bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Sinopsis & Review I'll Always Know What You Did Last Summer

Sinopsis & Review I'll Always Know What You Did Last Summer

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 16 Juni 2021

Tahun 1997 lalu, film thriller sekaligus penuh darah berjudul I Know What You Did Last Summer cukup membuat heboh karena adegan-adegan kekerasan dan mengerikan yang disuguhkan. Selang satu tahun kemudian, tayang pula film lanjutannya berjudul I Still Know What You Did Last Summer yang masih mengangkat tema serupa.

Pihak produksi seperti masih penasaran dan ingin melanjutkan ide cerita ini. Maka pada 2006 lalu I’ll Know What You Did Last Summer pun dirilis dalam bentuk DVD. Premisnya masih sama, yaitu sekelompok remaja yang dikejar-kejar pembunuh sadis misterius. Penasaran? Mari simak sinopsis serta ulasannya berikut ini!

Sinopsis

  • Tanggal/Tahun Rilis:  15 Agustus 2006
  • Genre:  Thriller, Horor, Slasher
  • Produksi: Mandalay Entertainment, Original Film, Destination Films
  • Sutradara: Sylvain White
  • Pemeran: Brooke Nevin, David Paetkau, Torrey DeVitto, Ben Easter

Di sebuah kota kecil di Colorado, pada perayaan hari kemerdekaan Amerika, sebuah karnaval digelar untuk merayakannya. Sekelompok anak muda yang terdiri atas Amber Williams (Brooke Nevin), Zoe Warner (Torrey DeVitto, Roger Pack (Seth Packard) dan Colby Patterson (David Paetkau) bersenang-senang di sana.

Roger bahkan membuat lelucon dengan menirukan gaya sesosok pembunuh yang jadi legenda setempat, lengkap beserta kail yang konon menjadi senjatanya. Sosok tersebut dikenal dengan sebutan The Fisherman. Ia dipercaya akan menampakkan diri pada tanggal-tanggal tersebut.

Untuk meramaikan lelucon tersebut PJ Davis (Clay Taylor) rela menjadi stuntmen. Lelucon itu semula berjalan lancar tapi tiba-tiba berubah menjadi peristiwa yang mengerikan ketika Davis tewas secara mengerikan. Tubuhnya tertancap di sebuah pipa cerobong sebuah traktor.

Roger, Amber, Colby dan Zoe kaget sekaligus panik karena lelucon yang mereka buat mengakibatkan kematian seseorang. Guna menutupi kesalahan dan lari dari tanggungjawab, mereka membakar semua barang bukti yang ada di sana dan mengatakan bahwa kecelakaan tersebut adalah ulah The Fisherman.

Satu tahun berlalu Amber kembali ke kota dan mengetahui bahwa Colby tidak pergi mengejar beasiswanya. Colby yang marah dan kecewa mencoba menenangkan diri dengan pergi ke gunung. Di sana dia bertemu Deputy Haffner (K.C. Clyde), seorang petugas yang turut menyaksikan peristiwa tragis setahun lalu.

Pada malam harinya Amber terbangun karena sebuah suara. Dia lantas memeriksa handphone dan mendapati 50 pesan teks dikirim padanya. Teks tersebut berbunyi "I know what you did last summer". Gadis itu segera pergi ke tempat Zoe dan menginap di sana. Esok harinya mereka melihat Roger sedang memperbaiki ski-lifts gondolas. Roger marah saat dia tahu mengenai pesan yang diterima Amber.

Zoe lantas menemui Colby yang bekerja sebagai penjaga pantai. Saat kembali ke pos, giliran Colby menemukan pesan tersebut tertulis di atas tanah. Di sisi lain Amber mulai diserang di lift ski oleh seseorang yang memegang kail. Sayang Colby tidak memercayainya.

Malam harinya Roger mabuk. Dia mendengar sebuah suara tapi langsung diserang oleh The Fisherman. Roger tewas dengan luka gorok di leher setelah kejar-kejaran dengan sosok pembunuh tersebut. Colby, Amber dan Zoe yang tidak mengetahui peristiwa itu segera menuju tempat Roger untuk memberinya peringatan.

Sesampainya di sana mereka semua menemukan Roger sudah tewas lengkap dengan catatan bunuh diri dan kail di dekatnya. Cerita berlanjut ketika Deputy Haffner tiba-tiba muncul di lokasi dan langsung menuduh tiga orang itu telah membunuh Roger. Namun, surat bunuh diri yang ditemukan mematahkan tuduhannya. Amber, Colby dan Zoe bisa kembali ke rumah Amber setelah memberikan keterangan.

Teror berlanjut saat ketiganya menemukan tulisan “Soon” pada foto buku tahunan sekolah mereka. Demi keselamatan, Amber dan yang lain memutuskan untuk tinggal di tempat Zoe. Di tengah kondisi yang serba menyeramkan, Colby tetap pergi bekerja dan berenang beberapa putaran. Tak lama sesuatu yang buruk menimpanya. The Fisherman mengikat kaki Colby dan menghilang.

The Fisherman benar-benar semakin menjadi. Pembunuh itu mengayunkan kailnya pada Colby tapi meleset. Colby lantas mengambil pisau dan menusuknya, sayang tusukan Colby seperti sama sekali tidak melukainya. Nasib Colby berakhir fatal saat The Fishermen menerobos jendela dan mengaitkan kailnya pada mulut Colby.

Sementara itu, Amber dan Lance memberi selamat pada Zoe atas penampilan di malam konsernya. Namun, tak lama Zoe diserang secara brutal. Lelaki itu ditusuk dan dilemparkan ke balkon oleh The Fisherman. Bantuan dari Deputy Haffner pun tidak berarti apa-apa. Sang deputy yang sudah melepaskan tembakan beberapa kali ke arahnya justru ditusuk menggunakan forklift.

Upaya mereka untuk melawan The Fisherman terus berlanjut saat Amber dan Lance menabraknya. Sial! Sang pembunuh kembali bangkit dan memperlihatkan wajah busuk yang selama ini disembunyikan di balik topeng. Lantas, apakah Amber dan Lance bisa bebas dari teror mengerikan The Fisherman?

Seri Ketiga dari I Know What You Did Last Summer

I’ll Always Know What You Did Last Summer merupakan bagian ketiga dari trilogi I Know What You Did Last Summer. Ia sekuel kedua setelah I Still Know What You Did Last Summer. Cerita summer-summer-an ini dibuat berdasarkan adaptasi sebuah novel berjudul sama karya Lois Duncan.

Walau merupakan serangkaian dengan dua film sebelumnya, para pemain di film ini adalah pemain baru yang tidak pernah terlibat dalam dua judul sebelumnya. Secara garis besar, ia mengangkat kembali cerita pada seri yang pertama, tapi mengemasnya secara ulang menggunakan para pemain baru.  Menariknya, sekuel yang ini langsung dirilis dalam bentuk DVD dan meraup keuntungan sebesar 20 juta USD.

Tidak Ada Karakter Menarik

Sebuah film bisa mengandalkan aktor dan aktris yang terlibat di dalamnya untuk menarik minat dan perhatian calon penonton. Apalagi jika para bintang tersebut dikembangkan menjadi karakter yang menarik. Sayangnya hal tersebut tidak ada dalam film ini.

Harus diakui bahwa kesuksesan I Know What You Did Last Summer ketika itu tidak lepas dari keberadaan para pemainnya seperti  Jennifer Love Hewitt dan Sarah Michelle Gellar. Dua aktris kawakan tersebut berhasil menjalankan peran sebagai Julia dan Helen dalam film yang tayang pada 1997 lalu itu. Begitu pun pada sekuelnya yang berjudul I Still Know What You Did Last Summer.

Namun, nama-nama besar mereka tidak tampak pada film ini. Para pemain yang terlibat di sini tidak cukup kuat untuk mengangkat jalan cerita yang sebenarnya pun menggunakan formula yang itu-itu saja. Belum lagi karakter mereka juga tidak membekaskan sesuatu hingga bisa menimbulkan keterikatan emosional dengan penonton.

Plot dan Naskah yang Jauh dari Memuaskan

Walau berasal dari ide yang sama, I’ll Always Know What You Did Last Summer cenderung punya plot dan naskah yang dibuat seperti asal-asalan, tidak terkonsep dan terkesan memanfaatkan kesuksesan film sebelumnya. Seperti ketika pada beberapa scene, kata-kata sakti “I know what you did last summer” bisa diucapkan bahkan oleh pemeran pendukung.

Bukan hanya itu, naskah dan dialog-dialog dalam film ini juga cukup lemah hingga gagal membuat jalan cerita yang sudah membosankan berubah jadi lebih menarik. Kejutan-kejutan dalam I’ll Always Know What You Did Last Summer seperti sudah terlalu umum. Akibatnya, ketegangan yang dirasakan tidak seberapa. Belum lagi untuk ukuran film slasher , penggunaan darah di sini tidak terlalu meneror.

Bagi Anda para penggemar film-film thriller dan slasher, penampilan I’ll Always Know What You Did Last Summer mungkin akan mengecewakan dan tidak cukup memuaskan. Film ini terlalu biasa untuk berada di bawah I Know What You Did Last Summer universe. Ada banyak film bergenre sejenis yang bisa ditonton, tapi jika Anda masih penasaran, tidak ada salahnya untuk dicoba. Ia bisa disaksikan di Netflix mulai 1 Februari 2021! Selamat bersenang-senang!

I'll Always Know What You Did Last Summer
3.5 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram