bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review I Am Wrath, Film Aksi Balas Dendam

Setelah peristiwa perampokan yang berujung kematian istrinya, Stanley Hill melacak semua pelakunya dan membunuh mereka satu-persatu dengan bantuan teman lamanya yang kemudian membawanya kepada otak pembunuhan dimana semua ini ternyata berlatar belakang politik.

I Am Wrath adalah film action thriller karya Chuck Russell yang dirilis oleh Lionsgate secara streaming pada 15 April 2016. Tergolong film action kelas B, film ini dibintangi oleh John Travolta yang syutingnya dilangsungkan di Ohio sekitar bulan Maret 2015.

Dengan berbagai elemen yang dimasukkan ke dalam jalan cerita penuh amarah ini, apakah film ini cukup layak untuk kita tonton? Simak review berikut sebelum memutuskan pilihan.

Sinopsis

I Am Wrath poster_

Stanley Hill dijemput oleh istrinya, Vivian, di bandara dari wawancara kerja di California. Di tempat parkir, mereka mendapati ban mobilnya kempes. Hal itu ternyata menyebabkan sebuah peristiwa perampokan yang menewaskan Vivian dan melukai Stanley.

Di kantor polisi, Stanley diminta oleh Detektif Gibson yang menangani kasus ini untuk mengidentifikasi beberapa orang tersangka pembunuhan. Stanley yakin bahwa tersangka nomor 2 adalah pelakunya.

Tapi anehnya, tersangka itu justru dibebaskan yang membuat Stanley marah kepada Gibson dan partner-nya, Walker. Kemudian, Stanley pergi dengan perasaan kesal. Saat acara pemakaman Vivian, pendeta memberikan Stanley Alkitab yang menginspirasinya untuk melakukan balas dendam.

Stanley kemudian menghubungi teman lamanya, Dennis, untuk mencari informasi tentang tersangka pelaku pembunuhan Vivian. Setelah memberi tahu rencananya kepada Dennis, Stanley membongkar kotak penyimpanan barang-barang masa lalunya.

Mengincar target pertama, Stanley berhasil membekuknya dan mendapatkan informasi tambahan bahwa perampokan itu sudah direncanakan. Berikutnya, Stanley mengunjungi toko tattoo untuk bertemu Lars yang dia lumpuhkan juga dan mengambil tas berisi narkoba milik Charley. Charley sendiri adalah tersangka pembunuh Vivian.

Sementara itu, barbershop Dennis juga diserang oleh komplotan Charley. Stanley dan Dennis kemudian mengundang Charley untuk bertemu demi tas miliknya di sebuah klub malam. Di ruang VIP, Stanley menghabisi Charley dimana dia mendapatkan nama Lemi K sebagai orang yang menyuruhnya untuk membunuh Vivian yang dianggapnya sebagai wanita cerewet.

Stanley kemudian membuka berkas pekerjaan Vivian dan menemukan petunjuk siapa dalang di balik pembunuhan itu. Stanley meminta Abbie sekeluarga untuk tinggal sementara di hotel demi keamanan mereka, setelah peristiwa penembakan di depan rumah Stanley.

Tapi sayangnya, Lemi K datang menyandera mereka. Mendapat SMS dari Abbie, Stanley langsung bergerak dan menghubungi Dennis. Stanley langsung berhadapan dengan Lemi K yang kemudian ditembak mati oleh Detektif Gibson.

Bersama Detektif Walker, Detektif Gibson mereka sandera untuk memudahkan jalan menuju rumah gubernur yang adalah otak intelektual di balik pembunuhan Vivian.

Bagaimana cara Stanley menembus penjagaan ketat rumah gubernur? Apakah Stanley berhasil menuntaskan balas dendamnya? Bagaimana nasib Stanley selanjutnya? Terus tonton film ini hingga selesai untuk menemukan jawabannya.

Kisah Klise Tentang Balas Dendam

Kisah Klise Tentang Balas Dendam_

Berikut ini adalah premis film I Am Wrath: sosok tersayang dibunuh, tokoh utama melakukan balas dendam. Tokoh utama adalah mantan anggota pasukan khusus, memburu semua targetnya satu-persatu hingga bertemu dengan pimpinan kelompok yang menjadi otak pembunuhan.

Premis ini adalah formula standar untuk film bertema balas dendam. Lalu apa yang membedakan film ini dari yang lainnya? Ada beberapa tema cerita yang coba dimasukkan ke dalam alur utama yang kisahnya nyaris serupa dengan film John Wick (2014) ini, yaitu persahabatan, krisis keimanan, dan korupsi di dunia politik.

Tapi sayangnya, naskah yang disusun oleh Paul Sloan dari ide cerita milik Yvan Gauthier ini mencampurnya dalam porsi yang tidak proporsional, sehingga terasa serba tanggung. Namun, jika kita coba untuk mengerti cerita film berdurasi 1 jam 32 menit ini, fokus cerita tidak goyah dan tetap pada jalurnya.

Imbuhan elemen lain dalam porsi kecil sebenarnya sudah cukup membantu kita untuk mudah mencernanya, tapi masih terlalu sederhana dan kurang detail untuk ditampilkan, sehingga cerita terasa dangkal.

Duet Apik John Travolta dan Christopher Meloni

Duet Apik John Travolta dan Christopher Meloni_

John Travolta, yang dipercaya menggantikan Nicolas Cage sebagai pemeran utama, menampilkan performa yang datar meski emosi penuh amarah terlihat jelas di wajahnya.

Tapi di setiap adegan yang menampilkan Christopher Meloni, mereka berdua terlihat cukup padu. Kesan sahabat yang sudah lama tidak bertemu dan pernah memiliki masa lalu dalam bertugas bersama cukup terlihat di layar.

Dari sejak adegan di barbershop hingga kabur dari rumah sakit, aksi mereka memberikan sedikit angin segar dari film yang memiliki sinematografi standar serial TV ini. Dalam beraksi mereka saling mengisi, begitupun dialog yang cermat antara mereka, meski sebagian besar kalimat yang diucapkan terasa pernah kita dengar dari film lain.

Aksi Tanpa Rencana

Aksi Tanpa Rencana_

Baca Juga: Review & Sinopsis John Wick, Pembunuh yang Gagal Move on

Seluruh elemen di film I Am Wrath ini mengambil unsur dari film-film action sejenis, seperti John Wick (2014) yang balas dendam karena kematian sosok yang disayangi, Taken (2008) dengan karakter utama mantan anggota pasukan khusus yang tidak pernah kalah dalam menaklukkan target buruannya, dan Edge of Darkness (2010) dimana pembunuhan seperti perampokan ternyata berlatar belakang politik.

Premis tiga film di atas yang dicampur di film ini tidak begitu berjalan dengan baik. Faktor utama adalah kurang terlihatnya perasaan cinta dan kasih sayang Stanley kepada istrinya.

Kurangnya latar belakang, karena adegan dibuka dengan pembunuhan Vivian, coba diungkit lewat sebuah montase kenangan Stanley dan Vivian. Tapi itu tidak cukup, terlebih karena kurangnya ekspresi dari John Travolta.

Lalu, latar belakang Stanley dan Dennis sendiri sebagai mantan pasukan khusus tidak pernah disebutkan secara spesifik nama kesatuan mereka, yang kita tahu mereka pernah terlibat dalam misi-misi rahasia (black-ops).

Anehnya, sebagai mantan pasukan khusus, aksi mereka terkesan tanpa arah dan rencana, seolah mereka adalah warga biasa yang ingin membalas dendam. Hal ini sempat ditanyakan oleh Detektif Gibson kepada Stanley ketika menuju rumah gubernur yang dijawab oleh Stanley, “I don’t know”, sangat menyiratkan ketidaktahuan Stanley atas aksinya.

Jika di film Taken, sebagai contoh, Bryan Mills memiliki rencana taktis untuk menghabisi para penculik putrinya, tapi tidak dengan Stanley dan Dennis di film ini. I Am Wrath sebenarnya bisa menjadi film action kelas A jika saja naskah bagus seperti premis film-film action populer ini bisa diolah dengan baik.

Ingin memiliki kesan cerita yang rumit, tapi semua elemen itu nyaris diabaikan dan hanya menjadi pelengkap saja, kisah balas dendam Stanley ini sudah bisa ditebak dari awal.

Kita hanya ingin tahu, apa yang akan dilakukan oleh Stanley setelah membunuh gubernur dan berhadapan dengan kepungan polisi di sekitar rumah gubernur?

Mengambil elemen dari film Gran Torino (2008) untuk memancing kesan putus asa secara terhormat, nyatanya kita sudah tahu bahwa Stanley mengenakan rompi anti peluru yang diberikan oleh Dennis di ruang persenjataan.

Tapi cerita tidak berakhir di situ, dan inilah yang membuat film ini anti-klimaks. Jika ingin tahu seperti apa anti-klimaks yang dimaksud, kalian harus menonton terlebih dahulu film ini sampai selesai. Setelah itu kalian bisa samakan persepsi tentang kualitas film ini. Selamat menyaksikan!

I Am Wrath
Rating: 
1.6/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram