Sinopsis & Review I Am Legend, Hidup Bersama dengan Mutan

Ditulis oleh Suci Maharani R
I Am Legend
3.7
/5

Sebagai seorang ahli virologi Angkatan Darat AS, Dr. Robert Neville harus hidup sendirian New York. Virus yang awalnya sebagai obat kanker, justru merubah manusia menjadi mutan. Dr. Robert Neville yang hidup sendirian, terus melakukan penelitian pada para mutan. Namun mutan terakhir yang ia jadikan objek penelitian justru mengundang kemarahan muran lainnya.  

Film yang sempat ditunda pembuatannya ini disutradarai oleh Francis Lawrence dan skenarionya ditulis oleh Akiva Goldsman dan Mark Protosevich. I Am Legend mendapatkan rating 68% dari 215 review dan berhasil menjadi Box Office dengan pendapatan $585 juta.

Ingin tahu bagaimana nasib dari Robert Neville melawan para mutan yang terinfeksi virus ini? Kamu akan menemukan jawabannya di bawah ini.

Sinopsis

Sinopsis

Upaya untuk merekayasa ulang virus campak secara genetik untuk menyembuhkan kanker menjadi mematikan, menginfeksi 99% populasi dunia, mengubah mereka yang tidak dibunuh menjadi mutan vampir, albino, kanibalistik yang disebut Darkseekers, yang sangat rentan terhadap sinar matahari, dan mangsa pada sedikit orang yang tidak terpengaruh.

Dr. Robert Neville menjadi satu-satunya orang yang selamat dan kebal dari serangan virus bersama anjingnya Sam. Mereka berusaha bertahan hidup dalam keadaan terisolasi dari kehidupan di Manhattan yang sepi. Namun Dr. Neville tetap percaya bahwa masih ada mereka yang selamat dan ia membuat pengumuman lewat siaran radio.

Keseharian Dr. Neville sangat sederhana, ia tetap berusaha mempertahankan rutinitas seperti orang-orang pada umumnya. Ia menonton tv sambil sarapan, pergi ke toko kaset untuk mengembalikan dan meminjam kaset baru. Dr. Neville juga menyempatkan diri untuk menyapa beberapa manekin yang ada disana dan berbicara sendirian.

Saat kembali ke rumah Dr. Neville melakukan penelitian yang berobjek pada tikus-tikus, untuk mencari obat untuk virus ini. Saat malam Dr. Neville menutup semua jendela dan meringkuk bersama Sam, ia merasakan takut dan frustasi saat mendengar suara teriakan darkseekers. Hingga suatu hari Dr. Neville memiliki ide untuk kembali melakukan percobaan langsung pada darkseekers

Pasalnya salah satu tikus percobaan, menunjukkan perkembangan baik melawan virus. Dr. Neville membuat rencana untuk menjebak dan berhasil membawa pulang satu darkseeker. Ia langsung memulai penelitiannya, sayangnya hal itu tidak berhasil dan makin membuat Dr. Neville frustasi. Saat Dr. Neville sedang pergi keluar dengan Sam, ia terkenal jebakannya sendiri. 

Dr. Neville Pingsan dan terbangun di sore hari berkat gong-gongan Sam. Berhasil melepaskan diri, kaki Neville terluka karena tertusuk pisaunya sendiri. Namun salah satu darkseekers justru muncul membawa dua anjing yang terinfeksi untuk menyerangnya. Akibatnya Sam meninggal dunia setelah menolong Dr. Neville, hal ini jelas membuat Dr. Neville makin kehilangan akal. 

Ia mendatangi toko kaset dan memohon agar membalas sapaannya. Dr. Neville yang kalap menantang para darkseekers dan hampir terbunuh, namun diselamatkan oleh Anna dan Ethan. Penelitian Dr. Neville akhirnya menemukan titik terang, dimana tubuh darkseekers itu terlihat lebih stabil. Namun tak lama rumahnya diserang oleh sekumpulan darkseekers

Mereka datang untuk mengambil salah satu dari mereka yang diculik oleh Dr. Neville. Menyadari hal ini Dr. Neville merelakan darkseekers yang ia jadikan objek penelitian untuk kembali ke kelompoknya. Dr. Neville, Anna dan Ethan memutuskan untuk melakukan perjalanan ke kamp korban di Bethel. Mereka juga tetap melakukan siaran radio untuk mengarahkan para survivor lainnya kepada mereka.

Diawali dengan Ketegangan, Tapi Ending Mengecewakan

Diawali dengan Ketegangan, Tapi Ending Mengecewakan

Pada awalnya saya berpikir bahwa I Am Legend adalah film yang bertema mengenai zombie seperti Resident Evil (2002). Pasalnya film ini mengangkat mengenai kegagalan suatu penelitian yang membuat terjadinya penyebaran virus yang merubah manusia. Namun setelah menonton film ini, bukan zombie yang saya dapatkan tapi darkseekers.

Jadi harapan saya yang awalnya akan tercengang dengan wujud zombie yang menakutkan dan liar buyar. Disisi lain, saya menemukan bahwa film ini mengangkat bagaimana virus yang awalnya dikembangkan sebagai obat kanker justru membuat manusia menjadi mutan. Tapi bukan juga mutan seperti di film X-Men (2000), saya sendiri tidak yakin mutan seperti apa para darkseekers ini.

Darkseekers ini bisa dikatakan sebagai campuran dari zombie dan vampir. Dimana mereka memiliki ketertarikan pada darah, memiliki penciuman yang tajam dan tidak bisa hidup dibawah sinar UV. Sebagai orang yang bertanggung jawab Robert Neville memang menjalankan tugasnya untuk mencari obat penyembuh dari virus tersebut di ground zero (TKP utama).

Memakai para mutan sebagai objek penelitian secara langsung, hal ini justru membuat mutan lainya makin ganas. Para para darkseekers menyerangnya, Lalu out of nowhere, dua orang datang menyelamatkannya dari pembantaian darkseekers. Saya berpikir mungkin ini adalah plot twist untuk mngembangkan cerita dan karakter Dr. Neville.

Nyatanya ini adalah plot hole yang membuat ceritanya makin ulit untuk dimengerti dan tidak tahu kemana arahnya. Saya kira para mutan ini memang benar-benar haus darah, nyatanya tidak seperti itu juga. Saya justru mendapatkan plot twist yang memang mencengangkan. Hingga di akhir kita diberikan pertunjukkan romance dari dua darkseekers, apakah ini Warm Bodies (2013)? Jelas bukan.

1 23»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram