkan perjalanan menuju Candor hingga sampailah mereka di sana. Keduanya kembali bertemu dengan Christina (Zoe Kravitz), kekasih Will, dan Tori (Maggie Q). Four mendapat informasi bahwa saat ini hanya tersisa 175 Dauntless, sementara sisanya mengikuti Eric dan Max.

Sayang keduanya ditangkap oleh pemimpin Candor, Jack Kang (Daniel Dae Kim). Jack menangkap mereka karena mengetahui pengumuman terkait ulah Tris dan Four terhadap Faksi Abnegation; Jack termakan fitnah yang diumumkan oleh Janine. Walau Four sudah menjelaskan bahwa itu bohong, Jack yang berasal dari Faksi Candor, yaitu orang-orang jujur dan adil, tetap menyerahkan Four dan Tris kepada dewan untuk disidang.

Four kemudian menyinggung soal Serum Kejujuran yang dimiliki Faksi Candor dan bersedia disuntik menggunakan serum tersebut untuk membuktikan kejujurannya. Lalu, apakah mereka berhasil meyakinkan Faksi Candor? Apakah Tris dan Four akan mendapat sekutu untuk melawan Janine?

Segi Penceritaan Cukup Membosankan

Segi Penceritaan Cukup Membosankan

The Divergent Series: Insurgent (2015) merupakan kelanjutan dari Divergent 2014. Sejak akhir film Divergent sebelumnya para penonton rasanya sudah bisa menebak bahwa seri kedua ini berisi perlawanan Tris dan Four terhadap Janine. Sayangnya, perlawanan yang disajikan ternyata lebih cenderung pada cerita perburuan.

Tris dan Four tidak terlalu banyak beraksi seperti sebelumnya. Mereka sibuk berlari dan mencari perlindungan serta memperbanyak sekutu. Masalah utama pada film seri kedua ini adalah Tris, yang ternyata Divergent 100%. Secara praktis, pertunjukan film ini sebagian besar hanya berisi tentangnya termasuk luka dan rasa bersalahnya.

Karakter Four juga tidak dikembangkan secara lebih jauh padahal sangat potensial membuat jalan cerita lebih emosional; mengingat di film ini dia diceritakan bertemu dengan ibu yang sudah lama berpisah dengannya.

Semuanya tentang Tris, sampai-sampai alur yang mempertontonkan keterlibatan para faksi rasanya tidak lebih dari sekadar numpang lewat. Karakter Caleb yang ternyata berkhianat juga tidak disuguhkan secara mendalam. Seolah karakter ini tidak penting dan yang penting hanya Tris serta statusnya sebagai Divergent.

Pembagian scene, cerita dan konflik yang cenderung tidak merata ini dan hanya memfokuskan pada karakter Tris berdampak pada alur yang membosankan. Subkonflik yang tidak dimanfaatkan dengan baik membuat film ini terasa datar dan kurang menarik dibanding pendahulunya.

Membingungkan Penonton Baru

Membingungkan Penonton Baru

Sebagai bagian dari sebuah film seri, The Divergent Series: Insurgent (2015) tidak ramah terhadap penonton baru. Anda yang sudah menonton Divergent (2014) bisa langsung mengerti saat menonton film lanjutan ini. Namun, bagi yang baru menonton, rasanya akan kebingungan karena tidak terdapat penjelasan-penjelasan terkait istilah atau faksi yang minimal diselipkan secara jelas dalam cerita.

Sutradara mengandalkan pemahaman yang sudah lebih dulu dimiliki penonton ketika menyaksikan Divergent. Di luar itu, Anda akan bingung. Menyaksikan Insurgent tanpa menonton Divergent lebih dulu bisa membuat Anda kurang dapat menikmati film ini. 

Visual Efek Lebih Memanjakan Mata

Visual Efek Lebih Memanjakan Mata

Lemah di segi pengembangan karakter dan subkonflik, The Divergent Series: Insurgent (2015) menggantinya dengan memberikan suguhan visual efek yang lebih memanjakan mata dibanding Divergent. Pengalaman Tris saat melalui simulasi-simulasi agar bisa membuka sebuah kotak rahasia dicitrakan menggunakan visual efek yang berkualitas.

Scene ketika dirinya menyelamatkan sang ibu dari reruntuhan bangunan yang terbakar sungguh menarik. Pun scene ketika Four tiba-tiba lesap seperti debu. Tampilan visual yang sedemikian rupa diperkuat dengan akting Shailene Woodley yang memang ‘berjasa’ untuk film ini.

Ketika memutuskan menonton The Divergent Series: Insurgent (2015), jangan berharap lebih, terutama dari segi pendalaman cerita. Bagi Anda penggemar karakter Four atau Caleb, bersiap saja kurang puas terhadap film ini. Meski begitu, ia punya tampilan visual efek yang cukup memuaskan. Untuk membuktikannya, Anda bisa langsung menonton secara utuh. Siap mengikuti petualangan Tris?

The Divergent Series: Insurgent
Rating: 
3.7/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram