bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review How To Lose A Guy in 10 Days (2003)

Ditulis oleh Siti Hasanah
How To Lose A Guy In 10 Days
3.5
/5

How To Lose A Guy In 10 Days merupakan sebuah film ber-genre komedi romantis yang tayang di tahun 2003. Film yang cukup lawas ini menawarkan humor segar yang masih seru untuk dinikmati. Memajang nama-nama tenar seperti si aktris cantik Kate Hudson dan aktor Matthew McConaughey, How To Lose A Guy In 10 Days menjadi salah satu film komedi romantis yang layak untuk ditonton.

Kisah dalam film berdurasi 116 menit ini mengikuti perjalanan cinta yang unik antara Andie Anderson (Kate Hudson) dan Benjamin Barry (Matthew McConaughey) yang terlibat percintaan akibat satu misi yang ditugaskan oleh masing-masing kantor tempat mereka bekerja.

Nah, para pecinta rom-kom, mari berkumpul. Kita simak sinopsis dan ulasan singkat dari film yang kabarnya akan dibuat ulang ini!

Baca juga: Sinopsis & Review Before Sunrise, Film Drama Romantis Lawas

Sinopsis

Sinopsis

How To Lose Guys In 10 Days mengikuti kisah seru dari pertaruhan yang dilakukan oleh Andi Anderson dan Benjamin Barry yang nantinya membawa mereka pada hubungan cinta yang menyentuh. Andie adalah seorang jurnalis yang bekerja di sebuah majalah paling terkenal di Amerika, Composure.

Pada dasarnya ia menyukai pekerjaannya sebagai penulis. Ia menyukai menulis tentang isu-isu lingkungan, politik, ekonomi atau mengenai kemanusiaan. Namun, Lana Jang (Bebe Neuwirth), bos Composure, menempatkannya di bagian hiburan dan khusus mengasuh kolom “How-To”.

Tulisan Andie di kolom itu digemari oleh para pembaca Composure. Mereka menyukai gagasan yang Andie tulis di kolom itu. Informasi yang ia tulis juga banyak membantu pembaca mengatasi masalah yang dihadapinya. Sayangnya, Andie punya idealisme sendiri dalam menulis.

Suatu hari pada acara rapat karyawan yang diadakan oleh Lana, Michelle (Kathryn Hahn) tidak bisa menemukan ide untuk bahan tulisan karena sedang sedih dicampakan oleh pacarnya saat hubungan mereka baik-baik saja. Ia tidak mengerti kenapa ia dicampakan.

Mendengar hal itu, Lana menemukan ide untuk menulis ketidakmampuan Michelle menjaga hubungannya dengan pacarnya. Tak mau kisah temannya jadi konsumsi banyak orang, Andie manawarkan ide lain alih-alih mempertahankan hubungan dengan pacar.

Lalu tercetus ide untuk menulis “How To Lose A Guy In 10 Days” di kolomnya. Ide Andie dinilai segar dan pasti akan menarik banyak pembaca. Maka jadilah Andie harus menulis artikel tersebut untuk kolomnya dan mulai mencari laki-laki untuk dijadikan kelinci percobaan.

Di sisi lain, Benjamin Barry yang bekerja di perusahaan periklanan menginginkan proyek iklan berlian yang akan dikerjakan oleh perusahaan mereka. Keinginan Ben terjegal dua saingannya di kantor, Judy Spears (Michael Michelle) dan Judy Green (Shalom Harlow) yang punya ketertarikan sama.

Sebagai bukti bahwa Ben cukup kompeten untuk manangani proyek tersebut, duo Judy yang sering menjadi rival abadi Ben di kantor ini menantang Ben untuk mendapatkan pasangan dalam 10 hari.

Pada hari peluncuran berlian nanti, Ben harus berhasil mengajak perempuan untuk hadir di acara itu. Singkat kata, Andie dan Ben menemukan calon ‘korban’ untuk masing-masing misi mereka. Misi pun dimulai.

Ben harus berhasil membuat Andie jatuh cinta dalam 10 hari, sementara Andie harus sukses membuat Ben illfeel dan meninggalkannya dalam rentang waktu yang sama. Bisakah itu terjadi? Misi berlawanan yang dijalankan Andie dan Ben di film ini seru untuk diikuti.

Diadaptasi dari Sebuah Buku Kartun

Diadaptasi dari Sebuah Buku Kartun

Kisah percintaan kocak yang dibawakan oleh Andie dan Ben yang terbentuk karena misi dari kantor masing-masing ini diangkat dari sebuah buku komik karya Michelle Alexander dan Jeanie Long yang bertajuk sama. Trik yang dipraktikkan oleh gadis itu diambil dari buku komik tersebut.

Setelah menemukan ‘mangsa’, yaitu Ben, Andie mulai melancarkan aksi pedekate terhadap Ben. Ia bersikap sebagai Andie yang lucu, cerdas dan berwawasan luas. Ia berhasil menarik perhatian Ben dengan pesonanya.

Setelah Ben mulai menunjukan ketertarikan padanya, di hari keempat Andie mulai bertingkah aneh seperti yang ditulis oleh Michelle Alexander dan Jeannie Long. Ia mengubah citranya menjadi menyebalkan, seperti berbicara dengan nada bayi, egois dan hal-hal menyebalkan lainnya.

Rencana yang Malah Membuat Andie Lebih Tertarik pada Ben

Rencana yang Malah Membuat Andie lebih Tertarik Pada Ben

Melihat Andie yang frustasi karena Ben tak kunjung membencinya, Michelle dan Jeannie (Annie Parisse) menyarankan untuk mengacau di rumah keluarga Ben di Staten Island. Andie berniat untuk memancing rasa benci Ben padanya dengan berulah di depan keluarga besarnya.

Suatu hari, Andie benar-benar diajak Ben ke rumah keluarganya. Di sana ia bertemu dengan ayah, ibu dan seluruh keluarga Ben. Namun, siasatnya gagal total. Rencana yang dilakukannya malah berujung membuatnya menyukai Ben. Ada sisi Ben yang lain yang belum ia lihat yang membuat hatinya hangat.

Ben bersama keluarga adalah Ben yang tidak pernah ia perlihatkan di lingkungan pertemanannya, termasuk di kantornya. Kehangatan keluarganya pun membuat Andie tersentuh seolah ia mendapat keluarga baru selain teman-temannya.

Dan inilah yang membuat Andie tertarik. Ia mulai merasa tidak sanggup melanjutkan menulis artikelnya tersebut saat hatinya malah ingin Ben terus ada di sisinya. Ini membuatnya merasa menulis sebuah kebohongan.

Plot yang Mudah Ditebak tapi Menarik

Plot yang Mudah Ditebak tapi Menarik

Sebagian dari kamu pasti menyukai kisah dengan alur yang dipenuhi twist yang bikin kita geleng-geleng kepala. Namun, kisah sederhana dengan alur yang ringan tidak selamanya buruk. Saya ambil contoh film ini.

How To Lose A Guy In 10 Days adalah film yang dikemas sederhana dengan alur yang mengalir tanpa adanya konflik pelik. Pengembangan karakter dari setiap pemain utama pun bergulir dengan pas. Kate membawakan peran Andie dengan baik. Hasil risetnya di majalah Vogue membantunya.

Kabarnya demi perannya tersebut, ia belajar langsung dari editor majalah Vogue, Anna Wintour. Begitu juga dengan Matthew dengan senyum manis dan lesung pipinya. Ia terlihat keren dengan kemampuannya membawakan karakter Ben dan motor besarnya.

Nah, Intinya, jika kamu menginginkan tontonan ringan yang berbalut romansa yang menghibur, film satu ini adalah pilihan yang asyik.

Beberapa scene memang terasa datar, contohnya adalah akhir dari kisah ini. Di akhir kisah diceritakan Andie mengundurkan diri dari Composure karena meski misinya berhasil, Lana tetap tidak mengizinkannya menulis topik yang diinginkan.

Hal ini mendorongnya untuk pergi ke Washington dan menerima pekerjaan di sana. Namun niatnya urung dilakukan sebab Ben mencegahnya dan menyatakan perasaannya. Ben juga menyadari bahwa sikap halusnya bukanlah karena misinya belaka, namun memang ia menyukai Andie. Kisah selesai.

Sempat disinggung di atas bahwa How To Lose A Guy In 10 Days adalah tontonan yang cukup menghibur bagi kamu yang ingin menghabiskan waktu dengan santai. Meski tidak bisa disebut sangat bagus, namun chemistry Matthew dan Kate Hudson sangat menarik.

Nah, artikel yang ditulis Andie di kolomnya memang tidak mempan bagi dirinya sendiri. Pasalnya ia bertemu dengan Ben yang justru membuatnya jatuh cinta. Tapi jika kamu penasaran, kamu bisa coba-coba ikuti saran Andie di film ini. Siapa tahu kamu bisa buat pasanganmu illfeel.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram