bacaterus web banner retina

Review & Sinopsis Film Detention; Horror, Politik, dan Sejarah

Ditulis oleh Aditya Putra - Diperbaharui 23 Juli 2021

Sekolah merupakan tempat kita belajar dan mendapatkan teman. Pada pagi hari, sekolah biasanya akan ramai oleh murid dan guru yang bisa seharian beraktivitas di sana. Tapi pada malam hari akan berubah drastis menjadi sepi. Waktu tersebut dianggap sebagai waktu yang menyeramkan karena sekolah berubah menjadi tempat yang horor.

Ada banyak cerita menyeramkan tentang sekolah. Ada yang mendengar bunyi kearamaian padahal sekolah sepi, bunyi bel tapi nggak ada yang membunyikan, melihat sosok astral, sampai kesurupan. Sekolah yang seram menjadi cerita utama di film asal Taiwan berjudul Detention. Seperti apa review dan sinopsisnya? Mari kita simak sama-sama.

Sinopsis

  • Tahun Rilis: 2019
  • Genre: Horror
  • Produksi: 1 Production Film Co, Filmagic Pictures, Asmik Ace
  • Sutradara: John Hsu
  • Pemain: Gingle Wang, Fu Meng-po, Tseng Ching-hua, Cecilia Choi, Hung Chang Chu

Pada tahun 1962, Fang Rai Shin adalah seorang siswi kelas 12 di SMA Tsuiha. Baginya sekolah bukan tempat yang menyenangkan, begitu juga dengan rumahnya. Dia merasa hidupnya begitu sulit dan nggak ada satu orang pun yang bisa memahami dirinya. Bahkan dia merasa nggak ada seorang pun yang tulus padanya.

Semua berubah ketika Fang jatuh cinta pada seorang guru bernama Zhang. Baginya, Zhang dianggap sebagai orang yang benar-benar mengerti dan bisa membuatnya nyaman. Zhang merupakan tipikal guru yang berpikiran luas. Dia menyukai kebebasan dalam berpikir. Oleh karena itu, dia membuat sebuah kelompok diskusi.

Fang langsung tertarik untuk ikut dalam kelompok diskusi yang dibuat oleh Zhang. Selain Fang, ada juga siswa lain bernama Wei Chong-ting yang bergabung. Ada juga Yin Tsui-han, seorang guru lain yang bergabung. Ternyata kelompok diskusi itu akan membahas buku-buku yang pada saat itu dilarang oleh pemerintah.

Detention

Masalah muncul ketika Zhang tiba-tiba menghilang. Nggak ada yang tahu keberadaannya. Hanya Fang dan Wei yang dekat dengan Zhang yang menyadari tentang hilangnya sang guru. Sementara yang lain terlihat biasa saja dan cenderung nggak memperhatikan bahwa ada orang yang hilang. Bagi mereka, hari itu berjalan seperti biasanya.

Di luar hujan dan hari sudah malam, Fang memutuskan untuk mencari keberadaan Zhang yang menghilang. Menyusuri lorong-lorong dan ruangan di sekolah satu per satu. Dia bertemu dengan Wei yang juga terjebak nggak bisa pulang. Mereka harus dihadapkan pada kenyataan bahwa kegelapan punya misterinya sendiri. Mahluk astral mulai menunjukkan keberadaan mereka.

Banyaknya hal-hal yang nggak diketahui sebelumnya membuat Fang dan Wei melihat tempat mereka melakukan pencarian bukanlah sekolah yang mereka kenal. Tempat itu malah menjadi seperti dunia lain yang dipenuhi oleh berbagai macam kengerian. Mereka pun terjebak di dalamnya dan mencari jalan untuk keluar dengan selamat.

Visualisasi Menyeramkan

Visualisasi Menyeramkan

Film Detention merupakan adaptasi dari video gim yang judulnya sama. Membuat film berdasarkan gim yang punya reputasi mentereng bukanlah hal mudah. Masalahnya unsur-unsur yang ada di gim nggak begitu saja bisa dituangkan secara visual dalam bentuk film. Untungnya, John Hsu bisa menuangkan dua unsur terpenting dalam gim ke dalam film yaitu horor dan misteri.

Untuk ukuran film horror, menggunakan lokasi sekolah pada malam hari sudah banyak digunakan. Bedanya, di film Detention rasa menyeramkan bukan hanya diungkap secara visual melainkan juga dari sisi historis yang turut diungkap. Memperhatikan detail-detail kecil dari mahluk astral yang muncul bisa membantu kita memahami jalan cerita.

Fang dan Wei berjalan dalam gelap dengan membawa lilin tanpa ada listrik sama sekali dan sosok astral itu muncul dalam bentuk yang menyeramkan. Ada hantu tinggi besar dengan pakaian seragam yang berlari-lari mengejar. Ada wajah-wajah orang yang terluka di cermin. Ada juga hantu tanpa kepala dengan darah bercururan yang mengagetkan.

Baca juga: Sinopsis & Review Film Horror Korea Gonjiam: Haunted Asylum

Menggunakan Latar Belakang yang Berat

Menggunakan Latar Belakang yang Berat

Melihat sosok-sosok mahluk astral di film Detention akan membuat kita bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi. Film itu menggunakan latar pada tahun 1962, ketika itu Taiwan masih berada dalam masa White Terror. Pada masa itu, pemerintah berlaku opresif dengan menekan segala hal yang dianggap dapat mengancam kedaulatan negara.

Era White Terror merupakan era ketika pemerintahan Taiwan dikuasai oleh Partai Kuomintang (KMT). Salah satu ideologi yang dilarang adalah komunisme. Untuk menekan penyebarannya, peredaran buku dan diskusi buku jadi sesuatu yang dilarang. Akibatnya, ribuan murid ditangkap dan diadili karena dianggap sebagai pembangkang bagi negara.

Di film ini, kita bisa melihat bagaimana pengaruh KMT sudah masuk ke sekolah-sekolah. Setiap pagi murid dan guru mengucapkan moto KMT. Ketika mereka memasuki lapangan, mereka diawasi oleh anggota militer. Para anggota militer bertugas untuk mencari buku-buku yang dilarang dan siswa yang membangkang pada aturan.

Plot yang Solid

Plot yang Solid

Kehebatan Detention adalah plotnya yang solid. Fang digambarkan sebagai sosok yang tertutup. Bahkan dia nggak mau ada kontak mata dengan orang lain. Ternyata di balik itu semua, Fang punya ayah yang abusive, seorang politisi yang naik daun. Ibunya justru punya paham berlawanan dan ingin melepaskan diri dari orang yang melakukan opresi bersama pemerintah.

Penggambaran karakter Zhang juga cukup lengkap. Dia digambarkan sebagai guru yang berpikiran terbuka dan ingin muridnya punya wawasan luas. Dia nekad membentuk kelompok diskusi buku bawah tanah tapi justru tiba-tiba hilang dan orang-orang berpura-pura nggak tahu. Masalahnya, kalau ada yang membela maka akan dituduh sebagai pembangkang juga.

Sosok mahluk astral di sekolah yang ditemui Fang dan Wei merupakan korban dari opresi pemerintah. Mereka bukan hanya ditangkap tapi juga menjadi korban kekerasan. Sosok yang menampakkan diri kerap menggunakan seragam KMT. Kita dibawa bertanya-tanya siapa yang sebenarnya antagonis, apakah mahluk astral atau opresi yang didalangi KMT?

Alur yang Nggak Linear

Alur yang Nggak Linear

Detention nggak menggunakan alur linear dalam menyajikan cerita. Ada tiga babak yang membagi ceritanya. Babak pertama menampilkan bagaimana film horror pada umumnya. Ada mahluk astral, jumpscare, sampai suasana menyeramkan karena menelusuri sekolah pada malam hari. Sajian yang disukai penggemar film horror.

Babak kedua mencoba mendalami apa yang mendasari babak pertama. Kita akan disuguhi teror yang bukan hanya dari mahluk astral, melainkan detil-detil yang bisa membuat bulu kuduk berdiri. Kertas dengan bercak darah, siswa yang digantung di gedung sampai yang dibiarkan terkapar di lorong sekolah.

Babak ketiga membahas tentang bagaimana latar belakang di dunia politik menjadi penyebab segala kengerian yang terjadi di SMA Tsuiha. Bagi yang menyukai tema politik, mungkin babak pertama dan ketiga yang perlu lebih diperhatikan. Bagi penggemar horror secara psikologis, mungkin babak kedua yang harus diutamakan.

Banyak yang menganggap film ini sebagai terobosan di Taiwan karena keberaniannya melibatkan unsur sejarah kelam. Film ini juga sukses secara komersial dan membantah pendapat bahwa menggunakan unsur politik atau sejarah nggak bisa laku di pasaran. Tertarik nonton film ini? Segera nonton lalu bagikan ulasanmu di kolom komentar, teman-teman!

Detention
8 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram