bacaterus web banner retina

Review dan Sinopsis Film Harry Potter and The Prisoner of Azkaban

Ditulis oleh Yanyan Andryan - Diperbaharui 11 September 2021

The Prisoner of Azkaban adalah angsuran ketiga dalam franchise Harry Potter, yang diadaptasi dari novel populer karya J.K Rowling. Film ini masih tetap menghadirkan aktor Daniel Radcliffe sebagai Harry Potter, dengan Rupert Grint menjadi sosok Ron Weasley, dan aktris Emma Watson, yang memerankan karakter Hermione Granger.

Harry Potter and the Prisoner of Azkaban meraup pendapatan lebih dari 797 juta dollar di seluruh dunia, dan menjadikannya sebagai film berpenghasilan tertinggi kedua sepanjang tahun 2004 silam. Pada tahun tersebut juga, film ini berhasil masuk nominasi dalam ajang Academy Awards ke – 77 untuk kategori Best Original Music Score dan Best Visual Effects.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun rilis: 2004
  • Genre: Adventure, fantasy
  • Rumah produksi: Warner Bros. Pictures, Heyday Films, dan 1492 Pictures
  • Sutradara: Alfonso Cuarón
  • Pemeran utama: Daniel Radcliffe, Rupert Grint, Emma Watson

Selama musim panas, Harry Potter harus menghabiskan waktu bersama dengan keluarga pamannya, Dursley. Kejadian yang tidak menyenangkan di keluarga tersebut lalu membuatnya menjadi muak, dan ia tidak sengaja mengeluarkan ilmu sihirnya. Harry pun melarikan diri untuk pergi ke dunia sihir yang ada di Hogwarts.

Setibanya di sana, Menteri Sihir yang bernama Cornelius Fudge mengampuni kesalahan Harry karena secara tidak sengaja menggunakan sihir di luar wilayah Hogwarts. Harry selanjutnya bertemu kembali dengan sahabat-sahabatnya, termasuk Ron Weasley dan Hermione Granger.

Pada saat itu juga, Harry akhirnya mengetahui jika Sirius Black, seorang penyihir gelap dari komplotan Lord Voldemort, telah melarikan diri dari penjara Azkaban, dan berniat untuk membunuhnya. Harry, Ron, dan Hermione kemudian bergegas menuju sekolah Hogwarts untuk tahun ajaran ketiga. Hogwarts yang sekarang nampak berbeda karena ada penjaga hantu Dementor yang bertugas mencari Sirius.

Di Hogwarts, kepala sekolah Albus Dumbledore mengumumkan bahwa Dementor akan menjaga sekolah sampai Sirius Black berhasil ditangkap. Pada momen itu, Dumbledore juga mengungkapkan jika Remus Lupin akan menjadi guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam yang baru, serta Rubeus Hagrid diumumkan menjadi guru Pemeliharaan Makhluk Gaib yang baru.

The Fat Lady alias Nyonya Gemuk, yang menjaga asrama Gryffindor, selanjutnya memberitahu kepada Dumbledore bahwa Sirius telah memasuki kastil Hogwarts. Sementara itu, Harry tiba-tiba diserang oleh Dementor saat dirinya tengah bertanding Quidditch melawan Hufflepuff.

Ketika berada di Desa Hogsmeade, Harry akhirnya mengetahui jika Sirius adalah sahabat dekat ayahnya, dan ia telah mengkhianati Lord Voldemort. Harry juga menemukan fakta mengejutkan bahwa Sirius ternyata merupakan ayah baptisnya. Di sisi lain, Remus Lupin secara pribadi mengajari Harry Potter untuk membela diri dari dementor dengan menggunakan Mantra Patronus.

Tikus peliharaan Ron, Scabbers, kemudian menggigitnya dan berlari ke arah pohon Whomping Willow. Saat Ron mengejar Scabbers, seekor anjing besar muncul dan menyeret Ron serta Scabbers ke lorong bawah tanah. Mereka akhirnya menemukan bahwa anjing itu sebenarnya adalah Sirius Black, yang merupakan sesosok Animagus.

Lupin lalu memeluk Sirius sebagai sahabat lamanya. Lupin juga mengaku bahwa ia adalah seorang manusia serigala. Sirius lalu menjelaskan bahwa dirinya tidak bersalah karena dituduh mengkhianati keluarga Potter untuk bergabung dengan Voldemort, serta membunuh 12 orang Muggle.

Terungkap juga jika Scabbers sebenarnya adalah Peter Pettigrew, seorang Animagus yang sebenarnya mengkhianati keluarga Potter, dan melakukan serangkaian aksi pembunuhan Severus Snape lalu datang untuk menangkap Sirius, tetapi Harry berhasil mencegahnya.

Lupin dan Sirius kemudian bersiap untuk membunuh Pettigrew, namun Harry memilih membawanya ke Dementor untuk diadili. Situasi menjadi kacau ketika bulan purnama terbit, dan Lupin berubah menjadi manusia serigala, sirus berubah menjadi anjing untuk saling berhadapan. Sedangkan Pettigrew, ia kembali menjadi tikus dan berhasil melarikan diri.

Skema Cerita Sedikit Lebih Gelap dan Kompleks

Skema Cerita Sedikit Lebih Gelap dan Kompleks

Dua angsuran pertama franchise Harry Potter, The Philosopher's Stone (2001), dan The Chamber of Secrets (2002) berhasil membuat fondasi cerita yang kuat untuk menjadikan film ketiga ini semakin jauh lebih menarik. The Prisoner of Azkaban tentunya berbeda dengan dua film awal tersebut, karena film ini alurnya menjadi sedikit lebih gelap, kompleks, dan dimensi konflik juga jauh semakin bercabang.

Berkembangnya konsep cerita dalam film ini pun sebanding dengan apa yang disajikan oleh pendewasaan karakter Harry, Ron, hingga Hermione. Ketiganya telah tumbuh menjadi remaja, dan bukan anak-anak lagi, sehingga alur cerita dalam The Prisoner of Azkaban nampak cocok dengan usia mereka tersebut.

Dalam The Prisoner of Azkaban, petualangan Harry Potter dan kawan-kawannya di dunia sihir Hogwarts menyajikan suatu yang tak terduga. Salah satunya kemunculan Sirius Black, diperankan oleh Gary Oldman, yang ternyata memiliki koneksi rumit dengan keluarga Potter. Hadinya Sirius, Lupin, serta segala permasalahan yang ditampilkan membuat film ini terasa segar, dan berkembang dari segala aspek cerita.

Di sisi lain, film ketiga dalam franchise film Harry Potter ini tidak diarahkan lagi oleh Chris Columbus, dan digantikan oleh Alfonso Cuaron. Meski begitu, sentuhan ajaib dari Columbus bisa diterapkan lagi oleh Cuaron, dan ia setidaknya mampu membuat Harry Potter: The Prisoner of Azkaban tetap memiliki atmosfer magis yang mewah, dan brilian.

Di bawah arahan Cuaron juga, visi cerita film ini jauh lebih mumpuni, dan terarah saat memperlihatkan perkembangan ketiga karakter utamanya, yakni Harry, Ron, dan Hermione. Selain itu, skenario cerita yang masih ditulis oleh Steve Kloves membuat The Prisoner of Azkaban jauh lebih padat, dan cukup baik memberikan pendekatan orisinal seperti dalam novel aslinya sendiri.

Visi dari Alfonso Cuaron Membuat Film Ini Memikat

Visi dari Alfonso Cuaron Membuat Film Ini Memikat

Meski Chris Columbus tidak menjadi sutradara lagi untuk film ini, tapi dirinya masih terlibat dalam pembuatan film The Prisoner of Azkaban sebagai produsernya bersama dengan David Heyman, dan Mark Radcliffe. Alfonso Cuaron pun melanjutkan proses cerita, yang sudah berlangsung di Harry Potter and the Chamber of Secrets dengan menambahkan tone yang lebih gelap, hingga kompleks pada film ini.

Cuaron juga cukup baik menampilkan visual gambar dengan pemilihan warna yang sedikit berbeda di dua film sebelumnya. Film ini pada akhirnya menyajikan plot yang agaknya suram serta rumit saat kita harus fokus mencari tahu siapa sebenarnya Sirius Black, dan mengapa ia “diduga” membunuh orang tua Harry.

Lalu, penyebutan “You-Know-Who” sebagai alias dari Lord Voldemort juga masih menjadi daya pikat untuk film ini. Meskipun sosoknya belum muncul, namun Cuaron memberikan penggambarannya tetap menjadi misteri, yang membuat The Prisoner of Azkaban menjadi mencekam pada momen-momen tertentu, termasuk ketika nama “You-Know-Who” diucapkan oleh para karakter.

Cuaron juga di sisi lain memberikan pendekatan berbeda terhadap Harry, Ron, dan Hermione, yang telah beranjak dewasa. Maka tak heran, saat kita melihat konflik yang melibatkan Harry dengan Sirius, aspek emosional, dan rasa sensitfitasnya jauh terasa lebih berkesan. Ketiganya terlihat semakin kompak dan solid di film ini, dan gagasan yang dibawa oleh Cuaron pun berhasil membuat perbedaan positif yang berarti.

Masih Tetap Memuaskan

Masih Tetap Memuaskan

Daniel Radcliffe (Harry Potter), Emma Watson (Hermione Granger), dan Rupert Grint (Ron Weasley), telah melampaui masa kecil mereka di film The Prisoner of Azkaban. Sebagai remaja, ketiganya berhasil membuat peran yang dimainkan menjadi karakter ikonik yang diidolakan oleh para penggemar. Untuk film ini, kita layaknya mesti memberikan kredit yang spesial karena mereka tampi sangat memikat hati.

Meski mereka tampil sebagai karakter protagonist utamanya, namun ketiganya juga mampu memuaskan saat beradegan dengan para pemain yang usianya jauh diatas mereka. Radcliffe sebagai Harry Potter tetap menjadi pusat perhatian, dengan tambahan Watson yang manis menjadi Hermione, dan Grint tetap polos, dan lucu sebagai Ron.

Lalu, para pemain dewasa seperti Gary Oldman (Sirius Black), Robbie Coltrane (Rubeus Hagrid), Michael Gambon (Albus Dumbledore), Alan Rickman (Severus Snape), hingga David Thewlis (Remus Lupin) tampil tidak mengecewakan. Mereka semua adalah aktor berkualitas, dan rasanya tidak ada yang bisa dikeluhkan saat mereka bermain dalam fantasi fiksi ini.

Kesimpulannya, Harry Potter and the Prisoner of Azkaban adalah film memuaskan lewat aspek cerita yang semakin dinamis, dan tone warna yang lebih kelam. Film ini memang telah lama dirilis, namun masih tetap berkesan sebagi sebuah franchise film yang populer, dan laris manis di seluruh dunia.

The Prisoner of Azkaban adalah jembatan perjalanan Harry Potter untuk menghadapi ancaman Voldemort di petualangan selanjutnya.

Harry Potter and The Prisoner of Azkaban
Rating: 
4/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram