bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film In the Heart of the Sea (2015)

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 22 Mei 2021

Kapal penangkap paus yang dipimpin oleh Kapten George Pollard asal Nantucket tenggelam karena serangan ikan paus raksasa pada tahun 1820. Kisah ini kemudian menjadi inspirasi dari novel populer Moby-Dick. In the Heart of the Sea adalah film petualangan laut yang dirilis oleh Warner Bros. Pictures pada 11 Desember 2015 dan disutradarai oleh Ron Howard.

Film produksi Amerika, Spanyol dan Australia ini menampilkan aktor-aktor papan atas, seperti Chris Hemsworth dan Cillian Murphy, yang menjanjikan sebuah cerita seru pengejaran ikan paus raksasa. Berdasarkan sebuah buku non-fiksi karya Nathaniel Philbrick yang diterbitkan di tahun 2000, film ini mengulas tuntas kejadian yang dialami oleh para kru kapal tersebut.

Dengan bujet raksasa sebesar $100 juta, yang mayoritas dihabiskan untuk polesan special effect yang memukau, apakah film ini bisa memenuhi harapan penonton? Simak review kami tentang film yang sudah bisa ditonton ulang di Netflix ini.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun: 2015
  • Genre: Action, Adventure, Biography, Drama, History
  • Produksi: Roth Films, Spring Creek, Imagine Entertainment
  • Sutradara: Ron Howard
  • Pemeran: Chris Hemsworth, Benjamin Walker, Cillian Murphy, Tom Holland, Brendan Gleeson

Tahun 1850, Herman Melville, seorang penulis, menyambangi Thomas Nickerson, penyintas peristiwa tenggelamnya kapal Essex yang masih hidup, untuk mendapatkan cerita tentang kejadian tersebut. Awalnya menolak, tapi atas paksaan istrinya dan bayaran yang besar, Nickerson pun mulai membuka ceritanya dengan kembali mengingat ke tahun 1820.

Nickerson muda mendaftar sebagai awak kapal di sebuah perusahaan pemburu paus yang baru saja mendapatkan kapal Essex sebagai armadanya. Pimpinan perusahaan merekrut Owen Chase, seorang pemburu paus veteran, dan menunjuk George Pollard, pelaut minim pengalaman tapi berasal dari keluarga pemburu paus, sebagai kapten kapalnya.

Dalam pelayaran perdananya, mereka seringkali berseteru yang menyebabkan Pollard melayarkan kapal menuju badai karena menentang saran dari Chase. Kemudian mereka berbaikan dan melepaskan ego masing-masing daripada mereka pulang tanpa hasil. Setelahnya, mereka berhasil menangkap paus sperma, jenis paus berkepala kotak.

Tiga bulan tanpa hasil, Pollard mengarahkan kapal dari Samudera Atlantik menuju ke Samudera Pasifik melalui Cape Horn. Di Ekuador, mereka mendapatkan info dari pelaut lain bahwa ada daratan di lepas pantai ke arah barat. Mereka tertarik dan tidak peduli dengan cerita tentang paus raksasa yang mereka anggap hanyalah mitos belaka.

Tidak disangka, ternyata mereka berhadapan langsung dengan paus raksasa itu sesaat setelah menemukan daratan tersebut. Kapal terbelah dan tenggelam yang membuat mereka terpecah ke dalam tiga sekoci untuk menemukan pantai. Paus itu mengikuti dan menyerang lagi yang membuat mereka terdampar di Pulau Henderson yang penuh dengan sisa jasad orang yang pernah terdampar.

Sebagian dari mereka memilih untuk pergi dari pulau itu dan sebagian lain bertahan disana. Karena kekurangan bahan makanan untuk waktu yang lama, akhirnya mereka mengonsumsi teman mereka yang telah mati, alias kanibal. Paus raksasa kembali lagi, tapi kali ini Chase tidak membidiknya dan membiarkan paus raksasa itu pergi dan tak terlihat lagi.

Setelah terombang-ambing di lautan dalam waktu yang lama dan nyaris diujung kematian karena kelaparan, Chase dan rekan-rekannya mencapai daratan dan dipulangkan ke Nantucket sehingga bisa berkumpul kembali dengan keluarganya. Pollard dan Chase diminta untuk tidak menceritakan kejadian ini ke public oleh pimpinan perusahaan, tapi Chase memilih untuk berhenti karenanya daripada berbohong.

Chase melakukan pelayaran sendiri bersama krunya untuk menangkap paus raksasa itu, begitu pun dengan Pollard. Sayangnya hingga memutuskan pensiun, mereka tidak berhasil menemukan paus itu lagi.

Empat Tema Terpisah yang Coba Dirajut

Empat Tema Terpisah yang Coba Dirajut

In the Heart of the Sea seolah-olah memiliki tema cerita yang terpecah, setidaknya menjadi empat, yaitu hubungan peristiwa nyata yang menginspirasi cerita novel populer, perasaan kemanusiaan dalam diri para pemburu paus, kisah perjuangan bertahan hidup dan pelanggaran etika moral oleh perusahaan. Mungkin Charles Leavitt sebagai penulis naskah mencoba untuk menyeimbangkan semua ini, tapi dia gagal.

Memang semua tema ini berhasil ditampilkan di dalam film sesuai porsinya, tapi justru membuat kita tidak paham arah dan maksud film ini karena kurangnya penggalian yang dalam untuk menginspirasi. Faktor ini membuat nama besar Ron Howard sebagai sutradara papan atas sedikit tercoreng karena tidak bisa menampilkan esensi film dengan tema yang nyaris serupa dengan film terbaiknya, Apollo 13 (1995).

Sama-sama mengusung tema bertahan hidup dalam situasi genting yang berhubungan dengan teknologi pada zamannya, ternyata jalinan cerita dalam In the Heart of the Sea terlalu melebar dan tidak erat seperti Apollo 13. Mungkin maksudnya untuk membuka wawasan seputar peristiwa penting ini secara lebih luas dari berbagai sisi, tapi justru memburamkan esensi filmnya sendiri.

Secuil Fakta tentang Kehidupan Owen Chase

Secuil Fakta tentang Kehidupan Owen Chase

Owen Chase, yang diperankan oleh Chris Hemsworth, nyatanya memang seorang pemburu paus terkenal putra asli negri Nantucket. Sejak peristiwa tenggelamnya kapal Essex, kehidupan Chase hanya berporos pada pencarian paus raksasa yang telah menenggelamkan kapal Essex hingga membuat kehidupan rumah tangganya berantakan hingga bercerai sebanyak tiga kali.

Obsesi yang gagal dalam eksekusinya ini, hanya berhasil menjadi inspirasi bagi Herman Melville untuk novel populernya, Moby-Dick, yang mendapat sebagian besar ceritanya dari jurnal yang ditulis oleh Chase tentang kronologi tenggelamnya kapal Essex empat bulan setelah dia kembali ke Nantucket. Fakta ini mengaburkan cerita dalam film dimana Melville mendapat cerita dari salah satu kru kapal.

Padahal Melville sendiri menulis novelnya tanpa pernah mendatangi Nantucket sama sekali. Tapi adegan di dalam film masih bisa ditolerir karena lokasi pertemuan Melville dan Nickerson tidak dijelaskan secara pasti, apakah itu di Nantucket atau bukan. Dan bisa jadi kita sedikit tertipu dengan penampilan Brendan Gleeson, pemeran Nickerson, yang lebih mirip Chris Hemsworth daripada Tom Holland.

Sehingga kita mengira jika film ini berdasarkan cerita dari sudut pandang Owen Chase, ternyata justru dari cerita yang dipaparkan Thomas Nickerson. Padahal faktanya, kisah ini langsung berdasarkan tulisan Chase sendiri seperti yang telah dijelaskan tadi. Faktor ini cukup melemahkan cerita karena tidak bertutur sesuai dengan fakta yang ada. Justru malah memperumit fakta.

Menampilkan Keindahan Panorama Laut

Menampilkan Keindahan Panorama Laut

Di atas segala kekurangan dalam segi penceritaan, In the Heart of the Sea masih menampilkan adegan aksi yang mencekam setiap kali paus raksasa muncul. Kita sebagai manusia biasa yang tidak punya keahlian berburu paus, pasti menyerah dalam keadaan seperti itu dan tidak tahu harus bagaimana. Jangankan kita, para awak kapal juga membisu ketika paus raksasa itu muncul.

Dengan bujet yang besar untuk alokasi tampilan special effect, keindahan panorama lautan terhampar luas dalam skala memukau. Proses syuting yang dilakukan di Kepulauan Canary di Spanyol ini sempat mengalami penundaan selama 73 hari setelah badai menghantam wilayah di perairan tersebut yang merusak set dan lokasi syuting film.

Presentasi sinematografi dari Anthony Dod Mantle mampu membawa arus cerita lebih deras dengan permainan warna pada lautannya yang disesuaikan dengan mood adegan. Sesaat kita dibuat terpana, lain waktu kita dibuat tersiksa. Sayangnya, keindahan lautan ini belum bisa menyaingi apa yang ditampilkan oleh The Life of Pi (2012) sebagai perbandingannya.

Pada akhirnya, In the Heart of the Sea memang bukanlah film yang baik secara drama dan penceritaan, tetapi setidaknya film ini memiliki nuansa petualangan yang menyakitkan dan adegan aksi menegangkan. Terlepas dari beberapa fakta yang seolah dikaburkan, kita masih bisa menikmati film ini, terbukti dengan rating 6,9 dari IMDb, yang menyatakan film ini layak untuk ditonton ulang di Netflix sekarang juga.

In the Heart of the Sea
6 / 10 Bacaterus.com
Rating

Artikel Terkait :
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram