bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review How to Train Your Dragon 2 (2014)

Written by Dhany Wahyudi - Updated on 11 November 2021

Lima tahun setelah Hiccup berhasil menyatukan bangsa Viking dan naga, bersama Toothless, dia mengeksplorasi wilayah dan menemukan banyak hal baru, dan ada satu yang mengejutkan, yaitu ibunya.

Sementara itu, Drago mengerahkan seluruh armadanya untuk menyerang dan memusnahkan sarang naga. Tentu saja Hiccup dan bangsanya tidak bisa berdiam diri. Mampukah mereka mengalahkan Drago?

How to Train Your Dragon 2 adalah kelanjutan dari film animasi sukses produksi DreamWorks Animation yang tetap disutradarai oleh Dean DeBlois, kali ini tanpa tandemnya, Chris Sanders. Semua cast film pertama hadir kembali untuk menyumbangkan suara mereka yang mengisi jiwa para karakternya.

Pertama kali ditayangkan di Cannes Film Festival pada 16 Mei 2014 dengan mendapat respon positif, film ini kemudian dirilis pada 13 Juni 2014 dan berhasil meraup pendapatan lebih dari $177 juta di Amerika saja.

Jika ditotal dengan pendapatan di seluruh dunia maka angka fantastis $621 juta menjadikan film ini sebagai salah satu film animasi terpopuler di dunia. Berikut ini kami hadirkan review film keduanya.

Baca juga: Sinopsis dan Review How to Train Your Dragon

Sinopsis

Sinopsis

Lima tahun sudah bangsa Viking hidup dalam harmoni yang indah bersama bangsa naga di Berk dimana Hiccup dan Toothless terus melakukan eksplorasi wilayah untuk membuat peta dan menemukan kelompok naga lainnya.

Stoick the Vast selalu mendesak Hiccup untuk menjadi penerusnya, tapi Hiccup sendiri merasa masih belum siap untuk mengemban tanggung jawab sebesar itu.

Hiccup dan Astrid bertemu dengan sekelompok penangkap naga saat sedang menyelidiki hutan yang terbakar. Eret, pemimpin mereka, ingin menangkap naga milik Hiccup dan Astrid untuk dipersembahkan kepada raja mereka Drago Bludvist yang ingin membentuk pasukan naga.

Tapi Hiccup dan Astrid berhasil kabur dan kembali ke Berk, mereka memberi peringatan akan niat Drago kepada Stoick. Stocik segera membentengi Berk dan bersiaga untuk perang, tapi Hiccup percaya bahwa masalah ini masih bisa dirundingkan, maka pergilah dia menemui Drago.

Tapi Stoick menghentikan Hiccup dan bercerita jika dia pernah punya masa lalu yang buruk dengan Drago dimana Stoick pernah diserang oleh pasukan naga hingga hanya dia yang selamat.

Tidak peduli, Hiccup tetap pergi menemui Drago. Dalam perjalanan tidak sengaja mereka bertemu dengan seorang dragon rider, yang ternyata adalah ibunya, Valka.

Dia menjelaskan, sama seperti Hiccup, Valka juga tidak tega membunuh bangsa naga, oleh karena itu dia menyelamatkan banyak naga dan membawa mereka ke sebuah pulau terpencil dalam balutan es yang dibantu oleh naga raksasa miliknya.

Stoick dan Gobber melacak Hiccup hingga sampai di pulau es itu dan bertemu dengan Valka. Mereka saling melepas kerinduan. Sementara itu, Astrid dan teman-temannya memaksa Eret untuk membawa mereka ke Drago.

Eret nyaris saja dieksekusi mati jika tidak diselamatkan oleh naga milik Astrid. Merasa berterima kasih, Eret membantu pelarian Astrid dan teman-temannya.

Pertempuran besar di sarang naga tidak bisa dihindari lagi. Pasukan Stoick yang dibantu oleh pasukan naga Valka, harus menghadapi armada besar Drago yang membawa naga alpha raksasa.

Sesama naga alpha raksasa saling bertarung dan dimenangi oleh naga milik Drago yang kemudian mempengaruhi naga-naga lainnya untuk memihaknya, termasuk Toothless yang terkena pengaruhnya.

Toothless berbalik menyerang Hiccup dan menembakkan sinar plasma, tapi Stoick mengorbankan dirinya demi keselamatan putranya. Drago berhasil mempengaruhi mayoritas naga dan bermaksud menyerang Berk. Setelah memakamkan Stoick, Hiccup bingung harus bagaimana, tapi Valka berhasil memotivasinya untuk bangkit.

Dengan mengendarai bayi-bayi naga yang kebal dari pengaruh hipnotis naga alpha raksasa, Hiccup dan teman-temannya segera kembali ke Berk untuk melindungi kotanya dari serangan Drago.

Mereka sedikit terlambat ketika sampai di Berk yang sudah diserang dan banyak naga yang sudah disekap oleh Drago. Hiccup melepaskan pengaruh naga alpha raksasa dari Toothless dengan meminta maaf.

Dengan kembalinya Toothless kepada Hiccup, mereka menyerang Drago, tapi mereka terperangkap di dalam es akibat semburan dari naga alpha raksasa. Toothless melepaskan mereka berdua dari perangkap es dengan mengeluarkan sinar menyala dari tubuhnya. Toothless menantang naga alpha raksasa dan beberapa kali menembaknya hingga kekuatan hipnotisnya hilang.

Dengan pindahnya bangsa naga ke sisi Toothless sebagai alpha baru mereka, naga alpha raksasa diserang secara serentak dan diakhiri dengan tembakan dahsyat dari Toothless yang berhasil melumpuhkannya. Akibatnya, Drago dan pasukannya mundur. Bangsa Viking dan naga meraih kemenangan.

Hiccup diangkat menjadi pemimpin di Berk menggantikan ayahnya, Toothless menjadi naga alpha yang memimpin bangsa naga dan seluruh naga bersatu di bawah kepemimpinan mereka.

Petualangan Fantastis Menunggang Naga

Petualangan Fantastis Menunggang Naga

How to Train Your Dragon 2 berhasil menjawab harapan kita dari sebuah sequel. Apa yang kalian harapkan? Kalau saya sangat menikmati setiap kali Hiccup menunggangi Toothless.

Dengan kemajuan animasi yang semakin mutakhir, tentunya menampilkan adegan animasi yang cepat dan dinamis bukanlah hal yang sulit dan ini dibuktikan di film berdurasi 1 jam 42 menit ini.

Kita seolah bisa merasakan hembusan angin di atas awan dan cipratan air laut saat Toothless melakukan manuver yang menakjubkan. Intinya, kita bisa merasakan apa yang Hiccup rasakan saat berada di atas punggung Toothless. Sudah pasti film ini akan semakin asyik untuk dinikmati dalam presentasi 3D.

Kisah yang Tidak Terduga

Kisah yang Tidak Terduga

Sebagai sebuah sequel, How to Train Your Dragon 2 tentunya harus memiliki cerita dalam skala yang lebih luas dari film pertamanya. Inti cerita film ini adalah musuh lama yang muncul kembali dan menggelar pertempuran dahsyat yang tidak terhindarkan.

Dan semua unsur cerita dipersembahkan dengan baik oleh Dean DeBlois yang menulis naskahnya berdasarkan buku anak berseri karya Cressida Cowell ini.

Tapi ada satu kisah yang tidak terduga di dalam film ini, yaitu kehadiran Valka, ibu dari Hiccup, yang selama ini sudah dianggap wafat karena menghilang ketika terjadi peperangan besar 20 tahun lalu.

Dengan kehadirannya, kita jadi tahu kenapa Hiccup berhati lembut terhadap bangsa naga karena Valka memiliki hati serupa dan sudah menjaga banyak naga di pulau es ciptaannya.

Ada satu adegan paling romantis dalam sejarah film animasi, yaitu ketika Stoick bertemu pertama kalinya dengan Valka setelah 20 tahun terpisah. Adegan ini dihadirkan dengan sentuhan lembut, menyentuh dan terasa nyata. Apalagi ketika Stoick berucap, “You’re as beautiful as the day I lost you.” Rasanya hati ini langsung meleleh, deh!

Adegan Pertempuran yang Tersaji dengan Dahsyat

Adegan Pertempuran yang Tersaji dengan Dahsyat

Adegan yang paling kita nantikan, yaitu pertempuran dua armada besar dengan ratusan pasukan naga, disajikan dengan sangat dahsyat dan spektakuler. Gambar yang disajikan begitu detail bahkan dengan banyak karakter yang ditampilkan sekalipun.

Terutama ketika dua naga alpha raksasa bertemu dan bertarung, jika di bioskop dengan sound yang luar biasa, maka dentumannya akan sangat terasa sekali.

Kita juga dibuat khawatir ketika Toothless terhipnotis sehingga menyerang Hiccup dan menewaskan Stoick. Kematian ayah dari Hiccup ini menjadikan film ini memiliki kedalaman emosi yang baik yang bisa mengubah karakter Hiccup.

Gerard Butler yang menjadi pengisi suara Stoick dianggap memiliki performa terbaik di film ini yang bisa mengharu-biru hati penonton.

Perasaan kita kembali lega ketika Toothless sudah tersadar dan justru bisa mengeluarkan kekuatan super yang baru dan dahsyat, sehingga bisa mengalahkan naga alpha raksasa dan menjadi naga alpha bagi naga lainnya.

How to Train Your Dragon 2 sukses mengeksplorasi lebih dalam dan luas tentang dunia bangsa Viking dan naganya, lengkap dengan pengembangan karakter Hiccup menjadi lebih dewasa.

Kasihan sekali Hiccup, dia hanya sebentar saja merasakan kebersamaan kedua orang tuanya. Film ini sudah tersedia di Netflix lengkap tiga film dalam triloginya, juga beberapa serialnya yang juga patut ditonton.

How to Train Your Dragon 2
Rating: 
3.8/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram